MANAGED BY:
SELASA
23 JANUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Jumat, 19 Mei 2017 10:43
Temuan Beras Tanpa Label, Bulog Akui Ada Kelalaian
NAMA BARU: Beras dari Divre Bulog Tarakan yang dikemas dengan berat 10 kilogram.

PROKAL.CO, TARAKAN – Kepala Sub (Kasub) Divre Badan Urusan Logistik (Bulog) Tarakan Deny Hasanuddin angkat bicara terkait temuan pihak kepolisian terkait kemasan beras tanpa label produksi.

Diakuinya, beras tersebut memang milik Bulog yang dikemas masing-masing 10 kilogram, dari awalnya 50 kilogram. Beras itu kemudian didistribusikan ke Rumah Pangan Kita (RPK) sebagai mitra kerja Bulog untuk dijual ke masyarakat. 

“Kemasan kami yang ada di gudang adalah 50 kilogram. Didistribusikan ke RPK menjadi kemasan 10 kilogram,” jelasnya, Kamis (19/5).

Ia pun mengakui hal itu sengaja dilakukan. Selain karena adanya permintaan dari masyarakat, juga untuk menindaklanjuti program stabilisasi pangan yang digagas Presiden Jokowi untuk menstabilisasi harga pasar, terutama beras dan gula pasir, termasuk juga minyak goreng.

Karena itu, guna menyiasati harga murah kepada masyarakat, maka dikemas dengan berat 10 kilogram dan harga per sak mencapai Rp 92 ribu, lebih murah dari ukuran 50 kilogram yang dibanderol Rp 440 ribu. Sementara harga eceran Rp 9.200 per kilogram.

Namun, ia mengakui pula memang tidak sempat mencantumkan label produksi dalam kemasan baru tersebut. Dikarenakan Perum Bulog sendiri sudah memiliki label resmi, yakni “Beras Kita” dan masih menunggu pengiriman kemasan resmi dari Bulog.

“Kalau kami mau nunggu sampai datang kemasan resmi, tidak stabil harga ini,” tegasnya. 

Sayangnya, beras tersebut terlanjur didistribusikan ke RPK. Hingga beberapa hari lalu polisi mendapatkan penjualan beras tersebut di salah satu lokasi penjualan RPK. Setelah diselidiki, ternyata berasal dari gudang Bulog.

“Di Sebengkok terdapat RPK yang mendistribusikan sehingga saat itu pihak Reskrim Polres Tarakan menganggapnya itu sebagai pelanggaran,” bebernya.   

Deny mengaku sebanyak 45 ton beras bulog tanpa kemasan memang sudah terdistribusi ke RPK. Lima sak di antaranya masing-masing disita polisi sebagai barang bukti. Namun, pihaknya sudah menindaklanjuti temuan tersebut dengan memberikan label sementara terhadap beras yang masih ada sambil menunggu kemasan resmi dari Perum Bulog.

Hanya saja, Deny mengungkapkan ada miskomunikasi antara polisi dengan pihaknya terkait teguran yang dilayangkan polisi. Menurut Deny, kedatangan polisi ke kantornya tidak memberitahukan adanya temuan tersebut, melainkan hanya meminta data jumlah beras yang disalurkan.

Namun, pihaknya tidak mau lagi mempermasalahkan hal itu. Ia hanya berharap persoalan ini bisa diselesaikan secara baik-baik karena semua dilakukan untuk kepentingan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustiran Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kota Tarakan Tajuddin Tuwo, menilai apa yang dilakukan Bulog Tarakan perlu dimaklumi karena memang dilakukan untuk kepentingan masyarakat.

“Itu kan tidak semua orang bisa beli dengan kemasan 50 kilogram. Saya kira Bulog itu ingin memudahkan masyarakat agar bisa membeli dengan 10 kilogram,” ujarnya. (mrs/fen)


BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 12:31

Penumpang ‘Mengular’ di Pintu Keberangkatan

TARAKAN – Antrean penumpang di pintu terminal keberangkatan Bandara Juwata Tarakan, terlihat mengular,…

Selasa, 23 Januari 2018 12:27

Polisi Buru Pelaku Kejahatan di ATM

TARAKAN – Meski belum ada laporan dari warga terkait modus kejahatan di anjungan tunai mandiri…

Selasa, 23 Januari 2018 12:00

Petahana Masih Unggul

TARAKAN – Partai-partai politik telah memutuskan dukungannya kepada bakal calon yang akan bertarung…

Selasa, 23 Januari 2018 11:59

Isu Demo di KPK Dianggap Propaganda

TARAKAN – Pemberitaan sejumlah media daring (dalam jaringan) atau online terkait aksi demonstrasi…

Selasa, 23 Januari 2018 11:53

Anggaran Keamanan Disetujui Rp 3,8 M

TARAKAN – Anggaran pengamanan pilkada dipastikan Kapolres Tarakan AKBP Dearstone Supit bertambah…

Senin, 22 Januari 2018 12:02

Algaka Jadi Atensi BPRPD, Tak Berizin, Bakal Ditertibkan

TARAKAN – Alat peraga kampanye bakal calon wali kota dan wakil wali kota menjadi perhatian serius…

Senin, 22 Januari 2018 11:59

Waspada Tindak Kejahatan di ATM

TARAKAN – Warga Tarakan yang ingin melakukan transaksi di anjungan tunai mandiri (ATM) patut waspada.…

Senin, 22 Januari 2018 11:47

Wings Air Lirik Rute ke Malinau

TANJUNG SELOR – Maskapai penerbangan Wings Air direncanakan bakal menambah rute penerbangan di…

Senin, 22 Januari 2018 11:45

Umi-Mahrudin Tambah 6.927 KTP

TARAKAN - Komisi Pemilhan Umum (KPU) Tarakan menyatakan seluruh persyaratan dari bakal calon wali kota…

Senin, 22 Januari 2018 11:43

Laporan Santun Dianggap Tak Kuat, Sabirin Lanjutkan ke Bawaslu RI

TARAKAN – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Tarakan menghentikan proses penyidikan laporan…

Sering Mengamuk dan Meresahkan

JPO Jadi Tempat Berfoto

Kapal Pengangkut Barang Kandas, KSOP Turunkan Tim ke KTT

Lupa Jalan Pulang, Kesasar di Hutan

Konflik DPP Hanura Tak Pengaruhi KPU

Penyangga Rapuh, Rumah Ambruk

Santun Tuntut Pemberhentian Komisioner KPU

KPU Pastikan Data Pemilih, Turunkan Petugas dari Rumah ke Rumah

Polres Pantau Medsos dan Media Online

Warga Kembali Temukan Mortir Aktif, Daya Ledak hingga 1 Kilometer
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .