MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 13 Oktober 2017 12:35
Satuan Tugas RSUD Tanggap Selamatkan Pasien

Ketika Tarakan Diguncang Gempa 6,3 SR

EVAKUASI: Karyawan rumah sakit yang tergabung dalam satuan tugas menyelamatkan pasien ke luar gedung pada simulasi yang berlangsung, Kamis (12/10).

PROKAL.CO, Tarakan termasuk salah satu daerah rawan gempa. Meski, kekuatan gempa tidak sekuat di daerah lain seperti sekitar Sumatra atau Jawa. Namun, antisipasi tetap harus dilakukan. Terutama, bagaimana upaya penyelamatan. Itulah yang dilakukan satuan tugas RSUD Tarakan, Kamis (12/10).

 

MUHAMMAD RAJAB, Tarakan

 

PASIEN dan seluruh karyawan RSUD Tarakan dibuat panik dengan gempa berkekuatan 6,3 Skala Richter (SR) yang mengguncang Bumi Paguntaka –sebutan Tarakan, Kamis (12/10), sekira pukul 14.00 Wita.

Alarm tanda bahaya pun dibunyikan satuan tugas (satgas) tanggap darurat rumah sakit berlantai tujuh itu. Seluruh satgas di satuan unit yang sudah dibentuk melaksanakan tugasnya mengevakuasi seluruh pasien di dalam ruang inap.

Kondisi ini membuat para dokter, perawat dan keluarga pasien yang berada di dalam ruangan, berhamburan keluar dari gedung rumah sakit untuk menyelamatkan diri.

Tidak hanya melakukan penyelamatan terhadap pasien, karyawan lainnya ada juga yang terlihat membawa berbagai berkas administrasi rumah sakit lari keluar gedung. Bahkan, sejumlah peralatan rumah sakit yang bisa diselamatkan dibawa keluar gedung. Seperti alat pernapasan oksigen, dan detak jantung bagi pasien. Peralatan-peralatan tersebut dikumpul di muster point yang ada di depan pintu masuk utama rumah sakit. 

Getaran gempa ini memberikan efek lain. Yakni, kebakaran di Ruang Teratai RSUD Tarakan. Ini diketahui setelah petugas keamanan rumah sakit yang sebelumnya mendapat informasi terjadi kebakaran di Ruang Teratai.

Mendapatkan informasi tersebut, sekuriti dan tim satgas kebakaran segera menuju ke Ruang Teratai yang berada di lantai dasar. Perawat jaga yang ada di Ruang Teratai berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam ringan (apar).

Namun,  api justru makin membesar sehingga sekuriti mendapatkan perintah dari kepala satgas untuk membunyikan alarm sebagai tanda bahaya. Mendengar alarm kembali dibunyikan, perawat langsung mengevakuasi pasien dengan mengikuti standar operasional prosedur (SOP).  

Kepala satgas langsung menginformasikan kepada Direktur RSUD Tarakan untuk meminta bantuan kepada pemadam kebakaran Kota Tarakan untuk memadamkan api yang masih membesar di dalam Ruang Teratai.

Tak lama kemudian dua unit mobil pemadam kebakaran tiba ke lokasi untuk memadamkan api yang ada di Ruang Teratai. Sementara api dipadamkan, tim satgas rumah sakit membantu melakukan evakuasi pasien.

Usai disemprot air oleh petugas pemadam kebakaran, api akhirnya padam dan lokasi kebakaran di Ruang Teratai langsung diisolir oleh pihak keamanan. Pasien dan pengunjung akhirnya kembali masuk ke gedung rumah sakit.

Sebelum masuk ruang rawat inap, pasien satu per satu dihitung jumlahnya oleh masing-masing perawat. Dalam kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, hanya beberapa keluarga pasien mengalami luka-luka lecet, karena terbentur dinding atau benda saat lari keluar gedung.

Kejadian di atas merupakan simulasi tanggap darurat gempa dan kebakaran di RSUD Tarakan yang melibatkan karyawan rumah sakit. Ketua Asosiasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (A2K3) Kaltara Chandra, mengungkapkan simulasi dilakukan agar dapat mewujudkan emergency respon plan (ERP) untuk penanggulangan gempa dan kebakaran. Sehingga dengan ini pekerja rumah sakit dapat lebih cepat melakukan tindakan dalam menyelamatkan pasien.

“Secara keseluruhan saya melihat simulasi  hari ini lebih baik daripada gladi yang dilakukan kemarin. Meskipun begitu, ada beberapa yang perlu dilakukan evaluasi. Hanya saja untuk evaluasinya nanti kami berikan kepada pihak rumah sakit,” ujarnya.

Sekretaris Satgas RSUD Tarakan dr Andi Rizal menambahkan, simulasi ini sebagai pemenuhan standar akreditasi rumah sakit, serta meningkatkan pelayanan rumah sakit kepada pasien, pengunjung dan keluarga pasien, serta meminimalisasi risiko maupun penanggulangan bencana di rumah sakit.

“Dengan simulasi ini diharapkan pula semua pihak minimal mengetahui apa yang harus dilakuka untuk menyelamatkan diri sendiri dan jiwa orang lain di sekitar ketika, ketika terjadi bencana. Baik itu bencana gempa bumi atau pun kebakaran,” paparnya. (*/fen)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 12:53

Investor Belanda Tertarik Bangun PLTS

TARAKAN – Selain upaya dari PLN untuk mewujudkan keandalan listrik di Tarakan, pihak swasta juga…

Sabtu, 18 November 2017 12:47

Usulkan Jika Ada Penerimaan CPNS

LIMA jabatan pada seleksi CPNS Pemprov Kaltara dipastikan kosong, karena tidak ada peserta yang mencapai…

Sabtu, 18 November 2017 12:45

Lima Jabatan Dipastikan Kosong, Hanya 1.043 Peserta Lolos SKB

TANJUNG SELOR – Peserta seleksi penerimaan CPNS Pemprov Kaltara yang telah lolos seleksi kompetensi…

Jumat, 17 November 2017 13:14

LIHAT NIH..!! Demi Sekolah, Anak-Anak Desa Pimping Berenang Seberangi Sungai

TANJUNG SELOR – Semangat anak-anak Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Bulungan menempuh…

Jumat, 17 November 2017 13:06

Awasi Produk Olahan dengan Sipawan

TANJUNG SELOR – Baru-baru ini, masyarakat di Kaltara, khususnya Kabupaten Nunukan dihebohkan dengan…

Jumat, 17 November 2017 12:56

Rencana Kemenpan Buka Penerimaan CPNS 2018, Pemkab dan Pemprov Tunggu Info Resmi

TANJUNG SELOR – Pendaftar Pemprov CPNS tahun ini yang tidak lolos verifikasi berkas maupun seleksi…

Kamis, 16 November 2017 13:30

Pasien dari Perbatasan Semakin Sulit Dirujuk

TARAKAN – Setelah Kalstar Aviation yang dihentikan sementara penerbangannya oleh Kementerian Perhubungan.…

Kamis, 16 November 2017 13:29

Diduga karena Tercemar Limbah Perusahaan Tambang, Lahan Pertanian Terancam Tak Produktif

TANJUNG SELOR – Perusahaan pertambangan di Malinau Selatan, Kabupaten Malinau diduga kembali melakukan…

Kamis, 16 November 2017 13:24

Kasus SMA 2 Harus Jadi Pelajaran Terakhir

TANJUNG SELOR – Kasus penyegelan ruang belajar SMAN 2 Tanjung Selor harus menjadi perhatian serius…

Kamis, 16 November 2017 13:14

Pelanggar Lalu Lintas Meningkat

TANJUNG SELOR – Operasi Zebra Mahakam 2017 di wilayah hukum Polres Bulungan resmi berakhir, Selasa…

Kaltara Masuk 5 Besar Kasus Narkoba

Jalan ke Tanah Kuning Semakin Parah

SKB Belum Ada Kabar

LIHAT NIH..!! Demi Sekolah, Anak-Anak Desa Pimping Berenang Seberangi Sungai

Heboh Bakso Daging Tikus, Kadis DPKP Sebut Masih Indikasi

Heran Daerah Penghasil Tak Aktif

Kasus SMA 2 Harus Jadi Pelajaran Terakhir

Baru Selesai, Bekas Longsor Ambles Lagi

Raisal Akan Jalani Operasi Kedua

Wisata Arung Jeram Mulai Dilirik, Kemenpar Siapkan Rp 950 Juta
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .