MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Sabtu, 17 Juni 2017 12:49
Pertama di Kaltara, Vonis Mati untuk Pengedar Narkoba
Divonis Hukuman Mati, Warga Negara Malaysia Ini Ngamuk dan Mau Bakar Lapas
DIVONIS HUKUMAN MATI: Ayau ketika menjalani persidangan di PN Tarakan, Kamis (15/6).

PROKAL.CO, TARAKAN – Setelah divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Tarakan atas kepemilikan sabu-sabu seberat 1,5 kg dan 2.021 butir pil ekstasi, Kamis (15/6) lalu, Mah Su Yau alias Ayau, kembali berulah.  Warga negara Malaysia ini nyaris membakar lapas dan menghabisi nyawa salah satu rekannya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan pada Kamis (15/6) malam, yang juga menjadi saksi atas kasusnya di persidangan.

Ayau menyiram rekannya menggunakan bensin, lalu akan membakarnya. Namun, aksinya dapat dicegah sipir. Menurut Kepala Lapas Kelas II A Tarakan Fernando Kloer, Ayau merasa kesal dengan saksi karena keterangan di persidangan memberatkan hukumannya.

“Saksi yang memberatkan dia (Ayau), itu di kamar 314. Saya pun tidak tahu dari mana (ambil bensin). Kalau saya terlambat beberapa detik, habis itu dibakar,” kata Ferdando Kloer, Jumat (16/6).

Akibat peristiwa itu, pihaknya harus mengungsikan sejumlah narapidana ke kamar lain. Bahkan, tiga napi termasuk saksi yang akan dibakar oleh Ayau, dipindahkan sementara ke Lapas Nunukan guna menghindari aksi brutal Ayau. 

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan Rachmad Vidianto melalui Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Umum (Pidum) Deny Iswanto, mengaku puas dengan putusan Pengadilan Negeri (PN) Tarakan.

Menurutnya, putusan ini bisa menjadi motivasi bagi jajarannya dalam memberantas peredaran narkoba. Sebab, berdasarkan data di pusat, Tarakan rawan penyelundupan narkoba ke Indonesia. Sekaligus sebagai ancaman bagi bandar narkoba agar tidak bermain-main.

“Ya, jelas puaslah sesuai dengan keinginan kami. Apa yang kami tuntut dikabulkan. Salah satu pertimbangan kami juga kenapa kejaksaan tidak segan-segan menuntut mati para bandar, karena berdasarkan data yang kami peroleh dari BNN ketika rapat bersama, Tarakan ini masuk nomor dua pintu masuk narkotika setelah Jakarta. Kalau kita tidak tegas kepada para bandar, ya tidak akan jera orang masukan narkotika melalui Tarakan,” ujarnya. 

Menurutnya, putusan tersebut sudah sesuai dengan keterangan saksi maupun apa yang dilakukan Ayau selama di persidangan. Ia bahkan tidak mau mengakui perbuatannya tersebut. Selain itu, barang bukti yang ditemukan juga terbilang cukup besar sehingga wajar jika Ayau dituntut hukuman mati. 

Pascaputusan hakim, pihaknya masih menunggu upaya banding yang dilakukan Ayau. Mengenai penempatannya setelah divonis, Kejari Tarakan menyerahkan sepenuhnya kepada Lapas Kelas II A Tarakan sebagai pihak yang berwenang.

Ini merupakan pertama kalinya kasus narkoba di Tarakan di putus hukuman mati di PN Tarakan. Sebelumnya, paling tinggi hanya divonis seumur hidup atas kasus kepemilikan sabu yang dilakukan Safri. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:41

Tarakan Dapat Tambahan 5 Ribu Jargas

TARAKAN - Direktorat Jenderal Minyak Bumi dan Gas (Dirjen Migas)  Kementerian Energi dan Sumber…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:34

Pemkot Tambah Ruang Publik

SATU lagi ruang publik bisa menjadi alternatif warga Tarakan untuk bersantai atau berolahraga. Yakni,…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:19

Pelajar Jadi Pecandu Rokok

TARAKAN – Merokok di tempat umum dengan mengenakan pakaian sekolah, seperti sudah menjadi hal…

Jumat, 20 Oktober 2017 13:42

Disdik Akan Tambah Bus Sekolah

TARAKAN – Empat unit bus sekolah yang dioperasikan Pemkot Tarakan, masih belum mencukupi. Karena…

Jumat, 20 Oktober 2017 13:32

Reklamasi Terhambat Hujan

PROYEK reklamasi menambah luas area peti kemas di Pelabuhan Malundung sudah mencapai 70 persen. Manager…

Jumat, 20 Oktober 2017 13:28

Mahasiswa Tuntut Perbaikan Jalan Gunung Amal

TARAKAN – Kondisi Jalan Gunung Amal, terutama di lokasi tanjakan hingga di depan gereja yang kurang…

Jumat, 20 Oktober 2017 13:25

Keberangkatan Speedboat Sempat Tertunda

TARAKAN – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan sempat menunda…

Kamis, 19 Oktober 2017 11:33

Lapangan Tenis ‘Berubah’ Fungsi

TARAKAN – Lapangan tenis outdoor di kompleks sport center kondisinya tidak hanya memprihatinkan.…

Kamis, 19 Oktober 2017 11:23

Pembangunan Akuarium Dikebut

TARAKAN – Warga atau wisatawan dalam dan luar negeri yang berkunjung ke Kawasan Konservasi Mangrove…

Kamis, 19 Oktober 2017 11:19

Cantumkan Nama Ibu Kandung Hoax

KEPALA Seksi Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Tarakan Ardiansyah menegaskan, registrasi ulang…

Pembangunan Akuarium Dikebut

Waspada Cuaca Buruk

Uji Coba Alat Tangkap Tak Memuaskan

Desak RSUD Mantri Raga Segera Dioperasikan

Tanaman Hidroponik Jadi Buruan

Keberangkatan Speedboat Sempat Tertunda

Lapangan Tenis ‘Berubah’ Fungsi

Wali Kota Bantah PBI Tak Tepat Sasaran

Program Sejuta Rumah Terus Dikembangkan

Disdik Akan Tambah Bus Sekolah
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .