MANAGED BY:
JUMAT
20 JULI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 20 September 2017 12:53
Gangguan Internet Hambat Verifikasi Online

Ombudsman Ikut Mengawasi

GANGGUAN INTERNET: Verifikasi online yang dilakukan panitia penerimaan CPNS terhadap berkas pendaftar sempat terhambat beberapa jam, Selasa (19/9).

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Panitia penerimaan CPNS Pemprov Kaltara yang melakukan verifikasi online atau memasukkan data-data pendaftar, sempat terhenti beberapa jam, Selasa (19/9).

Penyebabnya, lagi-lagi karena jaringan internet mengalami gangguan sejak pukul 10.00 Wita. Itu pun diakui Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pegawai BKD Kaltara Waluya Sejati.

Pihaknya pun langsung berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika untuk mengatasi. “Dalam panitia kan dilibatkan Diskominfo untuk mem-back up jaringan. Kami minta supaya Diskominfo berkoordinasi dengan Telkom. Karena proses seleksi CPNS ini bergantung jaringan (internet) juga,” ungkapnya.

Lanjutnya, agar tidak terjadi penumpukan antrean, petugas penerima berkas pun ditambah. Yang awalnya hanya 8 orang kini disiapkan 16 orang.

Dia juga menyebutkan, sebanyak 600 nomor antrean yang disiapkan panitia setiap harinya. Meski penyerahan berkas dibuka pukul 8 pagi, diakuinya nomor antrean sudah dibagikan sejak pukul 06.30 Wita. Bahkan, banyak pelamar yang rela datang lebih cepat agar dapat nomor antrean awal.

“Makanya nomor antraen itu jam 9 pagi sudah habis terbagi,” katanya.

Peyerahan berkas, lanjutnya, dibagi tiga sesi. Pukul 08.00-12.00 dengan nomor antrean 1 sampai 300. Kemudian pukul 13.00-17.00 untuk nomor antrean 301 sampai 500. Kemudian lanjut pukul 19.00-22.00 antrean 501-600.

Waluya menyarakan bagi pelamar yang belum menyerahkan berkas persyaratan bisa datang lebih awal. “Karena kalau nomor antrean kita bagi lagi, waktunya tidak cukup. Solusinya, bisa datang lagi,” sarannya.

Diawasi Ombudsman Kaltara

Penerimaan CPNS Pemprov Kaltara yang diserbu ribuan pendaftar, turut menarik perhatian Ombudsman Perwakilan Kaltara. Terutama, terkait proses penerimaan CPNS.

Pengawasan dilakukan mulai dari tahap pendaftaran, pelaksanaan tes dan ujian hingga pengumuman hasil seleksi.

“Kami ingin melihat bagaimana pelayanan publik yang diberikan, yang berkaitan dengan proses penerimaan CPNS ini,” kata Ibramsyah Amirudin, Kepala Ombudsman Perwakilan Kaltara yang ditemui di kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara, kemarin.

Menurut dia, dalam proses penyelenggaraan penerimaan CPNS bisa saja ada permasalahan yang juga bakal menjadi perhatian. Namun, dia menegaskan bukan berarti pihaknya mencari-cari kesalahan, tetapi justru ingin ikut membantu mengatasi hal-hal yang menjadi kendala berkaitan dengan pelayanan.

Contoh, kata dia, mengantisipasi kendala yang berkaitan dengan pelayanan Telkom, dalam hal ini jaringan internet. Sebab, proses penerimaan CPNS ini memerlukan internet seperti saat pendaftaran dan verifikasi berkas. “Penggunaan sistem online dalam proses penerimaan CPNS tujuannya untuk memudahkan pelamar. Namun, banyak mengalami kendala karena internet gangguan, sehingga dikeluhkan oleh peserta,” katanya.

Untuk mengantisifasi gangguan internet, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Telkom. “Kami minta selama proses penerimaan ada jalur khusus dari Telkom. Karena proses verifiksi online juga bergantung internet,” sambungnya.

Selain masalah internet, pihaknya turut memantau pelayanan saat penyerahan berkas, mengingat setiap hari raturan pelamar harus antre untuk menyerahkan berkas lamarannya.

“Kami di sini pastikan tidak ada titipan berkas. Kalalu ada temuan, akan kami sampaikan ke pimpinannya. Kami juga cek petugas penerima berkas, semua pegawai, tidak ada yang PTT,” ujarnya.

Ia menambahkan pengawasan tersebut perlu dilaksanakan untuk mencegah terjadinya maladministrasi dalam proses penerimaan CPNS. Selain itu, hal ini juga dilaksanakan untuk menjalankan fungsi Ombudsman sebagai pengawas penyelenggaraan pelayanan publik sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia. (har/fen)


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 01:56

Korsleting Listrik, Api Bakar Atap Rumah

TANJUNG SELOR - Rumah milik Petlen, 59 tahun, yang berada di Jalan Perdamaian RT 79 Kelurahan Tanjung…

Kamis, 19 Juli 2018 01:54

Berharap Kesetiaan Pelanggan, Hemat Waktu dan Isi Dompet

Perahu bermesin tempel terlihat lalu lalang di Sungai Kayan. Moda transportasi tradisional itu masih…

Kamis, 19 Juli 2018 01:49

Perlu Pendataan Ulang

ADA 11 aset yang dikembalikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara ke Pemerintah Kabupaten Bulungan,…

Rabu, 18 Juli 2018 14:40

Sepekan, Tujuh Kasus Narkoba Diungkap

TANJUNG SELOR - Direktorat Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Kaltara selama sepekan ini berhasil…

Rabu, 18 Juli 2018 14:29

Tak Ada Tambahan Waktu

TANJUNG SELOR – Jelang batas akhir pendaftaran calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

Rabu, 18 Juli 2018 14:28

Bikin Keluarga Terkejut, Dikenal Bersahaja dan Pekerja Keras

Muhammad Riharja harus pulang ke kampung halaman dalam keadaan tragis. Ia dibunuh oleh orang gila, saat…

Rabu, 18 Juli 2018 14:25

Pasar Induk Akan Direvitalisasi

PEMERINTAH Kabupaten Bulungan terus berkomitmen agar dapat meraih Adipura pada 2020 mendatang. Untuk…

Selasa, 17 Juli 2018 14:35

Sabu 1,049 Kg Dilarutkan ke Air

TANJUNG SELOR - Direktorat Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Kaltara melakukan pemusnahan barang…

Selasa, 17 Juli 2018 14:28

DLH Libatkan Gaul Bah

PERSOALAN sampah masih menjadi pekerjaan rumah bagi setiap pemerintah daerah. Termasuk Pemkab Bulungan.…

Selasa, 17 Juli 2018 14:26

Gandeng UBT dan INOVASI Kembangkan Literasi hingga Pedalaman

Tingkat keterampilan membaca anak-anak Indonesia, terutama untuk kategori kelas awal, yakni kelas I…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .