MANAGED BY:
SENIN
23 JULI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Senin, 07 Agustus 2017 13:10
Usia 160 Tahun, Masih Mampu Melayani Pijat Urat

Nenek Sinah, Manusia Tertua di Tarakan

ORANG TERTUA: Nenek Sinah (tiga kanan) yang usianya diperkirakan 160 tahun.

PROKAL.CO, Tidak ada dokumen resmi yang membuktikan kebenarannya. Namun, anaknya mengaku bahwa ibunya, Sinah adalah manusia tertua di Tarakan dengan usia sudah mencapai 160 tahun.

 

MUHAMMAD RAJAB, Tarakan

 

Berawal dari sekelompok anak muda yang tergabung dalam Komunitas Sedekah Tarakan (KST) menghimpun berbagai informasi terkait keterbatasan ekonomi masyarakat, dan diberikan bantuan seperti kebutuhan pokok.

Dari informasi yang terkumpul, diperoleh nama Marsinah yang tinggal di Kelurahan Karang Harapan. Komunitas ini pun menuju ke rumahnya di RT 20 Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, Ahad (6/8).

Rumah semi permanen itu terlihat sangat sederhana dan tidak ada barang-barang berharga di dalamnya. Yang lebih mengharukan lagi, ternyata selain Marsinah, tinggal juga seorang nenek yang tak lain adalah Sinah.

Nenek Sinah, begitu biasa disapa, sedang tertidur di kasur yang berada di ruang tamu. Namun, begitu mengetahui ada tamu, Nenek Sinah terbangun dan duduk melayani tamu.

Sepintas, terlihat tubuhnya masih sehat, meski tidak tegap lagi berdiri seperti dulu. Matanya juga masih mampu memandang orang yang dilihatnya. Hanya pendengarannya saja yang kurang jelas. Untuk bisa berkomunikasi denganya, orang-orang harus bicara sedikit nyaring.

Ketika ditanya kepada Marsinah, ia menjelaskan bahwa ibu kandungnya itu telah berusia sekitar 160 tahun. Meskipun tidak mengetahui secara pasti kapan tanggal lahir ibunya, namun Marsinah mengaku bahwa ibunya melahirkan anak terakhir dari 13 bersaudara pada 1919 silam.

“Saya anak ke berapa tidak tahu, tetapi yang saya ingat, saya itu anak yang ke 10 ke atas. Dan menurut, cerita anak terakhir yang dilahirkan itu tahun 1919. Bayangkan sudah berapa usia ibu saya saat ini. Ibu saya ini kelahiran Blitar, Jawa Timur, dan pada tahun 1977 saya bawa ke Bulungan, lalu pindah ke Tarakan sampai sekarang,” terang Marsinah.

Mekipun hanya tinggal berdua, karena cucu dan anak–anaknya telah berkeluarga dan bekerja, tetapi kedua nenek ini mendapatkan jatah bulanan dari para anak dan cucu yang sudah bekerja untuk membeli berbagai macam kebutuhan pokok.

Selain itu, Nenek Sinah yang telah berusia lanjut masih memiliki kemampuan untuk pijat urat, meski dengan kemampuan terbatas. Dalam satu hari, ia hanya mampu melayani 2 pasien saja. Pelanggan Nenek Sinah pun dari berbagai macam kalangan, mulai dari pedagang, petani, petambak, pegawai, bahkan anggota TNI/Polri.

Keahlian Nenek Sinah ini tidak diragukan. Pasalnya, salah seorang anggota KST, Suwardi yang kram pada tangan kanannya, mengaku pijatan Nenek Sinah cukup kuat.

“Lumayan agak ringan sedikit. Mudah–mudahan cocok aja,” ujar pria yang sering disapa Chue ini.

Mengingat usia Nenek Sinah sudah cukup tua, Marsinah sering melarang ibunya untuk tidak lagi melayani pasien pijatnya. Namun, Nenek Sinah justru marah karena tidak mau mengecewakan pelanggan yang sudah datang jauh-jauh.

“Kan sudah tua juga, kami sarankan istirahat dan tidak menerima pasien lagi. Malah kami kena marah. Katanya biarkan saja, sudah datang jauh–jauh jangan dikecewakan,” tutur Marsinah.

Ditanya soal rahasia panjang umur, Marsinah mengaku ibunya lebih banyak mengonsumsi sayuran. Meskipun makanan yang berjenis daging masih bisa dimakan, tetapi porsi sayuran lebih banyak.

Bahkan dalam kuran waktu 20 tahun, Marsinah mengaku ibunya sempat tidak makan nasi, hanya sayuran. Namun dalam beberapa tahun terakhir Nenek Sinah kembali makan nasi. (*/fen)


BACA JUGA

Senin, 23 Juli 2018 12:24

Tak Ada Tanda Kekerasan, Mayat Tanpa Identitas Dikebumikan

TANJUNG SELOR - Untuk mendalami penemuan mayat tanpa identitas, Polres Bulungan melakukan autopsi menggandeng…

Minggu, 22 Juli 2018 11:08

CJH Kaltara Hanya Satu Kloter

TANJUNG SELOR - Jadwal keberangkatan calon jamaah haji (CJH) Kaltara telah ditentukan, pada 9 Agustus…

Sabtu, 21 Juli 2018 02:57

Spanduk Selamat Datang Jadi Korban Angin Kencang

DALAM 3 hari mendatang Tarakan akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi…

Sabtu, 21 Juli 2018 02:51

Bocah 9 Tahun Hilang Empat Hari

TANJUNG SELOR - Seorang bocah bernama Bayu, 9 tahun, dilaporkan hilang di hutan di Desa Labuk, Kecamatan…

Sabtu, 21 Juli 2018 02:41

Pengaturan Lalu Lintas Sudah Matang

PELAKSANAAN Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) tinggal…

Sabtu, 21 Juli 2018 02:38

Mendagri Hadiri Rakernas Apeksi

TARAKAN – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Thjahjo Kumolo dijadwalkan hadir sekaligus membuka Rapat…

Jumat, 20 Juli 2018 13:17

Seorang PNS Diduga Nge-Grab

KEBERADAAN layanan jasa transportasi berbasis online, Grab, di satu sisi mengancam pendapatan sopir…

Jumat, 20 Juli 2018 13:10

Ikuti Regulasi atau Tidak Boleh Beroperasi

TARAKAN – Kontroversi terhadap kehadiran layanan jasa transportasi berbasis online, Grab, terutama…

Jumat, 20 Juli 2018 13:07

Jasad Tanpa Kepala Ditemukan

TANJUNG SELOR – Kejadian heboh menggegerkan warga Bulungan dan sekitarnya pada Kamis (19/7). Pasalnya,…

Kamis, 19 Juli 2018 01:56

Korsleting Listrik, Api Bakar Atap Rumah

TANJUNG SELOR - Rumah milik Petlen, 59 tahun, yang berada di Jalan Perdamaian RT 79 Kelurahan Tanjung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .