MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Sabtu, 09 September 2017 12:24
Pilih Berjualan di Atas Trotoar

Tetap Ditarik Retribusi, Diklaim Hanya Pedagang Musiman

PERLU DITATA: Aktivitas jual-beli para pedagang yang berjualan di atas trotoar pada area Pasar Induk Tanjung Selor.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pasar Induk Tanjung Selor yang berada di Jalan Sengkawit, belum terlihat rapi lantaran masih banyak pedagang, berjualan di luar dari tempat yang ditentukan pemerintah. Namun, UPT Pasar Induk Tanjung Selor tidak mempermasalahkan hal tersebut. Karena pedagang yang berjualan di luar bangunan Pasar Induk hanya sementara.

Kepala UPT Pasar Induk Joly Kamser Sinaga memalui Kepala Tata Usaha Pasar Induk Sri Hariyati menjelaskan kondisi pedagang saat ini jauh lebih baik. Dahulu sebelum ditata, pedagang banyak berjualan di badan jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas. Itulah mengapa pedagang diizinkan berjualan di atas trotoar di halaman parkir pasar.

“Saat ini para pedagang dinaikkan di atas trotoar yang ada di depan ruko agar tidak mengganggu pengendara yang masuk ke pasar,” ucap Sri-sapaan akrab Sri Hariyati- kepada Bulungan Post, kemarin (8/9).

Sri mengungkapkan, bahwa para pedagang tersebut adalah pedagang musiman yang tidak berjualan setiap saat. “Mereka pedagang musiman yang menjual hasil kebun sendiri. Karea kios terbatas, untuk saat ini yang terpenting mereka tidak lagi berjualan di pinggir jalan area pasar induk,” ujarnya.

Meski hanya pedagang musiman, para penjual berbagai macam kebutuhan konsumsi rumah tangga, berupa sayuran tersebut, juga ditarik retribusi seusai dengan pedagang yang berada di dalam pasar. ”Para pedagang yang ada di depan ruko itu pihak kami juga menarik retribusi sebesar Rp 1000 rupiah setiap harinya. Dan untuk yang di dalam pasar juga kami tarik retribusi yang sama,” tuturnya.

Tidak diberikannya tempat berjualan di dalam pasar kepada para pedagang tersebut, dikarenakan pihak UPT Pasar Induk takut, penjual musiman tersebut akan mengklaim kios di dalam pasar. ”Permasalahanya mereka bukan pedagang yang berjualan setiap harinya, mereka hanya pedagang yang berjualan hingga siang hari. Bukan setiap hari,” tutupnya.

Eni salah seorang pedagang yang menjual barang dagangannya di atas trotoar di depan ruko pasar, tidak membenarkan bahwa ia dan sepuluh pedagang lainnya adalah pedagang musiman. “Memang betul kami berjualan dari hasil panen kebun. Tapi pada saat tidak lagi musim panen, kita beli sayur dari pedagang lainya untuk dijual kembali,” ucapnya

Ia tidak mau dikatakan pedagang musiman karena sudah berjualan di Pasar Induk Tanjung Selor selama kurang lebih 13 tahun. “Bagaimana bisa kita dikatakan pedagang musiman kalau sudah lama berjualan di pasar induk. Bahkan saya pernah berjualan di dalam pasar. Karena sempat sakit waktu itu, jadi sempat tidak berjualan dalam waktu lama. Mau kembali berjualan tempat sudah diambil alih oleh pedagang baru,” ujarnya

Di tempat yang sama pedagang lainya juga mengeluhkan hingga saat ini belum ada tempat baru yang disediakan pemerintah untuk berjualan. “Bisa dilihat sendiri kami berjualan panas-panasan begini. Belum lagi kalau hujan sampai terbang tenda kami,” keluh Nonita yang memiliki lapak di samping Eni.

Nonita pun berharap pihak pasar menyediakan tempat baru walau hanya sekadar berbentuk pondok tidak permananen. ”Pondok saja tak masalah. Jangan karena kami dianggap pedagang musiman dan tidak akan berjualan selamanya, dibiarkan berjualan dalam kondisi panas setiap harinya. Kita rajin kok bayar retribusi,” pungkasnya. (*/tyo/rio)


BACA JUGA

Rabu, 08 November 2017 13:20

Realisasi PKB Terancam Tak Penuhi Target

TANJUNG SELOR – Realisasi perolehan atas pajak kendaraan bermotor terancam tak memenuhi target.…

Rabu, 08 November 2017 13:15

Sarang Burung Walet Terbentur Regulasi

TARAKAN – Pemilik sarang burung walet rumahan di Tarakan ternyata masih banyak yang belum mengantongi…

Senin, 06 November 2017 10:24

BI Waspadai Inflasi Akhir Tahun

TARAKAN – Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Utara Hendik Sudaryanto optimistis target…

Senin, 06 November 2017 10:20

Investasi di Kaltara Lebih Untung

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara (Kaltara) dalam beberapa tahun ke depan diharapkan bisa menjadi…

Senin, 06 November 2017 10:12

Harus Siapkan Petani Andal dan Peralatan Untuk Kembangkan Beras Krayan

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara yang merupakan provinsi termuda Indonesia, memiliki potensi di…

Minggu, 05 November 2017 13:28

BPS Kesulitan Hitung Inflasi

TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Bulungan kesulitan menghitung pertumbuhan inflasi…

Sabtu, 04 November 2017 12:47

BI Fokus ke Perbatasan

TARAKAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltara sudah menyuplai puluhan miliar rupiah ke daerah…

Sabtu, 04 November 2017 12:42

UMK Naik, Pengusaha Hotel Sesuaikan Tarif

TARAKAN – Upah Minimum Kota (UMK) Tarakan 2018 baru ditetapkan 21 November mendatang. Namun, Dinas…

Sabtu, 04 November 2017 12:40

Tambah Penyertaan Modal Tahun Depan

KEBERADAAN perbankan di Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki banyak keuntungan bagi pemerintah daerah…

Sabtu, 04 November 2017 12:37

Perbankan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

TANJUNG SELOR – Geliat perekonomian di Kalimantan Utara diprediksi bakal terus tumbuh di tahun-tahun…

Uang Pecahan Kecil Paling Dicari

Harga Cabai Merangkak Naik

Produksi Kayu di Kaltara Meningkat

Disnakertrans Lirik PAD dari IMTA

UMK Bulungan Diperkirakan Rp 2,6 Juta

Dewan Dukung Raperda IMTA
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .