MANAGED BY:
SABTU
21 JULI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 31 Agustus 2017 11:47
Uang PKH Bukan untuk Beli Rokok
BANTUAN PUSAT: Simulasi penggunanaan ATM PKH di gedung serba guna Kantor Wali Kota Tarakan, Rabu (30/8).

PROKAL.CO, TARAKAN – Program Keluarga Harapan (PKH) yang digagas pemerintah melalui Kementerian Sosial, kembali digulirkan tahun ini. Di Tarakan, sejak mendapatkan bantuan mulai 2013, sebanyak 2.258 keluarga telah menerima manfaat dari program tersebut.

Tahun ini, nilai bantuan setiap keluarga mencapai Rp 1.850.000 yang sedianya didistribusikan dalam empat tahap. Untuk tiga tahap awal (Januari–Agustus) dicairkan sekaligus pada bulan ini yang nilainya mencapai Rp 1,5 juta. Sisanya akan diberikan pada November–Desember.

Menteri Sosial menginginkan kepada penerima manfaat agar menggunakan bantuan tersebut sesuai yang diharapkan. Jangan sampai uang digunakan untuk kebutuhan tidak bermanfaat. Apalagi, sampai mengancam kesehatan seperti merokok.

Sebab, program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengubah perilaku peserta PKH yang kurang mendukung, juga sebagai upaya peningkataan kesejahteraan, serta memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

“Saran saya untuk para suami, ini pesan Ibu Menteri, bahkan Presiden. Kalau ketahuan uang PKH dipakai beli rokok, beli pulsa, maka kata Presiden akan dicabut,” tegas staf khusus Menteri Sosial Bidang Hubungan dan Kemitraan Sus Eko Zuhri Ernanda, Rabu (30/8).

Menurut Eko, banyak kebutuhan yang bisa dipenuhi dari program ini. Selain dapat dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) menjelang Hari Raya Iduladha, juga bisa untuk keperluan sekolah. Bahkan bisa ditabung untuk mengantisipasi keperluan mendesak di masa mendatang.

Sehingga, meskipun nilainya terbilang kecil, yang terpenting manfaatnya benar-benar bisa dirasakan keluarga penerima bantuan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

Yang menarik, tahun ini pendistribusiannya tidak lagi diserahkan dengan tunai melalui kantor pos seperti sebelumnya. Namun, penyalurannya bersifat nontunai melalui bank yang ditunjuk pemerintah.

Warga penerima manfaat hanya diberikan buku tabungan dan kartu anjungan tunai mandiri (ATM) yang bisa digunakan untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan, atau pun menarik uang di ATM. Namun, jika digunakan membeli barang di agen-agen yang sudah ditunjuk, tidak semua barang boleh dibeli.

Ke depan, ATM ini nantinya bersifat sangat istimewa karena bisa dimasuki bantuan sosial program pemerintah lainnya. Seperti bantuan subsidi LPG 3 kilogram atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pengganti Beras Rakyat Sejahtera (Rastra).    

“Dia tidak akan bisa diambil cash dan tidak bisa dibelikan bahan lainnya, hanya bahan pokok itu saja yang ditentukan,” sambung Eko.

Adapun warga yang mendapatkan, kata Eko, ditentukan berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) yang diolah pemerintah daerah setempat, lalu di kirim ke pusat.

Tahun ini, ada sekitar 7 persen atau 6 juta keluarga dari total penduduk Indonesia yang mendapatkannya. Tahun depan, kata Eko, akan ditingkatkan hingga 10 juta keluarga.

Bagi Indra Prianana, salah seorang warga, program ini sangat bermanfaat. Bantuan tersebut akan dimanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Indra memiliki 6 anak. Sementara suaminya hanya bekerja serabutan.

“Rencananya untuk anak-anak, untuk makan kalau beras habis,” kata warga Kelurahan Kampung Empat ini.

Senada Ibu Indra, Laode Fuatna juga merasa terbantu dengan program PKH ini. Rencananya, dana tersebut dimanfaatkan untuk membiayai sekolah anaknya. “Kalau ada sisanya untuk biaya makan juga,” ujar ibu empat anak ini. (mrs/fen)


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 01:56

Korsleting Listrik, Api Bakar Atap Rumah

TANJUNG SELOR - Rumah milik Petlen, 59 tahun, yang berada di Jalan Perdamaian RT 79 Kelurahan Tanjung…

Kamis, 19 Juli 2018 01:54

Berharap Kesetiaan Pelanggan, Hemat Waktu dan Isi Dompet

Perahu bermesin tempel terlihat lalu lalang di Sungai Kayan. Moda transportasi tradisional itu masih…

Kamis, 19 Juli 2018 01:49

Perlu Pendataan Ulang

ADA 11 aset yang dikembalikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara ke Pemerintah Kabupaten Bulungan,…

Rabu, 18 Juli 2018 14:40

Sepekan, Tujuh Kasus Narkoba Diungkap

TANJUNG SELOR - Direktorat Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Kaltara selama sepekan ini berhasil…

Rabu, 18 Juli 2018 14:29

Tak Ada Tambahan Waktu

TANJUNG SELOR – Jelang batas akhir pendaftaran calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

Rabu, 18 Juli 2018 14:28

Bikin Keluarga Terkejut, Dikenal Bersahaja dan Pekerja Keras

Muhammad Riharja harus pulang ke kampung halaman dalam keadaan tragis. Ia dibunuh oleh orang gila, saat…

Rabu, 18 Juli 2018 14:25

Pasar Induk Akan Direvitalisasi

PEMERINTAH Kabupaten Bulungan terus berkomitmen agar dapat meraih Adipura pada 2020 mendatang. Untuk…

Selasa, 17 Juli 2018 14:35

Sabu 1,049 Kg Dilarutkan ke Air

TANJUNG SELOR - Direktorat Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Kaltara melakukan pemusnahan barang…

Selasa, 17 Juli 2018 14:28

DLH Libatkan Gaul Bah

PERSOALAN sampah masih menjadi pekerjaan rumah bagi setiap pemerintah daerah. Termasuk Pemkab Bulungan.…

Selasa, 17 Juli 2018 14:26

Gandeng UBT dan INOVASI Kembangkan Literasi hingga Pedalaman

Tingkat keterampilan membaca anak-anak Indonesia, terutama untuk kategori kelas awal, yakni kelas I…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .