MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KOMBIS

Senin, 03 Juli 2017 11:27
Kenang Masa Lalu hingga Bicarakan Masa Depan Tarakan

Ketika Alumni SMAN 1 Tarakan Berkumpul

KOMPAK: Alumni angkatan 1977 SMAN 1 Tarakan menggelar reuni, Sabtu (1/3).

PROKAL.CO, Suasana Hari Raya Idulfitri dimanfaatkan alumni angkatan 1977 SMAN 1 Tarakan untuk reuni. Apa saja yang dilakukan mereka, selain bersilaturrahmi dan temu kangen?

 

MUHAMMAD RAJAB, Tarakan

 

SEBUAH rumah makan di kawasan Boom Panjang, Kelurahan Gunung Lingkas, tampak ramai, Sabtu (1/7) malam. Beberapa di antaranya tak asing bagi media ini.

Salah satunya, adalah Budi Setiawan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tarakan. Bersamanya ada puluhan pria dan wanita dari berbagai kalangan dan profesi, yang memenuhi salah satu ruangan di rumah makan itu.

Tampak juga Rektor Universitas Kaltara Prof Abdul Jabarsyah, Kepala UPTD Dispenda Samsat Kabupaten Tana Tidung Furbiyanto, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tarakan Ery Sugiarto, dan anggota DPRD Kalimantan Utara Abdul Khair.  

Tidak hanya pejabat publik, ada juga di antaranya yang merupakan pengusaha dari berbagai bidang. Bahkan, ada yang menetap di luar negeri.

Di balik kumpul-kumpul para alumni SMAN 1 Tarakan tersebut, ada hal unik yang belum pernah diketahui awak media selama ini tentang SMAN 1 Tarakan di masa lalu.

Bicara SMAN 1 di masa lalu, alumni angkatan 1977 sudah pasti tahu persis bagaimana wajah sekolah tertua di Kalimantan Utara ini. Satu hal unik yang jarang diketahui masyarakat Tarakan selama ini dan membedakan angkatan dahulu dengan saat ini, ternyata sebelum bernama SMAN 1, nama awalnya adalah SMA 273.

Alumni angkatan 1977 masih mendapatkan nama tersebut. Menurut Abdul Jabarsyah, mereka merupakan angkatan ke-XII sejak berdirinya SMAN 273.

Kenapa bernama SMAN 273? Karena Kementerian Pendidikan pada waktu itu memberlakukan nomor sekolah secara tersusun untuk seluruh Indonesia.

“SMAN 273 itu seluruh Indonesia. Dulu, SMA itu di Kalimantan Timur hanya ada dua, SMA Samarinda dengan SMA Tarakan (SMAN 273),” bebernya.

Karena hanya ada dua SMA, lanjut Jabarsyah, Tarakan di masa itu juga sudah dikenal sebagai Kota Pendidikan. Sebab, banyak generasi muda dari berbagai daerah di Kaltim datang hanya untuk bisa mengenyam pendidikan menengah. Baru pada era 80-an satu per satu sekolah negeri dan swasta lain bermunculan.

Hal unik lainnya, kata Jabarsyah, nama jurusannya pun sedikit berbeda dengan sekarang, meski maknanya sama. Di masanya, jurusan yang tersedia adalah Ilmu Pasti dan Pengetahuan Alam (Paslal), dan Sosial, yang lalu berganti menjadi jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

“Iya, itu dulu Paspal, Ilmu Pasti dan Pengetahuan Alam,” tuturnya.

Tidak hanya mengenang masa lalu, Jabarsyah mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut juga membicarakan masa depan Kota Tarakan. Meski sudah tidak muda lagi dan tersebar di dalam dan luar negeri, ia dan rekan-rekannya punya tanggung jawab untuk ikut membangun Tarakan.

Menurut Jabarsyah, sukses mereka hingga mencapai puncak karier saat ini tidak lepas dari ilmu yang pernah didapat di SMAN 1 Tarakan. 90 persen lulusan 1977 mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi baik di dalam maupun luar negeri. Bahkan ada yang mencapai gelar doktor.

Sebagai bentuk kepedulian, sumbangsih yang diberikan berupa pemikiran dan ide positif untuk disampaikan kepada wali kota Tarakan. Misalnya, dalam mendukung visi dan misi menjadi kota perdagangan, jasa dan pariwisata, perlu dipikirkan kembali penataan kota yang rapi.

“Kami pulang, kami ingin memberikan pemikiran. Habis ini kami ingin bertemu Pak Wali Kota (Sofian Raga). Kami ingin bersilaturahmi, apa yang harus kami berikan kepada pemerintah kota,” ujarnya.

“Terutama di dalam menata kota agar bisa menjadi kota yang nyaman bagi penduduknya. Baik dari segi penataan bangunan maupun tata ruang kota. Coba lihat soal transportasi, pejalan kaki, sangat tidak nyaman. Padahal, kami ingin Kota Tarakan itu menjadi kota turis, jasa. Kami ingin mengembalikan Kota Tarakan seperti tahun 60, 70-an, enak orang berjalan kaki,” sambungnya. (*/fen)


BACA JUGA

Selasa, 07 November 2017 14:17

Khairul - Effendhi Kantongi Rekomendasi Tiga Parpol

TARAKAN - Penantian panjang Khairul untuk mendapatkan dukungan partai politik maju di Pemilihan Wali…

Selasa, 31 Oktober 2017 12:10

PWI Kaltara Resmi Dilantik

TANJUNG SELOR – Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltara, Dewan Kehormatan dan…

Senin, 30 Oktober 2017 09:56

Konsistensi KONI Bulungan Diapresiasi

TANJUNG SELOR – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bulungan mendapat apresiasi…

Senin, 30 Oktober 2017 09:54

Jalan Sehat Garnita Malahayati Kaltara Sukses

TANJUNG SELOR – Jalan sehat yang digelar Garda Wanita (Garnita) Malahayati Dewan Pimpinan Wilayah…

Selasa, 24 Oktober 2017 12:37

Syukuran hingga Ziarah Makam Pahlawan

TANJUNG SELOR – Partai Golkar memperingati HUT ke-53 pada 20 Oktober lalu. Serangkaian kegiatan…

Rabu, 23 Agustus 2017 00:47

KNPI Gelar Pameran Komunitas Kreatif

TARAKAN – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tarakan menggelar pameran komunitas kreatif…

Senin, 14 Agustus 2017 12:50

Sadewa Luncurkan Speedboat Eksekutif

TARAKAN – PT Sadewa Gemilang Industri membuat terobosan baru dalam memperluas bisnisnya. Perusahaan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .