MANAGED BY:
MINGGU
20 AGUSTUS
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Minggu, 13 Agustus 2017 11:08
Ekspor Udang Kaltara Terus Turun

Petambak Diwanti-wanti Tak Gunakan Bahan Kimia

Husna Ersant Dirgantara

PROKAL.CO, TARAKAN – Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3) Tarakan berupaya meningkatkan kembali nilai ekspor udang ke sejumlah negara yang dalam tiga tahun terakhir mengalami fluktuatif.

Berdasarkan catatan DP3 Tarakan, 2014 lalu nilai eskpor udang Tarakan bisa menembus 8.998 ton. Namun di 2015 turun menjadi 8.286 ton. Sementara tahun lalu mencapai 6.714 ton. Padahal, udang merupakan hasil perikanan andalan Tarakan untuk diekspor.

Menurut Kepala Bidang Perikanan DP3 Tarakan Husna Ersant Dirgantara, salah satu faktor penyebab turunnya ekspor karena masih ada petambak yang menggunakan bahan kimia, terutama Tiodan untuk membersihkan hama di tambak.

Padahal, kata dia, meskipun manfaatnya cukup efektif membunuh hama dalam waktu singkat, namun tidak baik digunakan untuk pemanfaatan tambak dalam jangka panjang. Sebab, akan merusak ekosistem di dalam tambak dan berdampak pada kualitas udang yang dihasilkan.

“Dengan memberikan racun Tiodan memang instan, langsung mati. Tapi efeknya nanti kesuburan tanah akan menurun. Akibatnya, yang selama ini dengan sistem tradisional kita tidak memberikan pakan, hanya dari pakan alami yang tumbuh seperti plankton. Kalau (plankton, Red) itu tidak ada, otomatis produksi akan turun,” ujarnya, Kamis (10/8).

“Makanya dari dulu Dinas Perikanan tidak menganjurkan penggunaan Tiodan, karena terlalu keras. Kami lebih mengusulkan menggunakan Saponin karena lebih ramah lingkungan. Tapi memang biaya lebih mahal dan penggunaannya pun lebih banyak, sehingga ada beberapa petambak yang ingin instan menggunakan Tiodan,” sambungnya.

Pihaknya bersama Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kalimantan Utara akan menurunkan tim pemantauan penggunaan bahan kimia di tambak-tambak. Dari pantauan tim nantinya diharapkan petambak bisa menggunakan bahan kimia yang terdaftar dan ada izin edarnya.

Menurut Ersant, larangan pengunaan Tiodan untuk tambak sebenarnya bukan hanya diterapkan di Tarakan atau Kaltara saja. Tapi, masyarakat Uni Eropa juga sudah tidak memperbolehkan penggunaan bahan kimia untuk budidaya tambak.

“Saat ini, Uni Eropa sangat genjar untuk pelarangan penggunaan bahan kimia. Makanya kemarin kita sempat didatangi Uni Eropa. Mereka mewanti-wanti jangan ada penggunaan bahan kimia di Kaltara,” tuturnya.

Terlepas hal itu, Ersan mengungkapkan bahwa penggunaan bahan kimia sebenarnya hanyalah satu di antara sejumlah faktor penyebab menurunnya ekspor udang dari Tarakan. 

Faktor lain adalah daya dukung lahan yang juga sudah turun, karena pemanfaatan tambak kebanyakan usianya sudah belasan hingga puluhan tahun. Selain itu, kualitas air juga ikut memengaruhi akibat pertumbuhan penduduk dan industri di sekitar tambak. Ini erat kaitannya dengan pencemaran lingkungan. 

“Seperti perkebunan sawit, batu bara di Sekatak, itu sangat memengaruhi karena mereka pasti menggunakan bahan kimia seperti mercury. Itu nantinya akan memengaruhi kualitas air di lingkungan tambak,” paparnya.

“Jadi, banyak faktor yang sebetulnya menyebabkan penurunan produksi udang kita. Sekitar 10 sampai 15 persen setiap tahunnya,” tambahnya.

Untuk meningkatkan produksi, dia mengaku dari segi teknis merupakan ranah pihaknya. Tapi, dari secara keseluruhan menjadi tanggung jawab semua pihak. Mulai dari di hulu seperti provinsi mengatur bagaimana adanya industri, kemudian melakukan pembinaan, termasuk masalah kualitas bibit.

“Makanya kami berupaya menyediakan bibit yang berkualitas,” imbuhnya. (mrs/fen)


BACA JUGA

Minggu, 13 Agustus 2017 11:08

Ekspor Udang Kaltara Terus Turun

TARAKAN – Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3) Tarakan berupaya meningkatkan kembali nilai…

Sabtu, 12 Agustus 2017 12:31

Budidaya Ikan Kalo Belum Berhasil

TANJUNG SELOR-Upaya budidaya ikan kalo di Unit Pelayanan Pengembangan Usaha Perikanan (UPP-UP) Bulungan,…

Jumat, 11 Agustus 2017 12:28

Seekor Sapi Sebanding Harga Sepeda Motor

TARAKAN – Menyambut Iduladha menjadi momen bagi pedagang hewan kurban untuk meraup rezeki. Bahkan…

Kamis, 10 Agustus 2017 12:45

Berharap Tiket Tak Mahal

TANJUNG SELOR – Masuknya pesawat jenis ATR-72 milik maskapai Wings Air di Tanjung Selor, mendapat…

Rabu, 09 Agustus 2017 13:36

Potensi Pajak THM Menguap

TARAKAN – Perolehan pajak dari tempat hiburan malam (THM) diakui Kepala Badan Pengelolaan Retribusi…

Senin, 07 Agustus 2017 13:34

Usaha Warnet ‘Ditinggalkan’ Pelanggan

TANJUNG SELOR – Jaringan internet yang mengalami gangguan sejak beberapa hari terakhir, berimbas…

Senin, 07 Agustus 2017 13:24

Harga Kebutuhan Pokok Kembali Normal, Ikan di Tarakan Mahal

TANJUNG SELOR – Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Induk Tanjung Selor kembali normal, setelah…

Minggu, 06 Agustus 2017 13:53

Pemprov Minta Dukungan Warga, Pemkab Bulungan Harus Bergerak

TANJUNG SELOR – Pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Desa Mangkupadi…

Sabtu, 05 Agustus 2017 14:28

Tsingshan Survei Kawasan Industri

TANJUNG SELOR – Perusahaan baja asal Tiongkok, Tsingshan Holding Group, menunjukkan keseriusannya…

Jumat, 04 Agustus 2017 13:06

Beras Lokal Mulai Bersaing

TANJUNG SELOR – Beras hasil panen petani lokal Bulungan, kini mulai bersaing dengan beras-beras…

Dorong Kawasan Industri Kaltara

Ekspor Udang Kaltara Terus Turun

Pemprov Dorong Industri Pabrik Speedboat

Lapangan Pekerjaan Tak Sebanding Pencaker

Manajemen GTM Target Januari 2018

Kaltara Ditarget 2.500 Sapi Bunting

Segera Koordinasi ke Kementerian

Investor Ingin Bangun Kilang Minyak

Inalum Usulkan Penambahan Lahan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .