MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 17 Juni 2017 12:29
Petugas Lapas Tarakan Ditangkap, Kalapas Lapor ke Menteri dan Komnas HAM
Ilustrasi

PROKAL.CO, TARAKAN – Pengungkapan kasus sabu-sabu seberat 5 kilogram oleh tim dari Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) XIII/Tarakan, Senin (12/6) lalu, menuai persoalan lain.

Hasil pengembangan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan, menangkap satu orang lagi yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Orang yang ditangkap adalah petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan berinisial HD yang diamankan pada Senin (12/6) malam, sekira pukul 22.00 Wita. HD diamankan berdasarkan keterangan ketiga pelaku yang ditangkap sebelumnya.

Kepala Lapas (Kalapas) Tarakan Fernando Kloer membenarkan penangkapan anggotanya oleh BNN Kota Tarakan. Namun, dia membantah keterlibatan anggotanya dalam kasus ini.

Fernando justru menuding kinerja BNN Tarakan yang tidak beres dengan “menculik” HD yang saat itu sedang bertugas menjaga pintu masuk lapas. “Saya keberatan dan saya buat surat ditembuskan ke Panglima TNI, Komandan Lantamal, Menteri Hukum dan HAM, Komnas HAM, Kapolda dan Kapolres,” ujarnya, kemarin (16/6).

Selain menuding pihak BNN melakukan penangkapan paksa terhadap bawahannya, Fernando juga mempertanyakan alasan BNN mengambil anggotanya secara paksa.

Seharusnya, kata dia, penyidik menyurati terlebih dahulu untuk meminta klarifikasi dari anggotanya. Selain itu, lanjutnya, penyidik harusnya memanggil anggotanya yang diduga terlibat dan melakukan pemeriksaan atas izinnya.

“Kalau barang itu pesanan lapas, silakan dikroscek pesanan itu. Kan tinggal dipanggil, kenapa anak buah saya yang tidak tahu apa-apa ditarik paksa dan anak buah saya babak belur,” timpalnya.

Menurutnya, apa yang sudah dilakukan penyidik BNN terhadap anggotanya di luar kemanusiaan. Pasalnya, belum ada bukti yang kuat, tiba-tiba saja petugasnya diseret paksa oleh penyidik. 

Selain menyesali kejadian tersebut, dia juga akan melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Wilayah Hukum dan HAM di Samarinda, Dirjen Lembaga Pemasyarakatan dan Kementerian Hukum dan HAM di Jakarta.

“Saya berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi, dan kalau memang pihak-pihak terkait mau menangkap anggota kami harus melakui izin, komunikasi dan koordinasi dengan saya sebagai Kalapas. Negara kita ini negara hukum, utamakan Presumption Of Innocence (praduga tidak bersalah) jangan dilakukan secara bar-bar, sadis, kejam dan tidak manusiawi karena itu merupakan pelanggaran HAM yang berat,” ujarnya dengan nada kesal.

Fernando juga tidak terima dengan sudah ditetapkan bawahannya sebagai tersangka. Itu berdasarkan surat yang dia terima langsung dari BNN Tarakan. Dia mengaku sudah mengklarifikasi Kepala BNN Tarakan Agus Surya Dewi terkait penetapan tersangka itu.  

“Mereka terburu-buru, bisa jadi masalah besar ini,” timpalnya.

“Jadi ini pelanggaran HAM, ada praduga tak bersalah. Jadi ini penculikan. Kecuali di Hp miliknya ada komunikasi, jawabannya ya atau oke, itu sudah terlibat dia, tapi ini tidak ada,” sambungnya.  

Terpisah, Kepala BNN Tarakan Agus Surya Dewi menolak menemui awak media. Saat pewarta mendatangi kantor BNN Tarakan, salah satu staf mengatakan pihak BNN belum bisa keterangan karena masih pengembangan. (mrs/fen)


BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 12:04

Sertifikasi Lahan Tambak Semakin Dekat

TANJUNG SELOR – Sertifikasi lahan tambak milik masyarakat yang tersebar di Kabupaten Bulungan,…

Selasa, 23 Januari 2018 12:02

Koridor Jembatan Bulan Dilanjutkan

TANJUNG SELOR – Pembangunan akses menuju Jembatan Bulan (Bulungan-Tarakan) terus disiapkan Pemprov…

Selasa, 23 Januari 2018 11:55

Minta Pemkab Serius Tangani Banjir

TANJUNG SELOR – Desa Wonomulyo di Kecamatan Tanjung Palas Timur yang menjadi langganan banjir…

Senin, 22 Januari 2018 11:46

Plt Sekprov Diumumkan 1 Februari

TANJUNG SELOR – Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara Badrun sudah memastikan mulai cuti mengikuti…

Senin, 22 Januari 2018 11:42

Harus Masuk Buku Biru, Desain Jembatan Bulan Butuh Rp 100 M

TANJUNG SELOR – Rencana pembangunan jembatan Bulungan-Tarakan (Bulan) masih menjadi mimpi yang…

Senin, 22 Januari 2018 11:40

Tak Bayar Mahal, Berharap Ada Subsidi Pemerintah

Keberadaan maskapai MAF seolah menjadi penolong bagi masyarakat pedalaman dan perbatasan di Kalimantan…

Senin, 22 Januari 2018 11:38

Wonomulyo Kembali Kebanjiran

TANJUNG SELOR – Desa Wonomulyo dan beberapa desa sekitarnya di Kecamatan Tanjung Palas Timur,…

Minggu, 21 Januari 2018 13:46

Jadi Langganan Setiap Tahun

TANJUNG SELOR - Banjir yang menggenangi beberapa desa di Kecamatan Tanjung Palas Timur pada Jumat (19/1)…

Minggu, 21 Januari 2018 13:40

Kaltara Dapat Bantuan CCTV

TANJUNG SELOR - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tahun ini bakal memberikan bantuan kamera pengawas…

Sabtu, 20 Januari 2018 12:46

Lahan Belum Jelas, Rp 80 M Kembali ke Pusat

TANJUNG SELOR – Pengembangan Bandara Tanjung Harapan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan masih terkendala…

Lagi, Mobil Nyungsep di Sei Sajau

Tol Udara Dimulai Tahun Ini

Akan Panggil Nakhoda Tugboat

Lahan Belum Jelas, Rp 80 M Kembali ke Pusat

Dua Raperda Amankan Jalan Kaltara

Bankeu Revisi RTRW Bakal Dipangkas

Puluhan Hektare Sawah Terendam, Petani Terancam Gagal Panen

Revisi Perda GSB, Bangunan Lama Dikecualikan

Agen Kapal Survei Kerusakan Dermaga

Tunggu Persetujuan Penlok dari Kemenhub
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .