MANAGED BY:
SENIN
23 JULI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Minggu, 13 Agustus 2017 11:08
Ekspor Udang Kaltara Terus Turun

Petambak Diwanti-wanti Tak Gunakan Bahan Kimia

Husna Ersant Dirgantara

PROKAL.CO, TARAKAN – Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3) Tarakan berupaya meningkatkan kembali nilai ekspor udang ke sejumlah negara yang dalam tiga tahun terakhir mengalami fluktuatif.

Berdasarkan catatan DP3 Tarakan, 2014 lalu nilai eskpor udang Tarakan bisa menembus 8.998 ton. Namun di 2015 turun menjadi 8.286 ton. Sementara tahun lalu mencapai 6.714 ton. Padahal, udang merupakan hasil perikanan andalan Tarakan untuk diekspor.

Menurut Kepala Bidang Perikanan DP3 Tarakan Husna Ersant Dirgantara, salah satu faktor penyebab turunnya ekspor karena masih ada petambak yang menggunakan bahan kimia, terutama Tiodan untuk membersihkan hama di tambak.

Padahal, kata dia, meskipun manfaatnya cukup efektif membunuh hama dalam waktu singkat, namun tidak baik digunakan untuk pemanfaatan tambak dalam jangka panjang. Sebab, akan merusak ekosistem di dalam tambak dan berdampak pada kualitas udang yang dihasilkan.

“Dengan memberikan racun Tiodan memang instan, langsung mati. Tapi efeknya nanti kesuburan tanah akan menurun. Akibatnya, yang selama ini dengan sistem tradisional kita tidak memberikan pakan, hanya dari pakan alami yang tumbuh seperti plankton. Kalau (plankton, Red) itu tidak ada, otomatis produksi akan turun,” ujarnya, Kamis (10/8).

“Makanya dari dulu Dinas Perikanan tidak menganjurkan penggunaan Tiodan, karena terlalu keras. Kami lebih mengusulkan menggunakan Saponin karena lebih ramah lingkungan. Tapi memang biaya lebih mahal dan penggunaannya pun lebih banyak, sehingga ada beberapa petambak yang ingin instan menggunakan Tiodan,” sambungnya.

Pihaknya bersama Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kalimantan Utara akan menurunkan tim pemantauan penggunaan bahan kimia di tambak-tambak. Dari pantauan tim nantinya diharapkan petambak bisa menggunakan bahan kimia yang terdaftar dan ada izin edarnya.

Menurut Ersant, larangan pengunaan Tiodan untuk tambak sebenarnya bukan hanya diterapkan di Tarakan atau Kaltara saja. Tapi, masyarakat Uni Eropa juga sudah tidak memperbolehkan penggunaan bahan kimia untuk budidaya tambak.

“Saat ini, Uni Eropa sangat genjar untuk pelarangan penggunaan bahan kimia. Makanya kemarin kita sempat didatangi Uni Eropa. Mereka mewanti-wanti jangan ada penggunaan bahan kimia di Kaltara,” tuturnya.

Terlepas hal itu, Ersan mengungkapkan bahwa penggunaan bahan kimia sebenarnya hanyalah satu di antara sejumlah faktor penyebab menurunnya ekspor udang dari Tarakan. 

Faktor lain adalah daya dukung lahan yang juga sudah turun, karena pemanfaatan tambak kebanyakan usianya sudah belasan hingga puluhan tahun. Selain itu, kualitas air juga ikut memengaruhi akibat pertumbuhan penduduk dan industri di sekitar tambak. Ini erat kaitannya dengan pencemaran lingkungan. 

“Seperti perkebunan sawit, batu bara di Sekatak, itu sangat memengaruhi karena mereka pasti menggunakan bahan kimia seperti mercury. Itu nantinya akan memengaruhi kualitas air di lingkungan tambak,” paparnya.

“Jadi, banyak faktor yang sebetulnya menyebabkan penurunan produksi udang kita. Sekitar 10 sampai 15 persen setiap tahunnya,” tambahnya.

Untuk meningkatkan produksi, dia mengaku dari segi teknis merupakan ranah pihaknya. Tapi, dari secara keseluruhan menjadi tanggung jawab semua pihak. Mulai dari di hulu seperti provinsi mengatur bagaimana adanya industri, kemudian melakukan pembinaan, termasuk masalah kualitas bibit.

“Makanya kami berupaya menyediakan bibit yang berkualitas,” imbuhnya. (mrs/fen)


BACA JUGA

Jumat, 06 Juli 2018 12:43

Tiket Pesawat Penyumbang Tertinggi

MOMEN Lebaran membuat inflasi di Bumi Benuanta melonjak di luar perkiraaan. Laporan Badan Pusat Statistik…

Rabu, 04 Juli 2018 18:44

Tak Memengaruhi Daya Beli Masyarakat

KENAIKAN harga BBM nonsubsidi sejatinya dikarenakan oleh meroketnya harga minyak dunia yang rata-rata…

Rabu, 04 Juli 2018 18:43

Harga BBM Nonsubsidi Naik

TARAKAN – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk nonsubsidi mengalami kenaikan. Namun,…

Sabtu, 30 Juni 2018 01:30

Disdagkop Pastikan Stok Telur Kembali Aman

TARAKAN – Gejolak harga telur ayam yang naik drastis dalam beberapa hari disebabkan kekurangan…

Jumat, 29 Juni 2018 13:18

Stok Habis, Pedagang Telur Libur Jualan

TARAKAN - Meski libur Lebaran telah usai, namun pedagang telur di Pasar Tenguyun dan Pasar Gusher, Tarakan…

Selasa, 26 Juni 2018 14:41

Perputaran Uang Hampir Rp 600 M

TARAKAN – Perputaran uang di Kalimantan Utara selama Ramadan dan Lebaran Idulfitri tahun ini,…

Selasa, 26 Juni 2018 14:35

Kuota Dikurangi, Pekerja Terancam

TANJUNG SELOR - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada tahun ini menetapkan kuota produksi…

Jumat, 22 Juni 2018 15:41

Lebaran Ketupat, Tambah Pemasukan Pedagang

TARAKAN - Perayaan Lebaran Ketupat membuat  pedagang di Tarakan kebanjiran pembeli. Tradisi yang…

Kamis, 21 Juni 2018 15:10

Harga Daging Sapi Berangsur Turun

TANJUNG SELOR – Pascalibur Lebaran, harga daging sapi di Pasar Induk Tanjung Selor berangsur turun…

Kamis, 14 Juni 2018 14:26

Perputaran Uang hingga Miliaran Rupiah

TARAKAN - Hari raya Idulfitri memberi dampak signifikan pada perputaran rupiah di Bumi Benuanta. Tingginya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .