MANAGED BY:
JUMAT
15 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Senin, 09 Oktober 2017 12:50
Nelayan Desak Uji Coba Alat Tangkap
ISTIRAHAT MELAUT: Nelayan di Tarakan memperbaiki pukat ketika tidak melaut.

PROKAL.CO, TARAKAN – Larangan penggunaan pukat hela yang diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2/2015, bakal diberlakukan di wilayah Kaltara pada 1 Januari 2018.

Peraturan ini sebenarnya diterapkan mulai awal 2017. Namun, karena alasan ketidaksiapan nelayan, Pemprov Kaltara dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) menunda hingga awal 2018. Selama menunggu kesiapan nelayan, pemerintah juga akan memberikan solusi. Salah satunya, uji coba alat tangkap pengganti.

Namun, nelayan justru mempertanyakan rencana tersebut, karena hingga kemarin belum juga dilakukan uji coba alat tangkap pengganti. Padahal, nelayan menganggap hal ini penting demi keberlangsungan mata pencaharian mereka.

“Kalau hasilnya sama saja, yang bagus (pukat hela) ini. Karena kalau kami kan pengalaman sudah. Kalau hasilnya tidak baik, kenapa mau diganti?,” ujar Azis, nelayan yang menggunakan pukat hela saat ditemui Bulungan Post di kawasan Kelurahan Selumit Pantai, Ahad (8/10).

Menurutnya, sampai sekarang dirinya pun belum tahu alat tangkap pengganti jenis apa yang bisa diberlakukan di provinsi ke-34 ini. Terutama di perairan Tarakan. Padahal, lanjutnya, pukat hela sebenarnya masih sesuai digunakan di perairan Tarakan yang jarang memiliki terumbu karang.

Kalaupun karena alasan dapat mengakibatkan kepunahan ikan-ikan kecil, Azis menilai anggapan tersebut kurang tepat. Karena usaha tangkap ikan dengan menggunakan pukat hela, kata dia, sudah dilakukan turun-temurun oleh keluarganya. Sampai sekarang pun dia menganggap ikan-ikan di perairan Tarakan masih ada.  

Dia juga mempertanyakan penerapan aturan yang tidak disesuaikan dengan kondisi di daerah. Mestinya, kata dia, sebelum menerbitkan aturan pemerintah melihat kondisi langsung di lapangan. Namun, dia tidak mau mengkritik panjang lebar aturan tersebut. Yang dia harapkan saat ini adalah uji coba alat tangkap pengganti.

Di pihak lain, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kaltara Nur Hasan, juga mengaku sampai sekarang belum mendapatkan informasi kapan uji coba pengganti alat tangkap pukat hela dilakukan. 

“Kami sudah ketemu Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Intinya mereka akan berusaha untuk merealisasikan. Janji mereka bulan depan,” ujarnya.

Menurut dia, uji coba penting dilakukan untuk mengetahui apakah alat tangkap pengganti pukat hela nantinya berhasil diterapkan di Kaltara atau tidak. Dia sendiri menolak jika aturan langsung diterapkan tanpa ada uji coba, karena dikhawatirkan bisa mengancam hajat hidup ribuan nelayan pengguna pukat hela di Kaltara.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan pihaknya, nelayan pukat hela di Kaltara mencapai lebih seribu orang. Paling banyak berada di Tarakan yang mencapai 700 nelayan. Sisanya tersebar di Nunukan dan Bulungan. (mrs/fen)


BACA JUGA

Kamis, 14 Desember 2017 12:26

Pemuda Tarakan Ikut Kecam Trump

TARAKAN – Aksi demontrasi penolakan atas pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang…

Kamis, 14 Desember 2017 11:56

Khairul-Effendhi Siap Deklarasi

TARAKAN – Pasangan Khairul dan Effendhi Djuprianto tidak ragu lagi untuk menuju Pilwali Tarakan.…

Rabu, 13 Desember 2017 12:39

Job Fair Dianggap Solusi Atasi Pengangguran

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian kembali menggelar…

Rabu, 13 Desember 2017 12:05

Diduga karena Depresi, Sebastian Selle Gantung Diri

SEBASTIAN Selle (32) yang ditemukan tak bernyawa di kediamannya Jalan Gajah Mada RT 01, Kelurahan Karang…

Rabu, 13 Desember 2017 11:59

Effendhi Siap Mundur, Jika Hanura Mendukung Non Kader

TANJUNG REDEB – Anggota DPRD Kaltara yang juga bakal calon wakil wali kota Tarakan Effendhi Djuprianto…

Selasa, 12 Desember 2017 12:18

Berkas Kasus Dugaan Pungli Dilimpahkan

TARAKAN – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) terus memproses kasus dugaan pungli yang…

Selasa, 12 Desember 2017 12:15

KPU Temukan Data Ganda

TARAKAN – Pasangan Umi Suhartini–Mahrudin Mado yang maju di Pilwali Tarakan dari jalur perseorangan,…

Senin, 11 Desember 2017 09:44

Kecewa Hanura ke Badrun

TARAKAN – Klaim Sekprov Kaltara Badrun telah mendapatkan dukungan dari Hanura untuk maju di Pilwali…

Minggu, 10 Desember 2017 13:48

5 Makam Akibat Longsor Dipindahkan

TARAKAN – Longsor yang terjadi di area pemakaman muslim RT 32 Kelurahan Sebengkok, merusak 5 makam.…

Minggu, 10 Desember 2017 13:47

Residivis Simpan 487 Gram Sabu

TARAKAN – Pernah mendekam 6 tahun lamanya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan…

Residivis Simpan 487 Gram Sabu

Asyik Mencangkul, Warga Temukan Mortir

5 Makam Akibat Longsor Dipindahkan

Pegawai Korupsi Harus Dipecat

Petugas Lapas dan Rutan Diperkuat

UMK Tarakan Naik 8,71 Persen

Hanura Merapat ke Badrun

Kecewa Hanura ke Badrun

KM Indomaya Libur Sebulan

Job Fair Dianggap Solusi Atasi Pengangguran
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .