MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Senin, 18 September 2017 11:35
Luhut Kaget Progres Investasi di Kaltara, Gubernur Tak Ingin Jemawa
BAHAS INVESTASI: Gubernur Kaltara (kiri) menghadiri pertemuan dengan Menko Kemaritiman (tengah) dan Kepala BKPM di Jakarta, Jumat (15/9).

PROKAL.CO, JAKARTA – Progres rencana investasi di Kalimantan Utara (Kaltara) yang mengalami kemajuan cukup pesat, membuat Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan kaget. 

Padahal, sebelumnya dia sempat merasa khawatir dengan percepatan realisasi investasi di provinsi ke-34 ini. Namun, dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta, yang juga dihadiri Gubernur Kaltara Irianto Lambrie dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong, Jumat (15/9), Luhut menyampaikan apresiasinya. 

“Kaltara lebih menunjukkan progres dari daerah lain yang masuk program prioritas,” ujarnya. Dia pun mengatakan, progres yang ditunjukkan Kaltara tidak lepas dari keaktifan Irianto dan jajaran dalam berkoordinasi, baik kepada Presiden maupun kementerian terkait, masyarakat dan pemodal yang akan berinvestasi di provinsi bungsu ini. 

Meski progres rencana investasi dinilai lebih baik, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie tak ingin jemawa. Dia menyatakan tugas Pemprov Kaltara belum selesai hingga ada investasi yang benar-benar terealisasi. 

“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi dukungan dari semua pihak, terutama Menko Kemaritiman, Kepala BKPM, PT PLN (Persero), Kementerian Perindustrian, Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), juga respon aktif dari investor sehingga investasi di Kaltara semakin terlihat progresnya,” ujarnya. 

Disebutkan Irianto, kemajuan rencana investasi yang dimaksud yaitu pada 2018 mendatang akan dimulainya konstruksi fisik bendungan PLTA Kayan I dengan kapasitas 900 MW. Saat ini, tinggal menunggu izin konstruksi bendungan dari Balai Keamanan Bendungan Kementerian PUPR yang kemungkinan akhir September atau awal Oktober. Juga desain PLTA Kayan dengan rencana 5 bendungan yang telah disusun. 

Lainnya, kata Irianto, desain Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Tanah Kuning-Mangkupadi yang terintegrasi dengan PLTA Kayan. “Model realisasi investasi di Kaltara akan terintegrasi dari hulu ke hilir sehingga memberikan nilai tambah bagi daerah, juga Indonesia. Dan, permulaannya adalah percepatan realisasi hydro power disusul pembangunan smelter atau industri lain, dan terakhir pelabuhan atau bandar udara,” jelasnya.

 Dengan proyeksi Kaltara sebagai pusat pengembangan hydro power dan industri ketenagalistrikan berbasis konservasi terbarukan di Indonesia, serta dalam rangka percepatan realisasi investasi, Irianto juga menyampaikan rencana pembangunan PLTU mulut tambang oleh PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) dengan kapasitas 2x300 MW. 

Pasalnya, Menko Bidang Kemaritiman menginginkan realisasi investasi di KIPI dapat dimulai 2 atau 3 tahun mendatang. “Untuk PLTU mulut tambang yang rencananya dibangun PT PKN, jaraknya dari KIPI hanya sekitar 10 kilometer. Batu baranya dengan kalori cukup baik. Sesuai arahan Pak Luhut, akan digunakan batu bara yang low pollution. Untuk PLTU ini, juga ada minat dari investor lain untuk membangun seperti PT KHE,” sebutnya. 

Dia juga menyampaikan dalam pertemuan tersebut disusunnya time tabel untuk percepatan realisasi investasi di Kaltara. Termasuk dijadwalkannya pertemuan antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah RRT. Juga ada pertemuan sinkronisasi internal antara investor RRT (PT KHE dengan Tsingshan Group), serta pertemuan investor Korea Selatan (Hyundai Group dan PT Dragon Land) dengan pemerintah Indonesia. Waktunya mulai akhir September hingga November tahun ini. 

“Kalau RRT akan mengucurkan USD 20 miliar pada tahap pertama untuk pembangungan PLTA dan pengembangan kawasan industri. Sedangkan Korea Selatan untuk PLTA 300 MW oleh Hyundai Group sekitar USD 1 miliar. Sementara, potensi investasi untuk pengembangan kawasan industri sendiri bisa mencapai USD 7 miliar,” beber Irianto. 

Dia berharap proses administrasi investasi dapat rampung dalam dua bulan ke depan. Dengan begitu, tahun depan investasi PLTA sudah dapat dimulai konstruksinya. “Pak Luhut menginginkan setiap investor yang sudah memulai rencana investasi di Kaltara, baik dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) maupun Korea Selatan dapat membawa lagi investor dari negaranya masing-masing. Dari Korea Selatan PT Dragon Land mengaku telah mengumpulkan sekitar 30 pemilik modal (konsorsium pemerintah dan swasta). Nanti semuanya akan bertemu langsung dengan pemerintah Indonesia,” ujarnya. 

Selain investor RRT dan Korea Selatan, salah satu BUMN dalam negeri, PT PLN (Persero) akan mengucurkan Rp 350 miliar untuk membangun jaringan interkoneksi Pulau Kalimantan. Ini transmisi terintegrasi memanfaatkan PLTA di Kaltara. selain itu, juga ada wacana interkoneksi hingga ke Sabah dan Sarawak, Malaysia.

 “Itu juga menjadi target investasi dari Sarawak Energy Berhad (Malaysia). Jadi, kita ekspor listrik ke Malaysia, yang tentunya memberikan keuntungan secara geopolitik,” kata Irianto. 

Pada kesempatan itu, Irianto juga mendukung ketegasan pemerintah akan kepatuhan investor pada regulasi yang berlaku di negara ini. Termasuk regulasi menopang kemudahan investasi beserta insentif bagi investor yang serius dan memiliki lisensi resmi dari pemerintah. 

“Salah satu aturan itu adalah kesiapan investor untuk menerima pola investasi terintegrasi,” ungkapnya. 

“Kalau tidak mau Menko Kemaritiman sudah menegaskan agar investor itu dilepas saja. Sedangkan insentifnya berupa kemudahan pengurusan perizinan, keringanan pajak, keamanan dan lainnya. Berbagai insentif ini sudah disiapkan Kementerian Perindustrian. Yang terpenting izin selesai dan lahan sudah siap,” sambungnya. 

Untuk diketahui, Kaltara menjadi prioritas investasi bersama Sumatra Utara (Sumut), Sulawesi Utara (Sulut) dan Bali, karena merupakan bagian dari manifestasi kerja sama pemerintah dengan pemerintah RRT dalam program One Belt One Road  (OBOR). Adapun fokus pengembangan investasi di Kaltara yaitu hydro power. (hms/fen)


BACA JUGA

Jumat, 13 April 2018 14:16

BI Klaim Rupiah Beredar hingga Pelosok

TARAKAN – Kalimantan Utara dipilih sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang menjadi pilot…

Jumat, 13 April 2018 13:52

Ekspor-Impor Februari Merosot

TANJUNG SELOR – Ekspor dan impor di Kalimantan Utara pada Februari 2018 mencatatkan penurunan.…

Jumat, 13 April 2018 13:47

Kaltara Dapat Dividen Rp 29 M

TANJUNG SELOR – PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim dan Kaltara (Bankaltimtara) berhasil menjaga…

Kamis, 12 April 2018 13:51

OJK Awasi Ketat Kinerja BPR

TARAKAN – Geliat pembangunan di Kalimantan Utara yang terus tumbuh dan berkembang, ikut mendorong…

Kamis, 12 April 2018 13:47

Kejar Target PBB

POTENSI pendapatan yang diperoleh Pemerintah Kota Tarakan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dalam setahun…

Kamis, 12 April 2018 13:32

Tiongkok Kurangi Impor, HBA Turun

TANJUNG SELOR – Setelah terus mengalami kenaikan sejak tahun lalu, harga batu bara acuan (HBA)…

Rabu, 11 April 2018 11:30

WAH GAWAT !!! Pangkalan ‘Timbun’ Elpiji 3 Kg

TARAKAN – Keluhan warga terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram sejak beberapa hari belakangan, ditindaklanjuti…

Selasa, 10 April 2018 11:59

Jumlah Pengusaha Lokal Tergerus

TARAKAN – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melihat adanya persaingan usaha yang tidak sehat…

Selasa, 10 April 2018 11:15

Elpiji 3 Kg Langka Lagi

TARAKAN – Elpiji 3 kg masih menjadi pilihan banyak warga Tarakan, meski di Bumi Paguntaka –sebutan…

Minggu, 08 April 2018 14:41

Daerah Harus Siapkan Diri

TANJUNG SELOR - Direktur Dana Perimbangan Kementerian Keuangan Putut Hari Satyaka mengatakan, ketika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .