MANAGED BY:
SABTU
18 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 14 September 2017 11:38
Tolak Dipindah ke Depan Los Agro, Pedagang Bawa Dagangan ke Kantor Disperindagkop
TOLAK DIPINDAH: Pedagang pasar subuh di Pasar Induk Tanjung Selor mendatangi kantor Disperindagkop Bulungan, Rabu (13/9).

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Puluhan pedagang pasar subuh di Pasar Induk Tanjung Selor mendatangi kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disprindakop) dan UMKM Bulungan, Rabu (13/9) pagi.

Mobil jenis pikap yang biasa digunakan pedagang untuk membawa barang dagangan diparkir di halaman kantor Disperindagkop. Bahkan, sebagin dari pedagang menunggu hingga di depan pintu untuk meminta kejelasan tempat mereka berjualan.

Salah seorang pedagang, Dimas Putra Pratama, mengaku lokasi pasar subuh akan dipindahkan di depan los argo. Sedangkan selama ini ia dan rekan-rekannya berjualan di samping lapangan futsal yang berada dalam kompleks Pasar Induk.

Sementara itu, jika pedagang pasar subuh dialihkan ke depan los agro dia menilai akan mengganggu arus lalu lintas. “Jangan sampai kalau kami berjualan di situ (depan los agro) akan diusir karena dinilai mengganggu,” tegas warga SP III Tanjung Buka ini.

Pedagang lainnya, Suarni mengungkapkan alasannya untuk tidak berjualan di los agro karena jumlah sayuran yang dijual dalam jumlah banyak. “Bagaimana kita mau masuk, jelas tidak cukup tempatnya. Percuma jika dipindahkan di depan los agro, kalau nantinya dipindahkan lagi karena dianggap mengganggu pengguna jalan,” ungkapnya.

Karena itu, dirinya meminta pengambil kebijakan memikirkan kembali pengalihan tempat berjualan pedagang pasar subuh.

Menanggapi tuntutan pedagang tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Bulungan Hamri Efendi menjelaskan, pedagang hanya dipindahkan tempat berjualannya yang nanti akan dijadikan satu di los argo.

Karena selama ini, lanjutnya, keberadaan pedagang pasar subuh membuat los argo sepi pengujung. Karena itu, pihaknya mencari jalan tengah agar tidak ada yang merasa dirugikan.

“Jadi, sebenarnya lapak (pasar subuh) itu tidak ditutup, pedagang hanya dipindahkan saja,” tegasnya.

Dia juga mengatakan, dipindahnya pedagang pasar subuh sambil menunggu pembangunan tempat di samping los argo. Selain itu, dia juga menyampaikan bahwa pemindahan pedagang di depan los argo tidak menganggu arus lalu lintas, karena pedagang hanya berjualan hingga pukul 07.00.

Ini juga sesuai surat edaran kepala Disperindagkop yang meminta agar setelah pukul 07.00 terhitung 17 September 2017, seluruh aktivitas di lokasi pasar subuh  harus sudah selesai dan pedagang bisa melanjutkan berjualan di los agro.

Bagi pedagang yang tidak memiliki lapak di los agro, dipersilakan berjualan di lapak yang kosong. Pedagang yang tidak menghiraukan pemberitahuan tersebut akan ditertibkan.

Kepala UPT Pasar Induk Jolly Kamser Sinaga yang dikonfirmasi, mengungkapkan bahwa jumlah pedagang yang berjualan di pasar subuh sebagian merupakan pedagang los agro.

“Jumlah pedagang pasar subuh itu sekitar 40 orang,” sebutnya. (*/tyo/fen)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 12:55

Teruskan Warisan Leluhur, Ketupat Jadi Lambang Persatuan

Di setiap bulan Safar kalender Hijriah, masyarakat suku Tidung menggelar tradisi turun-temurun. Yakni,…

Sabtu, 18 November 2017 12:53

Investor Belanda Tertarik Bangun PLTS

TARAKAN – Selain upaya dari PLN untuk mewujudkan keandalan listrik di Tarakan, pihak swasta juga…

Sabtu, 18 November 2017 12:47

Usulkan Jika Ada Penerimaan CPNS

LIMA jabatan pada seleksi CPNS Pemprov Kaltara dipastikan kosong, karena tidak ada peserta yang mencapai…

Sabtu, 18 November 2017 12:45

Lima Jabatan Dipastikan Kosong, Hanya 1.043 Peserta Lolos SKB

TANJUNG SELOR – Peserta seleksi penerimaan CPNS Pemprov Kaltara yang telah lolos seleksi kompetensi…

Jumat, 17 November 2017 13:14

LIHAT NIH..!! Demi Sekolah, Anak-Anak Desa Pimping Berenang Seberangi Sungai

TANJUNG SELOR – Semangat anak-anak Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Bulungan menempuh…

Jumat, 17 November 2017 13:06

Awasi Produk Olahan dengan Sipawan

TANJUNG SELOR – Baru-baru ini, masyarakat di Kaltara, khususnya Kabupaten Nunukan dihebohkan dengan…

Jumat, 17 November 2017 12:59

Punya Kemauan dan Semangat, Tertarik Jadi Dosen

Berkat doa, ketekunan dan kerja kerasnya dalam menempuh pendidikan di Universitas Borneo Tarakan (UBT),…

Jumat, 17 November 2017 12:56

Rencana Kemenpan Buka Penerimaan CPNS 2018, Pemkab dan Pemprov Tunggu Info Resmi

TANJUNG SELOR – Pendaftar Pemprov CPNS tahun ini yang tidak lolos verifikasi berkas maupun seleksi…

Kamis, 16 November 2017 13:30

Pasien dari Perbatasan Semakin Sulit Dirujuk

TARAKAN – Setelah Kalstar Aviation yang dihentikan sementara penerbangannya oleh Kementerian Perhubungan.…

Kamis, 16 November 2017 13:29

Diduga karena Tercemar Limbah Perusahaan Tambang, Lahan Pertanian Terancam Tak Produktif

TANJUNG SELOR – Perusahaan pertambangan di Malinau Selatan, Kabupaten Malinau diduga kembali melakukan…

Kaltara Masuk 5 Besar Kasus Narkoba

Jalan ke Tanah Kuning Semakin Parah

SKB Belum Ada Kabar

Heran Daerah Penghasil Tak Aktif

Baru Selesai, Bekas Longsor Ambles Lagi

Heboh Bakso Daging Tikus, Kadis DPKP Sebut Masih Indikasi

LIHAT NIH..!! Demi Sekolah, Anak-Anak Desa Pimping Berenang Seberangi Sungai

Raisal Akan Jalani Operasi Kedua

Wisata Arung Jeram Mulai Dilirik, Kemenpar Siapkan Rp 950 Juta

Kasus SMA 2 Harus Jadi Pelajaran Terakhir
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .