MANAGED BY:
JUMAT
15 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 20 September 2017 12:53
Gangguan Internet Hambat Verifikasi Online

Ombudsman Ikut Mengawasi

GANGGUAN INTERNET: Verifikasi online yang dilakukan panitia penerimaan CPNS terhadap berkas pendaftar sempat terhambat beberapa jam, Selasa (19/9).

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Panitia penerimaan CPNS Pemprov Kaltara yang melakukan verifikasi online atau memasukkan data-data pendaftar, sempat terhenti beberapa jam, Selasa (19/9).

Penyebabnya, lagi-lagi karena jaringan internet mengalami gangguan sejak pukul 10.00 Wita. Itu pun diakui Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pegawai BKD Kaltara Waluya Sejati.

Pihaknya pun langsung berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika untuk mengatasi. “Dalam panitia kan dilibatkan Diskominfo untuk mem-back up jaringan. Kami minta supaya Diskominfo berkoordinasi dengan Telkom. Karena proses seleksi CPNS ini bergantung jaringan (internet) juga,” ungkapnya.

Lanjutnya, agar tidak terjadi penumpukan antrean, petugas penerima berkas pun ditambah. Yang awalnya hanya 8 orang kini disiapkan 16 orang.

Dia juga menyebutkan, sebanyak 600 nomor antrean yang disiapkan panitia setiap harinya. Meski penyerahan berkas dibuka pukul 8 pagi, diakuinya nomor antrean sudah dibagikan sejak pukul 06.30 Wita. Bahkan, banyak pelamar yang rela datang lebih cepat agar dapat nomor antrean awal.

“Makanya nomor antraen itu jam 9 pagi sudah habis terbagi,” katanya.

Peyerahan berkas, lanjutnya, dibagi tiga sesi. Pukul 08.00-12.00 dengan nomor antrean 1 sampai 300. Kemudian pukul 13.00-17.00 untuk nomor antrean 301 sampai 500. Kemudian lanjut pukul 19.00-22.00 antrean 501-600.

Waluya menyarakan bagi pelamar yang belum menyerahkan berkas persyaratan bisa datang lebih awal. “Karena kalau nomor antrean kita bagi lagi, waktunya tidak cukup. Solusinya, bisa datang lagi,” sarannya.

Diawasi Ombudsman Kaltara

Penerimaan CPNS Pemprov Kaltara yang diserbu ribuan pendaftar, turut menarik perhatian Ombudsman Perwakilan Kaltara. Terutama, terkait proses penerimaan CPNS.

Pengawasan dilakukan mulai dari tahap pendaftaran, pelaksanaan tes dan ujian hingga pengumuman hasil seleksi.

“Kami ingin melihat bagaimana pelayanan publik yang diberikan, yang berkaitan dengan proses penerimaan CPNS ini,” kata Ibramsyah Amirudin, Kepala Ombudsman Perwakilan Kaltara yang ditemui di kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara, kemarin.

Menurut dia, dalam proses penyelenggaraan penerimaan CPNS bisa saja ada permasalahan yang juga bakal menjadi perhatian. Namun, dia menegaskan bukan berarti pihaknya mencari-cari kesalahan, tetapi justru ingin ikut membantu mengatasi hal-hal yang menjadi kendala berkaitan dengan pelayanan.

Contoh, kata dia, mengantisipasi kendala yang berkaitan dengan pelayanan Telkom, dalam hal ini jaringan internet. Sebab, proses penerimaan CPNS ini memerlukan internet seperti saat pendaftaran dan verifikasi berkas. “Penggunaan sistem online dalam proses penerimaan CPNS tujuannya untuk memudahkan pelamar. Namun, banyak mengalami kendala karena internet gangguan, sehingga dikeluhkan oleh peserta,” katanya.

Untuk mengantisifasi gangguan internet, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Telkom. “Kami minta selama proses penerimaan ada jalur khusus dari Telkom. Karena proses verifiksi online juga bergantung internet,” sambungnya.

Selain masalah internet, pihaknya turut memantau pelayanan saat penyerahan berkas, mengingat setiap hari raturan pelamar harus antre untuk menyerahkan berkas lamarannya.

“Kami di sini pastikan tidak ada titipan berkas. Kalalu ada temuan, akan kami sampaikan ke pimpinannya. Kami juga cek petugas penerima berkas, semua pegawai, tidak ada yang PTT,” ujarnya.

Ia menambahkan pengawasan tersebut perlu dilaksanakan untuk mencegah terjadinya maladministrasi dalam proses penerimaan CPNS. Selain itu, hal ini juga dilaksanakan untuk menjalankan fungsi Ombudsman sebagai pengawas penyelenggaraan pelayanan publik sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia. (har/fen)


BACA JUGA

Kamis, 14 Desember 2017 22:49
BREAKING NEWS

Rumah Makan Dilalap si Jago Merah

TARAKAN - Kebakaran terjadi di rumah makan (RM) Mandor 3 Jalan Yos Sudarso RT 13 nomor 7 Kelurahan Karang…

Kamis, 14 Desember 2017 11:57

Cari Handphone Berujung Maut

TARAKAN – Dua peristiwa warga tersengat listrik terjadi di Tarakan. Pertama terjadi pada Selasa…

Kamis, 14 Desember 2017 11:54

Polres Siapkan 200 Personel

GUNA mengamankan kedatangan Kapolri di Tanjung Selor, sejumlah personel Polres Bulungan akan dikerahkan…

Kamis, 14 Desember 2017 11:53

Kunjungan Kapolri Bakal Jadi Sejarah

TANJUNG SELOR – Kapolri Jenderal Tito Karnavian direncanakan bakal melakukan kunjungan ke Kalimantan…

Kamis, 14 Desember 2017 11:51

Terbitan Yudhistira Tak Beredar di Bulungan

TANJUNG SELOR – Beredarnya buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk kelas 6 SD dengan…

Rabu, 13 Desember 2017 12:27

Sidang Kasus Pembunuhan Diwarnai Keributan

TARAKAN – Suasana di salah satu ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, Selasa (12/12), sempat…

Rabu, 13 Desember 2017 12:07

Biar Tidak Pikun, Rajin Sedekah agar Rezeki Bertambah

Usia senja biasanya digunakan sebagian banyak orang untuk berada di rumah, Namun, tidak dengan Djuwito.…

Rabu, 13 Desember 2017 10:42
BREAKING NEWS

Pekerja bangunan Terlempar, Diduga Tersengat Listrik

TARAKAN - Warga di Jalan Pulau Banda Kelurahan Kampung Satu, Rabu (13/12) dikagetkan bunyi seperti suara…

Selasa, 12 Desember 2017 12:20

Penjual Obat Jadi Tersangka Kasus Pembuangan Janin

TARAKAN – Pihak kepolisian kembali menetapkan tersangka baru dalam kasus pembuangan janin di tepi…

Selasa, 12 Desember 2017 12:14

Permendagri 33/2017 Jadi Pedoman

TANJUNG SELOR – Memasuki minggu kedua Desember, APBD Kaltara belum ada tanda-tanda kapan dilakukan…

Dua Kabupaten Lambat Serahkan LPj Dana Desa

Express Air Berminat Jadi Operator

Syarat Desa Harus Jelas

Baru Berusia 22 Tahun, Selesaikan S-2 Hanya Delapan Bulan

Wisata Pantai Masih Perlu Sentuhan

Pembuang Bayi di Tarakan Terancam 5 Tahun Kurungan

Pengumuman CPNS Tunggu Arahan Gubernur

Pemkab Disarankan Berkoordinasi, Percepat Revisi RTRW Bulungan

Penjual Obat Jadi Tersangka Kasus Pembuangan Janin

Sidang Kasus Pembunuhan Diwarnai Keributan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .