MANAGED BY:
RABU
22 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Jumat, 20 Oktober 2017 13:28
Mahasiswa Tuntut Perbaikan Jalan Gunung Amal
TUNTUT PERBAIKAN JALAN: Pahasiswa dari PMII Tarakan turun ke jalan menuntut segera diperbaikinya Jalan Gunung Amal, Kamis (19/10)

PROKAL.CO, TARAKAN – Kondisi Jalan Gunung Amal, terutama di lokasi tanjakan hingga di depan gereja yang kurang mendapat perhatian dari Pemkot Tarakan, membuat kekesalan mahasiswa memuncak.

Kamis (19/10), sekira pukul 08.30 Wita, puluhan anggota Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari Universitas Borneo Tarakan dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bulungan–Tarakan menggelar demo di jalan arah menuju tanjakan Gunung Amal.

Aksi tersebut pun nyaris berujung bentrok dengan aparat kepolisian, karena mahasiswa mencoba menutup jalan yang menjadi satu-satunya akses pengendara menuju Pantai Amal, dan sebaliknya. Namun, niat itu dapat dicegah setelah pendemo dan polisi bernegosiasi.

Tapi, aksi tetap berlanjut hingga pendemo mendapatkan kepastian perbaikan jalan dari Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Tarakan Maudi, bersama Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tarakan Hamid Amren yang ikut menenangkan massa.

Ketua PMII Tarakan Rico Ardiansyah, mengaku kecewa karena menilai Pemkot Tarakan kurang memprioritaskan perbaikan Jalan Gunung Amal. “Kekecewaan kami karena jalan ini bukan menjadi hal yang prioritas. Itu yang menjadi permasalahannya,” ketusnya.

Mestinya, beber Rico, Jalan Gunung Amal lebih dahulu diprioritaskan. Karena aktivitas lalu lintas di jalan itu cukup padat. Ribuan mahasiswa UBT dan STIE Bulungan–Tarakan yang ingin ke kampusnya pasti melewati jalan tersebut. Belum lagi masyarakat Pantai Amal dan sekitarnya yang ingin pulang ke rumahnya dan sebaliknya (arah kota).

Selain itu, lanjut Rico, Jalan Gunung Amal juga menjadi satu-satunya akses yang bagus dilalui warga menuju lokasi objek wisata Pantai Amal. Mestinya, dengan kondisi lalu lintas seperti itu, menjadi prioritas Pemkot Tarakan.

Fakta lain, ungkapnya, sudah banyak korban berjatuhan akibat melewati Jalan Gunung Amal yang rusak dan menanjak. Bahkan beberapa di antaranya meninggal dunia.

Dia juga menilai rambu-rambu lalu lintas masih kurang lengkap. Seperti kaca cembung untuk melihat kendaraan yang datang dari lain. Diperparah lagi kurangnya lampu penerangan jalan umum (PJU). Padahal, kata dia, ada aktivitas perkuliahan mahasiswa pada malam hari.

“Kami membutuhkan cepat sangat. Bapak bisa bayangkan mahasiswa UBT saja sudah 7 ribu. Belum lagi mahasiswa STIE yang malam hari, sementara lampunya tidak ada, kemudian cermin (cembung) juga tidak ada,” protesnya.

Kekecewaan juga diungkapkan ketua RT 15 Kelurahan Kampung Enam, Lobo Rarungan. Karena dia melihat langsung banyaknya masyarakat menjadi korban saat melewati Jalan Gunung Amal yang rusak. Bahkan, keluarganya juga tidak luput jadi korban.

“Saya kasihan masyarakat ada yang jatuh di situ. Orang hamil, orang sakit, lewat kadang-kadan jatuh. Orang mau lewat ke kiri ke kanan kadang-kadang terpelanting. Anak saya masuk ICCU gara-gara (kecelakaan, Red) di atas juga. 2 jam Rp 2,8 juta dia bayar,” ujarnya.

Menurut Lobo, perbaikan sebenarnya pernah dilakukan Pemkot Tarakan. Namun, kualitas jalannya tidak seperti diharapkan. Sehingga belum lama diperbaiki, kembali rusak karena dinilainya tidak memenuhi standar. Sementara jalan itu, menjadi satu-satunya akses yang dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat seperti truk dan bus.

Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Maudi menuturkan, Jalan Gunung Amal sebenarnya sudah masuk dalam rencana perbaikan jalan yang akan dilakukan Pemkot Tarakan tahun ini. Bahkan, dalam beberapa hari ke depan sudah diperbaiki.

“Tahapan pertama ini kami cor dulu yang rusak. Sekarang ini lagi ada pengaspalan di ring road (Binalatung) kurang lebih empat hari kerja. Setelah selesai ditarik persiapan ke sini,” kata Maudi dihadapan pendemo.

Namun, ke depan Pemkot Tarakan berencana membuat jalan baru sebagai akses utama menuju Pantai Amal dan sejumlah fasilitas publik lainnya, serta permukiman warga. Jalan Gunung Amal hanya menjadi alternatif saja.

Untuk pembangunan jalan baru, pihaknya sedang menunggu hasil pengukuran yang dilakukan Badan Pentanahan Nasional (BPN) Tarakan. Setelah itu, baru dilaksanakan pembangunan jalan baru. Maudi juga memastikan pemotongan bukit Amal tidak jadi dilakukan, karena kondisi kemiringannya cukup sulit.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Tarakan Hamid Amrin yang coba dikonfirmasi awak media terkait keluhan rambu, enggan menjelaskan.

Namun, Hamid sempat memberikan pemahaman kepada pendemo akan kondisi keuangan yang dialami Pemkot Tarakan. “Anggaran kita (Pemkot Tarakan, Red) itu cuma Rp 900-an miliar. Itu pun datang tidak tahu kapan uangnya,” sebutnya. (mrs/fen)


BACA JUGA

Selasa, 21 November 2017 13:40

Tuntutan Warga Siap Dipenuhi

TARAKAN – Tuntutan warga agar perusahaan tambang batu bara yang telah mencemari sawah di Malinau…

Selasa, 21 November 2017 13:29

Tak Ada Kebijakan, MAF Bakal Hengkang

TARAKAN - Adanya keputusan Direktorat (Ditjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang menyatakan…

Senin, 20 November 2017 12:32

MAF Tak Boleh Pungut Biaya

TARAKAN – Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyatakan izin…

Senin, 20 November 2017 12:30

Istri Temukan Suami Tergantung

TARAKAN – AP (37), warga RT 03 Kelurahan Karang Balik, Kecamatan Tarakan Barat, ditemukan meninggal…

Sabtu, 18 November 2017 13:00

107,2 Ton Rotan Gagal Diselundupkan

TARAKAN – Satuan Tugas (Satgas) Patroli Laut Bea dan Cukai berhasil menahan sebuah kapal bermuatan…

Sabtu, 18 November 2017 12:56

Panwaslu Wanti-Wanti soal Pemalsuan Data

TARAKAN – Menjelang masuknya tahapan penyerahan berkas dukungan calon perseorangan atau independen…

Jumat, 17 November 2017 13:16

Tambah Mesin Diesel 7 MW, PLN Jamin Tak Ada Pemadaman

TARAKAN – PT PLN Tarakan Unit Layanan Khusus (ULK) Tarakan menjamin tidak akan terjadi lagi pemadaman…

Jumat, 17 November 2017 13:01

Terkendala Blangko dan Peralatan Cetak, Pelayanan KTP-el Dikeluhkan Warga

TARAKAN – Pelayanan pembuatan KTP elektronik atau KTP-el di Tarakan sampai saat ini dianggap warga…

Kamis, 16 November 2017 13:27

Yansen Beri Ilmu ke Mahasiswa UBT

TARAKAN – Jumlah pengangguran di Tarakan bakal bertambah, seiring akan diwisudanya 560 mahasiswa…

Kamis, 16 November 2017 13:25

AA Belum Disanksi

PEGAWAI berinisial AA yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepengurusan administrasi kependudukan,…

Anggaran Kurang, TPP Tertunda

Istri Temukan Suami Tergantung

Umi Klaim Kumpulkan 30 Ribu KTP

AA Belum Disanksi

Tambah Mesin Diesel 7 MW, PLN Jamin Tak Ada Pemadaman

MAF Tak Boleh Pungut Biaya

Yansen Beri Ilmu ke Mahasiswa UBT

Terkendala Blangko dan Peralatan Cetak, Pelayanan KTP-el Dikeluhkan Warga

Panwaslu Wanti-Wanti soal Pemalsuan Data

107,2 Ton Rotan Gagal Diselundupkan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .