MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Selasa, 19 September 2017 13:43
Gubernur Segera Sinkronisasi Investasi
Irianto Lambrie

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengamanatkan kepada Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie untuk mengawal dan mengoordinasikan investasi Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Korea Selatan (Korsel).

 

Adapun nilai total investasi yang bakal dikucurkan kedua negara tersebut di provinsi termuda di Indonesia ini sekitar USD 28 miliar atau setara Rp 370,71 triliun (kurs Rp 13.239) untuk tahap pertama.

 

Rencana investasi yang akan direalisasikan tersebut, merupakan integrasi antara pembangunan kawasan industri yakni, Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi dan pembangunan PLTA di Sungai Kayan, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan.

 

“Pak Menko Kemaritiman meminta kami untuk segera melakukan sinkronisasi dan mengkonkretkan investasi tersebut,” ujar Gubernur.

 

Diperkirakan PLTA Kayan tahap I pada awal 2018 sudah melakukan konstruksi. Pelaksana kegiatannya PT Kayan Hydro Energy (KHE) yang sejak 2010 telah memulai persiapan pembangunan PLTA terbesar kedua di Asia setelah Three Gorges DAM di RRT, atau yang terbesar di Indonesia.

 

“Kini, KHE tengah melengkapi persyaratan administrasi dan teknis untuk izin konstruksi bendungan yang diterbitkan Balai Keamanan Bendungan Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat),” urai Gubernur.

 

Targetnya dalam sepekan ini seluruh persyaratan administrasi dan teknis tersebut sudah dilengkapi PT KHE. Lalu diserahkan kepada Balai Keamanan Bendungan Kementerian PUPR, dan ditargetkan sepekan kemudian izin konstruksi PLTA Kayan tahap I sudah terbit. “Pak Luhut sudah meminta Balai Keamanan Bendungan untuk mempercepat proses penerbitan izin konstruksinya. Namun, tanpa mengabaikan seluruh prosedur yang ada. Dari itu, PT KHE diminta untuk segera memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. Jika sesuai target, maka akhir September atau awal Oktober nanti sudah terbit izin konstruksi PLTA Kayan tahap I, dan segera dimulai konstruksinya awal 2018,” paparnya.

 

PLTA Kayan tahap I ditarget selesai dibangun dalam 4 hingga 5 tahun. “Secara keseluruhan, ada 5 bendungan akan dibangun untuk PLTA Kayan. Jika satu bendungan butuh waktu 5 tahun, maka secara keseluruhan dibutuhkan waktu paling cepat 20 hingga 25 tahun,” jelas Gubernur. Untuk PLTA Kayan tahap 1, diestimasikan dapat menghasilkan daya 900 MW. Kayan 2-nya 1.200 MW, Kayan 3 sebesar 1.800 MW, Kayan 4 mencapai 1.800 MW, dan Kayan 5 sebesar 3.300 MW.

 

Cegah Monopoli Investasi

 

Guna diketahui, pada rakor tindak lanjut pengembangan kawasan industri Kaltara, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menjadi pimpinan rapat dengan didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Thomas Trikasih Lembong dan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie. Hadir pula manajemen investor yang memiliki rencana untuk berinvestasi di kawasan industri tersebut. Seperti PT KHE, PT Dragon Land, dan Tsingshan Holding Group Co., Ltd, perwakilan PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero), Balai Keamanan Bendungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, Ditjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kementerian Perindustrian, dan lembaga terkait lainnya.

 

Di kesempatan tersebut, Gubernur memaparkan sejumlah potensi andalan investasi di Kaltara. Di antaranya, KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi, PLTA, pengembangan dan pembangunan pelabuhan laut, dan lainnya. “Sesuai arahan Menko Kemaritiman, memang dibutuhkan pembagian realisasi investasi di Kaltara, sehingga tak ada monopoli oleh salah satu atau kelompok investor tertentu. Khusus untuk pembangunan PLTA, kami berkoordinasi 2 sampai 3 tahun dengan Menteri Perindustrian dan Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), dan potensinya memang cukup bagus. Bahkan Presiden Joko Widodo berencana mengunjungi langsung lokasi PLTA tersebut di Long Peso—PLTA Kayan,” jelasnya.

 

Dijelaskan Gubernur, pentingnya pola investasi terintegrasi, sinkronsasi dan kongkret dikarenakan realisasi investasi di Kaltara berkaitan erat dengan kondisi geopolitik Indonesia di hadapan dunia internasional, khususnya terhadap RRT dan Korea Selatan juga negara lain yang ingin menanamkan modalnya di Kaltara. “Pak Luhut mengarahkan agar adanya pembagian rencana investasi yang jelas untuk setiap investor yang akan menanamkan modalnya di KIPI Kaltara atau lokasi potensi investasi lainnya di Kaltara. Dan, direkomendasikan model pengembangan investasi terintegrasi di Kaltara, harus diawali dari perealisasian hydro power, disusul pembangunan smelter atau industri lainnya, dan terakhir pelabuhan atau bandar udara,” ungkap Irianto.

 

Pada rakor tersebut, lebih banyak menyasar realisasi pembangunan PLTA Kayan. Sebab, pembangunan PLTA tersebut dianggap krusial untuk dapat segera direalisasikan, karena menjadi salah satu kunci keberhasilan pengelolaan investasi lainnya di Kaltara. Utamanya, kata Gubernur adalah investasi yang akan berlangsung di KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi.

 

PLTA Kayan sedianya terintegrasi dengan pengembangan KIPI. Di KIPI sendiri, ada rencana investasi industri smelter alumina oleh PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum (Persero) yang menargetkan capaian produksi alumina hingga 1 juta ton per tahun hingga 2025. Untuk menggerakkan usahanya, PT Inalum sedikitnya membutuhkan 400 ribu kWh hanya untuk memproduksi 1 ton aluminium ingot. Lalu, adapula rencana pembangunan industri stainless steel oleh Tsingshan Holding Group Co., Ltd yang memanfaatkan nikel lokal, dan Al Bassam yang akan membangun kilang minyak.

 

“Setelah PLTA Kayan (tahap I) terbangun, setidaknya pada 2021, PT Inalum sudah memulai realisasi fisik investasi industri smelternya. Inalum juga sudah mendirikan kantor perwakilan di Kaltara,” urai Gubernur.

 

Di KIPI, Pemprov juga telah membagi kluster sesuai kebutuhan tiap investor. Untuk tahap I, Pemprov menyediakan lahan seluas 15 ribu hektare, sementara untuk jangka panjang bisa mencapai 55 ribu hektare. “Inalum butuh 600 hektare, Al Bassam 2 ribu hektare, Dragon Land sekitar 3 ribu hektare,” ucap Gubernur.(humas)


BACA JUGA

Rabu, 18 Oktober 2017 13:00

UPTD Akan Dievaluasi

TANJUNG SELOR – Pemprov Kaltara, utamanya Biro Organisasi berharap setiap badan atau dinas di…

Rabu, 18 Oktober 2017 12:59

Progres PLTA Sungai Kayan Dipercepat

JAKARTA – Sebagai pendukung investasi, upaya percepatan realisasi pembangunan pembangkit listrik…

Rabu, 18 Oktober 2017 12:56

Yakinkan KEIN, Kaltara Mendapat Pujian

Setelah bertemu dengan Daewoo Group, salah satu perusahaan asal Korea Selatan (Korsel), Gubernur Kalimantan…

Selasa, 17 Oktober 2017 14:16

Diskominfo Gelar Pelatihan SPSE Versi 4

TANJUNG SELOR – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltara menggelar pelatihan aplikasi…

Selasa, 17 Oktober 2017 14:15

31 Oktober Kartu SIM Wajib Daftar Ulang Pakai KTP dan KK

TANJUNG SELOR – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah mengeluarkan peraturan…

Selasa, 17 Oktober 2017 14:12

Pemohon Beasiswa Kaltara Cerdas Capai 4 Ribu

TANJUNG SELOR – Berkas bantuan beasiswa melalui program beasiswa Kaltara Cerdas yang masuk ke…

Selasa, 17 Oktober 2017 14:11

Daewoo Group Lirik Potensi Kaltara

Di usia yang terbilang muda, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus berusaha berlari agar percepatan…

Selasa, 17 Oktober 2017 14:09

Tes SKB Tunggu Keputusan Panselnas

JAKARTA – Dengan menggunakan rasio peserta yang lulus seleksi kompetensi dasar (SKD) dengan formasi…

Senin, 16 Oktober 2017 10:00

KEIN Akan Berikan Rekomendasi ke Presiden

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie berharap Kawasan Industri dan…

Senin, 16 Oktober 2017 09:57

Minta Dukungan DOB, Gubernur Temui OSO

JAKARTA – Meski diketahui pemerintah sampai sekarang masih menutup keran untuk pembentukan daerah…

Minta Dukungan DOB, Gubernur Temui OSO

Pemohon Beasiswa Kaltara Cerdas Capai 4 Ribu

31 Oktober Kartu SIM Wajib Daftar Ulang Pakai KTP dan KK

KEIN Akan Berikan Rekomendasi ke Presiden

Pemprov Dukung Keberadaan Abuwintara

Daewoo Group Lirik Potensi Kaltara

Diskominfo Gelar Pelatihan SPSE Versi 4

Daewoo Group Berminat Bangun Cold Storage

Tiongkok Siap Dorong Percepatan Pembangunan di Kaltara

Tes SKB Tunggu Keputusan Panselnas
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .