MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 19 Mei 2017 13:01
Jadwal Pemadaman Tak Jelas

Di Tarakan Tergantung Pasokan Gas Pertamina Bunyu

PEMADAMAN BERGILIR: Pembangkit PLN Rayon Tanjung Selor dilakukan pemeliharaan hingga 20 Mei.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pemadaman bergilir yang dilakukan PLN Rayon Tanjung Selor sejak beberapa hari ini tidak sesuai jadwal. Rabu (17/5) misalnya, di sekitar Jalan Pinus mengalami beberapa kali pemadaman, baik siang maupun malam hari.

Kamis (18/5), warga di Jalan Pinus pun kembali merasakan pemadaman listrik sejak siang hingga sore. Selain pemadaman, suplai listrik pun turun naik.

Manager PLN Rayon Tanjung Selor Agus Sidorahayu yang dikonfirmasi media ini, menyatakan pemadaman kemarin karena penggantian oli pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) Sei Buaya.

Dia juga menyebutkan pembangkit lain pun sedang dalam masa pemeliharaan sehingga dilakukan pemadaman bergilir. “Bukan karena adanya gangguan pada mesin, tapi kami sedang berupaya melakukan pemeliharaan saja agar nanti pada saat Ramadan tidak lagi defisit daya,” ujarnya.

“Pemeliharaan mesin hingga tanggal 20 Mei,” sambungnya.

Selain di Tanjung Selor, Bulungan, warga di Tarakan juga harus kembali merasakan pemadaman bergilir. Bahkan, Asisten Perencanaan PT PLN Unit Layanan Khusus (ULK) Tarakan Aris Hermawan menyebutkan pemadaman bergilir hingga 9 jam per hari, sejak tiga hari lalu.

Meski diperkirakan normal kembali pada 24 Mei, namun dirinya tidak bisa menjamin sesuai jadwal. Pasalnya, semua tergantung pada pasokan gas dari PT Pertamina Bunyu, serta suplai energi dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) PT IDEC.

“Jadwal itu hanya sebagai perkiraan pada saat kondisi yang kami perkirakan seperti (gangguan, Red) itu. Tapi sekali lagi kalau ternyata di lapangan gasnya tidak ada lagi, kami mau tidak mau belum bisa masukan,” ujarnya. 

Persoalan pasokan gas dan PLTU milik PT IDEC tersebut menjadi alasan klasik PT PLN ULK Tarakan sehingga melakukan pemadaman bergilir. Untuk pasokan gas, dia menyebutkan berkurang sejak awal Mei. Hingga kemarin, juga belum stabil (fluktuatif), hanya berkisar 3 MMSCFD.

Sementara dalam kondisi normal bisa menyuplai hingga 4 MMSCFD. Akibat kekurangan pasokan hingga 1 MMSCFD ini, dia mengaku PT PLN kehilangan 10 MW. Dia juga menyatakan sudah mengantisipasi hal ini dengan mengaktifkan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang mampu menghasilkan daya hingga 13 MW.

Namun, sejak 10 Mei lalu, pembangkit utama PLTU milik PT IDEC yang biasa menyuplai hingga 5 MW, mengalami gangguan pada boiler sehingga tidak bisa beroperasi, karena dalam perbaikan yang juga tidak bisa dipastikan selesainya.

Karena itu, tidak punya pilihan selain melakukan kembali pemadaman bergilir. Sebab, beban puncak sejak Februari lalu sudah mencapai 38,1 MW. Sementara, dengan force majeure yang terjadi saat ini, PLN tidak bisa memenuhi tuntutan tersebut.

Menurut Aris, hingga kemarin belum ada pemberitahuan dari PT Pertamina Bunyu akan normalnya kembali pasokan gas. Sementara dari PT IDEC hanya mengupayakan bisa cepat melakukan perbaikan, dengan perkirakan waktu hingga seminggu ke depan.

Dia juga menyebutkan telah menyewa mesin diesel milik Kaltimax Energi berkapasitas 4 MW. Namun, yang bisa digunakan saat ini baru 1 MW karena pemasangan mesinnya membutuhkan waktu. “Sebenarnya mesin sewa 4 MW ini kami peruntukkan puasa dan Lebaran (Idulfitri). Tapi mereka baru usahakan 1 MW,” ungkapnya.

Sementara itu, Komisi II DPRD Tarakan sudah melakukan pertemuan dengan ULK PLN Tarakan untuk membahas persoalan listrik. Pertemuan juga dilakukan dengan PDAM untuk persoalan air bersih dalam rangka persiapan menjelang Ramadan.

Dari pertemuan tersebut, Komisi II menekankan PT PLN ULK Tarakan bisa memprioritaskan energi listrik untuk PDAM guna mendukung kelancaraan pendistribusian air bersih. Sebab, kondisi air produksi PDAM juga masih dikeluhkan warga.

“PDAM kan memiliki ketergantungan listrik untuk menghidupkan pompa pendistribusian air ke masyarakat. Makanya kami mendatangi PLN untuk membahas metode tentang memberikan prioritas khusus ke PDAM. Misalnya, kalau wilayah side 1, minta tolong 4 pompa milik PDAM jangan padam,” ujar anggota DPRD Tarakan, Adnan Hasan Galoeng. (*/ams/mrs/fen)

 


BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 12:04

Sertifikasi Lahan Tambak Semakin Dekat

TANJUNG SELOR – Sertifikasi lahan tambak milik masyarakat yang tersebar di Kabupaten Bulungan,…

Selasa, 23 Januari 2018 12:02

Koridor Jembatan Bulan Dilanjutkan

TANJUNG SELOR – Pembangunan akses menuju Jembatan Bulan (Bulungan-Tarakan) terus disiapkan Pemprov…

Selasa, 23 Januari 2018 11:55

Minta Pemkab Serius Tangani Banjir

TANJUNG SELOR – Desa Wonomulyo di Kecamatan Tanjung Palas Timur yang menjadi langganan banjir…

Senin, 22 Januari 2018 11:46

Plt Sekprov Diumumkan 1 Februari

TANJUNG SELOR – Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara Badrun sudah memastikan mulai cuti mengikuti…

Senin, 22 Januari 2018 11:42

Harus Masuk Buku Biru, Desain Jembatan Bulan Butuh Rp 100 M

TANJUNG SELOR – Rencana pembangunan jembatan Bulungan-Tarakan (Bulan) masih menjadi mimpi yang…

Senin, 22 Januari 2018 11:40

Tak Bayar Mahal, Berharap Ada Subsidi Pemerintah

Keberadaan maskapai MAF seolah menjadi penolong bagi masyarakat pedalaman dan perbatasan di Kalimantan…

Senin, 22 Januari 2018 11:38

Wonomulyo Kembali Kebanjiran

TANJUNG SELOR – Desa Wonomulyo dan beberapa desa sekitarnya di Kecamatan Tanjung Palas Timur,…

Minggu, 21 Januari 2018 13:46

Jadi Langganan Setiap Tahun

TANJUNG SELOR - Banjir yang menggenangi beberapa desa di Kecamatan Tanjung Palas Timur pada Jumat (19/1)…

Minggu, 21 Januari 2018 13:40

Kaltara Dapat Bantuan CCTV

TANJUNG SELOR - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tahun ini bakal memberikan bantuan kamera pengawas…

Sabtu, 20 Januari 2018 12:46

Lahan Belum Jelas, Rp 80 M Kembali ke Pusat

TANJUNG SELOR – Pengembangan Bandara Tanjung Harapan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan masih terkendala…

Lagi, Mobil Nyungsep di Sei Sajau

Tol Udara Dimulai Tahun Ini

Akan Panggil Nakhoda Tugboat

Lahan Belum Jelas, Rp 80 M Kembali ke Pusat

Dua Raperda Amankan Jalan Kaltara

Bankeu Revisi RTRW Bakal Dipangkas

Puluhan Hektare Sawah Terendam, Petani Terancam Gagal Panen

Revisi Perda GSB, Bangunan Lama Dikecualikan

Agen Kapal Survei Kerusakan Dermaga

Tunggu Persetujuan Penlok dari Kemenhub
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .