MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Senin, 18 September 2017 11:35
Luhut Kaget Progres Investasi di Kaltara, Gubernur Tak Ingin Jemawa
BAHAS INVESTASI: Gubernur Kaltara (kiri) menghadiri pertemuan dengan Menko Kemaritiman (tengah) dan Kepala BKPM di Jakarta, Jumat (15/9).

PROKAL.CO, JAKARTA – Progres rencana investasi di Kalimantan Utara (Kaltara) yang mengalami kemajuan cukup pesat, membuat Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan kaget. 

Padahal, sebelumnya dia sempat merasa khawatir dengan percepatan realisasi investasi di provinsi ke-34 ini. Namun, dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta, yang juga dihadiri Gubernur Kaltara Irianto Lambrie dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong, Jumat (15/9), Luhut menyampaikan apresiasinya. 

“Kaltara lebih menunjukkan progres dari daerah lain yang masuk program prioritas,” ujarnya. Dia pun mengatakan, progres yang ditunjukkan Kaltara tidak lepas dari keaktifan Irianto dan jajaran dalam berkoordinasi, baik kepada Presiden maupun kementerian terkait, masyarakat dan pemodal yang akan berinvestasi di provinsi bungsu ini. 

Meski progres rencana investasi dinilai lebih baik, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie tak ingin jemawa. Dia menyatakan tugas Pemprov Kaltara belum selesai hingga ada investasi yang benar-benar terealisasi. 

“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi dukungan dari semua pihak, terutama Menko Kemaritiman, Kepala BKPM, PT PLN (Persero), Kementerian Perindustrian, Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), juga respon aktif dari investor sehingga investasi di Kaltara semakin terlihat progresnya,” ujarnya. 

Disebutkan Irianto, kemajuan rencana investasi yang dimaksud yaitu pada 2018 mendatang akan dimulainya konstruksi fisik bendungan PLTA Kayan I dengan kapasitas 900 MW. Saat ini, tinggal menunggu izin konstruksi bendungan dari Balai Keamanan Bendungan Kementerian PUPR yang kemungkinan akhir September atau awal Oktober. Juga desain PLTA Kayan dengan rencana 5 bendungan yang telah disusun. 

Lainnya, kata Irianto, desain Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Tanah Kuning-Mangkupadi yang terintegrasi dengan PLTA Kayan. “Model realisasi investasi di Kaltara akan terintegrasi dari hulu ke hilir sehingga memberikan nilai tambah bagi daerah, juga Indonesia. Dan, permulaannya adalah percepatan realisasi hydro power disusul pembangunan smelter atau industri lain, dan terakhir pelabuhan atau bandar udara,” jelasnya.

 Dengan proyeksi Kaltara sebagai pusat pengembangan hydro power dan industri ketenagalistrikan berbasis konservasi terbarukan di Indonesia, serta dalam rangka percepatan realisasi investasi, Irianto juga menyampaikan rencana pembangunan PLTU mulut tambang oleh PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) dengan kapasitas 2x300 MW. 

Pasalnya, Menko Bidang Kemaritiman menginginkan realisasi investasi di KIPI dapat dimulai 2 atau 3 tahun mendatang. “Untuk PLTU mulut tambang yang rencananya dibangun PT PKN, jaraknya dari KIPI hanya sekitar 10 kilometer. Batu baranya dengan kalori cukup baik. Sesuai arahan Pak Luhut, akan digunakan batu bara yang low pollution. Untuk PLTU ini, juga ada minat dari investor lain untuk membangun seperti PT KHE,” sebutnya. 

Dia juga menyampaikan dalam pertemuan tersebut disusunnya time tabel untuk percepatan realisasi investasi di Kaltara. Termasuk dijadwalkannya pertemuan antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah RRT. Juga ada pertemuan sinkronisasi internal antara investor RRT (PT KHE dengan Tsingshan Group), serta pertemuan investor Korea Selatan (Hyundai Group dan PT Dragon Land) dengan pemerintah Indonesia. Waktunya mulai akhir September hingga November tahun ini. 

“Kalau RRT akan mengucurkan USD 20 miliar pada tahap pertama untuk pembangungan PLTA dan pengembangan kawasan industri. Sedangkan Korea Selatan untuk PLTA 300 MW oleh Hyundai Group sekitar USD 1 miliar. Sementara, potensi investasi untuk pengembangan kawasan industri sendiri bisa mencapai USD 7 miliar,” beber Irianto. 

Dia berharap proses administrasi investasi dapat rampung dalam dua bulan ke depan. Dengan begitu, tahun depan investasi PLTA sudah dapat dimulai konstruksinya. “Pak Luhut menginginkan setiap investor yang sudah memulai rencana investasi di Kaltara, baik dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) maupun Korea Selatan dapat membawa lagi investor dari negaranya masing-masing. Dari Korea Selatan PT Dragon Land mengaku telah mengumpulkan sekitar 30 pemilik modal (konsorsium pemerintah dan swasta). Nanti semuanya akan bertemu langsung dengan pemerintah Indonesia,” ujarnya. 

Selain investor RRT dan Korea Selatan, salah satu BUMN dalam negeri, PT PLN (Persero) akan mengucurkan Rp 350 miliar untuk membangun jaringan interkoneksi Pulau Kalimantan. Ini transmisi terintegrasi memanfaatkan PLTA di Kaltara. selain itu, juga ada wacana interkoneksi hingga ke Sabah dan Sarawak, Malaysia.

 “Itu juga menjadi target investasi dari Sarawak Energy Berhad (Malaysia). Jadi, kita ekspor listrik ke Malaysia, yang tentunya memberikan keuntungan secara geopolitik,” kata Irianto. 

Pada kesempatan itu, Irianto juga mendukung ketegasan pemerintah akan kepatuhan investor pada regulasi yang berlaku di negara ini. Termasuk regulasi menopang kemudahan investasi beserta insentif bagi investor yang serius dan memiliki lisensi resmi dari pemerintah. 

“Salah satu aturan itu adalah kesiapan investor untuk menerima pola investasi terintegrasi,” ungkapnya. 

“Kalau tidak mau Menko Kemaritiman sudah menegaskan agar investor itu dilepas saja. Sedangkan insentifnya berupa kemudahan pengurusan perizinan, keringanan pajak, keamanan dan lainnya. Berbagai insentif ini sudah disiapkan Kementerian Perindustrian. Yang terpenting izin selesai dan lahan sudah siap,” sambungnya. 

Untuk diketahui, Kaltara menjadi prioritas investasi bersama Sumatra Utara (Sumut), Sulawesi Utara (Sulut) dan Bali, karena merupakan bagian dari manifestasi kerja sama pemerintah dengan pemerintah RRT dalam program One Belt One Road  (OBOR). Adapun fokus pengembangan investasi di Kaltara yaitu hydro power. (hms/fen)


BACA JUGA

Jumat, 13 Oktober 2017 12:30

Elpiji 3 Kg Hilang di Pasaran

TANJUNG SELOR – Kekosongan elpiji 3 kg kembali terjadi di Tanjung Selor, Bulungan. Sejak beberapa…

Kamis, 12 Oktober 2017 11:47

Warung Dadakan Menjamur

TANJUNG SELOR – Dibukanya keran CPNS Pemprov Kaltara, tahun ini, tak hanya diserbu oleh pelamar…

Kamis, 12 Oktober 2017 11:39

Sewa Ruko Tak Lancar, Pedagang Nilai Kemahalan

TANJUNG SELOR – Pembayaran sewa rumah toko (ruko) di kompleks Pasar Induk Tanjung Selor diakui…

Rabu, 11 Oktober 2017 12:26

Toko Indonesia Berubah Jadi Pasar

TANJUNG SELOR – Pembangunan toko Indonesia yang diusulkan Pemprov Kaltara melalui Dinas Perindustrian,…

Selasa, 10 Oktober 2017 11:33

BI Akan Tertibkan Pelaku Kupva

TARAKAN – Berdasarkan identifikasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Utara, ada…

Sabtu, 07 Oktober 2017 15:12

E-Money Belum Bisa Diterapkan

TANJUNG SELOR – Layanan internet yang belum merata di Kabupaten Bulungan, menjadi kendala utama…

Sabtu, 07 Oktober 2017 15:04

Curhat Lahan Tambak, Direspons Jokowi

KEPALA Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara Amir Bakrie tak menyia-nyiakan kedatangan Presiden…

Jumat, 06 Oktober 2017 13:25

78 Ribu Hektare Tambak Bisa Bersertifikat

TANJUNG SELOR – Komoditas hasil perikanan di Kaltara memiliki potensi yang cukup besar, terutama…

Kamis, 05 Oktober 2017 12:16

Penyertaan Modal PI Akan Dirundingkan

TANJUNG SELOR – Keseriusan Pemprov Kaltara berpartisipasi dalam pengelolaan blok migas, telah…

Kamis, 05 Oktober 2017 12:11

Inflasi Turun, Warga Miskin Berkurang

INFLASI di Bumi Paguntaka –sebutan Tarakan- yang menunjukkan tren penurunan, juga berdampak pada…

Rp 3,8 M untuk Bangun Pasar

Upaya Genjot PAD, Pemkot Lirik Parkir Kantor Pemerintahan

Disperindagkop Ingatkan Pelaku Usaha

Pelaku UMKM Terkendala Bahan Baku

Harga Gas Melon Melambung, Disperindag Ngaku Sulit Ditertibkan

Didominasi Tamu Pemerintahan

Pelaku UMKM Dibekali Pelatihan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .