MANAGED BY:
RABU
20 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Senin, 17 Juli 2017 13:31
Investasi Terintegrasi, Nilai Tambah Makin Besar

Gubernur Akan Paparkan PLTA Kayan ke Menko Kemaritiman

KOORDINASI: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie memaparkan potensi investasi dan kebijakan pembangunan di Kaltara pada rakor di Balikpapan, Jumat (14/7) lalu.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tetap fokus pada pembangunan dan pengembangan bidang ketahanan energi dan infrastruktur dalam beberapa tahun ke depan. Upaya itu dilakukan lewat rencana investasi pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) serta pengembangan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning.

 

Demikian disampaikan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie pada rapat koordinasi (Rakor) pemerintah, pemerintah daerah dan Bank Indonesia (BI) di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Jumat (14/7) lalu.

 

Gubernur juga memberikan apresiasi kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang mendorong percepatan realisasi rencana investasi pembangunan PLTA di Kaltara, khususnya PLTA Kayan dengan potensi daya sekitar 9 ribu megawatt (MW).

 

“Insya Allah, Senin (17/7) kami diundang oleh Menko Kemaritiman untuk memaparkan secara komprehensif rencana investasi yang besar itu,” kata Gubernur, seraya mengatakan, Kaltara dengan rencananya mengembangkan KIPI Tanah Kuning telah berhasil meyakinkan pemerintah untuk menjadikannya sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017.

 

Guna diketahui, rakor selain dihadiri Menko Bidang Kemaritiman, turut hadir pula Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Gubernur BI Agus DW Martowardojo, Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, serta Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak.

 

Adapun hasil dari rakor tersebut seperti yang disampaikan Menko Bidang Kemaritiman, di antaranya pemerintah akan menindaklanjuti rencana pemanfaatan potensi sumberdaya listrik tenaga air di Kaltara dengan intensif dan terintegrasi.

 

“Potensi listriknya seperti dilaporkan Gubernur Kaltara sekitar 9 ribu MW, PLTA  Kayan. Di sana ada dua grup investor asal Tiongkok, satu memiliki success story di Morowali, dan satu lagi PT KHE (Kayan Hydro Energy). Semua ini akan terintegrasi dengan rencana investasi lainnya, dan bila terintegrasi, angkanya akan sangat besar,” kata Luhut.

 

Luhut meyakini bila rencana investasi ini terealisasi, maka berbagai isu pembangunan dan perekonomian di Kaltara dapat segera terselesaikan. Seperti isu lapangan kerja serta sentra ekonomi. “Kaltara akan menjadi sentra ekonomi baru, karena ada listrik, industri smelter, dan mungkin industri kelapa sawit. Tapi kita tak ingin hanya mengekspor satu turunan saja dari industri tersebut, harus ada beberapa turunan sehingga memiliki nilai tambah yang besar bagi daerah juga nasional,” jelas Luhut.

 

Kebijakan pembangunan investasi terintegrasi, menurut Luhut, disamping pembangunan industri, penyediaan infrastruktur pendukungnya pun akan berjalan seiringan. “Kita juga akan menindaklanjuti pembangunan pelabuhan, lapangan terbang dan lainnya. Semua program ini akan dilakukan terintegrasi,” urai Luhut.

 

Ditegaskan Luhut, semua pihak terkait sudah diarahkan Presiden untuk fokus pada rencana pembangunan yang ada di wilayah Kalimantan, utamanya Kaltara. “Kita semua fokus pada pembangunan ini, tapi tak semudah membalikkan telapak tangan. Seperti di Bali saja, saya minta World Bank untuk melakukan studi kelayakan, dan mereka butuh waktu 8 bulan. Untuk Kaltara, mungkin butuh 6 hingga 8 bulan untuk melakukan studi kelayakan itu. Setelah itu, kalau mau lihat progress pembangunan di Kaltara, butuh waktu sekitar 1 sampai 1,5 tahun,” ulas Luhut.

 

Luhut meyakinkan bahwa konsep pembangunan yang digunakan saat ini, utamanya di Kaltara akan terwujud. Return bagi investor yang baik, serta konsep pengambilan keputusan yang lebih transparan, menjadi penopang utama kemajuan pembangunan investasi dan perekonomian di Indonesia. “Saya yakin, pasti mereka (investor) akan berinvestasi di Indonesia, utamanya Kalimantan, termasuk Kaltara,” ucap Luhut.

 

Dikatakan pula, inisiasi BI menggelar pertemuan tiga bulanan di setiap daerah berbeda di Indonesia, turut memudahkan Pemerintah untuk mengetahui langsung masalah yang ada  di lapangan. Dia pun memberi apresiasi kepada BI dan Pemerintah Daerah yang berperan aktif dalam pertemuan tersebut. “Kita akan melihat lagi progress dari Rakor ini dalam tiga bulan kedepan. Kita buktikan, sudah sampai dimana tindaklanjutnya,” ulas Luhut.

 

Di tempat yang sama, Menhub Budi Karya Sumadi mengungkapkan, momentum saat ini, dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia mendapat apresiasi dari dunia, merupakan kesempatan yang tepat untuk melakukan diversifikasi ekonomi, khususnya di Kalimantan.

 

Adapun yang dimaksud dengan diversifikasi ekonomi, yakni usaha penganekaragaman produk (bidang usaha) atau lokasi perusahaan yang dilakukan suatu perusahaan untuk memaksimalkan keuntungan sehingga arus kas perusahaan dapat lebih stabil. Ini dilakukan untuk mengatasi krisis ekonomi, sehingga apabila suatu perusahaan mengalami kemerosotan pendapatan di salah satu produk, produk lain mendapatkan kelebihan pendapatan, sehingga kekurangan yang terjadi bisa tertutupi.

 

“Sejalan dengan itu, Pemerintah berniat menambah bandara dan pelabuhan. Secara khusus untuk Kaltara, akan diberikan porsi untuk pembangunan bandara perintis. Dimana aksesibilitasnya, khusus melalui udara,” jelas Budi.

 

ENERGI SEBAGAI MODAL PEMBANGUNAN

 

Pertumbuhan ekonomi di Kalimantan, menurut Wamen ESDM Arcandra Tahar sangat dipengaruhi oleh investasi asing. Utamanya, pada sektor minyak dan gas bumi (Migas), serta investasi di bidang eksplorasi dan produksinya.

 

“Dunia saat ini, investasi bidang energi turun sekitar 12 persen dari 2015. Pengaruhnya banyak bagi Indonesia, karena investasi itu kebanyakan dari asing,” kata Arcandra.

 

Terutama di Kalimantan, termasuk Kaltara, dampak yang terasa adalah pertumbuhan ekonomi yang tak signifikan. “Untuk itu, perlu usaha agar daerah lumbung energi, dengan kondisi harga energi dan komoditinya yang kurang baik saat ini, dapat diusahakan perbaikan kondisi ekonominya. Salah satunya, pilihan untuk menjadikan energi itu sebagai komoditi atau modal pembangunan,” jelas Arcandra.

 

Bila energi menjadi sebuah komoditi, dijelaskan Arcandra maka energi akan dijual, lalu mendapatkan revenue lantas selesai. “Ke depan, sesuai amanat peraturan pemerintah, energi akan menjadi modal pembangunan nasional dan daerah tentunya. Dimana, rantai pengolahannya, tak hanya sampai crude material tapi sejauh mungkin dikembangkan menjadi produk petro chemical yang added value-nya lebih besar,” papar Arcandra.

 

Untuk itu, Pemerintah memberikan kesempatan kepada daerah untuk turut berpartisipasi pada investasi bidang energi, lewat kebijakan Participating Interest (PI) 10 persen. “Dengan aturan ini, daerah akan menikmati langsung hasil sumber daya alam yang dimiliki. Khusus Kalimantan, banyak investasi migasnya, namun sangat diharapkan tak ada lagi perbedaan pendapat antara Pemerintah, Pemerintah Daerah tingkat I, dan Pemerintah Daerah tingkat II,” urai Arcandra.

 

Kelebihan lain dari keterlibatan pemerintah daerah tersebut, menurut Arcandra adalah proses pengurusan perizinan yang selama ini menjadi menjadi penghambat percepatan pengolahan sumber daya alam di Indonesia, akan teratasi. “Diharapkan juga, Perda  (Peraturan Daerah) yang tak memberi nilai tambah pada petrol operation, untuk tak diterbitkan pada tahun-tahun mendatang. Karena Perda yang ada, memperlambat proses perizinan sehingga menyulitkan pertumbuhan ekonomi di daerah itu sendiri,” paparnya. (humas)


BACA JUGA

Jumat, 15 September 2017 12:58

Gubernur Bakal Temui Ketua DPD RI

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama Ketua DPRD dan tiga bupati di Kaltara…

Jumat, 15 September 2017 12:56

Pendaftar CPNS Bisa Gunakan NIK KK Lama

TANJUNG SELOR – Sejumlah pendaftar CPNS di lingkup Pemprov Kaltara mengalami kesulitan saat mendaftar…

Jumat, 15 September 2017 12:54

Konstruksi PLTA Tunggu Izin Kementerian PU

JAKARTA – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sungai Kayan, Kecamatan…

Jumat, 15 September 2017 12:52

Gubernur Dukung Simplikasi Sistem Akuntansi

JAKARTA – Pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendorong komitmen setiap pemerintah…

Kamis, 14 September 2017 12:20

Apresiasi Langkah Gubernur Kaltara

KETUA Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Malang Dr Ir Siti Munifah, menilai Gubernur Kaltara…

Kamis, 14 September 2017 12:19

IHT Sadarkan Wisata ke Masyarakat

TANJUNG SELOR - Memasuki hari kedua pelaksanaan In House Training (IHT) Kehumasan 2017 yang digelar…

Kamis, 14 September 2017 12:18

Gubernur Minta BNN Berantas Narkoba

GUBERNUR Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie bertemu dengan Kepala Badan Narkotika Nasional…

Kamis, 14 September 2017 12:17

Gubernur Ajak Implementasikan Dasa Darma Pramuka

TANJUNG SELOR – Puncak peringatan HUT KE-56 Pramuka digelar di Lapangan Agatish Tanjung Selor,…

Kamis, 14 September 2017 12:11

Tingkatkan Layanan, Bangun Reservoar

TARAKAN – Pemkot bersama PDAM Tirta Alam Tarakan berupaya untuk terus memberikan layanan air bersih…

Kamis, 14 September 2017 12:09

Pemkot Buka Peluang Investasi

TARAKAN – Dalam upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus menggali potensi yang…

Keberadaan TNI AL Diapresiasi Wali Kota

Kesempatan Pelamar dari Kaltara Diperbesar

Tingkatkan Layanan, Bangun Reservoar

Gubernur Bakal Temui Ketua DPD RI

Pendaftar CPNS Bisa Gunakan NIK KK Lama

Gubernur Minta BNN Berantas Narkoba

Pelamar CPNS Wajib Bawa Ijazah Asli

Konstruksi PLTA Tunggu Izin Kementerian PU

Gubernur Ajak Masyarakat Bijak Bersosmed

Apresiasi Langkah Gubernur Kaltara
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .