MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Rabu, 11 Oktober 2017 12:20
Tahun 2020, Hutan Kalimantan Terancam Habis..!!!

PROKAL.CO, TARAKAN – Hutan Kalimantan terancam mengalami kerusakan yang cukup parah pada 2020 mendatang, jika perambahan hutan maupun pengalihan status dari kawasan hutan menjadi areal perkebunan kepala sawit maupun pertambangan terus dilakukan.

Perkiraan ini diungkapkan Spesialis Ekologi, Spesies, dan Ekosistem WWF Indonesia Steven Wolfvard di sela-sela menghadiri The Heart of Borneo Week yang menandai perayaan ke-10 Inisiatif Heart of Borneo di gedung rektorat Universitas Borneo Tarakan (UBT), Selasa (10/10).

Inisiatif Heart of Borneo ini merupakan sebuah kerja sama lintas batas tiga negara. Yakni, Indonesia, Brunei Darussalam dan Malaysia di bidang lingkungan hidup, terutama kelestarian hutan.

Menurutnya, kondisi hutan Kalimantan mulai 2005 hingga 2017 telah mengalami degradasi atau penurunan fungsi secara terus-menerus. Padahal, kata dia, hutan Kalimantan selama ini menjadi paru–paru dunia yang ikut memengaruhi iklim dan ekosistem alam.

“Kalau kita lihat secara menyeluruh di Kalimantan ini dataran rendah masih banyak konvensi hutan yang terjadi secara terus-menerus. Jika hal ini terus terjadi sampai 2020, maka hutan akan habis. Padahal, hutan tempat habitat berbagai macam hewan untuk hidup,” terangnya.

Menurutnya, keseimbangan hutan sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian alam dan kehidupan sekitar. Karena itu, perlu peran semua pihak, bukan hanya WWF.

Misal, kata dia, pemerintah harus sadar bahwa hutan mulai dari hulu sampai hilir perlu dijaga, termasuk hutan di dataran rendah supaya manusia bisa mempertahankan keanekaragaman hayati.

Menurutnya, hutan di dataran rendah sudah berkurang cukup signifikan. 17 persen setiap tahunya. Hutan dataran rendah biasanya dibuka untuk perkebunan kelapa sawit dan pertambangan batu bara.

Selain itu, kebakaran hutan juga menjadi penyebab berkurangnya kawasan hutan lindung. Tetapi yang cukup parah banyak hutan yang dibuka, namun tidak dipakai.

Ditegaskan Steven, jika hal ini terus dibiarkan dampaknya akan dirasakan seluruh dunia, karena hutan Kalimantan menjadi salah satu paru–paru dunia. Berdasarkan berbagai macam penelitian yang dilakukan oleh para peneliti iklim dampaknya sangat besar seperti badai, pemanasan global, dan yang paling signifikan adalah perubahan iklim.

Ditambahkan Direktur Program Kalimantan WWF Indonesia Irwan Gunawan, isu lingkungan ini harus lebih diseriusi. Oleh karena itu, di kawasan Heart of Borneo pihaknya melakukan kerja sama dengan pemerintah, karena pemerintah yang menetapkan aturan main bagaimana pengusaha dan masyarakat adat melakukan perananya masing–masing.

“Kami juga mendorong advokasi kebijakan penatan ruang. Ini sangat fundamental, karena di dalamnya diatur kawasan–kawasan, serta ada daerah yang harus dipertahankan menjadi daerah konservasi. Contohnya di Kaltara ada Kayan Mentarang yang luasanya masih 1,5 juta hektare,” terangnya.

Dia juga menyatakan pihaknya tetap mendorong supaya kawasan konservasi dipertahankan, jangan sampai dijadikan sebagai perkebunan kepala sawit atau tambang batu bara. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 12:33

Internet Putus Gara-Gara Longsor

TARAKAN – Jaringan internet lagi-lagi dikeluhkan warga Kalimantan Utara sejak beberapa hari terakhir.…

Senin, 19 Februari 2018 11:05

Paslon Komitmen Hindari Perselisihan

TARAKAN – Setelah mengikuti deklarasi tolak money politic dan politisasi SARA pada Rabu (14/2)…

Senin, 19 Februari 2018 10:58

Dua Kadis Acungkan Salam Khas Paslon

TARAKAN – Tahapan kampanye Pilkada Tarakan yang baru dimulai 15 Februari lalu, dihebohkan dengan…

Minggu, 18 Februari 2018 14:04

Desak Pusat Realisasikan DOB Apau Kayan

TANJUNG SELOR – Salah satu usulan pembentukan daerah otonomi baru (DOB) di Kalimantan Utara adalah…

Sabtu, 17 Februari 2018 14:03

Warga Filipina Diproses Imigrasi

TARAKAN – Lima nelayan asal Filipina yang berhasil diselamatkan setelah terombang-ambing selama…

Sabtu, 17 Februari 2018 14:01

Belum Temukan Pelanggaran

TAHAPAN Pilkada Tarakan telah memasuki masa kampanye sejak Kamis (15/2). Di hari pertama kampanye itu,…

Sabtu, 17 Februari 2018 13:58

BPK Ingatkan soal Utang Proyek

TARAKAN – Persoalan utang, tidak luput dari perhatian Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan…

Jumat, 16 Februari 2018 12:58

Target Tarakan Bebas Sampah

TARAKAN – Dalam rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional pada 21 Februari, Kepala Dinas…

Kamis, 15 Februari 2018 13:06

Kenaikan Tarif Parkir Kendaraan Hanya untuk Fasilitas Pemerintah

TARAKAN - Peraturan daerah (Perda) yang dikeluarkan Pemkot Tarakan tentang kenaikan tarif parkir telah…

Kamis, 15 Februari 2018 12:57

Arief Diberi Tugas Awasi ASN

TARAKAN - Mulai Kamis (15/2), Khaeruddin Arief Hidayat akan memulai tugas perdananya sebagai Pelaksana…

UMI: Nomor Satu Mudah Diingat

Warna-Warni Kampung Pelangi di Pesisir Tarakan

Sanksi Pemecatan untuk Oknum Petugas Avsec

BPK Ingatkan soal Utang Proyek

Belum Temukan Pelanggaran

Desak Pusat Realisasikan DOB Apau Kayan

Kenaikan Tarif Parkir Kendaraan Hanya untuk Fasilitas Pemerintah

Warga Filipina Diproses Imigrasi

Arief Diberi Tugas Awasi ASN

Nomor 3 Dianggap Berkah
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .