MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 06 Oktober 2017 13:23
Wajar Kaltara Jadi Otsus, Gubernur Akan Sampaikan Aspirasi DOB

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Keinginan agar pemerintah pusat memberikan otonomi khusus (otsus) atau daerah khusus kepada Kalimantan Utara (Kaltara), kembali disuarakan Wakil Ketua DPRD Kaltara Abdul Djalil Fatah.

Karena menurutnya, Kaltara wajar jadi daerah khusus seperti yang diberikan pemerintah pusat kepada Papua. Alasan paling mendasar bagi politisi Golkar ini, adalah posisi Kaltara sebagai wilayah yang berbatasan dengan Malaysia.

Apalagi, lanjutnya, wilayah provinsi ke-34 ini yang berbatasan dengan dua negara bagian Malaysia (Sabah dan Serawak) sangat luas. Menurut data, garis batas daratan Kaltara dengan Sabah dan Serawak sepanjang 1.038 kilometer.

Sementara untuk membangun infrastruktur dengan kondisi geografis wilayah perbatasan yang sangat luas, dia menegaskan anggaran Pemprov Kaltara tidak mencukupi. Karena itu, dia berharap pemerintah pusat bisa memberikan kekhususan kepada Kaltara melalui otsus.

Dengan menjadi daerah khusus atau otsus, kata Djalil, maka ada perhatian sungguh-sungguh pemerintah pusat terhadap Kaltara. Namun dia menegaskan bukan berarti saat ini pemerintah pusat tidak memberi perhatian kepada Kaltara. Hanya saja, dia melihat adanya peluang bagi Kaltara menjadi daerah khusus di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kan salah satu program Pak Jokowi melalui Nawacita itu membangun Indonesia dari pinggiran. Kita (Kaltara) masuk itu,” ujarnya, Senin (2/10) lalu.

Selain itu, untuk meyakinkan pemerintah pusat bahwa Kaltara layak menjadi daerah khusus, dia kembali menegaskan bahwa daerah perbatasan yang masih minim tersentuh pembangunan. Dan, yang tak kalah penting baginya adalah untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) atau martabat bangsa, karena Kaltara beranda terdepan negara.

“Juga untuk mempercepat kemajuan daerah-daerah perbatasan Kaltara,” tambahnya.

Dia juga mengingatkan jangan sampai kasus lepasnya Simpadan dan Ligitan kembali terulang atau dicaploknya wilayah perbatasan oleh negara tetangga. Karena itu, dia meminta pemerintah pusat harus memberikan kebijakan khusus bagi provinsi bungsu ini.

Disinggung soal usulan 5 daerah otonomi baru (DOB) dari Kaltara, dia juga menginginkan agar menjadi perhatian pemerintah pusat. Dengan demikian, dapat mempermudah pelayanan masyarakat. Terutama usulan DOB di perbatasan.

Terkait usulan DOB ini, juga akan disampaikan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie pada saat kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini. “Kami akan sampaikan aspirasi masyarakat tentang keinginan membentuk DOB, dengan motivasi untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Selasa (3/10).

Irianto juga menilai bahwa pembentukan DOB di Kaltara sangat layak. Sebab, Kaltara memiliki wilayah yang sangat luas. “Kami juga akan sampaikan tentang KIPI (Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional), karena masuk perpres (peraturan presiden),” ungkapnya. (fen)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 12:46

Lahan Belum Jelas, Rp 80 M Kembali ke Pusat

TANJUNG SELOR – Pengembangan Bandara Tanjung Harapan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan masih terkendala…

Sabtu, 20 Januari 2018 12:45

Puluhan Hektare Sawah Terendam, Petani Terancam Gagal Panen

TANJUNG SELOR – Hujan yang mengguyur Kabupaten Bulungan dalam beberapa hari terakhir, membuat…

Sabtu, 20 Januari 2018 12:41

Pekerja Tak Gunakan AP, Kontraktor Proyek Ditegur Disnaker

TANJUNG SELOR – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mencanangkan peringatan hari Keselamatan…

Kamis, 18 Januari 2018 11:53

Dua Raperda Amankan Jalan Kaltara

TANJUNG SELOR – Pembangunan jalan di Kaltara hingga kini terus dilakukan, baik oleh pemerintah…

Kamis, 18 Januari 2018 11:46

Lagi, Mobil Nyungsep di Sei Sajau

TANJUNG SELOR – Jalan menanjak di sekitar Kilometer 16 poros Bulungan-Berau, kembali memakan korban.…

Kamis, 18 Januari 2018 11:44

Agen Kapal Survei Kerusakan Dermaga

TARAKAN – Agen kapal tugboat KSA 32/BG Intan 7504 segera merealisasikan janjinya memperbaiki atap…

Rabu, 17 Januari 2018 13:36

Revisi Perda GSB, Bangunan Lama Dikecualikan

TANJUNG SELOR - Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2012 tentang Garis Sempadan Bangunan (GSB) ditargetkan…

Rabu, 17 Januari 2018 13:11

Status KLB Difteri Berdampak ke Pariwisata

TARAKAN – Penyakit difteri yang mewabah di Indonesia, termasuk di Kalimantan Utara, ikut berdampak…

Rabu, 17 Januari 2018 13:10

Tol Udara Dimulai Tahun Ini

TANJUNG SELOR – Kementerian Perhubungan sejak tahun lalu mulai menggulirkan program tol udara…

Rabu, 17 Januari 2018 12:57

Akan Panggil Nakhoda Tugboat

TARAKAN – Meski diduga karena faktor cuaca, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)…

Anak SD Jadi Korban Cabul

Posisi Laura Terancam, Gubenur Tunggu Surat Resmi PTUN Samarinda

Daya PLN Bertambah 3 MW

Hanya Butuh Waktu 30 Menit, Rekonstruksi Pembuangan Janin

Lagi, Mobil Nyungsep di Sei Sajau

Tol Udara Dimulai Tahun Ini

Akan Panggil Nakhoda Tugboat

Dua Raperda Amankan Jalan Kaltara

Revisi Perda GSB, Bangunan Lama Dikecualikan

Tunggu Persetujuan Penlok dari Kemenhub
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .