MANAGED BY:
SABTU
16 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Minggu, 13 Agustus 2017 11:08
Ekspor Udang Kaltara Terus Turun

Petambak Diwanti-wanti Tak Gunakan Bahan Kimia

Husna Ersant Dirgantara

PROKAL.CO, TARAKAN – Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3) Tarakan berupaya meningkatkan kembali nilai ekspor udang ke sejumlah negara yang dalam tiga tahun terakhir mengalami fluktuatif.

Berdasarkan catatan DP3 Tarakan, 2014 lalu nilai eskpor udang Tarakan bisa menembus 8.998 ton. Namun di 2015 turun menjadi 8.286 ton. Sementara tahun lalu mencapai 6.714 ton. Padahal, udang merupakan hasil perikanan andalan Tarakan untuk diekspor.

Menurut Kepala Bidang Perikanan DP3 Tarakan Husna Ersant Dirgantara, salah satu faktor penyebab turunnya ekspor karena masih ada petambak yang menggunakan bahan kimia, terutama Tiodan untuk membersihkan hama di tambak.

Padahal, kata dia, meskipun manfaatnya cukup efektif membunuh hama dalam waktu singkat, namun tidak baik digunakan untuk pemanfaatan tambak dalam jangka panjang. Sebab, akan merusak ekosistem di dalam tambak dan berdampak pada kualitas udang yang dihasilkan.

“Dengan memberikan racun Tiodan memang instan, langsung mati. Tapi efeknya nanti kesuburan tanah akan menurun. Akibatnya, yang selama ini dengan sistem tradisional kita tidak memberikan pakan, hanya dari pakan alami yang tumbuh seperti plankton. Kalau (plankton, Red) itu tidak ada, otomatis produksi akan turun,” ujarnya, Kamis (10/8).

“Makanya dari dulu Dinas Perikanan tidak menganjurkan penggunaan Tiodan, karena terlalu keras. Kami lebih mengusulkan menggunakan Saponin karena lebih ramah lingkungan. Tapi memang biaya lebih mahal dan penggunaannya pun lebih banyak, sehingga ada beberapa petambak yang ingin instan menggunakan Tiodan,” sambungnya.

Pihaknya bersama Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kalimantan Utara akan menurunkan tim pemantauan penggunaan bahan kimia di tambak-tambak. Dari pantauan tim nantinya diharapkan petambak bisa menggunakan bahan kimia yang terdaftar dan ada izin edarnya.

Menurut Ersant, larangan pengunaan Tiodan untuk tambak sebenarnya bukan hanya diterapkan di Tarakan atau Kaltara saja. Tapi, masyarakat Uni Eropa juga sudah tidak memperbolehkan penggunaan bahan kimia untuk budidaya tambak.

“Saat ini, Uni Eropa sangat genjar untuk pelarangan penggunaan bahan kimia. Makanya kemarin kita sempat didatangi Uni Eropa. Mereka mewanti-wanti jangan ada penggunaan bahan kimia di Kaltara,” tuturnya.

Terlepas hal itu, Ersan mengungkapkan bahwa penggunaan bahan kimia sebenarnya hanyalah satu di antara sejumlah faktor penyebab menurunnya ekspor udang dari Tarakan. 

Faktor lain adalah daya dukung lahan yang juga sudah turun, karena pemanfaatan tambak kebanyakan usianya sudah belasan hingga puluhan tahun. Selain itu, kualitas air juga ikut memengaruhi akibat pertumbuhan penduduk dan industri di sekitar tambak. Ini erat kaitannya dengan pencemaran lingkungan. 

“Seperti perkebunan sawit, batu bara di Sekatak, itu sangat memengaruhi karena mereka pasti menggunakan bahan kimia seperti mercury. Itu nantinya akan memengaruhi kualitas air di lingkungan tambak,” paparnya.

“Jadi, banyak faktor yang sebetulnya menyebabkan penurunan produksi udang kita. Sekitar 10 sampai 15 persen setiap tahunnya,” tambahnya.

Untuk meningkatkan produksi, dia mengaku dari segi teknis merupakan ranah pihaknya. Tapi, dari secara keseluruhan menjadi tanggung jawab semua pihak. Mulai dari di hulu seperti provinsi mengatur bagaimana adanya industri, kemudian melakukan pembinaan, termasuk masalah kualitas bibit.

“Makanya kami berupaya menyediakan bibit yang berkualitas,” imbuhnya. (mrs/fen)


BACA JUGA

Sabtu, 09 Desember 2017 12:54

Integrasikan Perkebunan dan Peternakan, Perusahaan Diminta Bantu Sapi

TANJUNG SELOR – Kebutuhan pangan di Kalimantan Utara (Kaltara) masih bergantung pada pasokan dari…

Jumat, 08 Desember 2017 13:34

Kebutuhan Pangan Dipastikan Aman

TANJUNG SELOR – Jelang Natal dan tahun baru stok kebutuhan pangan di Kaltara dipastikan aman.…

Kamis, 07 Desember 2017 13:30

Disperindag Segera Pantau Harga

TANJUNG SELOR – Untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan pokok jelang Natal dan tahun baru, Dinas…

Kamis, 07 Desember 2017 13:06

Izin Pabrik CPO Terkendala Status Lahan

TANJUNG SELOR – Perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu usaha yang mendominasi di Kabupaten…

Kamis, 07 Desember 2017 13:03

Siapkan Uang Receh

BANK Indonesia (BI) Perwakilan Kaltara akan menyiapkan uang pecahan kecil jelang Natal dan tahun baru.…

Selasa, 05 Desember 2017 12:26

Pelaku UKM Belum Kantongi Izin HKI

TANJUNG SELOR – Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Disperindagkop dan UMKM Bulungan Gerilyawansyah…

Senin, 04 Desember 2017 13:01

ADUH !!! Cetak Sawah Belum Capai Target

TANJUNG SELOR – Percepatan cetak sawah baru untuk mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Bulungan,…

Minggu, 03 Desember 2017 14:17

Dorong Pemkab Gerakan Ekonomi Masyarakat

TANJUNG SELOR - Turunnya APBD Bulungan 2018 bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Dikatakan…

Minggu, 03 Desember 2017 14:13

Perlu Pasar Khusus Daging

TANJUNG SELOR - Kebersihan dan kesehatan pangan menjadi hal yang perlu diperhatikan demi pelayanan yang…

Kamis, 30 November 2017 13:55

DAK Kaltara Dipastikan Turun

TANJUNG SELOR – Penyaluran dana alokasi khusus (DAK) untuk Kalimantan Utara pada 2018 kemungkinan…

Program Cetak Sawah Baru 52 Persen

Produk UMKM Terkendala Pasar dan Kemasan

Integrasikan Perkebunan dan Peternakan, Perusahaan Diminta Bantu Sapi

Ekspor Ilegal Kepiting Jadi Ancaman Kepunahan

Wujudkan Sumber Benih di Kaltara

Antisipasi Uang Jelang Pilkada

Optimistis Ekonomi Kaltara Capai 6 Persen

Cari Solusi Tarif Bongkar Muat, Dishub Gelar Pertemuan dengan TKBM dan PBM

Tim Wanti-Wanti Pedagang, Stok Kebutuhan Pokok Mencukupi

Pajak Kendaraan Lebih Dioptimalkan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .