MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 24 September 2017 13:19
Beri Pemahaman agar Tidak Lupa Jas Merah

Nonton Bareng Film Pengkhianatan G30S/PKI

INGATKAN SEJARAH: Nobar pemutaran film G30S/PKI di aula SMAN 1 Tanjung Selor, Sabtu (23/9).

PROKAL.CO, Film G30S/PKI yang sejak lama tak pernah ditayangkan, akhirnya kembali bisa disaksikan setelah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menginstruksikan jajarannya untuk memutar film yang mengisahkan tentang pembunuhan para petinggi TNI.

 

PURWANTO, Tanjung Selor

 

AULA SMAN 1 Tanjung Selor dipadati sejumlah pelajar sebanyak 768 siswa. Terdiri dari 748 pelajar SMAN 1 Tanjung Selor, sisanya merupakan siswa SMA Agape dan SMKN 2 Tanjung Selor masing-masing 10 siswa untuk menyaksikan nonton bareng film G30S/PKI.

Agenda nobar tersebut difasilitasi Kodim 0903/TJS. Dengan menggunakan seragam pramuka, pelajar begitu antusias menyaksikan pemutaran film tersebut. Meskipun mereka harus rela duduk lesehan. Panitia nobar mempersiapkan peralatan yang digunakan untuk pemutaran film dengan proyektor.

Pemutaran baru dimulai sekira pukul 09.05 Wita, kemarin (23/9), yang terlebih dahulu seluruh pelajar diwajibkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, film pun mulai diputar. Pelajar tanpa tegang menyaksikan film. Akan tetapi, film yang seyogianya memiliki durasi sekira tiga jam, hanya menjadi 2 jam. Pada pemutaran film tersebut ada beberapa adegan yang dipotong.

Meskipun demikian, pemutaran film ini memberikan pengetahuan dan wawasan terhadap pelajar bahwa Indonesia pernah mengalami masa kelam pada 1965. Tujuh pahlawan revolusi harus menjadi korban akibat kebrutalan PKI. Seluruhnya dimasukkan dalam satu lubang yang diberi nama Lubang Buaya.

Ketujuh pahlawan itu, yakni Jenderal Ahmad Yani, Letnan Jenderal Siswondo Parman, Mayor Jenderal Pandjaitan, Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo, Letnan Jenderal Suprapto, Letnan Jenderal Haryono dan Kapten Pierre Tendean. Peristiwa tersebut pun merenggut nyawa anak bungsu Jenderal Besar Dr Abdul Harris Nasution, Ade Irma Suryani. Sementara ayahnya, AH Nasution berhasil melarikan diri.

Menurut Kepala SMAN 1 Tanjung Selor Sujono, pemutaran ini memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada pelajar. Bahwa Gerakan 30 September PKI yang dilakukan untuk mengganti ideologi Pancasila. Pelajar sudah ada yang pernah menyaksikan dan ada pula melalui mata pelajaran.

“Untuk pelajar yang belum pernah menyaksikan, maka pemutaran film ini mereka jadi memahami,” ujarnya.

Meski penayangan film tidak utuh seperti saat adegan penculikan para pahlawan. Setidaknya pelajar tidak melupakan sejarah yang terjadi di Indonesia. Pemutaran film ini dapat memberikan pengalaman dan jadi pendidikan karakter untuk menanamkan pelajar rasa nasionalisme dan patriotisme.

Sementara itu, Dandim 0903/TJS Letnan Kolonel Infanteri Budi Permana mengatakan, film yang diputar disediakan Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Dispenad). Kembali diputar film ini, kata Budi, untuk wawasan kebangsaan dan edukasi terhadap pelajar. “Mereka (pelajar) juga perlu memahami dan mengantisipasi terhadap faham-faham yang tak sesuai dengan ideologi Pancasila. Sejarah ini bukan hanya miliki TNI, tapi seluruh bangsa,” ungkapnya.

Dandim mengingatkan kepada pelajar agar tidak melupakan sejarah, sebagai penerus generasi bangsa. Termasuk jasa-jasa para pahlawan yang telah berkorban. Pemutaran film ini masih berlanjut di KNPI Bulungan pada 26 September dan kediaman Bupati Bulungan Sudjati pada 30 September.

“Jadwal itu sudah diminta dan pemutaran dilaksanakan malam hari. Masyarakat umum dipersilakan nonton,” imbaunya.

Pemutaran film ini ternyata baru pertama kali disaksikan salah seorang pelajar, Alif. Bahkan, Alif mengaku ada pemutaran film saat diminta sekolah untuk mempersiapkan aula. Bahwa ada kegiatan nobar film G30S/PKI.

“Untuk pelajaran memang sudah ada, tapi filmnya ini baru pertama kali saya nonton. Tapi sayang, ada beberapa adegan yang dipotong,” ucap siswa kelas 11 SMAN 1 Tanjung Selor ini.

Saat ditanyakan nama-nama pahlawan yang jadi korban PKI, Alif mengaku hanya menghafal Jenderal Ahmad Yani. Kesan yang diperolehnya setelah pemutaran film, menurut pelajar lainnya, Gres, baru mengetahui bahwa para pahlawan jadi korban setelah diculik oleh PKI.

“Jangan sampailah PKI ini bangkit kembali dan merusak bangsa Indonesia,” harapnya. (*/fen)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 12:53

Investor Belanda Tertarik Bangun PLTS

TARAKAN – Selain upaya dari PLN untuk mewujudkan keandalan listrik di Tarakan, pihak swasta juga…

Sabtu, 18 November 2017 12:47

Usulkan Jika Ada Penerimaan CPNS

LIMA jabatan pada seleksi CPNS Pemprov Kaltara dipastikan kosong, karena tidak ada peserta yang mencapai…

Sabtu, 18 November 2017 12:45

Lima Jabatan Dipastikan Kosong, Hanya 1.043 Peserta Lolos SKB

TANJUNG SELOR – Peserta seleksi penerimaan CPNS Pemprov Kaltara yang telah lolos seleksi kompetensi…

Jumat, 17 November 2017 13:14

LIHAT NIH..!! Demi Sekolah, Anak-Anak Desa Pimping Berenang Seberangi Sungai

TANJUNG SELOR – Semangat anak-anak Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Bulungan menempuh…

Jumat, 17 November 2017 13:06

Awasi Produk Olahan dengan Sipawan

TANJUNG SELOR – Baru-baru ini, masyarakat di Kaltara, khususnya Kabupaten Nunukan dihebohkan dengan…

Jumat, 17 November 2017 12:56

Rencana Kemenpan Buka Penerimaan CPNS 2018, Pemkab dan Pemprov Tunggu Info Resmi

TANJUNG SELOR – Pendaftar Pemprov CPNS tahun ini yang tidak lolos verifikasi berkas maupun seleksi…

Kamis, 16 November 2017 13:30

Pasien dari Perbatasan Semakin Sulit Dirujuk

TARAKAN – Setelah Kalstar Aviation yang dihentikan sementara penerbangannya oleh Kementerian Perhubungan.…

Kamis, 16 November 2017 13:29

Diduga karena Tercemar Limbah Perusahaan Tambang, Lahan Pertanian Terancam Tak Produktif

TANJUNG SELOR – Perusahaan pertambangan di Malinau Selatan, Kabupaten Malinau diduga kembali melakukan…

Kamis, 16 November 2017 13:24

Kasus SMA 2 Harus Jadi Pelajaran Terakhir

TANJUNG SELOR – Kasus penyegelan ruang belajar SMAN 2 Tanjung Selor harus menjadi perhatian serius…

Kamis, 16 November 2017 13:14

Pelanggar Lalu Lintas Meningkat

TANJUNG SELOR – Operasi Zebra Mahakam 2017 di wilayah hukum Polres Bulungan resmi berakhir, Selasa…

Kaltara Masuk 5 Besar Kasus Narkoba

Jalan ke Tanah Kuning Semakin Parah

SKB Belum Ada Kabar

LIHAT NIH..!! Demi Sekolah, Anak-Anak Desa Pimping Berenang Seberangi Sungai

Heboh Bakso Daging Tikus, Kadis DPKP Sebut Masih Indikasi

Heran Daerah Penghasil Tak Aktif

Kasus SMA 2 Harus Jadi Pelajaran Terakhir

Baru Selesai, Bekas Longsor Ambles Lagi

Raisal Akan Jalani Operasi Kedua

Wisata Arung Jeram Mulai Dilirik, Kemenpar Siapkan Rp 950 Juta
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .