MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KOMBIS

Senin, 03 Juli 2017 11:27
Kenang Masa Lalu hingga Bicarakan Masa Depan Tarakan

Ketika Alumni SMAN 1 Tarakan Berkumpul

KOMPAK: Alumni angkatan 1977 SMAN 1 Tarakan menggelar reuni, Sabtu (1/3).

PROKAL.CO, Suasana Hari Raya Idulfitri dimanfaatkan alumni angkatan 1977 SMAN 1 Tarakan untuk reuni. Apa saja yang dilakukan mereka, selain bersilaturrahmi dan temu kangen?

 

MUHAMMAD RAJAB, Tarakan

 

SEBUAH rumah makan di kawasan Boom Panjang, Kelurahan Gunung Lingkas, tampak ramai, Sabtu (1/7) malam. Beberapa di antaranya tak asing bagi media ini.

Salah satunya, adalah Budi Setiawan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tarakan. Bersamanya ada puluhan pria dan wanita dari berbagai kalangan dan profesi, yang memenuhi salah satu ruangan di rumah makan itu.

Tampak juga Rektor Universitas Kaltara Prof Abdul Jabarsyah, Kepala UPTD Dispenda Samsat Kabupaten Tana Tidung Furbiyanto, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tarakan Ery Sugiarto, dan anggota DPRD Kalimantan Utara Abdul Khair.  

Tidak hanya pejabat publik, ada juga di antaranya yang merupakan pengusaha dari berbagai bidang. Bahkan, ada yang menetap di luar negeri.

Di balik kumpul-kumpul para alumni SMAN 1 Tarakan tersebut, ada hal unik yang belum pernah diketahui awak media selama ini tentang SMAN 1 Tarakan di masa lalu.

Bicara SMAN 1 di masa lalu, alumni angkatan 1977 sudah pasti tahu persis bagaimana wajah sekolah tertua di Kalimantan Utara ini. Satu hal unik yang jarang diketahui masyarakat Tarakan selama ini dan membedakan angkatan dahulu dengan saat ini, ternyata sebelum bernama SMAN 1, nama awalnya adalah SMA 273.

Alumni angkatan 1977 masih mendapatkan nama tersebut. Menurut Abdul Jabarsyah, mereka merupakan angkatan ke-XII sejak berdirinya SMAN 273.

Kenapa bernama SMAN 273? Karena Kementerian Pendidikan pada waktu itu memberlakukan nomor sekolah secara tersusun untuk seluruh Indonesia.

“SMAN 273 itu seluruh Indonesia. Dulu, SMA itu di Kalimantan Timur hanya ada dua, SMA Samarinda dengan SMA Tarakan (SMAN 273),” bebernya.

Karena hanya ada dua SMA, lanjut Jabarsyah, Tarakan di masa itu juga sudah dikenal sebagai Kota Pendidikan. Sebab, banyak generasi muda dari berbagai daerah di Kaltim datang hanya untuk bisa mengenyam pendidikan menengah. Baru pada era 80-an satu per satu sekolah negeri dan swasta lain bermunculan.

Hal unik lainnya, kata Jabarsyah, nama jurusannya pun sedikit berbeda dengan sekarang, meski maknanya sama. Di masanya, jurusan yang tersedia adalah Ilmu Pasti dan Pengetahuan Alam (Paslal), dan Sosial, yang lalu berganti menjadi jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

“Iya, itu dulu Paspal, Ilmu Pasti dan Pengetahuan Alam,” tuturnya.

Tidak hanya mengenang masa lalu, Jabarsyah mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut juga membicarakan masa depan Kota Tarakan. Meski sudah tidak muda lagi dan tersebar di dalam dan luar negeri, ia dan rekan-rekannya punya tanggung jawab untuk ikut membangun Tarakan.

Menurut Jabarsyah, sukses mereka hingga mencapai puncak karier saat ini tidak lepas dari ilmu yang pernah didapat di SMAN 1 Tarakan. 90 persen lulusan 1977 mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi baik di dalam maupun luar negeri. Bahkan ada yang mencapai gelar doktor.

Sebagai bentuk kepedulian, sumbangsih yang diberikan berupa pemikiran dan ide positif untuk disampaikan kepada wali kota Tarakan. Misalnya, dalam mendukung visi dan misi menjadi kota perdagangan, jasa dan pariwisata, perlu dipikirkan kembali penataan kota yang rapi.

“Kami pulang, kami ingin memberikan pemikiran. Habis ini kami ingin bertemu Pak Wali Kota (Sofian Raga). Kami ingin bersilaturahmi, apa yang harus kami berikan kepada pemerintah kota,” ujarnya.

“Terutama di dalam menata kota agar bisa menjadi kota yang nyaman bagi penduduknya. Baik dari segi penataan bangunan maupun tata ruang kota. Coba lihat soal transportasi, pejalan kaki, sangat tidak nyaman. Padahal, kami ingin Kota Tarakan itu menjadi kota turis, jasa. Kami ingin mengembalikan Kota Tarakan seperti tahun 60, 70-an, enak orang berjalan kaki,” sambungnya. (*/fen)


BACA JUGA

Selasa, 12 Juni 2018 15:18

Hanura Kaltara Buka Puasa Bersama Santri

TANJUNG SELOR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kalimantan Utara…

Minggu, 06 Mei 2018 13:57

Sebarkan Rahmat Kasih Tuhan

TANJUNG SELOR – Ribuan umat Katolik bersama para imam, biarawan dari berbagai wilayah di Indonesia…

Senin, 30 April 2018 13:29

NasDem Bentuk Komis Saksi di Tiap Kecamatan

TANJUNG SELOR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Bulungan menggelar…

Senin, 30 April 2018 13:28

Ingkong Ala Pimpin DAD Bulungan

TANJUNG SELOR – Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Utara Marthin Billa, melantik pengurus…

Sabtu, 31 Maret 2018 12:32

Ciptakan Kader Tangguh

PIMPINAN Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Tarakan Timur kembali menggelar pendidikan dan pelatihan…

Jumat, 09 Maret 2018 14:49

Pelantikan Pengurus KKMP Dihadiri Bupati Pangkep

TARAKAN – Kerukunan Keluarga Masyarakat Pangkep (KKMP) atau biasa disebut Kompak menggelar silaturahmi…

Rabu, 07 Maret 2018 12:39

Selesaikan dengan Kekeluargaan

DUA warga sempat berselisih paham, Husen Raider (55) dan Hairil Anwar (32), akhirnya memutuskan untuk…

Jumat, 02 Maret 2018 15:01

Beri Pemahaman Ekonomi Syariah

TARAKAN - Dewan Pimpinan Daerah (DPW) Syarikat Islam (SI) Kalimantan Utara menggelar seminar bertema…

Kamis, 01 Maret 2018 13:34

Kamal Pimpin BKPRMI Tarakan

TARAKAN - Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Tarakan menggelar musyawarah daerah…

Rabu, 28 Februari 2018 13:22

Satukan Persepsi Hadapi Persaingan Global

TARAKAN – Pengusaha kelapa sawit di Kalimantan Utara kini telah mempunyai wadah untuk dapat mengungkapkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .