MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 19 Mei 2017 13:01
Jadwal Pemadaman Tak Jelas

Di Tarakan Tergantung Pasokan Gas Pertamina Bunyu

PEMADAMAN BERGILIR: Pembangkit PLN Rayon Tanjung Selor dilakukan pemeliharaan hingga 20 Mei.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pemadaman bergilir yang dilakukan PLN Rayon Tanjung Selor sejak beberapa hari ini tidak sesuai jadwal. Rabu (17/5) misalnya, di sekitar Jalan Pinus mengalami beberapa kali pemadaman, baik siang maupun malam hari.

Kamis (18/5), warga di Jalan Pinus pun kembali merasakan pemadaman listrik sejak siang hingga sore. Selain pemadaman, suplai listrik pun turun naik.

Manager PLN Rayon Tanjung Selor Agus Sidorahayu yang dikonfirmasi media ini, menyatakan pemadaman kemarin karena penggantian oli pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) Sei Buaya.

Dia juga menyebutkan pembangkit lain pun sedang dalam masa pemeliharaan sehingga dilakukan pemadaman bergilir. “Bukan karena adanya gangguan pada mesin, tapi kami sedang berupaya melakukan pemeliharaan saja agar nanti pada saat Ramadan tidak lagi defisit daya,” ujarnya.

“Pemeliharaan mesin hingga tanggal 20 Mei,” sambungnya.

Selain di Tanjung Selor, Bulungan, warga di Tarakan juga harus kembali merasakan pemadaman bergilir. Bahkan, Asisten Perencanaan PT PLN Unit Layanan Khusus (ULK) Tarakan Aris Hermawan menyebutkan pemadaman bergilir hingga 9 jam per hari, sejak tiga hari lalu.

Meski diperkirakan normal kembali pada 24 Mei, namun dirinya tidak bisa menjamin sesuai jadwal. Pasalnya, semua tergantung pada pasokan gas dari PT Pertamina Bunyu, serta suplai energi dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) PT IDEC.

“Jadwal itu hanya sebagai perkiraan pada saat kondisi yang kami perkirakan seperti (gangguan, Red) itu. Tapi sekali lagi kalau ternyata di lapangan gasnya tidak ada lagi, kami mau tidak mau belum bisa masukan,” ujarnya. 

Persoalan pasokan gas dan PLTU milik PT IDEC tersebut menjadi alasan klasik PT PLN ULK Tarakan sehingga melakukan pemadaman bergilir. Untuk pasokan gas, dia menyebutkan berkurang sejak awal Mei. Hingga kemarin, juga belum stabil (fluktuatif), hanya berkisar 3 MMSCFD.

Sementara dalam kondisi normal bisa menyuplai hingga 4 MMSCFD. Akibat kekurangan pasokan hingga 1 MMSCFD ini, dia mengaku PT PLN kehilangan 10 MW. Dia juga menyatakan sudah mengantisipasi hal ini dengan mengaktifkan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang mampu menghasilkan daya hingga 13 MW.

Namun, sejak 10 Mei lalu, pembangkit utama PLTU milik PT IDEC yang biasa menyuplai hingga 5 MW, mengalami gangguan pada boiler sehingga tidak bisa beroperasi, karena dalam perbaikan yang juga tidak bisa dipastikan selesainya.

Karena itu, tidak punya pilihan selain melakukan kembali pemadaman bergilir. Sebab, beban puncak sejak Februari lalu sudah mencapai 38,1 MW. Sementara, dengan force majeure yang terjadi saat ini, PLN tidak bisa memenuhi tuntutan tersebut.

Menurut Aris, hingga kemarin belum ada pemberitahuan dari PT Pertamina Bunyu akan normalnya kembali pasokan gas. Sementara dari PT IDEC hanya mengupayakan bisa cepat melakukan perbaikan, dengan perkirakan waktu hingga seminggu ke depan.

Dia juga menyebutkan telah menyewa mesin diesel milik Kaltimax Energi berkapasitas 4 MW. Namun, yang bisa digunakan saat ini baru 1 MW karena pemasangan mesinnya membutuhkan waktu. “Sebenarnya mesin sewa 4 MW ini kami peruntukkan puasa dan Lebaran (Idulfitri). Tapi mereka baru usahakan 1 MW,” ungkapnya.

Sementara itu, Komisi II DPRD Tarakan sudah melakukan pertemuan dengan ULK PLN Tarakan untuk membahas persoalan listrik. Pertemuan juga dilakukan dengan PDAM untuk persoalan air bersih dalam rangka persiapan menjelang Ramadan.

Dari pertemuan tersebut, Komisi II menekankan PT PLN ULK Tarakan bisa memprioritaskan energi listrik untuk PDAM guna mendukung kelancaraan pendistribusian air bersih. Sebab, kondisi air produksi PDAM juga masih dikeluhkan warga.

“PDAM kan memiliki ketergantungan listrik untuk menghidupkan pompa pendistribusian air ke masyarakat. Makanya kami mendatangi PLN untuk membahas metode tentang memberikan prioritas khusus ke PDAM. Misalnya, kalau wilayah side 1, minta tolong 4 pompa milik PDAM jangan padam,” ujar anggota DPRD Tarakan, Adnan Hasan Galoeng. (*/ams/mrs/fen)

 


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 12:55

Teruskan Warisan Leluhur, Ketupat Jadi Lambang Persatuan

Di setiap bulan Safar kalender Hijriah, masyarakat suku Tidung menggelar tradisi turun-temurun. Yakni,…

Sabtu, 18 November 2017 12:47

Usulkan Jika Ada Penerimaan CPNS

LIMA jabatan pada seleksi CPNS Pemprov Kaltara dipastikan kosong, karena tidak ada peserta yang mencapai…

Sabtu, 18 November 2017 12:45

Lima Jabatan Dipastikan Kosong, Hanya 1.043 Peserta Lolos SKB

TANJUNG SELOR – Peserta seleksi penerimaan CPNS Pemprov Kaltara yang telah lolos seleksi kompetensi…

Jumat, 17 November 2017 13:14

LIHAT NIH..!! Demi Sekolah, Anak-Anak Desa Pimping Berenang Seberangi Sungai

TANJUNG SELOR – Semangat anak-anak Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Bulungan menempuh…

Jumat, 17 November 2017 13:06

Awasi Produk Olahan dengan Sipawan

TANJUNG SELOR – Baru-baru ini, masyarakat di Kaltara, khususnya Kabupaten Nunukan dihebohkan dengan…

Jumat, 17 November 2017 12:59

Punya Kemauan dan Semangat, Tertarik Jadi Dosen

Berkat doa, ketekunan dan kerja kerasnya dalam menempuh pendidikan di Universitas Borneo Tarakan (UBT),…

Jumat, 17 November 2017 12:56

Rencana Kemenpan Buka Penerimaan CPNS 2018, Pemkab dan Pemprov Tunggu Info Resmi

TANJUNG SELOR – Pendaftar Pemprov CPNS tahun ini yang tidak lolos verifikasi berkas maupun seleksi…

Kamis, 16 November 2017 13:30

Pasien dari Perbatasan Semakin Sulit Dirujuk

TARAKAN – Setelah Kalstar Aviation yang dihentikan sementara penerbangannya oleh Kementerian Perhubungan.…

Kamis, 16 November 2017 13:29

Diduga karena Tercemar Limbah Perusahaan Tambang, Lahan Pertanian Terancam Tak Produktif

TANJUNG SELOR – Perusahaan pertambangan di Malinau Selatan, Kabupaten Malinau diduga kembali melakukan…

Kamis, 16 November 2017 13:24

Kasus SMA 2 Harus Jadi Pelajaran Terakhir

TANJUNG SELOR – Kasus penyegelan ruang belajar SMAN 2 Tanjung Selor harus menjadi perhatian serius…

Kaltara Masuk 5 Besar Kasus Narkoba

Jalan ke Tanah Kuning Semakin Parah

SKB Belum Ada Kabar

LIHAT NIH..!! Demi Sekolah, Anak-Anak Desa Pimping Berenang Seberangi Sungai

Heboh Bakso Daging Tikus, Kadis DPKP Sebut Masih Indikasi

Heran Daerah Penghasil Tak Aktif

Kasus SMA 2 Harus Jadi Pelajaran Terakhir

Baru Selesai, Bekas Longsor Ambles Lagi

Raisal Akan Jalani Operasi Kedua

Wisata Arung Jeram Mulai Dilirik, Kemenpar Siapkan Rp 950 Juta
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .