MANAGED BY:
SELASA
24 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Rabu, 11 Oktober 2017 12:20
Tahun 2020, Hutan Kalimantan Terancam Habis..!!!

PROKAL.CO, TARAKAN – Hutan Kalimantan terancam mengalami kerusakan yang cukup parah pada 2020 mendatang, jika perambahan hutan maupun pengalihan status dari kawasan hutan menjadi areal perkebunan kepala sawit maupun pertambangan terus dilakukan.

Perkiraan ini diungkapkan Spesialis Ekologi, Spesies, dan Ekosistem WWF Indonesia Steven Wolfvard di sela-sela menghadiri The Heart of Borneo Week yang menandai perayaan ke-10 Inisiatif Heart of Borneo di gedung rektorat Universitas Borneo Tarakan (UBT), Selasa (10/10).

Inisiatif Heart of Borneo ini merupakan sebuah kerja sama lintas batas tiga negara. Yakni, Indonesia, Brunei Darussalam dan Malaysia di bidang lingkungan hidup, terutama kelestarian hutan.

Menurutnya, kondisi hutan Kalimantan mulai 2005 hingga 2017 telah mengalami degradasi atau penurunan fungsi secara terus-menerus. Padahal, kata dia, hutan Kalimantan selama ini menjadi paru–paru dunia yang ikut memengaruhi iklim dan ekosistem alam.

“Kalau kita lihat secara menyeluruh di Kalimantan ini dataran rendah masih banyak konvensi hutan yang terjadi secara terus-menerus. Jika hal ini terus terjadi sampai 2020, maka hutan akan habis. Padahal, hutan tempat habitat berbagai macam hewan untuk hidup,” terangnya.

Menurutnya, keseimbangan hutan sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian alam dan kehidupan sekitar. Karena itu, perlu peran semua pihak, bukan hanya WWF.

Misal, kata dia, pemerintah harus sadar bahwa hutan mulai dari hulu sampai hilir perlu dijaga, termasuk hutan di dataran rendah supaya manusia bisa mempertahankan keanekaragaman hayati.

Menurutnya, hutan di dataran rendah sudah berkurang cukup signifikan. 17 persen setiap tahunya. Hutan dataran rendah biasanya dibuka untuk perkebunan kelapa sawit dan pertambangan batu bara.

Selain itu, kebakaran hutan juga menjadi penyebab berkurangnya kawasan hutan lindung. Tetapi yang cukup parah banyak hutan yang dibuka, namun tidak dipakai.

Ditegaskan Steven, jika hal ini terus dibiarkan dampaknya akan dirasakan seluruh dunia, karena hutan Kalimantan menjadi salah satu paru–paru dunia. Berdasarkan berbagai macam penelitian yang dilakukan oleh para peneliti iklim dampaknya sangat besar seperti badai, pemanasan global, dan yang paling signifikan adalah perubahan iklim.

Ditambahkan Direktur Program Kalimantan WWF Indonesia Irwan Gunawan, isu lingkungan ini harus lebih diseriusi. Oleh karena itu, di kawasan Heart of Borneo pihaknya melakukan kerja sama dengan pemerintah, karena pemerintah yang menetapkan aturan main bagaimana pengusaha dan masyarakat adat melakukan perananya masing–masing.

“Kami juga mendorong advokasi kebijakan penatan ruang. Ini sangat fundamental, karena di dalamnya diatur kawasan–kawasan, serta ada daerah yang harus dipertahankan menjadi daerah konservasi. Contohnya di Kaltara ada Kayan Mentarang yang luasanya masih 1,5 juta hektare,” terangnya.

Dia juga menyatakan pihaknya tetap mendorong supaya kawasan konservasi dipertahankan, jangan sampai dijadikan sebagai perkebunan kepala sawit atau tambang batu bara. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Senin, 23 Oktober 2017 11:38

Pipa Bocor Langsung Diperbaiki

TARAKAN – Pipa bocor di Perum Griya Persemaian langsung ditangani jajaran PDAM Tirta Alam Tarakan.…

Senin, 23 Oktober 2017 11:33

Tarakan Kota Taman

TARAKAN – Julukan ‘Kota Taman’ pantas disematkan untuk Tarakan. Pasalnya, di sejumlah…

Senin, 23 Oktober 2017 11:30

Disdik Yakin Bus Sekolah Sesuai Jadwal

TARAKAN – Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan Thajuddin Noor menyatakan…

Senin, 23 Oktober 2017 11:29

UMP Ditarget 1 November

TARAKAN – Dinas Tenaga Kerja Kaltara segera membahas upah minimum provinsi (UMP) 2018. Ditargetkan…

Senin, 23 Oktober 2017 11:27

Satu Toko Obat Terancam Ditutup

TARAKAN – Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Tarakan Subono Samsudi menegaskan penjualan obat dengan…

Minggu, 22 Oktober 2017 14:07

Kelurahan Disatroni Rampok Bersenjata

TARAKAN – Kelurahan Juata Permai disatroni kawanan rampok bersenjata Sabtu (21/10) dini hari,…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:41

Tarakan Dapat Tambahan 5 Ribu Jargas

TARAKAN - Direktorat Jenderal Minyak Bumi dan Gas (Dirjen Migas)  Kementerian Energi dan Sumber…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:34

Pemkot Tambah Ruang Publik

SATU lagi ruang publik bisa menjadi alternatif warga Tarakan untuk bersantai atau berolahraga. Yakni,…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:19

Pelajar Jadi Pecandu Rokok

TARAKAN – Merokok di tempat umum dengan mengenakan pakaian sekolah, seperti sudah menjadi hal…

Jumat, 20 Oktober 2017 13:42

Disdik Akan Tambah Bus Sekolah

TARAKAN – Empat unit bus sekolah yang dioperasikan Pemkot Tarakan, masih belum mencukupi. Karena…

Pembangunan Akuarium Dikebut

Waspada Cuaca Buruk

Kelurahan Disatroni Rampok Bersenjata

Tanaman Hidroponik Jadi Buruan

Keberangkatan Speedboat Sempat Tertunda

Lapangan Tenis ‘Berubah’ Fungsi

Disdik Akan Tambah Bus Sekolah

UMP Ditarget 1 November

Pelajar Jadi Pecandu Rokok

Reklamasi Terhambat Hujan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .