MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 20 September 2017 12:50
DOB di Kaltara Jadi Prioritas DPD

Gubernur Tuntut Pengesahan Satu Paket

PERJUANGKAN DOB: Gubernur Kaltara Irianto Lambrie bertemu Wakil Pimpinan DPD RI Nono Sampono di Jakarta, Selasa (19/9). Bupati, DPRD dan tokoh masyarakat juga turut hadir (foto kanan).

PROKAL.CO, JAKARTA - Usulan pemekaran daerah otonomi baru (DOB) di Kalimantan Utara (Kaltara) terus bergulir. Guna mempercepat terbentuknya DOB, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie melakukan langkah-langkah taktis.

Salah satunya, dengan mendatangi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI bersama sejumlah presidium DOB, anggota DPRD, DPR RI dan bupati yang daerahnya akan dimekarkan.

Pertemuan Pemprov Kaltara dengan DPD RI merupakan bagian dari upaya memperjuangkan pemekaran DOB melalui para wakil daerah tersebut. DOB yang diusulkan oleh Kaltara yaitu Kota Tanjung Selor, Kota Sebatik, Kabupaten Krayan, Kabupaten Apau Kayan, dan Kabupaten Bumi Dayak Perbatasan (Kabudaya). Dari lima usulan DOB tersebut, empat di antaranya berbatasan langsung dengan Malaysia.

Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono yang menerima kunjungan Pemprov Kaltara, mengatakan DOB yang diperjuangkan oleh masyarakat Kaltara wajib dilakukan karena merupakan amanah undang-undang. Dengan adanya DOB, pembangunan di daerah yang lebih merata dan menguntungkan masyarakat, terutama yang tinggal di perbatasan.

Dengan adanya otonomi, daerah bisa mengatur dan mengelola dirinya sendiri tanpa harus selalu menunggu bantuan dari pemerintah pusat. Selain itu, pertumbuhan daerah juga bisa dilakukan lebih cepat karena adanya sebuah otonomi yang diberikan oleh negara.

Nono menjelaskan, DPD RI sudah mewacanakan pembahasan tentang DOB Kaltara dengan Presiden Joko Widodo sebelum pertemuan kali ini. "Kami sudah minta waktu dengan Presiden untuk melaporkan beberapa hal. Yakni, soal Papua, Kaltara dan masalah kemanusiaan di Myanmar. Jadi, sebelum permintaan dari Kaltara untuk pertemuan tadi (kemarin), kami sudah minta pembahasan dengan Presiden, tinggal menunggu waktu Presiden," tuturnya.

Mantan jenderal bintang tiga ini menambahkan, DPD RI akan mengusulkan rancangan UU tentang perbatasan tahun depan. Salah satu tujuannya adalah memprioritaskan pembangunan di daerah perbatasan, termasuk pembentukan DOB. Sehingga diharapkan untuk pembentukan DOB khusus di perbatasan tidak perlu menunggu giliran dengan daerah lainnya.

Sementara itu, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie memberikan beberapa catatan usai pertemuan tersebut. Dia meminta DPD RI untuk memberikan rekomendasi secara tertulis kepada Presiden bahwa Kaltara menuntut pembentukan lima DOB dalam satu paket.

Artinya, Irianto menuntut pembentukan DOB di Kaltara bisa dilakukan sekaligus. Tidak dilakukan bergiliran. Ini mengingat kondisi geografis Kaltara yang memang langsung berbatasan dengan Malaysia.

"Kalau menunggu giliran pasti akan sangat lama bisa terwujud," ujarnya.

Suami Rita Ratina ini juga akan menjadwalkan berkonsultasi dengan Komisi II DPR RI terkait pembentukan lima DOB ini. Setelah itu, juga akan menjadwalkan pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku ketua Dewan Otonomi Daerah (DOD).

Besarnya potensi yang ada di Kaltara, namun belum bisa diakses dengan baik, menurut Bupati Malinau Yansen TP, itu yang menjadi alasan kenapa masyarakat mendesak agar dilakukannya pemekaran atau pembentukan DOB.

Lebih jauh Yansen mengatakan, pembentukan DOB di Kaltara merupakan harga mati demi mempercepat upaya pembangunan di daerah perbatasan. Dirinya juga menginginkan pembentukan DOB di Kaltara bisa dilakukan dalam satu paket, lima DOB bisa dimekarkan bersamaan.

"Kalau ada yang menanyakan nasionalisme kami di perbatasan, walau sulit kami tetap cinta Indonesia. Apalagi kalau ada pemekaran, akan lebih cinta lagi. Karena ini merupakan keinginan masyarakat," ungkapnya.

Menurut Rektor Universitas Borneo (UBT) Tarakan Adri Paton, adanya pemekaran akan membuat pembangunan sebuah daerah menggeliat. Dia mencontohkan pembangunan di Kaltara semakin menggeliat setelah adanya pemekaran dari daerah induk, Kalimantan Timur.

"Majunya daerah di timur Indonesia itu karena DOB. Saat ini, Kaltara menggeliat juga karena DOB. Terlebih pemimpinya punya komitmen membangun daerah perbatasan," ujarnya.

Wilayah perbatasan, menurut Adri, merupakan kawasan strategis bangsa dan negara. Oleh karena itu, harusnya memiliki otonomi daerah sendiri. Dia menyebut daerah perbatasan juga menjadi cerminan dalam melakukan pembangunan dengan negara lain yang berbatasan.

"Pembangunan daerah perbatasan juga berhubungan dengan pertahanan dan keamanan negara. Oleh karena itu, pembentukan DOB menjadi solusi untuk berbagai masalah yang terjadi di perbatasan," kata dia. (rus/fen)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:44

Ombak Tinggi, Nelayan Tak Melaut

TARAKAN – Cuaca ekstrem di perairan Kaltara sejak beberapa hari ini, membuat banyak nelayan di…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:16

Nakhoda dan ABK Berhasil Kabur, Kepiting Dilepas ke Habitat

TARAKAN – Aparat keamanan lagi-lagi menggagalkan penyelundupan kepiting bertelur yang akan dibawa…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:09

Dorong Perluasan Elektroninasi untuk Dukung GNNT

Bank Indonesia ikut mendorong terwujudnya smart city atau kota cerdas di Kalimantan Utara melalui sektor…

Jumat, 20 Oktober 2017 13:27

Pemkab Siapkan Jurus Jitu, Soal Pembebasan Lahan PLTA

TANJUNG SELOR – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Kecamatan Peso, Bulungan…

Jumat, 20 Oktober 2017 13:23

Gagal Lolos karena Koreksi Jawaban

TANJUNG SELOR – Ada saja kejadian unik yang terjadi selama pelaksanaan tes seleksi kompetensi…

Kamis, 19 Oktober 2017 11:21

Lolos SKD Tak Jamin ke SKB, Ishak: Hanya Diambil Tiga Kali Jumlah Formasi

TANJUNG SELOR – Selama delapan hari tes SKD CPNS Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, dalam setiap…

Kamis, 19 Oktober 2017 11:14

Gara-Gara Panel Mesin Terbakar, Sehari 4 Kali Mati Lampu

TANJUNG SELOR – Kesabaran warga di ibu kota Kalimantan Utara (Kaltara) sedang diuji. Sebab, beberapa…

Kamis, 19 Oktober 2017 10:51

Kakek 63 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa, Ini Penyebabnya...

TARAKAN – Warga Jalan Nipah Indah RT 17 Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan, Selasa…

Kamis, 19 Oktober 2017 10:36

Regulasi Jadi Sorotan Pengusaha, BI Akan Fasilitasi

Perekonomian Kalimantan Utara (Kaltara) tumbuh cukup baik dalam beberapa tahun terakhir. Namun, di sisi…

Kamis, 19 Oktober 2017 10:35

Tak Lengkap, Tetap Diterima, 19 Parpol Terdata di KPU Bulungan

TANJUNG SELOR – Hingga batas akhir penyerahan dokumen persyaratan sebagai peserta pemilu 2019,…

Lebih 1.000 Peserta SKD Gagal, TWK Jadi yang Tersulit

Peserta SKD CPNS Berguguran, Ishak Tegaskan Tak Ada Toleransi

Kakek 63 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa, Ini Penyebabnya...

Antrean Kendaraan Padati SPBU

Kadisdik ‘Ancam’ Kepala Sekolah

Uji Kualitas Air Embun dengan Ikan

Batas Wilayah Tak Masalah, DOB Tanjung Selor Hanya Kurang Syarat Kecamatan

SPj Kepsek Hambat Penyaluran Bosprov

Tes Sesi Keenam “Diganggu” Listrik Padam

Gara-Gara Panel Mesin Terbakar, Sehari 4 Kali Mati Lampu
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .