MANAGED BY:
RABU
20 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 11 Juli 2017 11:27
Warga Hentikan Proyek Runway Bandara Nunukan

Dishub Kaltara Minta Persoalan Lahan Diselesaikan

TERKENDALA PEMBEBASAN: Warga yang mengklaim lahannya belum dibayar meminta aktivitas perpanjangan landasan pacu Bandara Nunukan dihentikan.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Proyek penambahan panjang landasan pacu atau runway Bandara Nunukan hingga kini masih terganjal klaim kepemilikan lahan oleh warga. Bahkan, warga yang mengaku sebagai pemilik lahan meminta pekerjaan dihentikan.

“Kami mendatangi  dan meminta kontraktor untuk menghentikan seluruh aktivitas khusus di atas areal kami. Karena pembayaran lahan kami belum selesai sejak tahun 2008 hingga saat ini,” kata Syarief Yusuf Yunus, warga yang mengaku lahannya belum dibebaskan, Senin (10/7).

Larangan ini berlaku sejak tanggal 9 Juli sampai ada penyelesaian dari pihak terkait. Untuk mencari jalan keluar, pihaknya akan menggelar hearing dengan DPRD Nunukan. “Karena sudah cukup lama, tapi belum ada reaksi dari instansi terkait. Hanya disposisi saja, tapi enggak ada tindak lanjut hingga sekarang,” katanya.

Ia juga mengaku memiliki dokumen lengkap terhadap lahan yang diklaimnya. “Kepemilikan tunggal, tidak pernah tumpang tindih sejak digarap sampai sekarang,” tegasnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara Taupan Madjid yang dikonfirmasi, mengatakan informasi yang diterima dari Kepala Bandara Nunukan Nurul Anwar, proyek landasan pacu sepanjang 200 meter memang sempat dihentikan karena persoalan lahan. Namun, saat ini sudah dikerjakan kembali sambil menyelesaikan persoalan tersebut.

“Awalnya lahan di area landasan pacu sudah tidak ada masalah. Pemerintah setempat mendata lahan yang ada sertifikat. Tapi belakangan ada pengakuan dari pihak lain,” ujar Taupan.

Terkait persoalan itu, pemerintah setempat juga akan meminta pendampingan dari aparat keamanan. Karena, dengan adanya pengakuan dari pihak lain, berarti ada dua kepemilikan di lahan yang sama.

Informasinya, lanjut dia, persoalan ini sudah pernah difasilitasi DPRD Kabupaten Nunukan. Saat itu, dewan meminta agar pekerjaan tidak dilanjutkan sebelum persoalan lahan selesai.

“Tapi Kepala Bandara minta jaminan siapa yang bertangung jawab kalau tidak selesai. Nah, katanya tidak ada yang mau. Jadi sekarang pekerjaan tetap lanjut sambil menyelesaikan persoalan lahan,” terangnya.

Kegiatan perpanjangan landasan pacu Bandara Nunukan merupakan bantuan pemerintah pusat. Jika pekerjaan dihentikan, angaran tidak bisa terserap dan akan dikembalikan ke pusat.

“Kalau tidak terserap, ya hangus, ditarik kembali. Kan daerah yang rugi,” imbuhnya.

Dia juga menyayangkan Pemkab Nunukan tidak segera menyelesaikan masalah itu. Padahal, salah satu jaminan pemerintah pusat memberikan bantuan salah satunya lahan sudah clean and clear dari berbagai permasalahan. Seharunya, lanjut dia, Pemkab Nunukan melalui Bagian Pertanahan dan pihak-pihak terkait lainnya bisa berkoordinasi.

“Jaminan pusat membantu itu kan lahan sudah tidak ada masalah. Malah Bupati (Nunukan) tahun depan mengusulkan lagi. Nah, sekarang aja belum selesai. Jadi berdampak ke tahun depan,” ujarnya.

“Kita di Kaltara ini beruntung, bandara dapat bantuan dari pusat. Jangan sampai hal seperti ini menghambat bantuan,” sambungnya.

Dia juga meminta masyarakat untuk ikut mendukung program pemerintah, baik itu provinsi maupun pusat. “Kalau ada masalah, diselesaikan dengan hukum, jangan main stop aja,” pintanya. (har/fen)


BACA JUGA

Selasa, 19 September 2017 13:09

Hari Ini, Pemprov Kembali Yakinkan DPD

TANJUNG SELOR – Belum dicabutnya moratorium pemekaran daerah oleh pemerintah pusat menjadi kendala…

Selasa, 19 September 2017 12:57
Sisi Lain dari Pendaftaran CPNS Pemprov Kaltara

Numpang di Rumah Warga hingga Kehilangan Dompet

Sejak dibukanya pendaftaran CPNS Pemprov Kaltara, pendaftar dari berbagai daerah pun langsung berdatangan…

Selasa, 19 September 2017 12:55

Legalisir Camat Dianggap Tidak Sah

TANJUNG SELOR – Masalah legalisir kartu keluarga (KK) dan akta kelahiran yang menjadi syarat berkas…

Senin, 18 September 2017 12:08

Tenaga Kontrak Curhat Minta Diangkat CPNS

TARAKAN – Anggota Komisi II DPR RI, Hetifah Sjaifudian mengaku prihatin mendengar kondisi yang…

Senin, 18 September 2017 11:58

Kenaikan Dana BOS Dinilai Wajar

TANJUNG SELOR – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengusulkan dana bantuan operasional…

Minggu, 17 September 2017 14:01

Dirjen Minerba Dorong Pemda Tegas

PERSOALAN pencemaran sungai di Kabupaten Malinau akibat limbah perusahaan tambang batu bara, juga jadi…

Minggu, 17 September 2017 13:59

Dianggap Punya Masa Depan yang Menjanjikan

Keran CPNS yang dibuka pemerintah untuk Pemprov Kaltara diserbu ribuan pendaftar. Beberapa pendaftar…

Minggu, 17 September 2017 13:57

Dugaan Ijazah Palsu karena Tak Terdaftar

TANJUNG SELOR – Dugaan adanya pendaftar CPNS Pemprov Kaltara menggunakan ijazah palsu saat penyerahan…

Minggu, 17 September 2017 13:55

ESDM Wanti-Wanti Perusahaan Tambang di Malinau

TANJUNG SELOR - Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara Ferdy Manurun Tandulangi…

Sabtu, 16 September 2017 13:33

Waspada Peredaran Obat PCC di Kaltara, Pengguna Bisa Alami Kejang-Kejang

TARAKAN - Beredarnya obat PCC (paracetamol, caffeine dan carisoprodol) di Kendari, Sulawesi Tenggara…

Panitia Temukan Ijazah Palsu

Polres Diserbu Pemohon SKCK

Maskapai Bertambah, Penumpang Speedboat Normal

Tenaga Kontrak Curhat Minta Diangkat CPNS

Dugaan Ijazah Palsu karena Tak Terdaftar

Kenaikan Dana BOS Dinilai Wajar

Lahan Pelabuhan Pesawan Dipertanyakan

Dianggap Punya Masa Depan yang Menjanjikan

Dirjen Minerba Dorong Pemda Tegas

Balas Kebaikan, Kisah Kakek Ahmad Jadi Viral
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .