MANAGED BY:
SABTU
22 JULI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 20 Mei 2017 09:37
Penyu Hijau Ditemukan Mati di Kolong Rumah
BANGKAI PENYU: Hendra Daput mendapati penyu hijau berukuran besar mati di kolong rumahnya, Kamis (18/9). Bangkai penyu tersebut berhasil dievakuasi setelah sebelumnya tersangkut di sela pondasi rumahnya.

PROKAL.CO, TARAKAN – Hendra Daput, warga RT 01 Kelurahan Selumit Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, menemukan seekor penyu yang tersangkut di kolong rumahnya di daerah pesisir. Penyu hijau yang termasuk penyu dilindungi ini ditemukan dalam kondisi sudah mati pada Kamis (18/5), sekira pukul 15.30 Wita.

Saat itu. Hendra sedang mengurus ternak ayamnya. Namun, tanpa sengaja melihat penyu itu di kolong rumahnya. “Saya kan pelihara ayam di rumah. Lalu ayamnya jatuh, terus saya ambil ayamnya, saya kaget kenapa ada penyu di situ,” ujar Hendra kepada awak media, Jumat (19/5).

Karena penasaran, Hendra mencoba menggerak-gerakkannya penyu yang tersangkut di sela tiang rumahnya. Namun, penyu berukuran besar itu sudah mati. Hendra tidak lansung melepaskan penyu tersebut karena hanya sendiri. Sementara ukuran penyu itu cukup besar dan berat.

Diperkirakan, penyu raksasa ini memiliki panjang mencapai  2 meter dengan lebar sekitar 80 centimeter. Sedangkan berat mencapai 200 kilogram.

Untuk sementara waktu penyu masih disimpan Hendra hingga ada pihak terkait yang akan melakukan penelitian. Saat dievakuasi, terlihat di sayap kiri bagian depan penyu tersebut ada sebuah tanda terbuat dari stainless bertuliskan ‘RETURN TO: TURTLE ISLANDS PARK BOX 768, SANDAKAN, SABAH, MALAYSIA’. Sedangkan tulisan yang berada di baliknya ‘MY (S) 7028’.

“Jika dalam dua hari ini tidak ada pihak terkait yang melakukan penelitian, akan saya awetkan penyu ini. Lagian saya tidak memburunya, dia mati tersangkut di bawah rumah. Hewan ini kan langka, sayang kalau dibuang ke laut lagi,” pungkasnya.

Diketahui, jenis penyu di Indonesia telah dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Berarti segala bentuk perdagangan penyu atau pun bagian tubuhnya, baik hidup maupun mati itu dilarang.

Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, pelaku perdagangan satwa dilindungi seperti penyu bisa dikenakan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta. Pemanfaatan jenis satwa dilindungi hanya diperbolehkan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan dan penyelamatan jenis satwa yang bersangkutan. (mrs/har)


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 12:27

Lima Desa ‘Terendam Banjir’

TANJUNG SELOR – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bulungan memperkirakan tiga…

Jumat, 21 Juli 2017 12:23

Sempat Putus Asa, Pesan Orangtua Jadi Motivasi

Memiliki keterbatasan fisik, bukan berarti tidak bisa melakukan segalanya. Bahkan, di balik keterbatasan…

Jumat, 21 Juli 2017 12:21

Waduh, 14 Warga Bulungan Positif HIV/AIDS

TANJUNG SELOR – Jumlah warga yang terindikasi positif mengidap HIV/AIDS di Kabupaten Bulungan…

Kamis, 20 Juli 2017 11:17

Penjaga SBW Ditemukan Tak Bernyawa

TANJUNG SELOR – Diot (36), penjaga sarang burung walet (SBW) di daerah Gua Wong, Desa Long Peso,…

Kamis, 20 Juli 2017 11:10

Termotivasi Laode Musa, Hafal 30 Juz Minta Hadiah Umrah

Tak banyak orang anak-anak berusia belia yang mampu menghafal Alquran dengan baik. Dari beberapa yang…

Rabu, 19 Juli 2017 13:06

Sistem Zonasi Dilaporkan ke DPRD, Kepala Disdik Kaltara Bungkam

TANJUNG SELOR - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi dilaporkan sejumlah masyarakat Tarakan…

Rabu, 19 Juli 2017 13:01

Insentif Guru Honorer Belum Cair

INSENTIF triwulan pertama guru honorer atau guru tidak tetap (GTT) di Bulungan yang bersumber dari hibah…

Rabu, 19 Juli 2017 13:00

Melahirkan Anak Kedua, Berharap Jadi Penghafal Alquran

Perhelatan Selekti Tilawatil Quran (STQ) ke-24 menjadi momen terindah bagi Nadifatul Mu’tamaroh.…

Rabu, 19 Juli 2017 12:57

Jatim Calon Tuan Rumah STQ XXV

TARAKAN – Jawa Timur (Jatim) menjadi calon kuat penyelenggara Seleksi Tilawatil Quran (STQ) XXV…

Selasa, 18 Juli 2017 11:30

Kaltara Masuk Prioritas Pengembangan Kawasan Industri

JAKARTA – Gubernur Kaltara Irianto Lambrie kembali memaparkan pembangunan kawasan industri di…

Warga Sumbangan untuk Perbaiki Jalan

Sopir Truk Ngebut di Jalan Jelarai, Warga Sesalkan Tak Ada Penertiban

Infrastruktur di Permukiman Transmigrasi Jelek

Formasi Penerimaan CPNS Masih Tanda Tanya

Hujan, Gubernur Sempat Khawatir

Desak Pemkab Selesaikan Masalah Lahan

Kaltara Masuk Prioritas Pengembangan Kawasan Industri

ESDM Ancam Cabut Izin Perusahaan

Banyak Jalan Bopeng di Tanjung Palas

Warga Ancam Gugat Perusahaan Rp 1 T
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .