MANAGED BY:
RABU
20 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 20 Mei 2017 09:37
Penyu Hijau Ditemukan Mati di Kolong Rumah
BANGKAI PENYU: Hendra Daput mendapati penyu hijau berukuran besar mati di kolong rumahnya, Kamis (18/9). Bangkai penyu tersebut berhasil dievakuasi setelah sebelumnya tersangkut di sela pondasi rumahnya.

PROKAL.CO, TARAKAN – Hendra Daput, warga RT 01 Kelurahan Selumit Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, menemukan seekor penyu yang tersangkut di kolong rumahnya di daerah pesisir. Penyu hijau yang termasuk penyu dilindungi ini ditemukan dalam kondisi sudah mati pada Kamis (18/5), sekira pukul 15.30 Wita.

Saat itu. Hendra sedang mengurus ternak ayamnya. Namun, tanpa sengaja melihat penyu itu di kolong rumahnya. “Saya kan pelihara ayam di rumah. Lalu ayamnya jatuh, terus saya ambil ayamnya, saya kaget kenapa ada penyu di situ,” ujar Hendra kepada awak media, Jumat (19/5).

Karena penasaran, Hendra mencoba menggerak-gerakkannya penyu yang tersangkut di sela tiang rumahnya. Namun, penyu berukuran besar itu sudah mati. Hendra tidak lansung melepaskan penyu tersebut karena hanya sendiri. Sementara ukuran penyu itu cukup besar dan berat.

Diperkirakan, penyu raksasa ini memiliki panjang mencapai  2 meter dengan lebar sekitar 80 centimeter. Sedangkan berat mencapai 200 kilogram.

Untuk sementara waktu penyu masih disimpan Hendra hingga ada pihak terkait yang akan melakukan penelitian. Saat dievakuasi, terlihat di sayap kiri bagian depan penyu tersebut ada sebuah tanda terbuat dari stainless bertuliskan ‘RETURN TO: TURTLE ISLANDS PARK BOX 768, SANDAKAN, SABAH, MALAYSIA’. Sedangkan tulisan yang berada di baliknya ‘MY (S) 7028’.

“Jika dalam dua hari ini tidak ada pihak terkait yang melakukan penelitian, akan saya awetkan penyu ini. Lagian saya tidak memburunya, dia mati tersangkut di bawah rumah. Hewan ini kan langka, sayang kalau dibuang ke laut lagi,” pungkasnya.

Diketahui, jenis penyu di Indonesia telah dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Berarti segala bentuk perdagangan penyu atau pun bagian tubuhnya, baik hidup maupun mati itu dilarang.

Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, pelaku perdagangan satwa dilindungi seperti penyu bisa dikenakan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta. Pemanfaatan jenis satwa dilindungi hanya diperbolehkan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan dan penyelamatan jenis satwa yang bersangkutan. (mrs/har)


BACA JUGA

Selasa, 19 September 2017 13:09

Hari Ini, Pemprov Kembali Yakinkan DPD

TANJUNG SELOR – Belum dicabutnya moratorium pemekaran daerah oleh pemerintah pusat menjadi kendala…

Selasa, 19 September 2017 12:57
Sisi Lain dari Pendaftaran CPNS Pemprov Kaltara

Numpang di Rumah Warga hingga Kehilangan Dompet

Sejak dibukanya pendaftaran CPNS Pemprov Kaltara, pendaftar dari berbagai daerah pun langsung berdatangan…

Selasa, 19 September 2017 12:55

Legalisir Camat Dianggap Tidak Sah

TANJUNG SELOR – Masalah legalisir kartu keluarga (KK) dan akta kelahiran yang menjadi syarat berkas…

Senin, 18 September 2017 12:08

Tenaga Kontrak Curhat Minta Diangkat CPNS

TARAKAN – Anggota Komisi II DPR RI, Hetifah Sjaifudian mengaku prihatin mendengar kondisi yang…

Senin, 18 September 2017 11:58

Kenaikan Dana BOS Dinilai Wajar

TANJUNG SELOR – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengusulkan dana bantuan operasional…

Minggu, 17 September 2017 14:01

Dirjen Minerba Dorong Pemda Tegas

PERSOALAN pencemaran sungai di Kabupaten Malinau akibat limbah perusahaan tambang batu bara, juga jadi…

Minggu, 17 September 2017 13:59

Dianggap Punya Masa Depan yang Menjanjikan

Keran CPNS yang dibuka pemerintah untuk Pemprov Kaltara diserbu ribuan pendaftar. Beberapa pendaftar…

Minggu, 17 September 2017 13:57

Dugaan Ijazah Palsu karena Tak Terdaftar

TANJUNG SELOR – Dugaan adanya pendaftar CPNS Pemprov Kaltara menggunakan ijazah palsu saat penyerahan…

Minggu, 17 September 2017 13:55

ESDM Wanti-Wanti Perusahaan Tambang di Malinau

TANJUNG SELOR - Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara Ferdy Manurun Tandulangi…

Sabtu, 16 September 2017 13:33

Waspada Peredaran Obat PCC di Kaltara, Pengguna Bisa Alami Kejang-Kejang

TARAKAN - Beredarnya obat PCC (paracetamol, caffeine dan carisoprodol) di Kendari, Sulawesi Tenggara…

Panitia Temukan Ijazah Palsu

Polres Diserbu Pemohon SKCK

Maskapai Bertambah, Penumpang Speedboat Normal

Tenaga Kontrak Curhat Minta Diangkat CPNS

Dugaan Ijazah Palsu karena Tak Terdaftar

Kenaikan Dana BOS Dinilai Wajar

Lahan Pelabuhan Pesawan Dipertanyakan

Dianggap Punya Masa Depan yang Menjanjikan

Dirjen Minerba Dorong Pemda Tegas

Balas Kebaikan, Kisah Kakek Ahmad Jadi Viral
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .