MANAGED BY:
RABU
23 AGUSTUS
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Senin, 19 Juni 2017 13:56
Gubernur Terima Hasil Penetapan 40 GGD

Agustus Mulai Mengajar di Perbatasan dan Pedalaman

KOMPETENSI: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat menerima hasil SKD GGD dari Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi di Jakarta, Jumat (16/6).

PROKAL.CO, JAKARTA – Sebanyak 40 guru yang baru saja ditetapkan menjadi calon aparatur sipil negara (ASN) melalui program Guru Garis Depan (GGD) segera ditempatkan di SMA/SMK di provinsi ke-34 ini. Utamanya di beberapa daerah pedalaman dan perbatasan, yaitu di Kabupaten Malinau dan Nunukan.

 

Penetapan kebutuhan formasi dan hasil seleksi kompetensi dasar (SKD) GGD 2016 telah diterima langsung oleh Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie di Jakarta, Jumat (16/6).

 

Gubernur yang ditemui usai menghadiri acara penyerahan penetapan kebutuhan formasi dan hasil SKD GGD 2016 di Hotel Grand Sahid Jakarta Pusat, menyatakan menyambut baik pengalokasikan GGD ke wilayah-wilayah yang masuk dalam kategori 3T (terdepan, terluar dan tertinggal). Termasuk Kaltara yang merupakan daerah perbatasan dan provinsi baru.

 

“Kita menyambut baik, sebagai daerah perbatasan dan provinsi baru, setidaknya ini menjadi salah satu solusi mengatasi kekurangan guru di Kaltara. Walau sebenarnya jumlah itu masih kurang. Secara umum kita (Kaltara) masih kekurangan ASN, utamanya kebutuhan guru,” kata Irianto.

 

Tak hanya kurang, keberadaan guru juga masih kurang merata. Selama ini kebanyakan menumpuk di wilayah perkotaan. Sementara di pedalaman dan perbatasan sangat kurang. Atas pertimbangan tersebut, lanjut Gubernur, para guru yang telah ditetapkan dalam program GGD tersebut, nantinya akan ditempatkan di daerah-daerah pedalaman dan perbatasan. Seperti di Sebatik, Long Nawang, Seimenggaris, Sebuku dan beberapa daerah lainnya.

 

Data yang diperoleh, Kaltara termasuk provinsi yang paling banyak mendapatkan alokasi GGD untuk tingkat SMA/SMK. Dari alokasi 114 guru SMK/SMA, Kaltara mendapat jatah 40 orang atau sekitar 40 persen, sisanya dialokasikan untuk 13 provinsi lainnya. “Prioritasnya untuk bidang studi yang produktif, seperti Ketenagalistrikan, Akutansi, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan lainnya,” kata Irianto yang dalam kesempatan itu hadir dengan didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara Sigit Muryono.

 

Lebih jauh Gubernur mengatakan, para GGD yang telah ditetapkan ini akan segera ditempatkan. Bahkan berdasarkan keterangan dari pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, per 1 Agustus 2017 ini sudah mulai Tanggal Mulai Tugas (TMT). “Setelah saya terima ini, nanti akan segera diumumkan agar masyarakat tahu. Kemudian mereka juga langsung ditempatkan nanti, tidak perlu pemberkasan lagi. Karena semua yang mengurus dari pusat,” jelasnya.

 

Irianto berharap para GGD yang akan ditempatkan di Kaltara, nantinya bisa menjaga intergritasnya, serta mampu bertahan mengabdi sebagai guru di wilayah perbatasan dan pedalaman. “Tapi saya yakin mereka bisa, karena sudah terlatih. Lagi pula sesuai perjanjiannya mereka harus bertahan, minimal 10 tahun, dan akan ada sanksinya kalau melanggar,” jelas Irianto lagi.

 

Ditambahkan, program GGD ini merupakan implementasi Nawacita ke-3 Presiden RI, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  Hal ini sesuai dengan keputusan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) melalui surat Nomor B/2637/M.PAN/07/2016 tanggal 26 Juli 2016, tentang Formasi Guru Garis Depan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

 

Kehadiran guru GGD di daerah 3T diharapkan dapat memberikan contoh yang baik bagi masyarakat sekitar, terutama murid dan masyarakat lingkungan sekolah. Pasalnya, menjadi guru di daerah 3T tentu bukan hanya sebagai pengajar, tetapi harus dapat menjadi inspirasi dan teladan. Maka sangat dibutuhkan sikap loyalitas untuk dapat ditiru.

 

Sementara itu, disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud RI Sumarna Surapranata, ada 6.296 GGD untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan SMA/SMK yang ditetapkan dan akan ditempatkan 14 provinsi dan 96 kabupaten yang masuk dalam kategori 3T. Termasuk Kaltara sebagai daerah perbatasan.

 

Sumarna mengungkapkan, proses seleksi GGD telah berlangsung sejak 2016. Namun baru diumumkan tahun ini, karena adanya penyesuaian terhadap Undang-Undang (UU) Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

 

Program GGD, imbuhnya, hanya bisa diikuti oleh sarjana yang pernah ikut dalam program Sarjana Mendidik di Daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (SM3T). Hal tersebut merupakan ketetapan pemerintah, karena program GGD adalah program yang terintegrasi dengan program SM3T jadi bisa dipastikan bahwa tidak semua pihak bisa mendaftar menjadi GGD. Melainkan hanya orang tertentu yang memenuhi kualifikasi dan syarat yang telah ditetapkan pemerintah yang bisa mendaftar menjadi guru GGD.

 

Di tempat sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud Didik Suhardi menambahkan, proses penempatan merupakan proses akhir dari seleksi GGD. Sehingga, pemberkasan dan verifikasi berkas tidak perlu dilakukan lagi.  Kemudian, para guru ini akan dihubungi Kemendikbud untuk penandatanganan nota kesepahaman penempatan tugas. Menurutnya, pemangkasan prosedur ini untuk mendukung para guru saat mengajar di daerah 3T.(humas)


BACA JUGA

Senin, 21 Agustus 2017 01:11

Sekprov Harapkan Tablig Akbar Rutin Digelar

TARAKAN – Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara H Badrun menghadiri tablig akbar yang diselenggarakan…

Senin, 21 Agustus 2017 01:09

Warga dan Desa Berprestasi Diberi Reward

TANJUNG SELOR - Bersamaan dengan malam resepsi kenegaraan dalam rangka syukuran peringatan HUT Kemerdekaan…

Senin, 21 Agustus 2017 01:07

Kaltara Terbangun dengan Kerja Keras dan Kedisiplinan

SAMARINDA – Dalam mendukung percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan…

Senin, 21 Agustus 2017 01:05

Guru dan Kepsek Raih Prestasi

TANJUNG SELOR – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali memberikan penghargaan…

Jumat, 18 Agustus 2017 13:05

Deteksi Dini Kanker Rahim lewat IVA Test

TANJUNG SELOR – Bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK)…

Jumat, 18 Agustus 2017 13:04

Ingatkan Pentingnya Peningkatan Kerja Bersama

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup)…

Kamis, 17 Agustus 2017 11:07

Sarana Infrastruktur Memadai Picu Pertumbuhan Ekonomi

TANJUNG SELOR – Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara)…

Kamis, 17 Agustus 2017 11:06

Tingkatkan Daya Saing Pekerja Konstruksi

TANJUNG SELOR – Menyusul tukang bangunan umum seperti tukang besi, batu dan kayu, pekerja bidang…

Kamis, 17 Agustus 2017 11:04

Ketua TP PKK Kunjungi SMAN 1 Tanjung Selor

TANJUNG SELOR – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kalimantan Utara…

Kamis, 17 Agustus 2017 11:02

Gubernur Akan Evaluasi SKPD

TANJUNG SELOR - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie menegaskan, kepada pimpinan…

Deteksi Dini Kanker Rahim lewat IVA Test

Inovatif, Kaltara Berkembang Pesat

Fasilitas Kesehatan Digelontor Rp 15 M

Kaltara, Sedikit Bicara Banyak Kerja

Paparkan Rencana PLTA dan KIPI, Dampak Investasi ke Lapangan Kerja

Guru Garis Depan di Perbatasan Tidak Boleh Pindah sebelum 15 Tahun

Guru dan Kepsek Raih Prestasi

Warga dan Desa Berprestasi Diberi Reward

Berharap Lahir Tahfidz Quran dari Kaltara

Sekprov Harapkan Tablig Akbar Rutin Digelar
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .