MANAGED BY:
RABU
23 AGUSTUS
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Sabtu, 17 Juni 2017 12:49
Pertama di Kaltara, Vonis Mati untuk Pengedar Narkoba
Divonis Hukuman Mati, Warga Negara Malaysia Ini Ngamuk dan Mau Bakar Lapas
DIVONIS HUKUMAN MATI: Ayau ketika menjalani persidangan di PN Tarakan, Kamis (15/6).

PROKAL.CO, TARAKAN – Setelah divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Tarakan atas kepemilikan sabu-sabu seberat 1,5 kg dan 2.021 butir pil ekstasi, Kamis (15/6) lalu, Mah Su Yau alias Ayau, kembali berulah.  Warga negara Malaysia ini nyaris membakar lapas dan menghabisi nyawa salah satu rekannya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan pada Kamis (15/6) malam, yang juga menjadi saksi atas kasusnya di persidangan.

Ayau menyiram rekannya menggunakan bensin, lalu akan membakarnya. Namun, aksinya dapat dicegah sipir. Menurut Kepala Lapas Kelas II A Tarakan Fernando Kloer, Ayau merasa kesal dengan saksi karena keterangan di persidangan memberatkan hukumannya.

“Saksi yang memberatkan dia (Ayau), itu di kamar 314. Saya pun tidak tahu dari mana (ambil bensin). Kalau saya terlambat beberapa detik, habis itu dibakar,” kata Ferdando Kloer, Jumat (16/6).

Akibat peristiwa itu, pihaknya harus mengungsikan sejumlah narapidana ke kamar lain. Bahkan, tiga napi termasuk saksi yang akan dibakar oleh Ayau, dipindahkan sementara ke Lapas Nunukan guna menghindari aksi brutal Ayau. 

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan Rachmad Vidianto melalui Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Umum (Pidum) Deny Iswanto, mengaku puas dengan putusan Pengadilan Negeri (PN) Tarakan.

Menurutnya, putusan ini bisa menjadi motivasi bagi jajarannya dalam memberantas peredaran narkoba. Sebab, berdasarkan data di pusat, Tarakan rawan penyelundupan narkoba ke Indonesia. Sekaligus sebagai ancaman bagi bandar narkoba agar tidak bermain-main.

“Ya, jelas puaslah sesuai dengan keinginan kami. Apa yang kami tuntut dikabulkan. Salah satu pertimbangan kami juga kenapa kejaksaan tidak segan-segan menuntut mati para bandar, karena berdasarkan data yang kami peroleh dari BNN ketika rapat bersama, Tarakan ini masuk nomor dua pintu masuk narkotika setelah Jakarta. Kalau kita tidak tegas kepada para bandar, ya tidak akan jera orang masukan narkotika melalui Tarakan,” ujarnya. 

Menurutnya, putusan tersebut sudah sesuai dengan keterangan saksi maupun apa yang dilakukan Ayau selama di persidangan. Ia bahkan tidak mau mengakui perbuatannya tersebut. Selain itu, barang bukti yang ditemukan juga terbilang cukup besar sehingga wajar jika Ayau dituntut hukuman mati. 

Pascaputusan hakim, pihaknya masih menunggu upaya banding yang dilakukan Ayau. Mengenai penempatannya setelah divonis, Kejari Tarakan menyerahkan sepenuhnya kepada Lapas Kelas II A Tarakan sebagai pihak yang berwenang.

Ini merupakan pertama kalinya kasus narkoba di Tarakan di putus hukuman mati di PN Tarakan. Sebelumnya, paling tinggi hanya divonis seumur hidup atas kasus kepemilikan sabu yang dilakukan Safri. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Selasa, 22 Agustus 2017 01:11

Traffic Light Bakal Diremajakan

TARAKAN – Lampu yang digunakan untuk mengatur kelancaran lalu lintas di suatu persimpangan atau…

Selasa, 22 Agustus 2017 01:09

Polres Tambah Kapasitas Rutan

TARAKAN – Kondisi ruang tahanan yang melebihi kapasitas tidak hanya di Lapas Tarakan, di Rutan…

Selasa, 22 Agustus 2017 00:32

UBT Ganti Ospek dengan PK2MB

TARAKAN – Sebanyak 1.750 mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (UBT) mengikuti pengenalan kehidupan…

Senin, 21 Agustus 2017 00:53

Residivis Kembali Masuk Bui

UNIT Jatanras Polres Tarakan kembali menciduk pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Kali ini,…

Senin, 21 Agustus 2017 00:51

Pipa Air Bersih Hanya ‘Pajangan’

TARAKAN – Pipa primer yang terpasang di kawasan Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur hanya seperti…

Senin, 21 Agustus 2017 00:46

Pastikan Tak Ada Pelonco di Ospek

TARAKAN – Mahasiswa baru (maba) Universitas Borneo Tarakan (UBT) akan mengikuti orientasi pengenalan…

Senin, 21 Agustus 2017 00:44

PT Kuatkan Putusan Pengadilan Tipikor

TARAKAN – Banding yang dilakukan dua terdakwa kasus tindak pidana korupsi pemotongan honor dan…

Minggu, 20 Agustus 2017 02:55

Hitungan Jam, 4 Kurir Ditangkap

TARAKAN – Perang terhadap narkoba yang diserukan pemerintah, tak menciutkan nyali mereka yang…

Minggu, 20 Agustus 2017 02:51

Lapas Tarakan Dikucur Anggaran Rp 4,7 M

TARAKAN – Penambahan ruang tahanan di Lapas Kelas II A Tarakan bakal dilakukan tahun ini. Kementerian…

Minggu, 20 Agustus 2017 02:50

DPO Curanmor Diciduk Polisi

TARAKAN – Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang telah masuk daftar pencarian orang…

DPO Curanmor Diciduk Polisi

Hitungan Jam, 4 Kurir Ditangkap

Lapas Tarakan Dikucur Anggaran Rp 4,7 M

Pastikan Tak Ada Pelonco di Ospek

Residivis Kembali Masuk Bui

UBT Ubah Kebijakan Biaya UKT

PT Kuatkan Putusan Pengadilan Tipikor

PAN Sudah Kantongi Nama Figur, Sabar Dianggap Layak Dampingi Sofian

Pipa Air Bersih Hanya ‘Pajangan’

Pertamina Tunggu SK Pembentukan Pokja
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .