MANAGED BY:
SENIN
25 JUNI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 24 September 2017 13:19
Beri Pemahaman agar Tidak Lupa Jas Merah

Nonton Bareng Film Pengkhianatan G30S/PKI

INGATKAN SEJARAH: Nobar pemutaran film G30S/PKI di aula SMAN 1 Tanjung Selor, Sabtu (23/9).

PROKAL.CO, Film G30S/PKI yang sejak lama tak pernah ditayangkan, akhirnya kembali bisa disaksikan setelah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menginstruksikan jajarannya untuk memutar film yang mengisahkan tentang pembunuhan para petinggi TNI.

 

PURWANTO, Tanjung Selor

 

AULA SMAN 1 Tanjung Selor dipadati sejumlah pelajar sebanyak 768 siswa. Terdiri dari 748 pelajar SMAN 1 Tanjung Selor, sisanya merupakan siswa SMA Agape dan SMKN 2 Tanjung Selor masing-masing 10 siswa untuk menyaksikan nonton bareng film G30S/PKI.

Agenda nobar tersebut difasilitasi Kodim 0903/TJS. Dengan menggunakan seragam pramuka, pelajar begitu antusias menyaksikan pemutaran film tersebut. Meskipun mereka harus rela duduk lesehan. Panitia nobar mempersiapkan peralatan yang digunakan untuk pemutaran film dengan proyektor.

Pemutaran baru dimulai sekira pukul 09.05 Wita, kemarin (23/9), yang terlebih dahulu seluruh pelajar diwajibkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, film pun mulai diputar. Pelajar tanpa tegang menyaksikan film. Akan tetapi, film yang seyogianya memiliki durasi sekira tiga jam, hanya menjadi 2 jam. Pada pemutaran film tersebut ada beberapa adegan yang dipotong.

Meskipun demikian, pemutaran film ini memberikan pengetahuan dan wawasan terhadap pelajar bahwa Indonesia pernah mengalami masa kelam pada 1965. Tujuh pahlawan revolusi harus menjadi korban akibat kebrutalan PKI. Seluruhnya dimasukkan dalam satu lubang yang diberi nama Lubang Buaya.

Ketujuh pahlawan itu, yakni Jenderal Ahmad Yani, Letnan Jenderal Siswondo Parman, Mayor Jenderal Pandjaitan, Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo, Letnan Jenderal Suprapto, Letnan Jenderal Haryono dan Kapten Pierre Tendean. Peristiwa tersebut pun merenggut nyawa anak bungsu Jenderal Besar Dr Abdul Harris Nasution, Ade Irma Suryani. Sementara ayahnya, AH Nasution berhasil melarikan diri.

Menurut Kepala SMAN 1 Tanjung Selor Sujono, pemutaran ini memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada pelajar. Bahwa Gerakan 30 September PKI yang dilakukan untuk mengganti ideologi Pancasila. Pelajar sudah ada yang pernah menyaksikan dan ada pula melalui mata pelajaran.

“Untuk pelajar yang belum pernah menyaksikan, maka pemutaran film ini mereka jadi memahami,” ujarnya.

Meski penayangan film tidak utuh seperti saat adegan penculikan para pahlawan. Setidaknya pelajar tidak melupakan sejarah yang terjadi di Indonesia. Pemutaran film ini dapat memberikan pengalaman dan jadi pendidikan karakter untuk menanamkan pelajar rasa nasionalisme dan patriotisme.

Sementara itu, Dandim 0903/TJS Letnan Kolonel Infanteri Budi Permana mengatakan, film yang diputar disediakan Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Dispenad). Kembali diputar film ini, kata Budi, untuk wawasan kebangsaan dan edukasi terhadap pelajar. “Mereka (pelajar) juga perlu memahami dan mengantisipasi terhadap faham-faham yang tak sesuai dengan ideologi Pancasila. Sejarah ini bukan hanya miliki TNI, tapi seluruh bangsa,” ungkapnya.

Dandim mengingatkan kepada pelajar agar tidak melupakan sejarah, sebagai penerus generasi bangsa. Termasuk jasa-jasa para pahlawan yang telah berkorban. Pemutaran film ini masih berlanjut di KNPI Bulungan pada 26 September dan kediaman Bupati Bulungan Sudjati pada 30 September.

“Jadwal itu sudah diminta dan pemutaran dilaksanakan malam hari. Masyarakat umum dipersilakan nonton,” imbaunya.

Pemutaran film ini ternyata baru pertama kali disaksikan salah seorang pelajar, Alif. Bahkan, Alif mengaku ada pemutaran film saat diminta sekolah untuk mempersiapkan aula. Bahwa ada kegiatan nobar film G30S/PKI.

“Untuk pelajaran memang sudah ada, tapi filmnya ini baru pertama kali saya nonton. Tapi sayang, ada beberapa adegan yang dipotong,” ucap siswa kelas 11 SMAN 1 Tanjung Selor ini.

Saat ditanyakan nama-nama pahlawan yang jadi korban PKI, Alif mengaku hanya menghafal Jenderal Ahmad Yani. Kesan yang diperolehnya setelah pemutaran film, menurut pelajar lainnya, Gres, baru mengetahui bahwa para pahlawan jadi korban setelah diculik oleh PKI.

“Jangan sampailah PKI ini bangkit kembali dan merusak bangsa Indonesia,” harapnya. (*/fen)


BACA JUGA

Minggu, 24 Juni 2018 14:42

Target Seribu Pecandu Narkoba Direhabilitasi

TANJUNG SELOR - Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kaltara mempunyai program seribu korban…

Minggu, 24 Juni 2018 14:32
Istri Mantan Bupati Bulungan Budiman Arifin Meninggal Dunia

Dikenal sebagai Politisi Perempuan yang Aktif

TANJUNG SELOR – Chairiah, 54 tahun, istri dari mantan Bupati Bulungan, Budiman Arifin meninggal…

Sabtu, 23 Juni 2018 14:53

Proses Seleksi Sekprov Independen

TANJUNG SELOR – Untuk proses pendaftaran calon pejabat madya di lingkup Pemprov Kaltara beberapa…

Sabtu, 23 Juni 2018 14:51

Jalur Keluarga Miskin Paling Diminati

TARAKAN — Hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan…

Sabtu, 23 Juni 2018 14:43

Keterbatasan Anggaran Jadi Penyebab Kesulitan Perbaiki Jalan Penghubung Tiga Desa

TANJUNG SELOR - Jalan yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan yang rusak…

Jumat, 22 Juni 2018 15:23

Kasus Bayi Terus Dikembangkan, Polisi Sempat Panggil Sejumlah Terduga

TARAKAN – Walaupun masih belum menemukan titik temu, namun Kepolisian tetap optimistis dapat menangkap…

Jumat, 22 Juni 2018 15:09

Empat Pegawai Bolos Kerja

GUBERNUR Kalimantan Utara Irianto Lambrie menegaskan akan memberikan sanksi terhadap aparatur sipil…

Jumat, 22 Juni 2018 15:06

Evaluasi Kepadatan Transportasi

TANJUNG SELOR – Arus mudik dan balik Lebaran 2018 diklaim berjalan lancar dan aman. Meski masih…

Kamis, 21 Juni 2018 15:00

Polda Kaltara Terima Helikopter

TANJUNG SELOR - Untuk menunjang kinerja Polda Kaltara, Markas Besar Polisi RI (Mabes Polri) memberikan…

Kamis, 21 Juni 2018 14:49

Jalur Udara Pun Penuh

MASA libur panjang Hari Raya Idulfitri berakhir kemarin (20/6). Para pekerja sudah harus kembali ke…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .