MANAGED BY:
SELASA
24 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 17 Juni 2017 12:29
Petugas Lapas Tarakan Ditangkap, Kalapas Lapor ke Menteri dan Komnas HAM
Ilustrasi

PROKAL.CO, TARAKAN – Pengungkapan kasus sabu-sabu seberat 5 kilogram oleh tim dari Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) XIII/Tarakan, Senin (12/6) lalu, menuai persoalan lain.

Hasil pengembangan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan, menangkap satu orang lagi yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Orang yang ditangkap adalah petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan berinisial HD yang diamankan pada Senin (12/6) malam, sekira pukul 22.00 Wita. HD diamankan berdasarkan keterangan ketiga pelaku yang ditangkap sebelumnya.

Kepala Lapas (Kalapas) Tarakan Fernando Kloer membenarkan penangkapan anggotanya oleh BNN Kota Tarakan. Namun, dia membantah keterlibatan anggotanya dalam kasus ini.

Fernando justru menuding kinerja BNN Tarakan yang tidak beres dengan “menculik” HD yang saat itu sedang bertugas menjaga pintu masuk lapas. “Saya keberatan dan saya buat surat ditembuskan ke Panglima TNI, Komandan Lantamal, Menteri Hukum dan HAM, Komnas HAM, Kapolda dan Kapolres,” ujarnya, kemarin (16/6).

Selain menuding pihak BNN melakukan penangkapan paksa terhadap bawahannya, Fernando juga mempertanyakan alasan BNN mengambil anggotanya secara paksa.

Seharusnya, kata dia, penyidik menyurati terlebih dahulu untuk meminta klarifikasi dari anggotanya. Selain itu, lanjutnya, penyidik harusnya memanggil anggotanya yang diduga terlibat dan melakukan pemeriksaan atas izinnya.

“Kalau barang itu pesanan lapas, silakan dikroscek pesanan itu. Kan tinggal dipanggil, kenapa anak buah saya yang tidak tahu apa-apa ditarik paksa dan anak buah saya babak belur,” timpalnya.

Menurutnya, apa yang sudah dilakukan penyidik BNN terhadap anggotanya di luar kemanusiaan. Pasalnya, belum ada bukti yang kuat, tiba-tiba saja petugasnya diseret paksa oleh penyidik. 

Selain menyesali kejadian tersebut, dia juga akan melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Wilayah Hukum dan HAM di Samarinda, Dirjen Lembaga Pemasyarakatan dan Kementerian Hukum dan HAM di Jakarta.

“Saya berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi, dan kalau memang pihak-pihak terkait mau menangkap anggota kami harus melakui izin, komunikasi dan koordinasi dengan saya sebagai Kalapas. Negara kita ini negara hukum, utamakan Presumption Of Innocence (praduga tidak bersalah) jangan dilakukan secara bar-bar, sadis, kejam dan tidak manusiawi karena itu merupakan pelanggaran HAM yang berat,” ujarnya dengan nada kesal.

Fernando juga tidak terima dengan sudah ditetapkan bawahannya sebagai tersangka. Itu berdasarkan surat yang dia terima langsung dari BNN Tarakan. Dia mengaku sudah mengklarifikasi Kepala BNN Tarakan Agus Surya Dewi terkait penetapan tersangka itu.  

“Mereka terburu-buru, bisa jadi masalah besar ini,” timpalnya.

“Jadi ini pelanggaran HAM, ada praduga tak bersalah. Jadi ini penculikan. Kecuali di Hp miliknya ada komunikasi, jawabannya ya atau oke, itu sudah terlibat dia, tapi ini tidak ada,” sambungnya.  

Terpisah, Kepala BNN Tarakan Agus Surya Dewi menolak menemui awak media. Saat pewarta mendatangi kantor BNN Tarakan, salah satu staf mengatakan pihak BNN belum bisa keterangan karena masih pengembangan. (mrs/fen)


BACA JUGA

Selasa, 24 Oktober 2017 12:25

Balas Jasa hingga Terpisah untuk Selamanya

Kisah inspiratif kakek bernama Ahmad dan perempuan paruh baya, Windy (39) yang tak ada hubungan keluarga,…

Selasa, 24 Oktober 2017 12:22

2018, Bulungan Minim Pembangunan

TANJUNG SELOR – Defisit anggaran bakal terus menyelimuti Pemkab Bulungan. Besaran APBD 2018 mendatang…

Senin, 23 Oktober 2017 11:22

Perda BUMD Mendesak Disahkan

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara Irianto Lambrie mengharapkan agar DPRD Kaltara bisa melakukan…

Senin, 23 Oktober 2017 11:20

Mucil, Penjual Bentol Bakal Ditertibkan

TANJUNG SELOR – Lama tak mendapat tindakan tegas dari aparat keamanan, penjual bensin botol (bentol)…

Minggu, 22 Oktober 2017 14:05

Izin Konstruksi Terbit November, Pemprov Buka Peluang Investor Lain Terlibat

TANJUNG SELOR – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sungai Kayan, Kecamatan…

Minggu, 22 Oktober 2017 14:04

Gubernur Akui Tes CPNS 2017 Lebih Sulit

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) penerimaan CPNS Pemprov Kaltara sudah…

Minggu, 22 Oktober 2017 13:59

Diskon 50 Persen untuk Dhuafa, Siapkan Layanan Kesehatan

Untuk memberikan manfaat kepada umat, Baznas Kaltara berinisiatif mendirikan dua layanan, yakni Baznas…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:44

Ombak Tinggi, Nelayan Tak Melaut

TARAKAN – Cuaca ekstrem di perairan Kaltara sejak beberapa hari ini, membuat banyak nelayan di…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:09

Dorong Perluasan Elektroninasi untuk Dukung GNNT

Bank Indonesia ikut mendorong terwujudnya smart city atau kota cerdas di Kalimantan Utara melalui sektor…

Jumat, 20 Oktober 2017 13:27

Pemkab Siapkan Jurus Jitu, Soal Pembebasan Lahan PLTA

TANJUNG SELOR – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Kecamatan Peso, Bulungan…

Kakek 63 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa, Ini Penyebabnya...

SPj Kepsek Hambat Penyaluran Bosprov

Tes Sesi Keenam “Diganggu” Listrik Padam

Gara-Gara Panel Mesin Terbakar, Sehari 4 Kali Mati Lampu

Izin Konstruksi Terbit November, Pemprov Buka Peluang Investor Lain Terlibat

Berawal dari Keprihatinan, Masih Butuh Penyempurnaan

Gubernur Akui Tes CPNS 2017 Lebih Sulit

Setelah Verifikasi, Lanjut Monitoring

Pelabuhan Feri Bunyu Masuk RIPN, Bakal Dianggarkan Rp 110 M dari APBN

Lolos SKD Tak Jamin ke SKB, Ishak: Hanya Diambil Tiga Kali Jumlah Formasi
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .