MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Rabu, 06 September 2017 00:12
Beras di Tanjung Selor di Atas HET, Pedagang dan Disperindag Sama-Sama Tak Tahu
KEBUTUHAN: Pemerintah telah menetapkan HET beras per 1 September lalu. Namun pedagang mengaku belum tahu.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pedagang tak bisa lagi menjual beras dengan harga mahal. Pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) beras yang mulai berlaku 1 September lalu.

HET yang ditetapkan pemerintah pun telah disesuaikan dengan zonasi. Untuk wilayah Jawa, Sumatra Selatan, Bali, Lampung, NTB dan Sulawesi, ditetapkan harga Rp 9.450/kg untuk beras medium dan premium Rp 12.800/kg.

Sementara untuk wilayah lain yang membutuhkan ongkos transportasi, harga tersebut ditambah Rp 500. Misal, di NTT dan Kalimantan, harga beras medium dipatok Rp 9.950/kg dan premium Rp 13.300/kg.

Namun, penetapan HET beras tersebut belum diketahui pedagang di Tanjung selor. Pedagang yang ada di Pasar Induk, misalnya. Yang mengaku membeli beras dalam kemasan 20 kg dengan harga Rp 203 ribu.

Apabila dijuar per kg, maka beras medium dijual sekira Rp 11 ribu hingga Rp 12 ribu. “Paling tinggi saya menjual eceran beras per kilonya kena Rp 13 ribu. Saya belum mengetahui ada penetapan harga eceran tertinggi saat ini,” ujarnya, Selasa (5/9).

Pernyataan senada pun diutarakan Aulia, pedagang lainnya yang menjual beras medium per kg Rp 12 ribu. Sedangkan untuk beras premium dijual Rp 12 ribu per kg. “Belum tahu ada harga eceran tertinggi untuk beras yang sudah ditetapkan. Jadi harga eceran beras dijual bervariasi per kilonya,” tuturnya.

Meskipun HET beras telah ditetapkan, dirinya mengaku biasanya menjual beras per karung. Untuk beras 20 kg, biasanya harga yang dipatok sekira Rp 205 ribu hingga Rp 260 ribu. “Untung menjual beras ukuran 20 kg ini tidak terlalu besar, hanya Rp 5 ribu. Sementara ini belum ada kenaikan harga untuk beras ukuran 20 kg,” sebutnya.

Lain hal Ari yang menjual beras eceran, baik medium maupun premium. Dia mengatakan, untuk beras medium biasanya dijual dengan harga Rp 13 ribu per kg. Beras premium Rp 12 ribu per kg, termasuk yang beras super Rp 14 ribu per kg.

Beras premium yang biasa Ari beli dipatok dengan harga Rp 260 ribu per karung. Ketika harus mengikuti HET masih tidak terlalu terbebani. Yang menjadi beban untuk jenis beras medium, sesuai HET Rp 9.950/kg, sementara per karung ukuran 20 kg dikenakan harga Rp 240 ribu.

“Kami jual eceran Rp 13 ribu per kilo agar kembali modal, meskipun tidak besar keuntungan yang diperoleh. Tapi bila menjual sesuai HET untuk jenis beras medium, masih jauh dari modal awal,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Konsumen Disperindagkop Kaltara Septi Yustina, juga mengaku belum tahu adanya penetapan HET beras dari Menteri Perdagangan. “Kami belum terima edaran terkait penetapan HET beras yang terbaru. Bila sudah ada, kami juga upayakan lakukan monitoring harga di pasar,” singkatnya. (uno/fen)


BACA JUGA

Kamis, 08 Februari 2018 12:39

Pengembang Mulai Lirik Kaltara

TANJUNG SELOR – Ibu kota Kalimantan Utara mulai dilirik para pengembang untuk membangun perumahan.…

Selasa, 06 Februari 2018 14:54

Izin AXA Life Indonesia Dicabut

TARAKAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin operasional PT AXA Life Indonesia (ALI).…

Senin, 05 Februari 2018 16:24

DAK Fisik Kaltara Turun

TANJUNG SELOR - Dana alokasi khusus (DAK) fisik untuk Kaltara pada tahun ini mengalami penurunan bila…

Sabtu, 03 Februari 2018 12:56

Pelindo Lanjutkan Kerja Sama

TARAKAN – Di tengah ancaman kehilangan pendapatan asli daerah (PAD) menyusul akan diambilalihnya…

Jumat, 02 Februari 2018 13:52

Investor Belanda Jajaki Peluang Investasi

TARAKAN – Potensi yang dimiliki kabupaten/kota di Kaltara tidak hanya dilirik para pemodal dalam…

Jumat, 02 Februari 2018 13:43

DKP Akan Silaturahmi ke Pemkot

KEPALA Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara Amir Bakrie menyatakan dalam waktu dekat akan bersilaturahmi…

Jumat, 02 Februari 2018 13:41

Penyumbang PAD Miliaran Rupiah, Pelabuhan Tengkayu II yang Akan Beralih ke Pemprov

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan sepertinya masih berpikir panjang untuk bisa melepas tiga aset…

Senin, 29 Januari 2018 10:26

Tak Sesuai HET, Bisa Disanksi

TARAKAN – Kepala Dinas Perdagagan Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) Tarakan Tajuddin Tuwo mengakui…

Senin, 29 Januari 2018 10:18

Perda Zonasi Pengaruhi Investasi

TANJUNG SELOR - Pemprov dan DPRD Kaltara sudah menyepakati 13 rancangan peraturan daerah (Raperda) yang…

Minggu, 28 Januari 2018 14:39

BUMDes Bisa Jadi Penyalur Pupuk

TANJUNG SELOR – Pemerintah memberikan subsidi pupuk kepada petani dalam rangka meningkatkan produksi…

LUMAYAN..!! Tol Udara Kaltara Dijatah Rp 5 M

Pasokan Kebutuhan Pokok Tersendat, Biaya Hidup di Apau Kayan Semakin Mahal

Produk Unggulan Belum Tembus Pasar Ekspor

Beras Malaysia Dipasok ke Tarakan

Harga Cabai Semakin ‘Pedas’

Kawasan Wisata Jadi Pengembangan UMKM

Jumlah Koperasi Aktif Bertambah
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .