MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

TANJUNG SELOR

Selasa, 12 September 2017 12:03
KLA Masih Sebatas Komitmen
HARI ANAK: Kementerian PPPA menilai kabupaten/kota di Kaltara masih sebatas komitmen menuju KLA.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pribudarta Nur Sitepu mengatakan, untuk mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) harus melalui tahapan.

Penentuan KLA pun, kata dia, terbagi empat tingkatan yaitu menuju, pratama, nindya dan utama. Untuk di Kaltara, dia melihat masih sebatas proses komitmen, belum sampai pada kerja. Sementara pencanangan KLA, lanjutnya, harus dibuat program kerja di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

“OPD menyusun rencana kerja memenuhi hak anak, baru sampai tahapan berikutnya. Di Indonesia belum ada yang ditetapkan sebagai Kota Layak Anak, masih sebatas menuju, pratama dan nindya,” ungkapnya, pekan lalu.

Dia juga mengatakan, pemenuhan Kota Layak Anak menyesuaikan 24 indikator yang ditentukan. Secara pokok ada lima klaster utama yang dapat dipenuhi. Yakni, klaster hak sipil dan kebebasan yang berkaitan dengan akta kelahiran anak. Klaster hak pendidikan dan pemanfaatan waktu luang, klaster kesehatan terhadap anak, klaster pengasuhan terhadap anak, serta klaster terakhir menyangkut perlindungan anak.

Menurut Pribudarta, banyak kasus yang diterimanya bahwa ada anak bermasalah hukum atau mengalami kekerasan. Apalagi hingga masuk dalam Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) untuk jalani rehabilitasi.

“Ketika sudah keluar dari rehabilitasi, anak kembali normal dan dikembalikan ke orangtuanya. Peran orangtua sangat dibutuhkan dalam pengawasan anak. Jangan sampai setelah jalani rehabilitasi, tapi orangtua membiarkan. Maka bisa mengembalikan anak ke LPKA,” urainya.

Dia juga mengatakan, untuk menyandang Kota Layak Anak prosesnya cukup lama. Bisa secepatnya terealisasi apabila konsep hak dasar anak dan fasilitas penunjang dapat terpenuhi.

Secara terpisah, Ketua DPRD Bulungan Syarwani mengatakan, indikator sebagai Kota Layak Anak harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Termasuk beberapa fasilitas pemenuhan hak dasar anak untuk dilakukan pembenahan.

“Pembenahan langsung kepada anak dan penataan fasilitas merupakan bagian tak terpisahkan,” tegasnya.

Selain itu, lanjutnya, kekerasan terhadap anak pun dapat diminimalisasi. Termasuk anak-anak putus sekolah. Karena menurutnya, anak mempunyai hak mengenyam pendidikan dengan program wajib belajar 12 tahun. (uno/fen)


BACA JUGA

Minggu, 24 September 2017 13:33

Perusahaan Jepang Bakal Berikan Bantuan PJU

TANJUNG SELOR – Lampu penerangan jalan umum (PJU) solar cell di ibu kota Kaltara, Tanjung Selor…

Minggu, 24 September 2017 13:23

Tambah Traffic Light di Jalan Jeruk

TANJUNG SELOR – Persimpangan Jalan Jeruk – Jalan Sengkawit yang dianggap salah satu titik…

Sabtu, 23 September 2017 12:44

Tulisan Tanjung Selor Jadi ‘Oleh-Oleh’

TANJUNG SELOR – Rasa lega setelah antre lama untuk menyerahkan berkas pendaftaran CPNS Pemprov…

Rabu, 20 September 2017 13:13

2016, Orang Miskin di Kaltara 178.834 Jiwa

TANJUNG SELOR – Jumlah warga miskin berdasarkan data yang diperoleh Dinas Sosial Kaltara mencapai…

Rabu, 20 September 2017 13:02

2 Warga Salimbatu Terindikasi Kaki Gajah

TANJUNG SELOR – Tes darah tepi yang dilakukan Dinas Kesehatan (Diskes) Bulungan terhadap 140 warga…

Selasa, 19 September 2017 14:27

Klaim ‘Hanya’ Dibuka Sepekan

TARAKAN – General Manager PT Telkom Witel Kaltara Prio Sesanto memastikan klaim yang dijanji kepada…

Selasa, 19 September 2017 13:34

Demi Berobat, dari Nunukan Rela ke Tanjung Selor

AKSES yang masih sulit dari Sebuku ke ibu kota Kabupaten Nunukan, membuat Maril (60) yang merupakan…

Senin, 18 September 2017 12:46

Rata-Rata Ada Karies dan Gigi Rapuh

TANJUNG SELOR – Sebanyak 150 santri Pondok Tahfidz Hasnul Arifin menjalani pemeriksaan gigi dan…

Senin, 18 September 2017 12:45

Hewan Peliharaan Dilepas, Pemilik Bisa Dipenjara

TANJUNG SELOR – Keberadaan Perda Nomor 25 Tahun 2002 tentang Ketertiban dan Kebersihan Lingkungan…

Senin, 18 September 2017 12:43

Petani Sayur Gagal Panen

TANJUNG SELOR – Hujan yang mengguyur Tanjung Selor sejak beberapa hari belakangan ini, membuat…

Hewan Peliharaan Dilepas, Pemilik Bisa Dipenjara

2016, Orang Miskin di Kaltara 178.834 Jiwa

Demi Berobat, dari Nunukan Rela ke Tanjung Selor

Klaim ‘Hanya’ Dibuka Sepekan

2 Warga Salimbatu Terindikasi Kaki Gajah

Ulah Sopir Truk Bikin Kesal Warga

Tulisan Tanjung Selor Jadi ‘Oleh-Oleh’

Desak Perusahaan Siapkan Air Bersih

Petani Sayur Gagal Panen

Pelajar Bakal Disuguhkan Film G30S/PKI
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .