MANAGED BY:
SENIN
22 JANUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 11 Juli 2017 11:27
Warga Hentikan Proyek Runway Bandara Nunukan

Dishub Kaltara Minta Persoalan Lahan Diselesaikan

TERKENDALA PEMBEBASAN: Warga yang mengklaim lahannya belum dibayar meminta aktivitas perpanjangan landasan pacu Bandara Nunukan dihentikan.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Proyek penambahan panjang landasan pacu atau runway Bandara Nunukan hingga kini masih terganjal klaim kepemilikan lahan oleh warga. Bahkan, warga yang mengaku sebagai pemilik lahan meminta pekerjaan dihentikan.

“Kami mendatangi  dan meminta kontraktor untuk menghentikan seluruh aktivitas khusus di atas areal kami. Karena pembayaran lahan kami belum selesai sejak tahun 2008 hingga saat ini,” kata Syarief Yusuf Yunus, warga yang mengaku lahannya belum dibebaskan, Senin (10/7).

Larangan ini berlaku sejak tanggal 9 Juli sampai ada penyelesaian dari pihak terkait. Untuk mencari jalan keluar, pihaknya akan menggelar hearing dengan DPRD Nunukan. “Karena sudah cukup lama, tapi belum ada reaksi dari instansi terkait. Hanya disposisi saja, tapi enggak ada tindak lanjut hingga sekarang,” katanya.

Ia juga mengaku memiliki dokumen lengkap terhadap lahan yang diklaimnya. “Kepemilikan tunggal, tidak pernah tumpang tindih sejak digarap sampai sekarang,” tegasnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara Taupan Madjid yang dikonfirmasi, mengatakan informasi yang diterima dari Kepala Bandara Nunukan Nurul Anwar, proyek landasan pacu sepanjang 200 meter memang sempat dihentikan karena persoalan lahan. Namun, saat ini sudah dikerjakan kembali sambil menyelesaikan persoalan tersebut.

“Awalnya lahan di area landasan pacu sudah tidak ada masalah. Pemerintah setempat mendata lahan yang ada sertifikat. Tapi belakangan ada pengakuan dari pihak lain,” ujar Taupan.

Terkait persoalan itu, pemerintah setempat juga akan meminta pendampingan dari aparat keamanan. Karena, dengan adanya pengakuan dari pihak lain, berarti ada dua kepemilikan di lahan yang sama.

Informasinya, lanjut dia, persoalan ini sudah pernah difasilitasi DPRD Kabupaten Nunukan. Saat itu, dewan meminta agar pekerjaan tidak dilanjutkan sebelum persoalan lahan selesai.

“Tapi Kepala Bandara minta jaminan siapa yang bertangung jawab kalau tidak selesai. Nah, katanya tidak ada yang mau. Jadi sekarang pekerjaan tetap lanjut sambil menyelesaikan persoalan lahan,” terangnya.

Kegiatan perpanjangan landasan pacu Bandara Nunukan merupakan bantuan pemerintah pusat. Jika pekerjaan dihentikan, angaran tidak bisa terserap dan akan dikembalikan ke pusat.

“Kalau tidak terserap, ya hangus, ditarik kembali. Kan daerah yang rugi,” imbuhnya.

Dia juga menyayangkan Pemkab Nunukan tidak segera menyelesaikan masalah itu. Padahal, salah satu jaminan pemerintah pusat memberikan bantuan salah satunya lahan sudah clean and clear dari berbagai permasalahan. Seharunya, lanjut dia, Pemkab Nunukan melalui Bagian Pertanahan dan pihak-pihak terkait lainnya bisa berkoordinasi.

“Jaminan pusat membantu itu kan lahan sudah tidak ada masalah. Malah Bupati (Nunukan) tahun depan mengusulkan lagi. Nah, sekarang aja belum selesai. Jadi berdampak ke tahun depan,” ujarnya.

“Kita di Kaltara ini beruntung, bandara dapat bantuan dari pusat. Jangan sampai hal seperti ini menghambat bantuan,” sambungnya.

Dia juga meminta masyarakat untuk ikut mendukung program pemerintah, baik itu provinsi maupun pusat. “Kalau ada masalah, diselesaikan dengan hukum, jangan main stop aja,” pintanya. (har/fen)


BACA JUGA

Minggu, 21 Januari 2018 13:46

Jadi Langganan Setiap Tahun

TANJUNG SELOR - Banjir yang menggenangi beberapa desa di Kecamatan Tanjung Palas Timur pada Jumat (19/1)…

Minggu, 21 Januari 2018 13:40

Kaltara Dapat Bantuan CCTV

TANJUNG SELOR - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tahun ini bakal memberikan bantuan kamera pengawas…

Sabtu, 20 Januari 2018 12:45

Puluhan Hektare Sawah Terendam, Petani Terancam Gagal Panen

TANJUNG SELOR – Hujan yang mengguyur Kabupaten Bulungan dalam beberapa hari terakhir, membuat…

Sabtu, 20 Januari 2018 12:41

Pekerja Tak Gunakan AP, Kontraktor Proyek Ditegur Disnaker

TANJUNG SELOR – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mencanangkan peringatan hari Keselamatan…

Jumat, 19 Januari 2018 11:25

Bankeu Revisi RTRW Bakal Dipangkas

TANJUNG SELOR – Pemberian bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemprov Kaltara kepada Pemkab Bulungan…

Kamis, 18 Januari 2018 11:46

Lagi, Mobil Nyungsep di Sei Sajau

TANJUNG SELOR – Jalan menanjak di sekitar Kilometer 16 poros Bulungan-Berau, kembali memakan korban.…

Kamis, 18 Januari 2018 11:44

Agen Kapal Survei Kerusakan Dermaga

TARAKAN – Agen kapal tugboat KSA 32/BG Intan 7504 segera merealisasikan janjinya memperbaiki atap…

Rabu, 17 Januari 2018 13:36

Revisi Perda GSB, Bangunan Lama Dikecualikan

TANJUNG SELOR - Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2012 tentang Garis Sempadan Bangunan (GSB) ditargetkan…

Rabu, 17 Januari 2018 13:11

Status KLB Difteri Berdampak ke Pariwisata

TARAKAN – Penyakit difteri yang mewabah di Indonesia, termasuk di Kalimantan Utara, ikut berdampak…

Rabu, 17 Januari 2018 12:57

Akan Panggil Nakhoda Tugboat

TARAKAN – Meski diduga karena faktor cuaca, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)…

Lagi, Mobil Nyungsep di Sei Sajau

Posisi Laura Terancam, Gubenur Tunggu Surat Resmi PTUN Samarinda

Tol Udara Dimulai Tahun Ini

Akan Panggil Nakhoda Tugboat

Dua Raperda Amankan Jalan Kaltara

Lahan Belum Jelas, Rp 80 M Kembali ke Pusat

Revisi Perda GSB, Bangunan Lama Dikecualikan

Bankeu Revisi RTRW Bakal Dipangkas

Tunggu Persetujuan Penlok dari Kemenhub

Pembentukan Tim N219 Tunggu Arahan Gubernur
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .