MANAGED BY:
RABU
22 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Kamis, 19 Oktober 2017 11:52
Edukasi Siswa Jadi Koncer
EDUKASI: Kepala Disperindagkop UMKM Kaltara Hartono bersama peserta Sosialisasi Konsumen Cerdas Siswa SLTA, Rabu (18/10).

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Adalah penting bagi setiap masyarakat, khususnya kalangan pelajar untuk menjadi konsumen cerdas (Koncer). Adapun, yang dimaksud dengan koncer adalah konsumen yang memahami hak dan kewajiban sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

 

Diharapkan dapat mengerti tugas dan fungsi lembaga perlindungan konsumen, mengerti cara bertindak apabila menemukan produk yang tidak memenuhi ketentuan, mengerti cara mengadu bila dirugikan, dan mandiri serta mencintai produk Indonesia.

 

“Program Kelompok Koncer bagi siswa, khususnya di tingkat SLTA sangat penting bagi Kaltara. Apalagi, Kaltara ini menjadi daerah yang begitu merebak barang konsumsi dari luar negeri, utamanya dari Malaysia (Sabah dan Sarawak),” kata Hartono, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop UMKM) Kaltara saat membuka Sosialisasi Konsumen Cerdas Siswa SLTA di Hotel Crown Tanjung Selor, Rabu (18/10).

 

Yang menjadi permasalahan, peredaran produk luar negeri itu kebanyakan ilegal. Utamanya, produk makanan dan minuman. “Perdagangan antar negara di wilayah perbatasan Kaltara itu sudah berlangsung cukup lama. Ini diperkuat dengan adanya agreement Sosekmalindo (Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia), dan yang terakhir dengan kebijakan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN),” urai Hartono.

 

Keberadaan produk luar negeri yang ilegal itu, sedianya selain membahayakan kesehatan pengonsumsinya, juga dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan kedaulatan bangsa. “Dari itu, sangat disarankan produk dalam negeri. Kalau, produk luar negeri kan belum diteliti kelayakan konsumsinya oleh BPOM (Balai Pengawasan Obat dan Makanan). Mungkin saja, produk makanan dan minuman dari luar negeri itu menggunakan bahan terlarang dan berbahaya seperti garam boraks (termasuk bleng atau cetitet), formalin, rhodamin B, metanil yellow, dan melamin,” jelas Hartono.

 

Untuk itu, setiap konsumen, khususnya pelajar sebagai generasi penerus wajib dilindungi. Sebab, sejauh ini, kebanyakan mereka belum mengerti, pasrah, tak mau repot, kurang kritis dan tak tahu harus bagaimana apabila menghadapi permasalahan seperti ini.

 

“Sedianya, apabila menghadapi persoalan pangan seperti ini, konsumen dapat mengadukannya ke pengadilan atau di luar pengadilan. Adapun alternatif penanganan sengketa konsumen di luar pengadilan, di antaranya antar para pihak atau langsung pada pelaku usaha, LPKSM (Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat), BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) terdekat, dinas provinsi yang membidangi perdagangan, atau pos layanan informasi dan pengaduan konsumen pada Direktorat Pemberdayaan Konsumen Kementerian Perdagangan,” beber Hartono.

 

Lantas, bagaimana menjadi Koncer? Dijelaskan Hartono, cukup mudah caranya. “Cukup teliti sebelum membeli, tegakkan hak dan kewajiban sebagai konsumen, jangan abaikan masa kedaluwarsa produk, beli sesuai kebutuhan bukan keinginan, perhatikan label dan manual garansi berbahasa Indonesia, mencintai produk Indonesia, dan bertanda SNI (Standar Nasional Indonesia),” urai Hartono.

 

Kaltara Segera Miliki 2 BPSK

 

Dalam hal memenuhi amanat UU No. 8/1999, Disperindagkop-UMKM Kaltara telah mengajukan usulan kepada Kementerian Perdagangan untuk pendirian BPSK di dua daerah. Yakni, BPSK Kabupaten Bulungan dan BPSK Kota Tarakan.

 

“Sedianya, di lima daerah akan didirikan BPSK. Tapi, untuk saat ini, yang dirasakan cukup urgent dengan tingkat peredaran barang dan tingkat konsumtif cukup tinggi, adalah Bulungan dan Tarakan. Sisanya, akan didirikan bertahap,” kata Hartono.

 

Kedua usulan pendirian BPSK itu sendiri, diakui Hartono sudah disetujui Kementerian Perdagangan. Bahkan, surat keputusan (SK) pendirian sudah diterbitkan. “Segera setelah SK kami terima, akan dilakukan pelantikan pengurus BPSK-nya,” urai Hartono.

 

BPSK memiliki tugas, antara lain melaksanakan penanganan dan penyelesaian sengketa konsumen dengan cara melalui mediasi atau arbitrase atau konsiliasi; memberikan konsultasi perlindungan konsumen; juga melaporkan kepada penyidik umum apabila terjadi pelanggaran ketentuan dalam UU No. 8/1999.

 

“Tugas lainnya, adalah menerima pengaduan, baik tertulis maupun tak tertulis, dari konsumen tentang terjadinya pelanggaran perlindungan konsumen; melakukan penelitian dan pemeriksaan sengketa perlindungan konsumen; memanggil pelaku usaha yang diduga telah melakukan pelanggaran terhadap perlindungan konsumen, dan menjatuhkan sanksi administratif kepada pelaku usaha yang melanggar ketentuan UU No. 8/1999,” jelas Hartono.

 

Dia akui Hartono juga, sejatinya tingkat aduan masyarakat akan peredaran barang ilegal, tak layak konsumsi dan lainnya cukup banyak ditujukan kepada pihaknya. Untuk menindaklanjutinya, Disperindagkop-UMKM bersama tim seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), kepolisian dan instansi terkait lainnya melakukan monitoring dan penertiban. “Seperti yang ramai saat ini, peredaran daging beku bukan keluaran resmi Bulog (Badan Urusan Logistik). Kami sudah menurunkan tim monitoring dan penertiban peredarannya ke toko, swalayan dan lainnya. Bila kami temukan, akan diberi teguran, dan bila diulang lagi maka akan diberi sanksi tegas,” papar Hartono.

 

Peredaran produk luar negeri di kalangan masyarakat Kaltara, diakui Hartono cukup sulit dibatasi. Pasalnya, penggunaannya sudah menjadi kebutuhan tradisional, ditambah harga jual produknya yang relatif cukup murah. “Pemasukan produk luar negeri, khususnya Malaysia itu, umumnya melalui Sebatik (Nunukan) untuk jalur lautnya, dan Tapak Mega (Malinau) pada jalur daratnya. Namun, kebanyakan dimasukkan lewat jalur tikus, sehingga tak terpantau,” tuntas Hartono.(humas)


BACA JUGA

Jumat, 17 November 2017 13:30

Berani Merusak Lingkungan, Hukum Adat Bertindak

Kekayaan alam berupa hutan yang dimiliki Kalimantan Utara (Kaltara) tak hanya sebagai potensi ekonomis,…

Jumat, 17 November 2017 13:28

Pemprov Dukung Program Pelayanan Publik

JAKARTA – Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara H Badrun mewakili Gubernur Dr H Irianto Lambrie…

Jumat, 17 November 2017 13:26

Bankaltim Berubah Jadi Bankaltimtara

JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Timur (Kaltim) atau Bankaltim, secara resmi…

Kamis, 16 November 2017 13:51

Promosi Potensi Kaltara di WIC

JAKARTA – Sebagai provinsi baru, Kaltara terus gencar mempromosikan potensi yang dimiliki. Termasuk…

Kamis, 16 November 2017 13:50

Gelar Workshop Menuju Kaltara Satu Data

TARAKAN – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltara menggelar workshop statistik sektoral…

Kamis, 16 November 2017 13:49

Gubernur Minta OPD Genjot Realisasi Anggaran

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie menekankan agar seluruh organisasi…

Kamis, 16 November 2017 13:48

Sebagai Heart of Borneo, Hutan Kaltara Curi Perhatian Dunia

Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang memiliki kawasan hutan cukup luas, menjadi perhatian pada Konferensi…

Kamis, 16 November 2017 13:45

Percepat Realisasi KSP, Gelar Pelatihan GIS

TANJUNG SELOR – Sebagai upaya percepatan realisasi Kebijakan Satu Peta (KSP) di Kaltara, kemarin…

Rabu, 15 November 2017 15:59

Sinergikan Tata Kelola, Pemprov Gelar Rakor ULP

TANJUNG SELOR – Bertujuan untuk pembinaan sekaligus menyamakan persepsi dalam hal pengadaan barang…

Rabu, 15 November 2017 15:57

Kerja Sama Maskapai, Utamakan Misi Sosial

JAKARTA - Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie optimistis dengan segenap sumber daya yang ada, Kaltara…

Bankaltim Berubah Jadi Bankaltimtara

Minta Dukungan Dunia untuk Lestarikan Hutan Kaltara

Kerja Sama Maskapai, Utamakan Misi Sosial

Gubernur Minta OPD Genjot Realisasi Anggaran

Bantu Kembangkan Bawang dan Cabai

Bantu 1,8 Ton Bibit dan 15 Ton Pupuk

Berani Merusak Lingkungan, Hukum Adat Bertindak

Promosi Potensi Kaltara di WIC

Kelola Workshop PT LIM Jadi Sarana Praktik

Sebagai Heart of Borneo, Hutan Kaltara Curi Perhatian Dunia
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .