MANAGED BY:
MINGGU
24 JUNI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Senin, 18 September 2017 12:55
Kaltara Jadi Konsentrasi Industri Intensif Energi

Rakor di Kemenko Bidang Kemaritiman Bahas Investasi di Kaltara

KOORDINASI: Pertemuan membahas investasi yang dipimpin Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (tengah) dan dihadiri Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie (kiri) di Jakarta, Jumat (15/9).

PROKAL.CO, JAKARTA – Salah satu keputusan yang disepakati dalam rapat koordinasi (rakor) tindak lanjut pengembangan kawasan industri di Kalimantan Utara (Kaltara), Jumat (15/9), adalah ditetapkannya Kaltara sebagai daerah konsentrasi industri yang intensif energi.

 

Ini ditopang dengan potensi tenaga hydro dari sungai-sungai di Kaltara yang cukup besar. Untuk itu, diyakini dalam waktu 2 sampai 5 tahun ke depan, smelter, industri logam, refinery oil dan industri intensif energi lainnya akan bermunculan di provinsi termuda di Indonesia tersebut.

 

Dijelaskan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, untuk saat ini, pengembangan potensi tenaga hidro dari sungai yang telah diminati investor, yakni PLTA Kayan dengan potensi tenaga listrik hingga 9 ribu MW yang rencananya akan dibangun oleh PT Kayan Hidro Energy (KHE)—investor asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

 

Kemudian PLTA Sungai Malinau 1.000 MW oleh PT Sarawak Energy Berhad Co., Ltd (Malaysia), PLTA Sungai Mentarang 300 MW oleh Hyundai Group (Korea Selatan), serta PLTA Sungai Mentarang 870 MW oleh PT Kalimantan Electricity (gabungan perusahaan PT Alindo Kalimantan dan Aempire Energy Co., Ltd (Tiongkok) bersama Perusahaan Daerah Intimung. Di Nunukan, ada PLTA Sungai Sembakung 600 MW oleh Hanergi Holding Group Company (Tiongkok).

 

“Progres terakhir, PLTA Kayan untuk tahap 1 900 MW ditargetkan akhir 2018 sudah mulai pekerjaan konstruksi fisiknya. Untuk PLTA Sungai Mentarang oleh PT Kalimantan Electricity, akan ditinjau kembali perizinannya karena belum ada aktivitas berarti, baik administrasi maupun teknis. Yang lain, tengah melakukan penyusunan FS (feasibility study) untuk pengurusan perizinan,” jelas Gubernur.

 

Selain itu, dari Korea Selatan juga ada minat investasi hydro power sebesar 600 MW. Yakni, PT Dragon Land. Merujuk informasi dari Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) tiap 1 MW listrik yang dihasilkan PLTA dibutuhkan investasi sekitar USD 3,5 juta. “Satu PLTA setidaknya butuh waktu 4 sampai 5 tahun. Jadi, disepakati untuk tahap pertama, atau di masa transisi akan dibangun PLTU. Besarannya sekitar 400 hingga 1.000 MW. PLTU mulut tambang,” urainya.

 

Diungkapkan Irianto, investor dari Tiongkok maupun Korea Selatan pun sudah memiliki kesepahaman soal ini. Untuk realisasi agreement-nya, diperkirakan sudah disepakati pada Oktober nanti. Menyusul digelarnya pertemuan antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah RRT dan mitranya pada 3 Oktober, dan pemerintah Indonesia dengan konsorsium investasi Korea Selatan pada 4 Oktober.

 

“Untuk PLTU, juga ada pernyataan minat dari investor yang sudah menyuplai listrik dari PLTU di wilayah Bulungan, PT PKN (Pesona Khatulistiwa Nusantara). Mereka siap membangun PLTU mulut tambang hingga 2 x 300 MW. Jarak PLTU yang akan dibangun juga dekat dengan kawasan industri, sekitar 10 hingga 20 kilometer saja,” ungkap Gubernur.

 

PLTU tersebut, lanjutnya, disarankan untuk menggunakan batubara lokal yang dimanfaatkan dengan teknologi terkini sehingga tidak menyebabkan polusi lingkungan berlebihan. “Ada investor dari Tiongkok yang menawarkan teknologi PLTU Ultra Super Critical (USC) yang mampu mengurangi emisi karbondioksida secara signifikan. Ini semakin klop dengan model PLTU mulut tambang, jadi persoalan lingkungan juga menjadi perhatian penting, disamping investasi yang masuk,” tandasnya.

 

Untuk nilai investasinya, Pemerintah Tiongkok berencana mengucurkan dana sebesar USD 20 miliar. Sedangkan, dari Korea Selatan, untuk pembangunan pelabuhan dan kawasan industri dengan rincian PLTA Hyundai sekitar USD 1 miliar dan kawasan industri sekitar USD 7 miliar.

 

Setelah rapat tahap perencanaan tersebut, rencananya pekan depan akan dilakukan rapat teknis dengan para pejabat eselon I dari setiap kementerian terkait. Hal ini difasilitasi oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong.

 

“Selain itu, Menko Kemaritiman juga meminta disusun time tabel. Isinya, salah satunya pada bulan ini ada pertemuan internal investor Tiongkok, juga dengan pemerintah RRT. Ini membahas peluang investasi PLTA dan kawasan industri lebih jauh bagi tiap investor Tiongkok dengan dukungan Pemerintah RRT,” imbuh Irianto.

 

Hal penting lainnya, adalah kesiapan perizinan dan lahan sebagaimana diarahkan pihak Kementerian Perindustrian dalam rakor tersebut. (humas)


BACA JUGA

Selasa, 12 Juni 2018 15:25

Tol Laut Kaltara Dikelola ASDP

TANJUNG SELOR – Sejak April lalu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut (Hubla) telah…

Selasa, 12 Juni 2018 15:24

Desain Konstruksi PLTA Kayan Tinggal Pleno

TANJUNG SELOR – Sampai saat ini, sudah 7 perizinan dikantongi PT Kayan Hydro Energi (KHE) dalam…

Selasa, 12 Juni 2018 15:22
Perundingan OPB Indonesia-Malaysia Hampir Tuntas

Kemenko Polhukam Dukung Pembangunan PLBN

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan Kementerian Koordinator…

Selasa, 12 Juni 2018 15:21

Bantuan Negara Pendonor Diumumkan Akhir Juni

TANJUNG SELOR – Masuknya Kalimantan Utara sebagai anggota Governor’s Climate and Forest (GCF) Task…

Jumat, 08 Juni 2018 15:25

Gubernur Beri Kesempatan kepada Pejabat

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie selaku pejabat pembina kepegawaian menginstruksikan…

Jumat, 08 Juni 2018 15:23

Peringati HLUN, PKK Berbagi dengan Lansia

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan…

Jumat, 08 Juni 2018 15:22

Open House Gubernur, Wagub dan Sekprov Disatukan

TANJUNG SELOR – Seperti tahun sebelumnya, open house Lebaran Idulfitri Gubernur, Wakil Gubernur…

Jumat, 08 Juni 2018 15:20

Gubernur Ikuti Penguatan Kapasitas Pemimpin Indonesia

JAKARTA - Bersama sejumlah menteri kabinet kerja, pimpinan lembaga negara non kementerian, serta gubernur…

Jumat, 08 Juni 2018 15:18

DPKP-Biro Humpro Kampanyekan GCPL

TANJUNG SELOR – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara menandatangani kerja sama…

Kamis, 07 Juni 2018 15:31

Pencairan THR Sudah 97 Persen

TANJUNG SELOR – Pemprov Kaltara telah mengalokasikan anggaran untuk gaji ke-13 dan tunjangan hari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .