MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 20 Oktober 2017 13:27
Pemkab Siapkan Jurus Jitu, Soal Pembebasan Lahan PLTA
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Kecamatan Peso, Bulungan ditargetkan bakal dimulai pembangunannya awal 2018 mendatang. Ini sesuai permintaan Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke Tanjung Selor, 6 Oktober lalu.

Presiden kala itu meminta Gubernur Kaltara Irianto Lambrie dan Bupati Bulungan Sudjati mempercepat proses pelaksanaannya. Terutama soal pembebasan lahan milik masyarakat yang bakal terkena dampak. Karena dengan dibangunnya PLTA berkapasitas mencapai 9.000 MW tersebut akan memudahkan masuknya investasi.

Untuk merealisasikan pembangunan PLTA tersebut, dua desa yang terdampak. Yakni, Desa Long Lejuh dan Desa Long Peleban. Dua desa tersebut diperkirakan dihuni oleh sekitar 600-an jiwa. Warga yang terdampak tersebut rencananya bakal direlokasi ke tempat lain dengan jarak sekitar 5 kilometer. Namun, proses relokasi hingga kini masih dalam tahap perundingan dengan masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bulungan Muhamad Sattar mengatakan, secara umum permasalahan lahan dan relokasi warga tidak ada masalah. Saat ini, kata dia, memang masih ada sejumlah warga yang belum menyetujui harga ganti rugi lahan yang sudah ditetapkan.

“Jadi, tidak ada kesesuaian antara plafon yang disiapkan perusahaan dengan usulan masyarakat. Itu masalahnya,” ujarnya, Kamis (19/10). 

Kendati demikian, permasalahan tersebut akan kembali dibicarakan dengan masyarakat pada Senin (23/10) mendatang. Hal tersebut dilakukan agar bisa tercapai kesepakatan antara warga, pemerintah daerah dan perusahaan yang akan membangun PLTA.

Jika kembali tidak menemui kata sepakat pada pertemuan nanti, lanjut Sattar, pihaknya sudah mempunyai jurus jitu sebagai alternatif. Namun, dia belum mau membeberkan jurus jitu yang bakal dipakai untuk menyelesaikan masalah ganti rugi lahan tersebut.

“Kalau memang nanti tidak ada kata sepakat, kami ada alternatif lain. Tapi ini masih rahasia. Yang pasti, jurus jitu ini tidak akan merugikan masyarakat. Jadi, enggak masalah pembangunan dilakukan tahun depan,” tegasnya.

Sementara, sebagai upaya percepatan pembangunan PLTA yang memanfaatkan aliran Sungai Kayan, itu Gubernur Kaltara Irianto Lambrie terus melakukan koordinasi dengan pemerintah. Seperti yang dilakukan pada Rabu (17/10) lalu, di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Dalam pertemuan tersebut, Irianto memaparkan banyak hal penting. Utamanya dalam progres pembangunan PLTA di Kaltara. “Kenapa kita lebih mempertegas pembahasan soal PLTA tadi? Karena listrik itulah jadi kuncinya. Kalau PLTA-nya sudah jalan, insya Allah investasi lainnya akan jalan dengan baik. Jadi, sekali lagi listrik di kunci utamanya,” ulas Irianto.

Dalam hal pembangunan PLTA, utamanya PLTA di Sungai Kayan yang progresnya sudah sampai pada tingkat pembangunan konstruksi bendungan. Gubernur mengatakan, pihak investor, yakni PT Kayan Hydro Energy (KHE) yang bekerja sama dengan beberapa perusahaan dari Tiongkok sudah siap memulai. Hanya saja, hingga kini masih terhambat dengan izin bendungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Seluruh perizinan, desain dan persiapan-persiapan lainnya sudah semua. Tinggal izin keamanan bendungan dari Kementerian PUPR saja yang belum. Kalau itu keluar, insya Allah awal 2018 bisa dilakukan. Karena distribusi peralatan dan lain-lain, paling tidak bulan Maret start,” ungkapnya.

Irianto juga menyatakan permintaan dipercepatnya pembangunan PLTA disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Kaltara pada 5-6 Oktober lalu. Presiden juga menginginkan pembangunan PLTA bisa dimulai awal 2018 nanti. (rus/fen)


BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 15:23

Kasus Bayi Terus Dikembangkan, Polisi Sempat Panggil Sejumlah Terduga

TARAKAN – Walaupun masih belum menemukan titik temu, namun Kepolisian tetap optimistis dapat menangkap…

Jumat, 22 Juni 2018 15:09

Empat Pegawai Bolos Kerja

GUBERNUR Kalimantan Utara Irianto Lambrie menegaskan akan memberikan sanksi terhadap aparatur sipil…

Jumat, 22 Juni 2018 15:06

Evaluasi Kepadatan Transportasi

TANJUNG SELOR – Arus mudik dan balik Lebaran 2018 diklaim berjalan lancar dan aman. Meski masih…

Kamis, 21 Juni 2018 15:00

Polda Kaltara Terima Helikopter

TANJUNG SELOR - Untuk menunjang kinerja Polda Kaltara, Markas Besar Polisi RI (Mabes Polri) memberikan…

Kamis, 21 Juni 2018 14:52

Perbanyak Silaturahmi, Jenguk Senior yang Sakit

Momen Hari Raya Idulfitri dimanfaatkan oleh seluruh umat muslim untuk bersilaturahmi. Tak kecuali Gubernur…

Kamis, 21 Juni 2018 14:49

Jalur Udara Pun Penuh

MASA libur panjang Hari Raya Idulfitri berakhir kemarin (20/6). Para pekerja sudah harus kembali ke…

Kamis, 21 Juni 2018 14:46

Transportasi Air Masih Primadona

TANJUNG SELOR – Transportasi air masih menjadi primadona bagi masyarakat Bumi Benuanta-sebutan…

Jumat, 15 Juni 2018 08:57

Ribuan Umat Islam Padati Baitul Izzah

TARAKAN - Cuaca mendung yang sempat menyelimuti langit di Kota Tarakan pada Jumat (15/6), tidak menghentikan…

Jumat, 15 Juni 2018 08:48

Bruaaak, Dua Motor Berhantaman, 1 Remaja Tewas 2 Kritis

TARAKAN - Kecelakaan kembali terjadi di Kota Tarakan pada Jumat (15/6) sekira pukul 00.30 Wita, tepatnya…

Kamis, 14 Juni 2018 22:08
BREAKING NEWS

Pawai Takbir Dimeriahkan Kendaraan Hias

TANJUNG SELOR - Pawai mobil hias bernuansa religi meramaikan malam takbiran menyambut 1 Syawal 1439…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .