MANAGED BY:
RABU
22 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Sabtu, 12 Agustus 2017 12:28
Kaltara Hanya Punya 5 Pengawas, Dianggap Tak Sebanding dengan Jumlah Perusahaan
Asnawi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Jumlah pengawas ketenagakerjaan di Kalimantan Utara (Kaltara) masih sangat minim. Akibatnya, pengawasan yang dilakukan terhadap perusahaan dan tenaga kerja di Kaltara belum berjalan maksimal.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Kaltara Asnawi mengatakan, jumlah perusahaan dan luas wilayah Kaltara tidak sebanding dengan jumlah pengawas ketenagakerjaan. Dari sekitar 4.000 perusahaan yang terdata, baik perusahaan kecil maupun besar, hanya ada 5 orang pengawas.

“Sejak beralihnya pengawasan ketenagakerjaan ke provinsi, pengawas yang ada di kabupaten/kota kami tarik. Tapi jumlah perusahaan dan tenaga kerja yang ada tidak sebanding dengan jumlah pengawas,” ujarnya, Kamis (10/8).

Karena minimnya pengawas ketenagakerjaan, otomatis belum semua perusahaan yang ada di Kaltara bisa terpantau. Sehingga pihaknya tidak bisa memastikan apakah semua perusahaan sudah menjalankan Undang-Undang Ketenagkerjaan dan memenuhi kewajibannya terhadap tenaga kerjanya. “Pengawas belum bisa pantau semua. Tapi yang sudah dipantau sekitar 80 persen sudah patuh,” sebutnya.

Menurut dia, jumlah tenaga pengawas di Kaltara termasuk yang paling kecil dari daerah lain. Untuk memaksimalkan pengawasan tenaga kerja di Kaltara, paling tidak dibutukan puluhan tenaga pengawas. Selain itu, juga harus ada UPTD pengawasan ketenagakerjaan di kabupaten/kota.

“Kalau di provinsi lain, tiap daerah ada UPTD pengawasan ketenagakerjaan. Ada koordinator wilayah (korwil). Sementara di Kaltara belum ada, karena cuma ada 5 orang yang mengawasi seluruh perusahaan,” jelasnya.

Ia pun mengakui telah mengajukan formasi untuk tenaga pengawas di Kementerian Ketenagakerjaan. Saat ini, sudah ada tiga orang calon pengawas untuk Kaltara. “Ada formasi dari kementerian. Dari kementerian akan memberikan rekomendasi untuk diangkat di daerah. Tapi mereka harus ikut diklat 3 bulan. Walaupun belum resmi diangkat, kalau ada diklat, mereka boleh ikut, karena mereka memang dipersiapakan jadi pengawas,” ungkapnya.

Ia juga mengaku kementerian membuka keran bagi pegawai di Dinas Tenaga Kerja yang ingin menjadi pengawas ketenagakerjaan. “Kalau ada yang minat, ada aturannya yang membolekan,” tuntasnya. (har/fen)


BACA JUGA

Selasa, 21 November 2017 13:40

Tuntutan Warga Siap Dipenuhi

TARAKAN – Tuntutan warga agar perusahaan tambang batu bara yang telah mencemari sawah di Malinau…

Selasa, 21 November 2017 13:29

Tak Ada Kebijakan, MAF Bakal Hengkang

TARAKAN - Adanya keputusan Direktorat (Ditjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang menyatakan…

Senin, 20 November 2017 12:32

MAF Tak Boleh Pungut Biaya

TARAKAN – Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyatakan izin…

Senin, 20 November 2017 12:30

Istri Temukan Suami Tergantung

TARAKAN – AP (37), warga RT 03 Kelurahan Karang Balik, Kecamatan Tarakan Barat, ditemukan meninggal…

Sabtu, 18 November 2017 13:00

107,2 Ton Rotan Gagal Diselundupkan

TARAKAN – Satuan Tugas (Satgas) Patroli Laut Bea dan Cukai berhasil menahan sebuah kapal bermuatan…

Sabtu, 18 November 2017 12:56

Panwaslu Wanti-Wanti soal Pemalsuan Data

TARAKAN – Menjelang masuknya tahapan penyerahan berkas dukungan calon perseorangan atau independen…

Jumat, 17 November 2017 13:16

Tambah Mesin Diesel 7 MW, PLN Jamin Tak Ada Pemadaman

TARAKAN – PT PLN Tarakan Unit Layanan Khusus (ULK) Tarakan menjamin tidak akan terjadi lagi pemadaman…

Kamis, 16 November 2017 13:27

Yansen Beri Ilmu ke Mahasiswa UBT

TARAKAN – Jumlah pengangguran di Tarakan bakal bertambah, seiring akan diwisudanya 560 mahasiswa…

Kamis, 16 November 2017 13:25

AA Belum Disanksi

PEGAWAI berinisial AA yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepengurusan administrasi kependudukan,…

Rabu, 15 November 2017 15:42

Umi Klaim Kumpulkan 30 Ribu KTP

TARAKAN – Langkah istri Bupati Kabupaten Tana Tidung (KTT), Umi Suhartini untuk maju Pilwali Tarakan…

Anggaran Kurang, TPP Tertunda

Istri Temukan Suami Tergantung

Umi Klaim Kumpulkan 30 Ribu KTP

AA Belum Disanksi

Tambah Mesin Diesel 7 MW, PLN Jamin Tak Ada Pemadaman

Yansen Beri Ilmu ke Mahasiswa UBT

MAF Tak Boleh Pungut Biaya

Terkendala Blangko dan Peralatan Cetak, Pelayanan KTP-el Dikeluhkan Warga

Panwaslu Wanti-Wanti soal Pemalsuan Data

107,2 Ton Rotan Gagal Diselundupkan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .