MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 20 Mei 2017 09:37
Penyu Hijau Ditemukan Mati di Kolong Rumah
BANGKAI PENYU: Hendra Daput mendapati penyu hijau berukuran besar mati di kolong rumahnya, Kamis (18/9). Bangkai penyu tersebut berhasil dievakuasi setelah sebelumnya tersangkut di sela pondasi rumahnya.

PROKAL.CO, TARAKAN – Hendra Daput, warga RT 01 Kelurahan Selumit Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, menemukan seekor penyu yang tersangkut di kolong rumahnya di daerah pesisir. Penyu hijau yang termasuk penyu dilindungi ini ditemukan dalam kondisi sudah mati pada Kamis (18/5), sekira pukul 15.30 Wita.

Saat itu. Hendra sedang mengurus ternak ayamnya. Namun, tanpa sengaja melihat penyu itu di kolong rumahnya. “Saya kan pelihara ayam di rumah. Lalu ayamnya jatuh, terus saya ambil ayamnya, saya kaget kenapa ada penyu di situ,” ujar Hendra kepada awak media, Jumat (19/5).

Karena penasaran, Hendra mencoba menggerak-gerakkannya penyu yang tersangkut di sela tiang rumahnya. Namun, penyu berukuran besar itu sudah mati. Hendra tidak lansung melepaskan penyu tersebut karena hanya sendiri. Sementara ukuran penyu itu cukup besar dan berat.

Diperkirakan, penyu raksasa ini memiliki panjang mencapai  2 meter dengan lebar sekitar 80 centimeter. Sedangkan berat mencapai 200 kilogram.

Untuk sementara waktu penyu masih disimpan Hendra hingga ada pihak terkait yang akan melakukan penelitian. Saat dievakuasi, terlihat di sayap kiri bagian depan penyu tersebut ada sebuah tanda terbuat dari stainless bertuliskan ‘RETURN TO: TURTLE ISLANDS PARK BOX 768, SANDAKAN, SABAH, MALAYSIA’. Sedangkan tulisan yang berada di baliknya ‘MY (S) 7028’.

“Jika dalam dua hari ini tidak ada pihak terkait yang melakukan penelitian, akan saya awetkan penyu ini. Lagian saya tidak memburunya, dia mati tersangkut di bawah rumah. Hewan ini kan langka, sayang kalau dibuang ke laut lagi,” pungkasnya.

Diketahui, jenis penyu di Indonesia telah dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Berarti segala bentuk perdagangan penyu atau pun bagian tubuhnya, baik hidup maupun mati itu dilarang.

Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, pelaku perdagangan satwa dilindungi seperti penyu bisa dikenakan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta. Pemanfaatan jenis satwa dilindungi hanya diperbolehkan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan dan penyelamatan jenis satwa yang bersangkutan. (mrs/har)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 12:55

Teruskan Warisan Leluhur, Ketupat Jadi Lambang Persatuan

Di setiap bulan Safar kalender Hijriah, masyarakat suku Tidung menggelar tradisi turun-temurun. Yakni,…

Sabtu, 18 November 2017 12:53

Investor Belanda Tertarik Bangun PLTS

TARAKAN – Selain upaya dari PLN untuk mewujudkan keandalan listrik di Tarakan, pihak swasta juga…

Sabtu, 18 November 2017 12:47

Usulkan Jika Ada Penerimaan CPNS

LIMA jabatan pada seleksi CPNS Pemprov Kaltara dipastikan kosong, karena tidak ada peserta yang mencapai…

Sabtu, 18 November 2017 12:45

Lima Jabatan Dipastikan Kosong, Hanya 1.043 Peserta Lolos SKB

TANJUNG SELOR – Peserta seleksi penerimaan CPNS Pemprov Kaltara yang telah lolos seleksi kompetensi…

Jumat, 17 November 2017 13:14

LIHAT NIH..!! Demi Sekolah, Anak-Anak Desa Pimping Berenang Seberangi Sungai

TANJUNG SELOR – Semangat anak-anak Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Bulungan menempuh…

Jumat, 17 November 2017 13:06

Awasi Produk Olahan dengan Sipawan

TANJUNG SELOR – Baru-baru ini, masyarakat di Kaltara, khususnya Kabupaten Nunukan dihebohkan dengan…

Jumat, 17 November 2017 12:59

Punya Kemauan dan Semangat, Tertarik Jadi Dosen

Berkat doa, ketekunan dan kerja kerasnya dalam menempuh pendidikan di Universitas Borneo Tarakan (UBT),…

Jumat, 17 November 2017 12:56

Rencana Kemenpan Buka Penerimaan CPNS 2018, Pemkab dan Pemprov Tunggu Info Resmi

TANJUNG SELOR – Pendaftar Pemprov CPNS tahun ini yang tidak lolos verifikasi berkas maupun seleksi…

Kamis, 16 November 2017 13:30

Pasien dari Perbatasan Semakin Sulit Dirujuk

TARAKAN – Setelah Kalstar Aviation yang dihentikan sementara penerbangannya oleh Kementerian Perhubungan.…

Kamis, 16 November 2017 13:29

Diduga karena Tercemar Limbah Perusahaan Tambang, Lahan Pertanian Terancam Tak Produktif

TANJUNG SELOR – Perusahaan pertambangan di Malinau Selatan, Kabupaten Malinau diduga kembali melakukan…

Kaltara Masuk 5 Besar Kasus Narkoba

Jalan ke Tanah Kuning Semakin Parah

SKB Belum Ada Kabar

LIHAT NIH..!! Demi Sekolah, Anak-Anak Desa Pimping Berenang Seberangi Sungai

Heboh Bakso Daging Tikus, Kadis DPKP Sebut Masih Indikasi

Heran Daerah Penghasil Tak Aktif

Kasus SMA 2 Harus Jadi Pelajaran Terakhir

Baru Selesai, Bekas Longsor Ambles Lagi

Raisal Akan Jalani Operasi Kedua

Wisata Arung Jeram Mulai Dilirik, Kemenpar Siapkan Rp 950 Juta
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .