MANAGED BY:
SABTU
22 JULI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Jumat, 19 Mei 2017 10:43
Temuan Beras Tanpa Label, Bulog Akui Ada Kelalaian
NAMA BARU: Beras dari Divre Bulog Tarakan yang dikemas dengan berat 10 kilogram.

PROKAL.CO, TARAKAN – Kepala Sub (Kasub) Divre Badan Urusan Logistik (Bulog) Tarakan Deny Hasanuddin angkat bicara terkait temuan pihak kepolisian terkait kemasan beras tanpa label produksi.

Diakuinya, beras tersebut memang milik Bulog yang dikemas masing-masing 10 kilogram, dari awalnya 50 kilogram. Beras itu kemudian didistribusikan ke Rumah Pangan Kita (RPK) sebagai mitra kerja Bulog untuk dijual ke masyarakat. 

“Kemasan kami yang ada di gudang adalah 50 kilogram. Didistribusikan ke RPK menjadi kemasan 10 kilogram,” jelasnya, Kamis (19/5).

Ia pun mengakui hal itu sengaja dilakukan. Selain karena adanya permintaan dari masyarakat, juga untuk menindaklanjuti program stabilisasi pangan yang digagas Presiden Jokowi untuk menstabilisasi harga pasar, terutama beras dan gula pasir, termasuk juga minyak goreng.

Karena itu, guna menyiasati harga murah kepada masyarakat, maka dikemas dengan berat 10 kilogram dan harga per sak mencapai Rp 92 ribu, lebih murah dari ukuran 50 kilogram yang dibanderol Rp 440 ribu. Sementara harga eceran Rp 9.200 per kilogram.

Namun, ia mengakui pula memang tidak sempat mencantumkan label produksi dalam kemasan baru tersebut. Dikarenakan Perum Bulog sendiri sudah memiliki label resmi, yakni “Beras Kita” dan masih menunggu pengiriman kemasan resmi dari Bulog.

“Kalau kami mau nunggu sampai datang kemasan resmi, tidak stabil harga ini,” tegasnya. 

Sayangnya, beras tersebut terlanjur didistribusikan ke RPK. Hingga beberapa hari lalu polisi mendapatkan penjualan beras tersebut di salah satu lokasi penjualan RPK. Setelah diselidiki, ternyata berasal dari gudang Bulog.

“Di Sebengkok terdapat RPK yang mendistribusikan sehingga saat itu pihak Reskrim Polres Tarakan menganggapnya itu sebagai pelanggaran,” bebernya.   

Deny mengaku sebanyak 45 ton beras bulog tanpa kemasan memang sudah terdistribusi ke RPK. Lima sak di antaranya masing-masing disita polisi sebagai barang bukti. Namun, pihaknya sudah menindaklanjuti temuan tersebut dengan memberikan label sementara terhadap beras yang masih ada sambil menunggu kemasan resmi dari Perum Bulog.

Hanya saja, Deny mengungkapkan ada miskomunikasi antara polisi dengan pihaknya terkait teguran yang dilayangkan polisi. Menurut Deny, kedatangan polisi ke kantornya tidak memberitahukan adanya temuan tersebut, melainkan hanya meminta data jumlah beras yang disalurkan.

Namun, pihaknya tidak mau lagi mempermasalahkan hal itu. Ia hanya berharap persoalan ini bisa diselesaikan secara baik-baik karena semua dilakukan untuk kepentingan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustiran Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kota Tarakan Tajuddin Tuwo, menilai apa yang dilakukan Bulog Tarakan perlu dimaklumi karena memang dilakukan untuk kepentingan masyarakat.

“Itu kan tidak semua orang bisa beli dengan kemasan 50 kilogram. Saya kira Bulog itu ingin memudahkan masyarakat agar bisa membeli dengan 10 kilogram,” ujarnya. (mrs/fen)


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 12:46

Tarakan Calon Kuat Tuan Rumah Event Nasional

TARAKAN – Kegiatan skala nasional bakal kembali digelar di Kota Tarakan, tahun depan. Yakni Rapat…

Jumat, 21 Juli 2017 12:42

Said Agil Usul Juara Diberi Hadiah

TARAKAN – Ketua dewan hakim Seleksi Tilawatil Quran (STQ) XXIV, Said Agil Husin Al Munawar mengaku…

Jumat, 21 Juli 2017 12:25

BNN Buru Pemilik Sabu 5 Kg

TARAKAN – Kasus penangkapan sabu-sabu seberat 5 kg yang menyeret salah seorang petugas Lapas Kelas…

Kamis, 20 Juli 2017 11:31

Ipar Dipukul, Residivis Balas Pakai Badik

TARAKAN – Residivis kasus pencurian, Rusli, kembali dijebloskan pihak kepolisian ke tahanan. Namun,…

Kamis, 20 Juli 2017 11:30

Imigrasi Perketat Pembuatan Paspor

TARAKAN – Konflik antara angkatan bersenjata Filipina dengan kelompok Maute di Marawi, tidak hanya…

Kamis, 20 Juli 2017 11:12

Status Setnov Tak Berdampak ke Daerah

TARAKAN – Status tersangka yang disandang Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto atau Setnov pada…

Kamis, 20 Juli 2017 11:11

Musa Hafiz “Hipnotis” Warga Tarakan

TARAKAN – Keikutsertaan Laode Musa atau Musa Hafiz di Seleksi Tilawatil Quran (STQ) XXIV, menyedot…

Rabu, 19 Juli 2017 13:26

Kembangkan Kasus Penganiayaan, Polisi Temukan Pengedar

TARAKAN - Polsek Barat Tarakan menciduk seorang pengedar narkoba, Ahmad alias Wanda di RT 08 Beringin,…

Rabu, 19 Juli 2017 13:08

Gugatan Praperadilan HD Ditolak

TARAKAN – Sidang praperadilan perkara penangkapan HD, petugas Lapas Kelas II A Tarakan, kembali…

Rabu, 19 Juli 2017 13:03

Badrun dan Khairul Yakin Diusung Gerindra

TARAKAN – Proses penjaringan bakal calon wali kota terus dilakukan partai politik yang membuka…

Novtan Tak Kunjung Ditemukan

Ipar Dipukul, Residivis Balas Pakai Badik

Tarakan Belum Siap Terapkan Sekolah Lima Hari

Distribusi Gas Bakal Dihentikan

Media Dianggap Berperan Naikkan Popularitas

Tim Saber Pungli Bakal Proses Laporan Warga

KPU Mulai Siapkan Rekrutmen PPK dan PPS

Kembangkan Kasus Penganiayaan, Polisi Temukan Pengedar

Cabang Lomba STQ Bakal Ditambah

Musa Hafiz “Hipnotis” Warga Tarakan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .