MANAGED BY:
SELASA
24 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 06 Oktober 2017 13:23
Wajar Kaltara Jadi Otsus, Gubernur Akan Sampaikan Aspirasi DOB

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Keinginan agar pemerintah pusat memberikan otonomi khusus (otsus) atau daerah khusus kepada Kalimantan Utara (Kaltara), kembali disuarakan Wakil Ketua DPRD Kaltara Abdul Djalil Fatah.

Karena menurutnya, Kaltara wajar jadi daerah khusus seperti yang diberikan pemerintah pusat kepada Papua. Alasan paling mendasar bagi politisi Golkar ini, adalah posisi Kaltara sebagai wilayah yang berbatasan dengan Malaysia.

Apalagi, lanjutnya, wilayah provinsi ke-34 ini yang berbatasan dengan dua negara bagian Malaysia (Sabah dan Serawak) sangat luas. Menurut data, garis batas daratan Kaltara dengan Sabah dan Serawak sepanjang 1.038 kilometer.

Sementara untuk membangun infrastruktur dengan kondisi geografis wilayah perbatasan yang sangat luas, dia menegaskan anggaran Pemprov Kaltara tidak mencukupi. Karena itu, dia berharap pemerintah pusat bisa memberikan kekhususan kepada Kaltara melalui otsus.

Dengan menjadi daerah khusus atau otsus, kata Djalil, maka ada perhatian sungguh-sungguh pemerintah pusat terhadap Kaltara. Namun dia menegaskan bukan berarti saat ini pemerintah pusat tidak memberi perhatian kepada Kaltara. Hanya saja, dia melihat adanya peluang bagi Kaltara menjadi daerah khusus di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kan salah satu program Pak Jokowi melalui Nawacita itu membangun Indonesia dari pinggiran. Kita (Kaltara) masuk itu,” ujarnya, Senin (2/10) lalu.

Selain itu, untuk meyakinkan pemerintah pusat bahwa Kaltara layak menjadi daerah khusus, dia kembali menegaskan bahwa daerah perbatasan yang masih minim tersentuh pembangunan. Dan, yang tak kalah penting baginya adalah untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) atau martabat bangsa, karena Kaltara beranda terdepan negara.

“Juga untuk mempercepat kemajuan daerah-daerah perbatasan Kaltara,” tambahnya.

Dia juga mengingatkan jangan sampai kasus lepasnya Simpadan dan Ligitan kembali terulang atau dicaploknya wilayah perbatasan oleh negara tetangga. Karena itu, dia meminta pemerintah pusat harus memberikan kebijakan khusus bagi provinsi bungsu ini.

Disinggung soal usulan 5 daerah otonomi baru (DOB) dari Kaltara, dia juga menginginkan agar menjadi perhatian pemerintah pusat. Dengan demikian, dapat mempermudah pelayanan masyarakat. Terutama usulan DOB di perbatasan.

Terkait usulan DOB ini, juga akan disampaikan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie pada saat kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini. “Kami akan sampaikan aspirasi masyarakat tentang keinginan membentuk DOB, dengan motivasi untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Selasa (3/10).

Irianto juga menilai bahwa pembentukan DOB di Kaltara sangat layak. Sebab, Kaltara memiliki wilayah yang sangat luas. “Kami juga akan sampaikan tentang KIPI (Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional), karena masuk perpres (peraturan presiden),” ungkapnya. (fen)


BACA JUGA

Senin, 23 Oktober 2017 11:20

Mucil, Penjual Bentol Bakal Ditertibkan

TANJUNG SELOR – Lama tak mendapat tindakan tegas dari aparat keamanan, penjual bensin botol (bentol)…

Minggu, 22 Oktober 2017 14:05

Izin Konstruksi Terbit November, Pemprov Buka Peluang Investor Lain Terlibat

TANJUNG SELOR – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sungai Kayan, Kecamatan…

Minggu, 22 Oktober 2017 14:04

Gubernur Akui Tes CPNS 2017 Lebih Sulit

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) penerimaan CPNS Pemprov Kaltara sudah…

Minggu, 22 Oktober 2017 13:59

Diskon 50 Persen untuk Dhuafa, Siapkan Layanan Kesehatan

Untuk memberikan manfaat kepada umat, Baznas Kaltara berinisiatif mendirikan dua layanan, yakni Baznas…

Minggu, 22 Oktober 2017 13:58

Kapolres Warning Kapolsek

TANJUNG SELOR – Berurusan dengan aparat kepolisian bisa saja dialami aparatur desa apabila salah…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:44

Ombak Tinggi, Nelayan Tak Melaut

TARAKAN – Cuaca ekstrem di perairan Kaltara sejak beberapa hari ini, membuat banyak nelayan di…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:16

Nakhoda dan ABK Berhasil Kabur, Kepiting Dilepas ke Habitat

TARAKAN – Aparat keamanan lagi-lagi menggagalkan penyelundupan kepiting bertelur yang akan dibawa…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:09

Dorong Perluasan Elektroninasi untuk Dukung GNNT

Bank Indonesia ikut mendorong terwujudnya smart city atau kota cerdas di Kalimantan Utara melalui sektor…

Jumat, 20 Oktober 2017 13:27

Pemkab Siapkan Jurus Jitu, Soal Pembebasan Lahan PLTA

TANJUNG SELOR – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Kecamatan Peso, Bulungan…

Jumat, 20 Oktober 2017 13:23

Gagal Lolos karena Koreksi Jawaban

TANJUNG SELOR – Ada saja kejadian unik yang terjadi selama pelaksanaan tes seleksi kompetensi…

Kakek 63 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa, Ini Penyebabnya...

SPj Kepsek Hambat Penyaluran Bosprov

Tes Sesi Keenam “Diganggu” Listrik Padam

Gara-Gara Panel Mesin Terbakar, Sehari 4 Kali Mati Lampu

Izin Konstruksi Terbit November, Pemprov Buka Peluang Investor Lain Terlibat

Berawal dari Keprihatinan, Masih Butuh Penyempurnaan

Gubernur Akui Tes CPNS 2017 Lebih Sulit

Pelabuhan Feri Bunyu Masuk RIPN, Bakal Dianggarkan Rp 110 M dari APBN

Setelah Verifikasi, Lanjut Monitoring

Lolos SKD Tak Jamin ke SKB, Ishak: Hanya Diambil Tiga Kali Jumlah Formasi
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .