MANAGED BY:
SABTU
16 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Rabu, 11 Oktober 2017 12:20
Tahun 2020, Hutan Kalimantan Terancam Habis..!!!

PROKAL.CO, TARAKAN – Hutan Kalimantan terancam mengalami kerusakan yang cukup parah pada 2020 mendatang, jika perambahan hutan maupun pengalihan status dari kawasan hutan menjadi areal perkebunan kepala sawit maupun pertambangan terus dilakukan.

Perkiraan ini diungkapkan Spesialis Ekologi, Spesies, dan Ekosistem WWF Indonesia Steven Wolfvard di sela-sela menghadiri The Heart of Borneo Week yang menandai perayaan ke-10 Inisiatif Heart of Borneo di gedung rektorat Universitas Borneo Tarakan (UBT), Selasa (10/10).

Inisiatif Heart of Borneo ini merupakan sebuah kerja sama lintas batas tiga negara. Yakni, Indonesia, Brunei Darussalam dan Malaysia di bidang lingkungan hidup, terutama kelestarian hutan.

Menurutnya, kondisi hutan Kalimantan mulai 2005 hingga 2017 telah mengalami degradasi atau penurunan fungsi secara terus-menerus. Padahal, kata dia, hutan Kalimantan selama ini menjadi paru–paru dunia yang ikut memengaruhi iklim dan ekosistem alam.

“Kalau kita lihat secara menyeluruh di Kalimantan ini dataran rendah masih banyak konvensi hutan yang terjadi secara terus-menerus. Jika hal ini terus terjadi sampai 2020, maka hutan akan habis. Padahal, hutan tempat habitat berbagai macam hewan untuk hidup,” terangnya.

Menurutnya, keseimbangan hutan sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian alam dan kehidupan sekitar. Karena itu, perlu peran semua pihak, bukan hanya WWF.

Misal, kata dia, pemerintah harus sadar bahwa hutan mulai dari hulu sampai hilir perlu dijaga, termasuk hutan di dataran rendah supaya manusia bisa mempertahankan keanekaragaman hayati.

Menurutnya, hutan di dataran rendah sudah berkurang cukup signifikan. 17 persen setiap tahunya. Hutan dataran rendah biasanya dibuka untuk perkebunan kelapa sawit dan pertambangan batu bara.

Selain itu, kebakaran hutan juga menjadi penyebab berkurangnya kawasan hutan lindung. Tetapi yang cukup parah banyak hutan yang dibuka, namun tidak dipakai.

Ditegaskan Steven, jika hal ini terus dibiarkan dampaknya akan dirasakan seluruh dunia, karena hutan Kalimantan menjadi salah satu paru–paru dunia. Berdasarkan berbagai macam penelitian yang dilakukan oleh para peneliti iklim dampaknya sangat besar seperti badai, pemanasan global, dan yang paling signifikan adalah perubahan iklim.

Ditambahkan Direktur Program Kalimantan WWF Indonesia Irwan Gunawan, isu lingkungan ini harus lebih diseriusi. Oleh karena itu, di kawasan Heart of Borneo pihaknya melakukan kerja sama dengan pemerintah, karena pemerintah yang menetapkan aturan main bagaimana pengusaha dan masyarakat adat melakukan perananya masing–masing.

“Kami juga mendorong advokasi kebijakan penatan ruang. Ini sangat fundamental, karena di dalamnya diatur kawasan–kawasan, serta ada daerah yang harus dipertahankan menjadi daerah konservasi. Contohnya di Kaltara ada Kayan Mentarang yang luasanya masih 1,5 juta hektare,” terangnya.

Dia juga menyatakan pihaknya tetap mendorong supaya kawasan konservasi dipertahankan, jangan sampai dijadikan sebagai perkebunan kepala sawit atau tambang batu bara. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 13:38

UBT Terima Bantuan Rp 150 Juta

TANJUNG SELOR – Universitas Borneo Tarakan (UBT) merupakan satu di antaranya 10 perguruan tinggi…

Jumat, 15 Desember 2017 13:26

Sobat Siap Deklarasi dengan Partai Koalisi

TARAKAN – Pasangan Sofian Raga–Sabar Santuso menjadi bakal calon wali kota dan wakil wali…

Jumat, 15 Desember 2017 13:25

Reservoir Meluber, Rumah Warga Rusak

TARAKAN – Samiliani tak pernah menduga rumahnya yang berada RT 28 Kelurahan Karang Anyar ambruk,…

Kamis, 14 Desember 2017 12:26

Pemuda Tarakan Ikut Kecam Trump

TARAKAN – Aksi demontrasi penolakan atas pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang…

Kamis, 14 Desember 2017 11:56

Khairul-Effendhi Siap Deklarasi

TARAKAN – Pasangan Khairul dan Effendhi Djuprianto tidak ragu lagi untuk menuju Pilwali Tarakan.…

Rabu, 13 Desember 2017 12:39

Job Fair Dianggap Solusi Atasi Pengangguran

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian kembali menggelar…

Rabu, 13 Desember 2017 12:05

Diduga karena Depresi, Sebastian Selle Gantung Diri

SEBASTIAN Selle (32) yang ditemukan tak bernyawa di kediamannya Jalan Gajah Mada RT 01, Kelurahan Karang…

Rabu, 13 Desember 2017 11:59

Effendhi Siap Mundur, Jika Hanura Mendukung Non Kader

TANJUNG REDEB – Anggota DPRD Kaltara yang juga bakal calon wakil wali kota Tarakan Effendhi Djuprianto…

Selasa, 12 Desember 2017 12:18

Berkas Kasus Dugaan Pungli Dilimpahkan

TARAKAN – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) terus memproses kasus dugaan pungli yang…

Selasa, 12 Desember 2017 12:15

KPU Temukan Data Ganda

TARAKAN – Pasangan Umi Suhartini–Mahrudin Mado yang maju di Pilwali Tarakan dari jalur perseorangan,…

Residivis Simpan 487 Gram Sabu

5 Makam Akibat Longsor Dipindahkan

Kecewa Hanura ke Badrun

Hanura Merapat ke Badrun

Job Fair Dianggap Solusi Atasi Pengangguran

Diduga karena Depresi, Sebastian Selle Gantung Diri

KM Indomaya Libur Sebulan

KPU Temukan Data Ganda

Effendhi Siap Mundur, Jika Hanura Mendukung Non Kader

Berkas Kasus Dugaan Pungli Dilimpahkan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .