MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Kamis, 19 Oktober 2017 11:54
YESSS...!! Awal 2018, PLTA Kayan I Dimulai Dibangun

Badan Pengelola dan Rencana Iduk KIPI Tunggu Kemenperin

PERCEPATAN INVESTASI: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menjelaskan progres investasi pada rapat lanjutan percepatan investasi di Kemenko Kemaritiman, Rabu (18/10).

PROKAL.CO, JAKARTA – Menindaklanjuti pertemuan sebelumnya, sebagai upaya percepatan investasi di Kalimantan Utara (Kaltara), Rabu (18/10) siang, digelar rapat membahas khusus tentang progres investasi di Kaltara.

 Pertemuan yang dipimpin Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Ridwan Djamaluddin mewakili Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Kemaritiman) Luhut B Panjaitan yang memiliki agenda rapat di Istana Negara, itu dihadiri oleh Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.

 Selain jajaran Pemprov Kaltara, termasuk Bupati Bulungan H Sudjati hadir dalam pertemuan tersebut. Beberapa investor yang berencana melakukan investasi di Kaltara juga tampak hadir. Di antaranya dari PT Kayan Hidro Energi (KHE), Dragon Land Group, Serawak Energy, Hyundai, Tsingshan.

 Gubernur mengungkapkan, banyak hal penting terpapar dalam rapat tersebut. Utamanya, dalam progres pembangunan PLTA di Kaltara. “Kenapa kita lebih mempertegas pembahasan soal PLTA tadi? Karena listrik itulah jadi kuncinya. Kalau PLTA-nya sudah jalan, insya Allah investasi lainnya akan jalan dengan baik. Jadi, sekali lagi listrik di kunci utamanya,” ulas Irianto.

Dalam hal pembangunan PLTA, utamanya PLTA di Sungai Kayan yang progresnya sudah sampai pada tingkat pembangunan konstruksi bendungan. Gubernur mengatakan, pihak investor, yakni PT KHE yang bekerja sama dengan beberapa perusahaan dari Tiongkok sudah siap memulai. Hanya saja, hingga kini masih terhambat dengan izin bendungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Seluruh perizinan, desain dan persiapan-persiapan lainnya sudah semua. Tinggal izin keamanan bendungan dari Kementerian PUPR saja yang belum. Kalau itu keluar, insya Allah awal 2018 bisa dilakukan. Karena distribusi peralatan dan lain-lain, paling tidak bulan Maret start,” ungkapnya.

Gubernur mengatakan, permintaan dipercepatnya pembangunan PLTA telah disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Kaltara pada 5 hingga 6 Oktober lalu. Presiden, kata Gubernur, juga menginginkan pembangunan PLTA bisa dimulai awal 2018 nanti.

Selain percepatan pembangunan PLTA, dalam pertemuan tersebut juga dipertegas mengenai rencana induk Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi. Terkait rencana induk KIPI, Gubernur menegaskan, sejak 2015 Pemprov Kaltara sudah menyelesaikan penyusunan rencana induk kawasan industri tersebut.  Namun demikian rencana induk ini masih bisa direview, menyesuaikan dengan perkembangan dan kondisi sekarang.

“Untuk kekuatan hukumnya, rencana induk tinggal menunggu penetapan dari Kementerian Perindustrian,” ujar Gubernur.
Hal lainnya, yang juga perlu dipercepat, adalah Pembentukan Badan Pengelola Kawasan Industri. Badan pengelola dan rencana induk, dinilai sangat penting, karena berkaitan untuk mengatur dan memfasilitasi para investor yang akan berinvestasi di kawasan industri tersebut.

“(Badan pengelola, Red) Ini masih kita koordinasikan terus dengan Kementerian Perindustrian juga. Kalau misalkan Gubernur bisa berwenang membentuk, mungkin tidak perlu waktu lama-lama sudah kita bentuk,” ungkapnya.

Gubernur menambahkan, siapa pun yang menjadi badan pengelola nanti. Baik itu swasta, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ataupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN), diharapkan yang profesional, berpengalaman, dan memiliki kemampuan untuk mengelola.

Di tempat yang sama, Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Kemaritiman Ridwan Djamaluddin mengatakan, pihaknya akan segera mengkoordinasikan dengan kementerian terkait, melalui direktur jenderal (Dirjen) yang membidangi untuk mempercepat tiga hal yang diperlukan mendesak tersebut.

“Resume rapat ini akan saya laporkan ke Pak Menko (Luhut B Panjaitan). Kemudian soal izin bendungan, minggu depan saya komunikasikan dengan Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR. Begitu juga mengenai badan pengelola dan master plan, kita koordinasikan dengan Kementerian Perindustrian. Mudah-mudahan dalam seminggu-dua minggu ini, sudah bisa beres semua,” ungkap Ridwan.

Sama seperti yang diharapkan Irianto, dari Kemenko Kemaritiman juga menginginkan adanya percepatan pembangunan PLTA. “Kita sama, menginginkan kerja cepat. Pak Menko dalam rapat-rapat sebelumnya juga menyampaikan hal itu. Harapan kita, mudah-mudahan tetap sesuai target, awal 2018 bisa dimulai,” jelasnya.

Sementara itu, dalam rapat kemarin juga disampaikan paparan dari beberapa investor yang berniat investasi di Kaltara. Di antaranya dari Hyundai dan Serawak Energy yang sama-sama akan membangun PLTA di daerah Malinau. Kemudian dari Dragon Land Co. Ltd dari Korea Selatan (Korsel) yang akan membangun beberapa proyek di Kaltara. Yaitu pembangunan pelabuhan, power plant atau PLTU, bandara, serta industri terintegrasi.

Selain investor tersebut, beberapa perusahaan lain juga serius berinvestasi di Kaltara. Dari dalam negeri, ada PT Inalum (persero) yang akan membangun industri alumina di KIPI. Kemudian Tsingshan, dari Cina yang akan membangun industri stainless steel, Honghua group, serta Albasam yang akan membangun kilang minyak .(hs)

 

PERUSAHAAN YANG HADIR DALAM RAPAT DI KEMENKO KEMARITIMAN :

1. Dragon Land Co. Ltd, asal Korea Selatan

2. PT Kayan Hidro Energi (KHE) bersama konsorsiumnya dari RRT yang akan membangun PLTA Sungai Kayan. Yaitu, China Construction, Shanghai Electric, dan China Cocoba.

3. Hyundai Construction, asal Korea Selatan

4. Serawak Energy Benhad, dari Malaysia

5. Tsingtshan, asal RRT

6. PT Wijaya Karya (WIKA) Persero


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 11:49

Disperindagkop Gelar Pasar Murah di Malinau

TANJUNG SELOR – Guna menstabilkan harga kebutuhan pokok jelang Natal…

Jumat, 07 Desember 2018 11:47

11 Proyek di Kaltara Masuk Daftar GMF-BRI

JAKARTA – Pemerintah pengoptimalan perjanjian khusus kerja sama dengan pemerintah…

Jumat, 07 Desember 2018 11:41

DPMPTSP Kaltara Masuk Peringkat Prima

TANJUNG SELOR – Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang dilaksanakan…

Kamis, 06 Desember 2018 16:05

Turunkan Emisi GRK 14,19 Juta Ton CO2eq

KATOWICE, POLANDIA –Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie…

Kamis, 06 Desember 2018 16:03

Untuk Hal Ini, Pemprov Target Bebaskan 175,55 Hektare

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menargetkan pembebasan lahan untuk…

Kamis, 06 Desember 2018 16:02

Terapkan Merit System, Kaltara Peringkat 14 Nasional

JAKARTA – Berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian Komisi Aparatur Sipil…

Kamis, 06 Desember 2018 16:01

Renovasi Mapolda Kaltara Dikebut

TANJUNG SELOR – Komitmen Pemprov Kaltara untuk mendukung renovasi Markas…

Kamis, 06 Desember 2018 16:00

GIZ Indonesia Sambangi Kaltara

TANJUNG SELOR – Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusanarbeit Gmbh (GIZ)…

Rabu, 05 Desember 2018 13:05

SKB CPNS Dilaksanakan Tiga Hari

JAKARTA – Jadwal pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) untuk penerimaan…

Rabu, 05 Desember 2018 13:00

Kembangkan Pariwisata, Dispar Perkenalkan SIMPAR

TANJUNG SELOR – Guna menunjang pengembangan dan pembangunan potensi kepariwisataan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .