MANAGED BY:
JUMAT
22 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Rabu, 06 September 2017 00:12
Beras di Tanjung Selor di Atas HET, Pedagang dan Disperindag Sama-Sama Tak Tahu
KEBUTUHAN: Pemerintah telah menetapkan HET beras per 1 September lalu. Namun pedagang mengaku belum tahu.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pedagang tak bisa lagi menjual beras dengan harga mahal. Pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) beras yang mulai berlaku 1 September lalu.

HET yang ditetapkan pemerintah pun telah disesuaikan dengan zonasi. Untuk wilayah Jawa, Sumatra Selatan, Bali, Lampung, NTB dan Sulawesi, ditetapkan harga Rp 9.450/kg untuk beras medium dan premium Rp 12.800/kg.

Sementara untuk wilayah lain yang membutuhkan ongkos transportasi, harga tersebut ditambah Rp 500. Misal, di NTT dan Kalimantan, harga beras medium dipatok Rp 9.950/kg dan premium Rp 13.300/kg.

Namun, penetapan HET beras tersebut belum diketahui pedagang di Tanjung selor. Pedagang yang ada di Pasar Induk, misalnya. Yang mengaku membeli beras dalam kemasan 20 kg dengan harga Rp 203 ribu.

Apabila dijuar per kg, maka beras medium dijual sekira Rp 11 ribu hingga Rp 12 ribu. “Paling tinggi saya menjual eceran beras per kilonya kena Rp 13 ribu. Saya belum mengetahui ada penetapan harga eceran tertinggi saat ini,” ujarnya, Selasa (5/9).

Pernyataan senada pun diutarakan Aulia, pedagang lainnya yang menjual beras medium per kg Rp 12 ribu. Sedangkan untuk beras premium dijual Rp 12 ribu per kg. “Belum tahu ada harga eceran tertinggi untuk beras yang sudah ditetapkan. Jadi harga eceran beras dijual bervariasi per kilonya,” tuturnya.

Meskipun HET beras telah ditetapkan, dirinya mengaku biasanya menjual beras per karung. Untuk beras 20 kg, biasanya harga yang dipatok sekira Rp 205 ribu hingga Rp 260 ribu. “Untung menjual beras ukuran 20 kg ini tidak terlalu besar, hanya Rp 5 ribu. Sementara ini belum ada kenaikan harga untuk beras ukuran 20 kg,” sebutnya.

Lain hal Ari yang menjual beras eceran, baik medium maupun premium. Dia mengatakan, untuk beras medium biasanya dijual dengan harga Rp 13 ribu per kg. Beras premium Rp 12 ribu per kg, termasuk yang beras super Rp 14 ribu per kg.

Beras premium yang biasa Ari beli dipatok dengan harga Rp 260 ribu per karung. Ketika harus mengikuti HET masih tidak terlalu terbebani. Yang menjadi beban untuk jenis beras medium, sesuai HET Rp 9.950/kg, sementara per karung ukuran 20 kg dikenakan harga Rp 240 ribu.

“Kami jual eceran Rp 13 ribu per kilo agar kembali modal, meskipun tidak besar keuntungan yang diperoleh. Tapi bila menjual sesuai HET untuk jenis beras medium, masih jauh dari modal awal,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Konsumen Disperindagkop Kaltara Septi Yustina, juga mengaku belum tahu adanya penetapan HET beras dari Menteri Perdagangan. “Kami belum terima edaran terkait penetapan HET beras yang terbaru. Bila sudah ada, kami juga upayakan lakukan monitoring harga di pasar,” singkatnya. (uno/fen)


BACA JUGA

Rabu, 13 September 2017 11:46

Eksploitasi Kepiting Berdampak ke Budidaya Soka

TARAKAN – Penangkapan atau eksploitasi kepiting besar-besaran, terutama kepiting bertelur untuk…

Selasa, 12 September 2017 12:06

Pembudidaya Rumput Laut Gelisah

TARAKAN – Sejumlah pembudidaya rumput laut di kawasan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur sedang…

Minggu, 10 September 2017 13:38

Investor Tak Serius, Izin Terancam Dibatalkan

TANJUNG SELOR – Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) memang membuka keran investasi bagi investor…

Sabtu, 09 September 2017 12:24

Pilih Berjualan di Atas Trotoar

TANJUNG SELOR – Pasar Induk Tanjung Selor yang berada di Jalan Sengkawit, belum terlihat rapi…

Jumat, 08 September 2017 12:10

Maksimalkan PAD, UPT BPPRD Tarakan Jemput Bola

TARAKAN –  Memaksimalkan perolehan pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak kendaraan bermotor,…

Jumat, 08 September 2017 11:41

Pemprov Samakan Persepsi soal Investasi PLTA

TANJUNG SELOR - Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) sangat serius melakukan upaya pengembangan kelistrikan.…

Rabu, 06 September 2017 00:39

Defisit Pengaruhi Daya Beli Warga

TARAKAN – Defisit anggaran yang dialami Pemkot Tarakan juga berimbas pada perekonomi. Daya beli…

Rabu, 06 September 2017 00:15

MANTAP... Investasi Tiongkok di Kaltara USD 45,98 M

TANJUNG SELOR – Pemerintah kembali menindaklanjuti kerja sama investasi dengan Tiongkok. Selasa…

Rabu, 06 September 2017 00:12

Beras di Tanjung Selor di Atas HET, Pedagang dan Disperindag Sama-Sama Tak Tahu

TANJUNG SELOR – Pedagang tak bisa lagi menjual beras dengan harga mahal. Pemerintah telah menetapkan…

Senin, 04 September 2017 00:26

Tekan Harga di Perbatasan, Bangun Toko Indonesia

TANJUNG SELOR - Pemerintah provinsi terus berupaya menekan harga kebutuhan pokok di wilayah perbatasan.…

Pengurangan Kuota Tabung Melon Hanya Isu

Tarif Peti Kemas Masih Normal

Harga Normal, Pasar Induk Sepi Pembeli

Ekonomi Kaltara Terbaik di Kalimantan

Kejar PAD, Pajak Konsumen Kembali Diterapkan

Luhut Kaget Progres Investasi di Kaltara, Gubernur Tak Ingin Jemawa
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .