MANAGED BY:
JUMAT
22 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

TANJUNG SELOR

Jumat, 08 September 2017 12:01
Air Bersih Masih Langka, Hanya Diberi Tangki Penadah Hujan
TAK LAYAK KONSUMSI: Seorang ibu mengambil air menggunkan jeriken dari Sungai Kayan untuk digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tampak jamban berada persis di sampingnya.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Persoalan masyarakat Bulu Perindu, Kelurahan Tanjung Selor tidak ada habisnya. Pasca jembatan penghubung menuju ke Kampung Arab yang pernah dikeluhkan masyarakat Bulu Perindu, telah dibangun, kini giliran akses air bersih.

dengan cara swadaya teryata timbul keluhkan baru lagi bagi warga yaitu susahnya akes air bersih di tempat tersebut.Bahkan ada beberapa warga Bulu Perindu yang merasa air minum mereka berasa Detergent.

Ketua RT 25 Bulu Perindu, Ismail mengungkapkan, selama ini belum ada sentuhan dari Pemerintah Kabupaten Bulungan untuk penyediaan air bersih. Kondisi itu, membuat warganya terpaksa menggunakan air Sungai Kayan untuk kebutuhan sehari-hari.

 “Karena banyak warga di sini keuanganya termasuk dalam kelas menengah ke bawah. Sehingga jika untuk membeli air bersih terus menerus banyak yang tidak mampu,” ucapnya kepada Bulungan Post, Kamis (7/9).

Ismail mengungkapkan bahwa dirinya sudah sering menyampaikan keluhan warganya pada saat musyawaran rencana pembangunan (Musrenbang) di tingkat kecamatan,”Setiap diadakan musrenbang saya selaku RT sudah sering menyampaikan bahwa kami susah untuk akses air bersih. Tapi tidak ada juga tanggapan dari kecamatan ataupun dari dinas terkait,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, bahwa warganya telah jenuh untuk menyampaikan keluhan mereka terkait susahnya air bersih karena tidak ada upaya dari pemerintah untuk menyelesaikan persoalan tersebut. “Warga di sini sudah jenuh. Sampai ada warga yang berpikir bahwa desa Bulu Perindu tidak pernah diperhatikan. Seharusnya pemerintah memperlakukan kami sama dengan desa yang lainya. Karena kita juga termasuk warga Kabupaten Bulungan,” ujarnya.

Ditemui di tempat yang sama, Jahare seorang warga Bulu Perindu mengaku masih menggantungkan kebutuhan air untuk minum dan masak dari Sungai Kayan. Meskipun ia tahu bahwa air Sungai Kayan sudah tidak layak untuk dikonsumsi.

”Bisa dilihat dengan mata telanjang bahwa di pinggiran sungai banyak jamban berjejeran. Orang mencuci pakaian, dan di situ pula juga kami ambil air untuk dimasak agar bisa digunakan untuk minum,” ungkapnya.

Untuk mengakali agar bisa mendapatkan setidaknya air yang jauh dari kotoran, Jahare menunggu hingga tengah malam. “Kalau siang kan banyak orang yang mencuci atau pun buang air besar. Jadi kita di sini tidak bisa mengambil air sungai untuk dimasak. Bisanya tengah malam saja karena pada saat itu tidak ada warga lainya yang beraktivitas,”tuturnya

Ia berharap bahwa pemerintah memperhatikan warga Bulu Perindu, karena untuk hidup sehat akses air bersih sangat dibutuhkan. “Bagaimana kita mau sehat jika kami di sini masih menggunakan air Sungai Kayan yang sudah keruh dan berlumpur,” keluhnya.

Musa Ketua RT 17 Bulu Perindu turut mengamini ihwal keluhan dari warga RT 25. Ia mengungkapkan jika akes air bersih tidak bisa disalurkan di desanya, pemerintah sejauh ini hanya memberikan tangki air untuk setiap rumah agar bisa menampung air hujan khusus untuk diminum. ”Biarlah untuk mencuci pakaian kami gunakan air sungai, selebihnya untuk minum kami gunakan air hujan. Karena jika berharap minum air galon setiap harinya, tidak semua warga di sini mampu,” pungkasnya. (*tyo/rio)


BACA JUGA

Rabu, 20 September 2017 13:13

2016, Orang Miskin di Kaltara 178.834 Jiwa

TANJUNG SELOR – Jumlah warga miskin berdasarkan data yang diperoleh Dinas Sosial Kaltara mencapai…

Selasa, 19 September 2017 14:27

Klaim ‘Hanya’ Dibuka Sepekan

TARAKAN – General Manager PT Telkom Witel Kaltara Prio Sesanto memastikan klaim yang dijanji kepada…

Senin, 18 September 2017 12:45

Hewan Peliharaan Dilepas, Pemilik Bisa Dipenjara

TANJUNG SELOR – Keberadaan Perda Nomor 25 Tahun 2002 tentang Ketertiban dan Kebersihan Lingkungan…

Senin, 18 September 2017 12:43

Petani Sayur Gagal Panen

TANJUNG SELOR – Hujan yang mengguyur Tanjung Selor sejak beberapa hari belakangan ini, membuat…

Senin, 18 September 2017 12:40

Desak Perusahaan Siapkan Air Bersih

TANJUNG SELOR - Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) meminta pemerintah tidak hanya fokus pada masalah…

Senin, 18 September 2017 12:38

Ulah Sopir Truk Bikin Kesal Warga

TANJUNG SELOR – Ulah sopir truk pengakut buah kelapa sawit yang melintas di jalan Trans Kaltara…

Minggu, 17 September 2017 14:11

Kaltara Kekurangan Blangko Ratusan Ribu

TANJUNG SELOR – Perekaman KTP elektronik atau KTP-el masih terus dilakukan Dinas Kependudukan…

Minggu, 17 September 2017 14:08

Tak Boleh Bawa Handphone saat Tes

PENDAFTAR CPNS agar memperhatikan ketentuan ketika nantinya mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD)…

Sabtu, 16 September 2017 13:42

Sirkuit Jadi Tempat Pesta Miras, Tembok Dicoret, Lampu Dicuri

TANJUNG SELOR – Kondisi Sirkuit Bumi Rahayu yang terletak di Kilometer 9 Tanjung Selor semakin…

Sabtu, 16 September 2017 13:40

Raperda Pendidikan Terganjal Aturan Pusat

TANJUNG SELOR – Seringnya pemerintah pusat mengganti peraturan, berimbas terhadap daerah. Rancangan…

Tahun Depan, Anak Wajib Miliki KIA

Kaltara Kekurangan Blangko Ratusan Ribu

Hewan Peliharaan Dilepas, Pemilik Bisa Dipenjara

Sirkuit Jadi Tempat Pesta Miras, Tembok Dicoret, Lampu Dicuri

Demi Berobat, dari Nunukan Rela ke Tanjung Selor

2016, Orang Miskin di Kaltara 178.834 Jiwa

14 Rumah Warga Bakal Direnovasi

Miras Tak Jadi Prioritas Satpol PP

Tak Boleh Bawa Handphone saat Tes

Ulah Sopir Truk Bikin Kesal Warga
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .