MANAGED BY:
SENIN
24 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 20 Oktober 2017 13:27
Pemkab Siapkan Jurus Jitu, Soal Pembebasan Lahan PLTA
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Kecamatan Peso, Bulungan ditargetkan bakal dimulai pembangunannya awal 2018 mendatang. Ini sesuai permintaan Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke Tanjung Selor, 6 Oktober lalu.

Presiden kala itu meminta Gubernur Kaltara Irianto Lambrie dan Bupati Bulungan Sudjati mempercepat proses pelaksanaannya. Terutama soal pembebasan lahan milik masyarakat yang bakal terkena dampak. Karena dengan dibangunnya PLTA berkapasitas mencapai 9.000 MW tersebut akan memudahkan masuknya investasi.

Untuk merealisasikan pembangunan PLTA tersebut, dua desa yang terdampak. Yakni, Desa Long Lejuh dan Desa Long Peleban. Dua desa tersebut diperkirakan dihuni oleh sekitar 600-an jiwa. Warga yang terdampak tersebut rencananya bakal direlokasi ke tempat lain dengan jarak sekitar 5 kilometer. Namun, proses relokasi hingga kini masih dalam tahap perundingan dengan masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bulungan Muhamad Sattar mengatakan, secara umum permasalahan lahan dan relokasi warga tidak ada masalah. Saat ini, kata dia, memang masih ada sejumlah warga yang belum menyetujui harga ganti rugi lahan yang sudah ditetapkan.

“Jadi, tidak ada kesesuaian antara plafon yang disiapkan perusahaan dengan usulan masyarakat. Itu masalahnya,” ujarnya, Kamis (19/10). 

Kendati demikian, permasalahan tersebut akan kembali dibicarakan dengan masyarakat pada Senin (23/10) mendatang. Hal tersebut dilakukan agar bisa tercapai kesepakatan antara warga, pemerintah daerah dan perusahaan yang akan membangun PLTA.

Jika kembali tidak menemui kata sepakat pada pertemuan nanti, lanjut Sattar, pihaknya sudah mempunyai jurus jitu sebagai alternatif. Namun, dia belum mau membeberkan jurus jitu yang bakal dipakai untuk menyelesaikan masalah ganti rugi lahan tersebut.

“Kalau memang nanti tidak ada kata sepakat, kami ada alternatif lain. Tapi ini masih rahasia. Yang pasti, jurus jitu ini tidak akan merugikan masyarakat. Jadi, enggak masalah pembangunan dilakukan tahun depan,” tegasnya.

Sementara, sebagai upaya percepatan pembangunan PLTA yang memanfaatkan aliran Sungai Kayan, itu Gubernur Kaltara Irianto Lambrie terus melakukan koordinasi dengan pemerintah. Seperti yang dilakukan pada Rabu (17/10) lalu, di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Dalam pertemuan tersebut, Irianto memaparkan banyak hal penting. Utamanya dalam progres pembangunan PLTA di Kaltara. “Kenapa kita lebih mempertegas pembahasan soal PLTA tadi? Karena listrik itulah jadi kuncinya. Kalau PLTA-nya sudah jalan, insya Allah investasi lainnya akan jalan dengan baik. Jadi, sekali lagi listrik di kunci utamanya,” ulas Irianto.

Dalam hal pembangunan PLTA, utamanya PLTA di Sungai Kayan yang progresnya sudah sampai pada tingkat pembangunan konstruksi bendungan. Gubernur mengatakan, pihak investor, yakni PT Kayan Hydro Energy (KHE) yang bekerja sama dengan beberapa perusahaan dari Tiongkok sudah siap memulai. Hanya saja, hingga kini masih terhambat dengan izin bendungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Seluruh perizinan, desain dan persiapan-persiapan lainnya sudah semua. Tinggal izin keamanan bendungan dari Kementerian PUPR saja yang belum. Kalau itu keluar, insya Allah awal 2018 bisa dilakukan. Karena distribusi peralatan dan lain-lain, paling tidak bulan Maret start,” ungkapnya.

Irianto juga menyatakan permintaan dipercepatnya pembangunan PLTA disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Kaltara pada 5-6 Oktober lalu. Presiden juga menginginkan pembangunan PLTA bisa dimulai awal 2018 nanti. (rus/fen)


BACA JUGA

Minggu, 23 September 2018 15:09

Kasus Narkoba, Tertinggi di Bulungan

PEREDARAN narkotika semakin marak terjadi. Terlebih lagi, masuknya narkotika dan jalur perlintasannya…

Minggu, 23 September 2018 15:08

Dana APK Belum Ditentukan

TANJUNG SELOR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara akan membuat jadwal untuk kampanye terbuka. Mengingat…

Minggu, 23 September 2018 15:06

328 Caleg Berebut Kursi DPRD Bulungan

TANJUNG SELOR - Penetapan daftar calon tetap (DCT) serentak dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum…

Sabtu, 22 September 2018 14:55

Pelaku Perampokan Tambak Dibekuk

TANJUNG SELOR - Perampokan tambak kerap terjadi di Bumi Benuanta. Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara…

Sabtu, 22 September 2018 14:23

Disdukcapil Bulungan Khawatir Persoalan Jaringan

TANJUNG SELOR - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bulungan mengupayakan pelayanan…

Sabtu, 22 September 2018 14:16

Anggaran Operasional Belum Turun

HINGGA saat ini, anggaran operasional Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) tak kunjung cair.…

Kamis, 20 September 2018 16:11

DLH Duga karena Sakit dan Stres

TARAKAN – Kondisi dua dari tiga beruang di hutan kota Sawah Lunto, Kelurahan Pamusian, Tarakan…

Kamis, 20 September 2018 16:05

Tenaga Pendidik Paling Banyak Tersedia di Malinau

KUOTA formasi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Malinau sudah dirilis. Sebanyak…

Kamis, 20 September 2018 16:03

Formasi Diumumkan Serentak lewat Website

TANJUNG SELOR – Formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) lingkup Pemprov Kaltara maupun 4 kabupaten…

Rabu, 19 September 2018 14:29

Tingkatkan Infrastruktur, Ekonomi Membaik

TANJUNG SELOR - Dalam beberapa tahun terakhir, Pemprov Kaltara fokus pembangunan infrastruktur untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .