MANAGED BY:
SENIN
25 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Sabtu, 09 September 2017 12:24
Pilih Berjualan di Atas Trotoar

Tetap Ditarik Retribusi, Diklaim Hanya Pedagang Musiman

PERLU DITATA: Aktivitas jual-beli para pedagang yang berjualan di atas trotoar pada area Pasar Induk Tanjung Selor.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pasar Induk Tanjung Selor yang berada di Jalan Sengkawit, belum terlihat rapi lantaran masih banyak pedagang, berjualan di luar dari tempat yang ditentukan pemerintah. Namun, UPT Pasar Induk Tanjung Selor tidak mempermasalahkan hal tersebut. Karena pedagang yang berjualan di luar bangunan Pasar Induk hanya sementara.

Kepala UPT Pasar Induk Joly Kamser Sinaga memalui Kepala Tata Usaha Pasar Induk Sri Hariyati menjelaskan kondisi pedagang saat ini jauh lebih baik. Dahulu sebelum ditata, pedagang banyak berjualan di badan jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas. Itulah mengapa pedagang diizinkan berjualan di atas trotoar di halaman parkir pasar.

“Saat ini para pedagang dinaikkan di atas trotoar yang ada di depan ruko agar tidak mengganggu pengendara yang masuk ke pasar,” ucap Sri-sapaan akrab Sri Hariyati- kepada Bulungan Post, kemarin (8/9).

Sri mengungkapkan, bahwa para pedagang tersebut adalah pedagang musiman yang tidak berjualan setiap saat. “Mereka pedagang musiman yang menjual hasil kebun sendiri. Karea kios terbatas, untuk saat ini yang terpenting mereka tidak lagi berjualan di pinggir jalan area pasar induk,” ujarnya.

Meski hanya pedagang musiman, para penjual berbagai macam kebutuhan konsumsi rumah tangga, berupa sayuran tersebut, juga ditarik retribusi seusai dengan pedagang yang berada di dalam pasar. ”Para pedagang yang ada di depan ruko itu pihak kami juga menarik retribusi sebesar Rp 1000 rupiah setiap harinya. Dan untuk yang di dalam pasar juga kami tarik retribusi yang sama,” tuturnya.

Tidak diberikannya tempat berjualan di dalam pasar kepada para pedagang tersebut, dikarenakan pihak UPT Pasar Induk takut, penjual musiman tersebut akan mengklaim kios di dalam pasar. ”Permasalahanya mereka bukan pedagang yang berjualan setiap harinya, mereka hanya pedagang yang berjualan hingga siang hari. Bukan setiap hari,” tutupnya.

Eni salah seorang pedagang yang menjual barang dagangannya di atas trotoar di depan ruko pasar, tidak membenarkan bahwa ia dan sepuluh pedagang lainnya adalah pedagang musiman. “Memang betul kami berjualan dari hasil panen kebun. Tapi pada saat tidak lagi musim panen, kita beli sayur dari pedagang lainya untuk dijual kembali,” ucapnya

Ia tidak mau dikatakan pedagang musiman karena sudah berjualan di Pasar Induk Tanjung Selor selama kurang lebih 13 tahun. “Bagaimana bisa kita dikatakan pedagang musiman kalau sudah lama berjualan di pasar induk. Bahkan saya pernah berjualan di dalam pasar. Karena sempat sakit waktu itu, jadi sempat tidak berjualan dalam waktu lama. Mau kembali berjualan tempat sudah diambil alih oleh pedagang baru,” ujarnya

Di tempat yang sama pedagang lainya juga mengeluhkan hingga saat ini belum ada tempat baru yang disediakan pemerintah untuk berjualan. “Bisa dilihat sendiri kami berjualan panas-panasan begini. Belum lagi kalau hujan sampai terbang tenda kami,” keluh Nonita yang memiliki lapak di samping Eni.

Nonita pun berharap pihak pasar menyediakan tempat baru walau hanya sekadar berbentuk pondok tidak permananen. ”Pondok saja tak masalah. Jangan karena kami dianggap pedagang musiman dan tidak akan berjualan selamanya, dibiarkan berjualan dalam kondisi panas setiap harinya. Kita rajin kok bayar retribusi,” pungkasnya. (*/tyo/rio)


BACA JUGA

Kamis, 14 September 2017 11:39

Gangguan Internet Berimbas ke Pelaku Usaha

TARAKAN – Sebagai kota yang bertumpu pada sektor perdagangan, industri dan jasa, para pengusaha…

Rabu, 13 September 2017 11:46

Eksploitasi Kepiting Berdampak ke Budidaya Soka

TARAKAN – Penangkapan atau eksploitasi kepiting besar-besaran, terutama kepiting bertelur untuk…

Selasa, 12 September 2017 12:06

Pembudidaya Rumput Laut Gelisah

TARAKAN – Sejumlah pembudidaya rumput laut di kawasan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur sedang…

Minggu, 10 September 2017 13:38

Investor Tak Serius, Izin Terancam Dibatalkan

TANJUNG SELOR – Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) memang membuka keran investasi bagi investor…

Sabtu, 09 September 2017 12:24

Pilih Berjualan di Atas Trotoar

TANJUNG SELOR – Pasar Induk Tanjung Selor yang berada di Jalan Sengkawit, belum terlihat rapi…

Jumat, 08 September 2017 12:10

Maksimalkan PAD, UPT BPPRD Tarakan Jemput Bola

TARAKAN –  Memaksimalkan perolehan pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak kendaraan bermotor,…

Jumat, 08 September 2017 11:41

Pemprov Samakan Persepsi soal Investasi PLTA

TANJUNG SELOR - Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) sangat serius melakukan upaya pengembangan kelistrikan.…

Rabu, 06 September 2017 00:39

Defisit Pengaruhi Daya Beli Warga

TARAKAN – Defisit anggaran yang dialami Pemkot Tarakan juga berimbas pada perekonomi. Daya beli…

Rabu, 06 September 2017 00:15

MANTAP... Investasi Tiongkok di Kaltara USD 45,98 M

TANJUNG SELOR – Pemerintah kembali menindaklanjuti kerja sama investasi dengan Tiongkok. Selasa…

Rabu, 06 September 2017 00:12

Beras di Tanjung Selor di Atas HET, Pedagang dan Disperindag Sama-Sama Tak Tahu

TANJUNG SELOR – Pedagang tak bisa lagi menjual beras dengan harga mahal. Pemerintah telah menetapkan…

Tarif Peti Kemas Masih Normal

Stok Menipis, Harga Beras Lokal Naik

Klaim Peredaran Uang Baru Merata

Kejar PAD, Pajak Konsumen Kembali Diterapkan

Harga Tanah Jadi Kendala Pengembang

Ekonomi Kaltara Terbaik di Kalimantan

Luhut Kaget Progres Investasi di Kaltara, Gubernur Tak Ingin Jemawa
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .