MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

TANJUNG SELOR

Sabtu, 07 Oktober 2017 15:05
Sertifikat Tanah untuk Hindari Sengketa

Tahun Depan Targetkan 50 Ribu

BAGI SERTIFIKAT TAHAN: Jokowi menginstruksikan Menteri Agraria untuk menerbitkan 50 ribu sertifikat tanah untuk warga Kaltara pada 2018. Selain sertifikat tahan, Jokowi juga membagikan KIP dan PKH.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Tiba di ibu kota Kaltara, Tanjung Selor, Jumat (6/10), sekira pukul 10.00, Presiden Jokowi langsung menuju Kantor Bupati Bulungan untuk penyerahan sertifikat tanah bagi masyarakat Kaltara, termasuk dari Kabupaten Berau, Kaltim.

Dalam kesempatan itu, Jokowi membagikan lebih dari 1.500 sertifikat tanah. Namun, tidak semua penerima sertifikat tanah tersebut hadir. Dia mengatakan, menargetkan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk menerbitkan sebanyak 26 ribu sertifikat tanah kepada masyarakat Kaltara. Jumlah tersebut diklaimnya lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya mencapai dua ribu sertifikat per tahun.

“Tahun depan, saya targetkan 50 ribu sertifikat harus keluar. Kalau saya sudah memberi target, pasti saya hitung,” ujarnya.

Dijelaskan, pentingnya sertifikat atas tanah untuk menghindari sengketa yang sering terjadi. Apalagi, masalah sengketa lahan masih saja terjadi hingga saat ini di berbagai daerah di Indonesia. Dengan memiliki sertifikat tanah, masyarakat juga akan diuntungkan karena memiliki bukti kepemilikan yang sah. Selain itu, masyarakat juga bisa mendapatkan manfaat dari sertifikat tanah tersebut.

“Kalau sudah ada sertifikat, biasanya oleh masyarakat disekolahkan sertifikatnya ke bank. Boleh saja, asalkan bisa membayar cicilan, sehingga tidak disita oleh bank. Dan, jika dijaminkan ke bank harus untuk usaha atau kegiatan yang bersifat produktif yang memiliki manfaat,” pesannya.

Sementara itu, Menteri ATR/BPN Sofyan Jalil yang ikut dalam rombongan kunjungan Presiden, juga mengaku tahun ini sertifikat yang dikeluarkan di Kaltara naik hingga 10 kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Itu dilakukan sesuai dengan instruksi Jokowi.

Sofyan memaparkan di Kaltara terdapat lebih dari 458 ribu bidang tanah. Namun yang sudah bersertifikat baru 97 ribu bidang tanah atau baru sekitar 21 persen. “Masih ada 79 persen lagi yang harus disertifikatkan. Dengan sertifikat tanah ini, tidak terjadi sengketa karena tahu mana yang merupakan tanah kita,” jelasnya.

Senada dengan Presiden, Sofyan mengatakan, sertifikat tersebut bisa digunakan untuk jaminan atau agunan di bank mendapatkan modal usaha. Sehingga manfaat yang diterima oleh masyarakat jadi lebih besar. Namun, dia mengingatkan agar berhati-hati dalam menjaga sertifikat tanah tersebut.

“Sertifikat ini surat berharga, perlu dijaga, jangan mudah dipinjamkan ke orang lain karena bisa disalahgunakan. Kalau mau dijaminkan ke bank boleh, asal untuk kegiatan yang produktif, karena takutnya kalau tidak bisa membayar utang di bank, sertifikat bisa disita dan dilelang,” terangnya.

Terkait target tahun depan yang harus menerbitkan 50 ribu sertifikat, Sofyan meminta kepala daerah (bupati/wali kota) dan masyarakat ikut mendukung dan membantu. Yakni, membantu menentukan tanda-tanda batas tanah untuk memudahkan petugas melakukan pendataan, menunjukkan bukti-bukti hak atas tanah seperti SKT (Surat Kepemilikan Tanah).

Dipaparkan Sofyan, dari 26 ribu sertifikat yang ditargetkan keluar tahun ini di Kaltara, yang sudah jadi sekitar 10 ribu sertifikat. Adapun sertifikat yang dibagikan sebanyak 501 sertifikat untuk Kabupaten Bulungan dan Tana Tidung, 365 sertifikat untuk Tarakan, 1.078 sertifikat untuk Nunukan, 200 sertifikat untuk Malinau dan 200 sertifikat untuk Berau.

“Kalau untuk perwakilan yang menerima pada hari ini sebanyak 1.316 orang,” sebutnya. (rus/fen)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:43

Kepala Desa Diwanti-wanti Kelola Anggaran

TANJUNG SELOR – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT),…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:39

Antrean di SPBU ‘Mengular’, Pengetap Pakai Tangki Modifikasi

TANJUNG SELOR – Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, nampaknya…

Jumat, 20 Oktober 2017 13:52

Sudah 2 Warga Serahkan Senpi Rakitan

TANJUNG SELOR – Setelah warga Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat yang menyerahkan…

Jumat, 20 Oktober 2017 13:49

Saksi Ditetapkan Jadi Tersangka

TANJUNG SELOR – Kasus meninggalnya pelajar SMKN 3 Tanjung Selor, Arif yang diduga dibunuh pada…

Jumat, 20 Oktober 2017 13:43

PLN Tambah Daya 8 MW

TANJUNG SELOR – Daya listrik untuk wilayah Tanjung Selor dan sekitarnya bakal bertambah 8 megawatt…

Jumat, 20 Oktober 2017 13:35

Cegah Nepotisme, Siapkan Perda

TANJUNG SELOR – Pengelolaan pemerintahan desa saat ini sedang menjadi perhatian Pemkab Bulungan.…

Jumat, 20 Oktober 2017 13:33

Bulungan Tanpa Partai Berkarya

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah mengumumkan daftar partai politik yang dokumennya…

Kamis, 19 Oktober 2017 11:31

Polsek Sesayap Sita Minuman Beralkohol

TANJUNG SELOR – Operasi penyakit masyarakat (pekat) yang digelar Polsek Sesayap di Kilometer…

Kamis, 19 Oktober 2017 11:17

Raperda Zonasi di Tangan Dewan

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Utara Amir Bakrie menyatakan…

Rabu, 18 Oktober 2017 12:55

Warga Inisiatif Serahkan Senpi Rakitan

TANJUNG SELOR – Warga di RT 12 Desa Long Beluah, Tanjung Palas Barat, Arif Sugiono menyerahkan…

Polsek Sesayap Sita Minuman Beralkohol

100 KK Warga Jateng Dikirim ke Bulungan

20 Persen Warga Kaltara Belum Terdata

Dana Desa Masuki Tahap II

Mobil Anggota Dewan Ditarik

Perda Dicuekin Pemilik Hewan Ternak

IRT Jadi Pengedar Narkoba

Penjual Miras Digelandang Polisi

10 Ribu Sertifikat untuk Transmigrasi

Saksi Ditetapkan Jadi Tersangka
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .