MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Senin, 18 September 2017 11:35
Luhut Kaget Progres Investasi di Kaltara, Gubernur Tak Ingin Jemawa
BAHAS INVESTASI: Gubernur Kaltara (kiri) menghadiri pertemuan dengan Menko Kemaritiman (tengah) dan Kepala BKPM di Jakarta, Jumat (15/9).

PROKAL.CO, JAKARTA – Progres rencana investasi di Kalimantan Utara (Kaltara) yang mengalami kemajuan cukup pesat, membuat Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan kaget. 

Padahal, sebelumnya dia sempat merasa khawatir dengan percepatan realisasi investasi di provinsi ke-34 ini. Namun, dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta, yang juga dihadiri Gubernur Kaltara Irianto Lambrie dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong, Jumat (15/9), Luhut menyampaikan apresiasinya. 

“Kaltara lebih menunjukkan progres dari daerah lain yang masuk program prioritas,” ujarnya. Dia pun mengatakan, progres yang ditunjukkan Kaltara tidak lepas dari keaktifan Irianto dan jajaran dalam berkoordinasi, baik kepada Presiden maupun kementerian terkait, masyarakat dan pemodal yang akan berinvestasi di provinsi bungsu ini. 

Meski progres rencana investasi dinilai lebih baik, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie tak ingin jemawa. Dia menyatakan tugas Pemprov Kaltara belum selesai hingga ada investasi yang benar-benar terealisasi. 

“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi dukungan dari semua pihak, terutama Menko Kemaritiman, Kepala BKPM, PT PLN (Persero), Kementerian Perindustrian, Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), juga respon aktif dari investor sehingga investasi di Kaltara semakin terlihat progresnya,” ujarnya. 

Disebutkan Irianto, kemajuan rencana investasi yang dimaksud yaitu pada 2018 mendatang akan dimulainya konstruksi fisik bendungan PLTA Kayan I dengan kapasitas 900 MW. Saat ini, tinggal menunggu izin konstruksi bendungan dari Balai Keamanan Bendungan Kementerian PUPR yang kemungkinan akhir September atau awal Oktober. Juga desain PLTA Kayan dengan rencana 5 bendungan yang telah disusun. 

Lainnya, kata Irianto, desain Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Tanah Kuning-Mangkupadi yang terintegrasi dengan PLTA Kayan. “Model realisasi investasi di Kaltara akan terintegrasi dari hulu ke hilir sehingga memberikan nilai tambah bagi daerah, juga Indonesia. Dan, permulaannya adalah percepatan realisasi hydro power disusul pembangunan smelter atau industri lain, dan terakhir pelabuhan atau bandar udara,” jelasnya.

 Dengan proyeksi Kaltara sebagai pusat pengembangan hydro power dan industri ketenagalistrikan berbasis konservasi terbarukan di Indonesia, serta dalam rangka percepatan realisasi investasi, Irianto juga menyampaikan rencana pembangunan PLTU mulut tambang oleh PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) dengan kapasitas 2x300 MW. 

Pasalnya, Menko Bidang Kemaritiman menginginkan realisasi investasi di KIPI dapat dimulai 2 atau 3 tahun mendatang. “Untuk PLTU mulut tambang yang rencananya dibangun PT PKN, jaraknya dari KIPI hanya sekitar 10 kilometer. Batu baranya dengan kalori cukup baik. Sesuai arahan Pak Luhut, akan digunakan batu bara yang low pollution. Untuk PLTU ini, juga ada minat dari investor lain untuk membangun seperti PT KHE,” sebutnya. 

Dia juga menyampaikan dalam pertemuan tersebut disusunnya time tabel untuk percepatan realisasi investasi di Kaltara. Termasuk dijadwalkannya pertemuan antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah RRT. Juga ada pertemuan sinkronisasi internal antara investor RRT (PT KHE dengan Tsingshan Group), serta pertemuan investor Korea Selatan (Hyundai Group dan PT Dragon Land) dengan pemerintah Indonesia. Waktunya mulai akhir September hingga November tahun ini. 

“Kalau RRT akan mengucurkan USD 20 miliar pada tahap pertama untuk pembangungan PLTA dan pengembangan kawasan industri. Sedangkan Korea Selatan untuk PLTA 300 MW oleh Hyundai Group sekitar USD 1 miliar. Sementara, potensi investasi untuk pengembangan kawasan industri sendiri bisa mencapai USD 7 miliar,” beber Irianto. 

Dia berharap proses administrasi investasi dapat rampung dalam dua bulan ke depan. Dengan begitu, tahun depan investasi PLTA sudah dapat dimulai konstruksinya. “Pak Luhut menginginkan setiap investor yang sudah memulai rencana investasi di Kaltara, baik dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) maupun Korea Selatan dapat membawa lagi investor dari negaranya masing-masing. Dari Korea Selatan PT Dragon Land mengaku telah mengumpulkan sekitar 30 pemilik modal (konsorsium pemerintah dan swasta). Nanti semuanya akan bertemu langsung dengan pemerintah Indonesia,” ujarnya. 

Selain investor RRT dan Korea Selatan, salah satu BUMN dalam negeri, PT PLN (Persero) akan mengucurkan Rp 350 miliar untuk membangun jaringan interkoneksi Pulau Kalimantan. Ini transmisi terintegrasi memanfaatkan PLTA di Kaltara. selain itu, juga ada wacana interkoneksi hingga ke Sabah dan Sarawak, Malaysia.

 “Itu juga menjadi target investasi dari Sarawak Energy Berhad (Malaysia). Jadi, kita ekspor listrik ke Malaysia, yang tentunya memberikan keuntungan secara geopolitik,” kata Irianto. 

Pada kesempatan itu, Irianto juga mendukung ketegasan pemerintah akan kepatuhan investor pada regulasi yang berlaku di negara ini. Termasuk regulasi menopang kemudahan investasi beserta insentif bagi investor yang serius dan memiliki lisensi resmi dari pemerintah. 

“Salah satu aturan itu adalah kesiapan investor untuk menerima pola investasi terintegrasi,” ungkapnya. 

“Kalau tidak mau Menko Kemaritiman sudah menegaskan agar investor itu dilepas saja. Sedangkan insentifnya berupa kemudahan pengurusan perizinan, keringanan pajak, keamanan dan lainnya. Berbagai insentif ini sudah disiapkan Kementerian Perindustrian. Yang terpenting izin selesai dan lahan sudah siap,” sambungnya. 

Untuk diketahui, Kaltara menjadi prioritas investasi bersama Sumatra Utara (Sumut), Sulawesi Utara (Sulut) dan Bali, karena merupakan bagian dari manifestasi kerja sama pemerintah dengan pemerintah RRT dalam program One Belt One Road  (OBOR). Adapun fokus pengembangan investasi di Kaltara yaitu hydro power. (hms/fen)


BACA JUGA

Senin, 15 Januari 2018 11:56

Distributor Pupuk Masih Kurang

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara Andi Santiaji Pananrangi…

Senin, 15 Januari 2018 11:45

Jumlah PKH Diperkirakan Tak Berubah

TANJUNG SELOR – Penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial (Kemensos)…

Senin, 15 Januari 2018 11:38

Kenaikan Harga Beras Dikeluhkan

TARAKAN – Dalam kurun waktu satu bulan terakhir terjadi dua kali kenaikan harga beras di Tarakan.…

Minggu, 14 Januari 2018 13:40

Kembangkan BUMDes dan Prokudes

TANJUNG SELOR – Alokasi dana desa dari pemerintah setiap tahunnya selalu meningkat. Di Kaltara…

Minggu, 14 Januari 2018 13:35

Harga Cabai Naik

TANJUNG SELOR - Harga kebutuhan pokok di pasar tradisional awal bulan ini mengalami penurunan. Berdasarkan…

Sabtu, 13 Januari 2018 12:33

Skema Penyaluran Dana Desa Berubah

TANJUNG SELOR – Skema [enyaluran dana desa yang sebelumnya dibagi dalam dua tahap, mulai tahun…

Rabu, 10 Januari 2018 11:35

Kementan Lirik Potensi Kaltara

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara menjadi salah satu daerah yang menjadi target dari Kementerian…

Selasa, 09 Januari 2018 12:32

Ekspor Kepiting Bertelur Naik 20 Persen

TARAKAN – Stasiun Karantina Ikan Kelas II Tarakan mencatat adanya peningkatan ekspor kepiting…

Minggu, 07 Januari 2018 15:18

Stok Beras Aman hingga 4 Bulan

TANJUNG SELOR – Persediaan beras Bulog di Kabupaten Bulungan aman hingga 4 bulan kedepan. Saat…

Minggu, 07 Januari 2018 15:15

Produk Lokal Belum Digarap Maksimal

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara memiliki berbagai produk yang saat ini belum digarap maksimal.…

Skema Penyaluran Dana Desa Berubah

Harga Cabai Naik

HET Beras Dicuekin Pedagang

Tarakan Jadi Pilot Project Gerakan Non Tunai

Kenaikan Harga Beras Dikeluhkan

Kembangkan BUMDes dan Prokudes

Distributor Pupuk Masih Kurang

Pertambangan dan Perkebunan Pengaruhi Ekonomi Kaltara

Jumlah PKH Diperkirakan Tak Berubah

4.268 KPM Terima Bansos Rastra
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .