MANAGED BY:
SELASA
24 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Rabu, 11 Oktober 2017 12:42
Gubernur: Bangun Perbatasan Perlu Cara Luar Biasa
KEYNOTE SPEAKER: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menghadiri seminar nasional Venas VIII AIHI Indonesia di ruang serba guna Gedung Rektorat Universitas Mulawarman Samarinda, Selasa (10/10).

PROKAL.CO, SAMARINDA - Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menghadiri sekaligus menjadi keynote speaker pada seminar nasional dalam rangkaian acara Konvensi Nasional (Venas) VIII Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional (AIHI) Indonesia dengan tema “Membangun Wilayah Perbatasan Indonesia dalam Perspektif Hubungan Internasional” di ruang serba guna Gedung Rektorat Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Selasa (10/10).

Turut menjadi keynote speaker Laksmana Pertama (Laksma) TNI Achmad Djamaludin, Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara Kemenko Polhukam. Sementara itu, pembicara yaitu Dr Sarwo Pramono (Kepala BPPK Kemenlu) dan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Sonhadji yang diwakili Danrem 091/ASN Brigjen TNI Irham Waroihan.

Pada acara gelaran Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Unmul Samarinda ini, dihadiri 101 peserta dari 34 Prodi Hubungan Internasional dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Sebagai keynote speaker, Gubernur membeberkan kondisi terkini di wilayah Indonesia, khususnya perbatasan Kaltara dalam berbagai perspektif. “Dalam perspektif ideologi, ekonomi, sosial dan masyarakat, Indonesia merupakan negara besar. Bahkan, pahlawan Indonesia  memiliki visi besar terhadap negara ini. Namun, sayangnya, tak bisa diikuti oleh penerusnya. Sejatinya, negara besar, adalah negara yang rakyatnya menghargai pahlawannya,” kata Gubernur.

Diuraikan pula oleh Gubernur dari beberapa pemerintahan yang memimpin Indonesia, perbatasan negara masih tertinggal dari aspek pembangunan. Baik itu, sosial, ekonomi juga infrastruktur. “Indonesia ketinggalan dalam hal membangun perbatasannya, berbeda dengan  negara lain yang perbatasannya dibangun dengan maksimal. Bahkan dari sisi pertahanan-keamanan, wilayah perbatasan Indonesia, kalau diserbu maka akan sangat rapuh. Kita dapat mencontoh AS, pangkalan militernya di perbatasan sangat kuat. Lalu Turki, ada tank yang memperkuat wilayah perbatasannya,” jelasnya.

Beruntungnya, Indonesia memiliki TNI yang terkenal dengan semangat juang dan nasionalis-patriotiknya. “Semangat TNI kita itu cukup mendunia dan disegani, dan hal ini patut diapresiasi juga dibanggakan,” tambahnya.

Sementara dari perspektif sosial- budaya, Indonesia memiliki Kaltara yang menurut Gubernur, “sangat Indonesia”. “Penduduk Kaltara itu, 33 persen berasal dari Jawa yang datang lewat transmigrasi maupun migrasi spontan. Lalu, 32 persen lagi dari Sulsel (Sulawesi Selatan), sedangkan penduduk lokalnya sekitar 20 persen,” ungkap Gubernur.

Kaltara juga memiliki bentang panjang perbatasan hingga 1.098 kilometer, merupakan yang terpanjang di Indonesia. Hal ini, tentu saja menjadi potensi luar biasa jika dikelola dengan baik. Tapi juga dapat menjadi sebuah kerugian, apabila ditelantarkan sebagaimana yang terjadi selama ini. Perbatasan Kaltara menjadi tempat masuknya berbagai barang ilegal, perdagangan manusia, dan lainnya. “Banyak masyarakat merasa tahu perbatasan tapi belum pernah tinggal disana, juga tidur di sana. Jujur saya akui,selama 3 tahun pemerintahan Presiden Jokowi, inilah pemerintah yang paling memperhatikan Kaltara,” ulasnya.

Salah satu fakta akan dukungan pemerintahan Jokowi terhadap pembangunan perbatasan Kaltara adalah dialokasikannya anggaran untuk membangun beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan nilai total sekitar Rp 3 triliun. Dana ini akan terlihat realisasinya mulai 2018, melalui sejumlah program kegiatan yang dilakukan sejumlah kementerian di wilayah perbatasan.

“Menilik hal ini, dalam perspektif diplomasi atau politik  seyogianya mahasiswa HI sudah mulai mengalihkan pandangannya ke Kaltara. Lantaran, kini dunia HI tak hanya melulu berurusan dengan dunia politik atau hal lumrah lainnya di bidang HI,” ujar Irianto.

Dalam politik diplomasi, khususnya untuk membangun perbatasan Indonesia, seorang yang membidangi ilmu HI harus berani mengambil sikap tegas, bahkan marah. “Saya pernah mengajukan komplain kepada pemerintah Malaysia terkait sikap mereka terhadap TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di sana. Saya menunjukkan sikap protes hingga harus marah. Karena, Indonesia adalah negara besar yang berdaulat, tapi masyarakatnya diperlakukan seperti itu. Alhamdulillah, pemerintah Malaysia pun melunak  dan akhirnya agreement terkait TKI dan beberapa hal lainnya diusulkan diubah,” beber Gubernur.

Bagian terpenting dari penegasan keberadaan Indonesia dalam perspektif hubungan internasional adalah harus mampu bertindak cepat dengan cara yang luar biasa. “Membangun perbatasan Indonesia tak bisa pakai cara biasa, butuh hal yang luar biasa. Meski berada di ujung negeri, Kaltara bukan berarti tak bisa apa-apa,” jelasnya.

Sementara itu, dikatakan Rektor Unmul Samarinda Prof Dr H Masjaya MSi yang diwakili Dekan Fisipol Drs Muhammad Noor MSi saat membuka seminar nasional, berterima kasih dan mengapresiasi atas kedatangan Gubernur Kaltara pada seminar ini. Bahkan bersedia menjadi keynote speaker di tengah kesibukannya. Sumbangan pikiran dan pengalaman, saran diharapkan dapat menjadi pembuka jalan pembangunan yang matang di perbatasan.

Dikatakannya juga makin beragam permasalahan di perbatasan dekade ini. Sekaitan dengan itu, sedianya orang nomor satu di Kaltara ini, kata Noor akan memberikan banyak pemahaman dan pengetahuan selama memimpin Kaltara. Bahkan jadi wacana untuk pengembangan pembangunan di perbatasan Kalimantan ke depan. Salah satu masalah di perbatasan, adalah sarana transportasi yang jauh dari kata representatif. Harga BBM juga mahal, bahkan cenderung melangka. Dalam seminar nasional itu, turut hadir pula Ketua AIHI Indonesia Tirta Murditama.(humas)


BACA JUGA

Kamis, 19 Oktober 2017 11:55

Tiongkok Siap Dorong Percepatan Pembangunan di Kaltara

PEMERINTAH Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mendorong para pengusaha maupun perusahaan dari negara tersebut…

Kamis, 19 Oktober 2017 11:54

YESSS...!! Awal 2018, PLTA Kayan I Dimulai Dibangun

JAKARTA – Menindaklanjuti pertemuan sebelumnya, sebagai upaya percepatan investasi di Kalimantan…

Kamis, 19 Oktober 2017 11:52

Edukasi Siswa Jadi Koncer

TANJUNG SELOR – Adalah penting bagi setiap masyarakat, khususnya kalangan pelajar untuk menjadi…

Kamis, 19 Oktober 2017 11:51

Ketua Ketua DPD RI, Perjuangkan Usulan DOB

Selain persoalan investasi, dalam roadshow akhir pekan lalu, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:00

UPTD Akan Dievaluasi

TANJUNG SELOR – Pemprov Kaltara, utamanya Biro Organisasi berharap setiap badan atau dinas di…

Rabu, 18 Oktober 2017 12:59

Progres PLTA Sungai Kayan Dipercepat

JAKARTA – Sebagai pendukung investasi, upaya percepatan realisasi pembangunan pembangkit listrik…

Rabu, 18 Oktober 2017 12:56

Yakinkan KEIN, Kaltara Mendapat Pujian

Setelah bertemu dengan Daewoo Group, salah satu perusahaan asal Korea Selatan (Korsel), Gubernur Kalimantan…

Selasa, 17 Oktober 2017 14:16

Diskominfo Gelar Pelatihan SPSE Versi 4

TANJUNG SELOR – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltara menggelar pelatihan aplikasi…

Selasa, 17 Oktober 2017 14:15

31 Oktober Kartu SIM Wajib Daftar Ulang Pakai KTP dan KK

TANJUNG SELOR – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah mengeluarkan peraturan…

Selasa, 17 Oktober 2017 14:12

Pemohon Beasiswa Kaltara Cerdas Capai 4 Ribu

TANJUNG SELOR – Berkas bantuan beasiswa melalui program beasiswa Kaltara Cerdas yang masuk ke…

Pemohon Beasiswa Kaltara Cerdas Capai 4 Ribu

31 Oktober Kartu SIM Wajib Daftar Ulang Pakai KTP dan KK

Ketua Ketua DPD RI, Perjuangkan Usulan DOB

Tiongkok Siap Dorong Percepatan Pembangunan di Kaltara

Daewoo Group Lirik Potensi Kaltara

Diskominfo Gelar Pelatihan SPSE Versi 4

Progres PLTA Sungai Kayan Dipercepat

Tes SKB Tunggu Keputusan Panselnas

Bunda PAUD Kaltara Beri Dukungan Peserta Diklat

PLN Tambah Mesin Diesel 19 MW untuk Kaltara
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .