MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 11 Juli 2017 11:27
Warga Hentikan Proyek Runway Bandara Nunukan

Dishub Kaltara Minta Persoalan Lahan Diselesaikan

TERKENDALA PEMBEBASAN: Warga yang mengklaim lahannya belum dibayar meminta aktivitas perpanjangan landasan pacu Bandara Nunukan dihentikan.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Proyek penambahan panjang landasan pacu atau runway Bandara Nunukan hingga kini masih terganjal klaim kepemilikan lahan oleh warga. Bahkan, warga yang mengaku sebagai pemilik lahan meminta pekerjaan dihentikan.

“Kami mendatangi  dan meminta kontraktor untuk menghentikan seluruh aktivitas khusus di atas areal kami. Karena pembayaran lahan kami belum selesai sejak tahun 2008 hingga saat ini,” kata Syarief Yusuf Yunus, warga yang mengaku lahannya belum dibebaskan, Senin (10/7).

Larangan ini berlaku sejak tanggal 9 Juli sampai ada penyelesaian dari pihak terkait. Untuk mencari jalan keluar, pihaknya akan menggelar hearing dengan DPRD Nunukan. “Karena sudah cukup lama, tapi belum ada reaksi dari instansi terkait. Hanya disposisi saja, tapi enggak ada tindak lanjut hingga sekarang,” katanya.

Ia juga mengaku memiliki dokumen lengkap terhadap lahan yang diklaimnya. “Kepemilikan tunggal, tidak pernah tumpang tindih sejak digarap sampai sekarang,” tegasnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara Taupan Madjid yang dikonfirmasi, mengatakan informasi yang diterima dari Kepala Bandara Nunukan Nurul Anwar, proyek landasan pacu sepanjang 200 meter memang sempat dihentikan karena persoalan lahan. Namun, saat ini sudah dikerjakan kembali sambil menyelesaikan persoalan tersebut.

“Awalnya lahan di area landasan pacu sudah tidak ada masalah. Pemerintah setempat mendata lahan yang ada sertifikat. Tapi belakangan ada pengakuan dari pihak lain,” ujar Taupan.

Terkait persoalan itu, pemerintah setempat juga akan meminta pendampingan dari aparat keamanan. Karena, dengan adanya pengakuan dari pihak lain, berarti ada dua kepemilikan di lahan yang sama.

Informasinya, lanjut dia, persoalan ini sudah pernah difasilitasi DPRD Kabupaten Nunukan. Saat itu, dewan meminta agar pekerjaan tidak dilanjutkan sebelum persoalan lahan selesai.

“Tapi Kepala Bandara minta jaminan siapa yang bertangung jawab kalau tidak selesai. Nah, katanya tidak ada yang mau. Jadi sekarang pekerjaan tetap lanjut sambil menyelesaikan persoalan lahan,” terangnya.

Kegiatan perpanjangan landasan pacu Bandara Nunukan merupakan bantuan pemerintah pusat. Jika pekerjaan dihentikan, angaran tidak bisa terserap dan akan dikembalikan ke pusat.

“Kalau tidak terserap, ya hangus, ditarik kembali. Kan daerah yang rugi,” imbuhnya.

Dia juga menyayangkan Pemkab Nunukan tidak segera menyelesaikan masalah itu. Padahal, salah satu jaminan pemerintah pusat memberikan bantuan salah satunya lahan sudah clean and clear dari berbagai permasalahan. Seharunya, lanjut dia, Pemkab Nunukan melalui Bagian Pertanahan dan pihak-pihak terkait lainnya bisa berkoordinasi.

“Jaminan pusat membantu itu kan lahan sudah tidak ada masalah. Malah Bupati (Nunukan) tahun depan mengusulkan lagi. Nah, sekarang aja belum selesai. Jadi berdampak ke tahun depan,” ujarnya.

“Kita di Kaltara ini beruntung, bandara dapat bantuan dari pusat. Jangan sampai hal seperti ini menghambat bantuan,” sambungnya.

Dia juga meminta masyarakat untuk ikut mendukung program pemerintah, baik itu provinsi maupun pusat. “Kalau ada masalah, diselesaikan dengan hukum, jangan main stop aja,” pintanya. (har/fen)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 12:55

Teruskan Warisan Leluhur, Ketupat Jadi Lambang Persatuan

Di setiap bulan Safar kalender Hijriah, masyarakat suku Tidung menggelar tradisi turun-temurun. Yakni,…

Sabtu, 18 November 2017 12:53

Investor Belanda Tertarik Bangun PLTS

TARAKAN – Selain upaya dari PLN untuk mewujudkan keandalan listrik di Tarakan, pihak swasta juga…

Sabtu, 18 November 2017 12:47

Usulkan Jika Ada Penerimaan CPNS

LIMA jabatan pada seleksi CPNS Pemprov Kaltara dipastikan kosong, karena tidak ada peserta yang mencapai…

Sabtu, 18 November 2017 12:45

Lima Jabatan Dipastikan Kosong, Hanya 1.043 Peserta Lolos SKB

TANJUNG SELOR – Peserta seleksi penerimaan CPNS Pemprov Kaltara yang telah lolos seleksi kompetensi…

Jumat, 17 November 2017 13:14

LIHAT NIH..!! Demi Sekolah, Anak-Anak Desa Pimping Berenang Seberangi Sungai

TANJUNG SELOR – Semangat anak-anak Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Bulungan menempuh…

Jumat, 17 November 2017 13:06

Awasi Produk Olahan dengan Sipawan

TANJUNG SELOR – Baru-baru ini, masyarakat di Kaltara, khususnya Kabupaten Nunukan dihebohkan dengan…

Jumat, 17 November 2017 12:59

Punya Kemauan dan Semangat, Tertarik Jadi Dosen

Berkat doa, ketekunan dan kerja kerasnya dalam menempuh pendidikan di Universitas Borneo Tarakan (UBT),…

Jumat, 17 November 2017 12:56

Rencana Kemenpan Buka Penerimaan CPNS 2018, Pemkab dan Pemprov Tunggu Info Resmi

TANJUNG SELOR – Pendaftar Pemprov CPNS tahun ini yang tidak lolos verifikasi berkas maupun seleksi…

Kamis, 16 November 2017 13:30

Pasien dari Perbatasan Semakin Sulit Dirujuk

TARAKAN – Setelah Kalstar Aviation yang dihentikan sementara penerbangannya oleh Kementerian Perhubungan.…

Kamis, 16 November 2017 13:29

Diduga karena Tercemar Limbah Perusahaan Tambang, Lahan Pertanian Terancam Tak Produktif

TANJUNG SELOR – Perusahaan pertambangan di Malinau Selatan, Kabupaten Malinau diduga kembali melakukan…

Kaltara Masuk 5 Besar Kasus Narkoba

Jalan ke Tanah Kuning Semakin Parah

SKB Belum Ada Kabar

LIHAT NIH..!! Demi Sekolah, Anak-Anak Desa Pimping Berenang Seberangi Sungai

Heboh Bakso Daging Tikus, Kadis DPKP Sebut Masih Indikasi

Heran Daerah Penghasil Tak Aktif

Kasus SMA 2 Harus Jadi Pelajaran Terakhir

Baru Selesai, Bekas Longsor Ambles Lagi

Raisal Akan Jalani Operasi Kedua

Wisata Arung Jeram Mulai Dilirik, Kemenpar Siapkan Rp 950 Juta
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .