MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Senin, 09 Oktober 2017 12:50
Nelayan Desak Uji Coba Alat Tangkap
ISTIRAHAT MELAUT: Nelayan di Tarakan memperbaiki pukat ketika tidak melaut.

PROKAL.CO, TARAKAN – Larangan penggunaan pukat hela yang diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2/2015, bakal diberlakukan di wilayah Kaltara pada 1 Januari 2018.

Peraturan ini sebenarnya diterapkan mulai awal 2017. Namun, karena alasan ketidaksiapan nelayan, Pemprov Kaltara dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) menunda hingga awal 2018. Selama menunggu kesiapan nelayan, pemerintah juga akan memberikan solusi. Salah satunya, uji coba alat tangkap pengganti.

Namun, nelayan justru mempertanyakan rencana tersebut, karena hingga kemarin belum juga dilakukan uji coba alat tangkap pengganti. Padahal, nelayan menganggap hal ini penting demi keberlangsungan mata pencaharian mereka.

“Kalau hasilnya sama saja, yang bagus (pukat hela) ini. Karena kalau kami kan pengalaman sudah. Kalau hasilnya tidak baik, kenapa mau diganti?,” ujar Azis, nelayan yang menggunakan pukat hela saat ditemui Bulungan Post di kawasan Kelurahan Selumit Pantai, Ahad (8/10).

Menurutnya, sampai sekarang dirinya pun belum tahu alat tangkap pengganti jenis apa yang bisa diberlakukan di provinsi ke-34 ini. Terutama di perairan Tarakan. Padahal, lanjutnya, pukat hela sebenarnya masih sesuai digunakan di perairan Tarakan yang jarang memiliki terumbu karang.

Kalaupun karena alasan dapat mengakibatkan kepunahan ikan-ikan kecil, Azis menilai anggapan tersebut kurang tepat. Karena usaha tangkap ikan dengan menggunakan pukat hela, kata dia, sudah dilakukan turun-temurun oleh keluarganya. Sampai sekarang pun dia menganggap ikan-ikan di perairan Tarakan masih ada.  

Dia juga mempertanyakan penerapan aturan yang tidak disesuaikan dengan kondisi di daerah. Mestinya, kata dia, sebelum menerbitkan aturan pemerintah melihat kondisi langsung di lapangan. Namun, dia tidak mau mengkritik panjang lebar aturan tersebut. Yang dia harapkan saat ini adalah uji coba alat tangkap pengganti.

Di pihak lain, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kaltara Nur Hasan, juga mengaku sampai sekarang belum mendapatkan informasi kapan uji coba pengganti alat tangkap pukat hela dilakukan. 

“Kami sudah ketemu Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Intinya mereka akan berusaha untuk merealisasikan. Janji mereka bulan depan,” ujarnya.

Menurut dia, uji coba penting dilakukan untuk mengetahui apakah alat tangkap pengganti pukat hela nantinya berhasil diterapkan di Kaltara atau tidak. Dia sendiri menolak jika aturan langsung diterapkan tanpa ada uji coba, karena dikhawatirkan bisa mengancam hajat hidup ribuan nelayan pengguna pukat hela di Kaltara.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan pihaknya, nelayan pukat hela di Kaltara mencapai lebih seribu orang. Paling banyak berada di Tarakan yang mencapai 700 nelayan. Sisanya tersebar di Nunukan dan Bulungan. (mrs/fen)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:41

Tarakan Dapat Tambahan 5 Ribu Jargas

TARAKAN - Direktorat Jenderal Minyak Bumi dan Gas (Dirjen Migas)  Kementerian Energi dan Sumber…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:34

Pemkot Tambah Ruang Publik

SATU lagi ruang publik bisa menjadi alternatif warga Tarakan untuk bersantai atau berolahraga. Yakni,…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:19

Pelajar Jadi Pecandu Rokok

TARAKAN – Merokok di tempat umum dengan mengenakan pakaian sekolah, seperti sudah menjadi hal…

Jumat, 20 Oktober 2017 13:42

Disdik Akan Tambah Bus Sekolah

TARAKAN – Empat unit bus sekolah yang dioperasikan Pemkot Tarakan, masih belum mencukupi. Karena…

Jumat, 20 Oktober 2017 13:32

Reklamasi Terhambat Hujan

PROYEK reklamasi menambah luas area peti kemas di Pelabuhan Malundung sudah mencapai 70 persen. Manager…

Jumat, 20 Oktober 2017 13:28

Mahasiswa Tuntut Perbaikan Jalan Gunung Amal

TARAKAN – Kondisi Jalan Gunung Amal, terutama di lokasi tanjakan hingga di depan gereja yang kurang…

Jumat, 20 Oktober 2017 13:25

Keberangkatan Speedboat Sempat Tertunda

TARAKAN – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan sempat menunda…

Kamis, 19 Oktober 2017 11:33

Lapangan Tenis ‘Berubah’ Fungsi

TARAKAN – Lapangan tenis outdoor di kompleks sport center kondisinya tidak hanya memprihatinkan.…

Kamis, 19 Oktober 2017 11:23

Pembangunan Akuarium Dikebut

TARAKAN – Warga atau wisatawan dalam dan luar negeri yang berkunjung ke Kawasan Konservasi Mangrove…

Kamis, 19 Oktober 2017 11:19

Cantumkan Nama Ibu Kandung Hoax

KEPALA Seksi Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Tarakan Ardiansyah menegaskan, registrasi ulang…

Tren Vapor Menjangkit Kalangan Pelajar SMP

Pembangunan Akuarium Dikebut

Waspada Cuaca Buruk

Uji Coba Alat Tangkap Tak Memuaskan

Desak RSUD Mantri Raga Segera Dioperasikan

Tanaman Hidroponik Jadi Buruan

Pungutan PPJ Dipertanyakan, Dinas Saling Lempar

Lapangan Tenis ‘Berubah’ Fungsi

Keberangkatan Speedboat Sempat Tertunda

Wali Kota Bantah PBI Tak Tepat Sasaran
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .