MANAGED BY:
SABTU
16 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 20 September 2017 12:50
DOB di Kaltara Jadi Prioritas DPD

Gubernur Tuntut Pengesahan Satu Paket

PERJUANGKAN DOB: Gubernur Kaltara Irianto Lambrie bertemu Wakil Pimpinan DPD RI Nono Sampono di Jakarta, Selasa (19/9). Bupati, DPRD dan tokoh masyarakat juga turut hadir (foto kanan).

PROKAL.CO, JAKARTA - Usulan pemekaran daerah otonomi baru (DOB) di Kalimantan Utara (Kaltara) terus bergulir. Guna mempercepat terbentuknya DOB, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie melakukan langkah-langkah taktis.

Salah satunya, dengan mendatangi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI bersama sejumlah presidium DOB, anggota DPRD, DPR RI dan bupati yang daerahnya akan dimekarkan.

Pertemuan Pemprov Kaltara dengan DPD RI merupakan bagian dari upaya memperjuangkan pemekaran DOB melalui para wakil daerah tersebut. DOB yang diusulkan oleh Kaltara yaitu Kota Tanjung Selor, Kota Sebatik, Kabupaten Krayan, Kabupaten Apau Kayan, dan Kabupaten Bumi Dayak Perbatasan (Kabudaya). Dari lima usulan DOB tersebut, empat di antaranya berbatasan langsung dengan Malaysia.

Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono yang menerima kunjungan Pemprov Kaltara, mengatakan DOB yang diperjuangkan oleh masyarakat Kaltara wajib dilakukan karena merupakan amanah undang-undang. Dengan adanya DOB, pembangunan di daerah yang lebih merata dan menguntungkan masyarakat, terutama yang tinggal di perbatasan.

Dengan adanya otonomi, daerah bisa mengatur dan mengelola dirinya sendiri tanpa harus selalu menunggu bantuan dari pemerintah pusat. Selain itu, pertumbuhan daerah juga bisa dilakukan lebih cepat karena adanya sebuah otonomi yang diberikan oleh negara.

Nono menjelaskan, DPD RI sudah mewacanakan pembahasan tentang DOB Kaltara dengan Presiden Joko Widodo sebelum pertemuan kali ini. "Kami sudah minta waktu dengan Presiden untuk melaporkan beberapa hal. Yakni, soal Papua, Kaltara dan masalah kemanusiaan di Myanmar. Jadi, sebelum permintaan dari Kaltara untuk pertemuan tadi (kemarin), kami sudah minta pembahasan dengan Presiden, tinggal menunggu waktu Presiden," tuturnya.

Mantan jenderal bintang tiga ini menambahkan, DPD RI akan mengusulkan rancangan UU tentang perbatasan tahun depan. Salah satu tujuannya adalah memprioritaskan pembangunan di daerah perbatasan, termasuk pembentukan DOB. Sehingga diharapkan untuk pembentukan DOB khusus di perbatasan tidak perlu menunggu giliran dengan daerah lainnya.

Sementara itu, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie memberikan beberapa catatan usai pertemuan tersebut. Dia meminta DPD RI untuk memberikan rekomendasi secara tertulis kepada Presiden bahwa Kaltara menuntut pembentukan lima DOB dalam satu paket.

Artinya, Irianto menuntut pembentukan DOB di Kaltara bisa dilakukan sekaligus. Tidak dilakukan bergiliran. Ini mengingat kondisi geografis Kaltara yang memang langsung berbatasan dengan Malaysia.

"Kalau menunggu giliran pasti akan sangat lama bisa terwujud," ujarnya.

Suami Rita Ratina ini juga akan menjadwalkan berkonsultasi dengan Komisi II DPR RI terkait pembentukan lima DOB ini. Setelah itu, juga akan menjadwalkan pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku ketua Dewan Otonomi Daerah (DOD).

Besarnya potensi yang ada di Kaltara, namun belum bisa diakses dengan baik, menurut Bupati Malinau Yansen TP, itu yang menjadi alasan kenapa masyarakat mendesak agar dilakukannya pemekaran atau pembentukan DOB.

Lebih jauh Yansen mengatakan, pembentukan DOB di Kaltara merupakan harga mati demi mempercepat upaya pembangunan di daerah perbatasan. Dirinya juga menginginkan pembentukan DOB di Kaltara bisa dilakukan dalam satu paket, lima DOB bisa dimekarkan bersamaan.

"Kalau ada yang menanyakan nasionalisme kami di perbatasan, walau sulit kami tetap cinta Indonesia. Apalagi kalau ada pemekaran, akan lebih cinta lagi. Karena ini merupakan keinginan masyarakat," ungkapnya.

Menurut Rektor Universitas Borneo (UBT) Tarakan Adri Paton, adanya pemekaran akan membuat pembangunan sebuah daerah menggeliat. Dia mencontohkan pembangunan di Kaltara semakin menggeliat setelah adanya pemekaran dari daerah induk, Kalimantan Timur.

"Majunya daerah di timur Indonesia itu karena DOB. Saat ini, Kaltara menggeliat juga karena DOB. Terlebih pemimpinya punya komitmen membangun daerah perbatasan," ujarnya.

Wilayah perbatasan, menurut Adri, merupakan kawasan strategis bangsa dan negara. Oleh karena itu, harusnya memiliki otonomi daerah sendiri. Dia menyebut daerah perbatasan juga menjadi cerminan dalam melakukan pembangunan dengan negara lain yang berbatasan.

"Pembangunan daerah perbatasan juga berhubungan dengan pertahanan dan keamanan negara. Oleh karena itu, pembentukan DOB menjadi solusi untuk berbagai masalah yang terjadi di perbatasan," kata dia. (rus/fen)


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 13:22

Berpotensi Jadi Penyumbang Utama Perekonomian Kaltara

Pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Tanah Kuning  dan…

Jumat, 15 Desember 2017 13:20

DOB Tak Masuk Prioritas Pemkab, Gara-Gara Terhambat Moratorium Desa

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan dipastikan tidak mengalokasikan anggaran di 2018 untuk kegiatan…

Kamis, 14 Desember 2017 22:49
BREAKING NEWS

Rumah Makan Dilalap si Jago Merah

TARAKAN - Kebakaran terjadi di rumah makan (RM) Mandor 3 Jalan Yos Sudarso RT 13 nomor 7 Kelurahan Karang…

Kamis, 14 Desember 2017 12:19

76 Jabatan Tak Terisi, Pemberkasan hingga 24 Desember

TANJUNG SELOR – Kabar gembira bagi para pendaftar CPNS Pemprov Kaltara yang sudah menunggu pengumuman…

Kamis, 14 Desember 2017 11:57

Cari Handphone Berujung Maut

TARAKAN – Dua peristiwa warga tersengat listrik terjadi di Tarakan. Pertama terjadi pada Selasa…

Kamis, 14 Desember 2017 11:54

Polres Siapkan 200 Personel

GUNA mengamankan kedatangan Kapolri di Tanjung Selor, sejumlah personel Polres Bulungan akan dikerahkan…

Kamis, 14 Desember 2017 11:53

Kunjungan Kapolri Bakal Jadi Sejarah

TANJUNG SELOR – Kapolri Jenderal Tito Karnavian direncanakan bakal melakukan kunjungan ke Kalimantan…

Kamis, 14 Desember 2017 11:51

Terbitan Yudhistira Tak Beredar di Bulungan

TANJUNG SELOR – Beredarnya buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk kelas 6 SD dengan…

Rabu, 13 Desember 2017 12:27

Sidang Kasus Pembunuhan Diwarnai Keributan

TARAKAN – Suasana di salah satu ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, Selasa (12/12), sempat…

Rabu, 13 Desember 2017 12:07

Biar Tidak Pikun, Rajin Sedekah agar Rezeki Bertambah

Usia senja biasanya digunakan sebagian banyak orang untuk berada di rumah, Namun, tidak dengan Djuwito.…

Baru Berusia 22 Tahun, Selesaikan S-2 Hanya Delapan Bulan

Wisata Pantai Masih Perlu Sentuhan

Pembuang Bayi di Tarakan Terancam 5 Tahun Kurungan

Pengumuman CPNS Tunggu Arahan Gubernur

Sidang Kasus Pembunuhan Diwarnai Keributan

Pemkab Disarankan Berkoordinasi, Percepat Revisi RTRW Bulungan

Penjual Obat Jadi Tersangka Kasus Pembuangan Janin

Kunjungan Kapolri Bakal Jadi Sejarah

Akui Ada PNS Tersangkut Korupsi

Pekerja bangunan Terlempar, Diduga Tersengat Listrik
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .