MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Kamis, 18 Mei 2017 12:11
Pejabat Bulog Tarakan Diperiksa Polisi
BARANG BUKTI: Beras Bulog yang bersaling kemasan diamankan Polres Tarakan, Rabu (17/5).

PROKAL.CO, TARAKAN – Jajaran Polres Tarakan memeriksa sejumlah pejabat Badan Urusan Logistik (Bulog) Tarakan, Rabu (17/5). Persoalannya, pihak kepolisian menemukan beras Bulog dalam kemasan tanpa label.

Menurut Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Kasat Reskrim AKP Yusuf Chiorul, beras dalam kemasan tanpa label itu justru didapat di gudang Bulog Jalan Kusuma Bangsa, Kelurahan Lingkas Ujung.

Perbuatan ini dinilai telah melanggar Undang–Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Saat ini, polisi masih melakukan penyidikan dengan memeriksa orang-orang yang bertanggung jawab di gudang Bulog maupun pengambil kebijakan guna mencari tersangka dalam kasus ini.

“Ancamannya pidananya sesuai UU Perlindungan Konsumen kurang lebih 5 tahun, dendanya Rp miliar. Tersangkanya belum tahu kami, nanti lihat penyidikan,” ujar Yusuf.

Dikatakan, beras yang awalnya berada dalam kemasan 50 kilogram berlabel Bulog dan ada kemasan produksinya itu, kemudian kemas ulang dengan plastik bening yang masing-masing beratnya 10 kilogram.

Sebenarnya, lanjut Yusuf, sudah ada 45 ton beras tanpa label tersebut beredar di pasaran yang didistribusikan ke distributor dalam dua tahap. Pertama 40 ton dan kedua 5 ton.

Dia juga mengaku sudah menegur jajaran Bulog Tarakan untuk menarik beras tersebut saat pendistribusian pertama sebanyak 40 ton, Jumat (12/5) lalu. Namun, bukannya menarik, justru mengedarkan lagi 5 ton pada Senin (22/5).

Karena tidak mengindahkan teguran polisi, dirinya pun memerintahkan jajarannya untuk mengamankan barang bukti yang masih ada di gudang Bulog, dan ditindaklanjuti dengan penyidikan yang berlangsung hingga kemarin.

Dari hasil pemeriksaan sementara, mengemas ulang tersebut dilakukan agar lebih mudah dijual ke masyarakat.  Namun, caranya dinilai melanggar aturan. “Bulog ini sudah berubah jadi BUMN. Untuk mengejar profit caranya salah. Tidak ada aturan kebijakan disuruh untuk kemasan seperti itu, karena ini tidak ada label produksinya sama sekali,” tegasnya.

Karena itu, pihaknya langsung mencegah sejak awal agar tidak terulang lagi kesalahan yang sama. Pencegahan ini juga dimaksudkan agar beras tanpa dalam kemasan tanpa label tidak disalahgunakan oknum lain dengan mencampur beras lain atau dioplos.

Sementara itu, pejabat di lingkungan Bulog Tarakan yang ditemui wartawan, enggan berkomentar panjang. “Ini masih penyidikan,” singkat salah seorang pejabat Bulog Tarakan yang enggan disebutkan identitasnya. (mrs/fen)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:41

Tarakan Dapat Tambahan 5 Ribu Jargas

TARAKAN - Direktorat Jenderal Minyak Bumi dan Gas (Dirjen Migas)  Kementerian Energi dan Sumber…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:34

Pemkot Tambah Ruang Publik

SATU lagi ruang publik bisa menjadi alternatif warga Tarakan untuk bersantai atau berolahraga. Yakni,…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:19

Pelajar Jadi Pecandu Rokok

TARAKAN – Merokok di tempat umum dengan mengenakan pakaian sekolah, seperti sudah menjadi hal…

Jumat, 20 Oktober 2017 13:42

Disdik Akan Tambah Bus Sekolah

TARAKAN – Empat unit bus sekolah yang dioperasikan Pemkot Tarakan, masih belum mencukupi. Karena…

Jumat, 20 Oktober 2017 13:32

Reklamasi Terhambat Hujan

PROYEK reklamasi menambah luas area peti kemas di Pelabuhan Malundung sudah mencapai 70 persen. Manager…

Jumat, 20 Oktober 2017 13:28

Mahasiswa Tuntut Perbaikan Jalan Gunung Amal

TARAKAN – Kondisi Jalan Gunung Amal, terutama di lokasi tanjakan hingga di depan gereja yang kurang…

Jumat, 20 Oktober 2017 13:25

Keberangkatan Speedboat Sempat Tertunda

TARAKAN – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan sempat menunda…

Kamis, 19 Oktober 2017 11:33

Lapangan Tenis ‘Berubah’ Fungsi

TARAKAN – Lapangan tenis outdoor di kompleks sport center kondisinya tidak hanya memprihatinkan.…

Kamis, 19 Oktober 2017 11:23

Pembangunan Akuarium Dikebut

TARAKAN – Warga atau wisatawan dalam dan luar negeri yang berkunjung ke Kawasan Konservasi Mangrove…

Kamis, 19 Oktober 2017 11:19

Cantumkan Nama Ibu Kandung Hoax

KEPALA Seksi Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Tarakan Ardiansyah menegaskan, registrasi ulang…

Pembangunan Akuarium Dikebut

Waspada Cuaca Buruk

Uji Coba Alat Tangkap Tak Memuaskan

Desak RSUD Mantri Raga Segera Dioperasikan

Tanaman Hidroponik Jadi Buruan

Keberangkatan Speedboat Sempat Tertunda

Lapangan Tenis ‘Berubah’ Fungsi

Wali Kota Bantah PBI Tak Tepat Sasaran

Program Sejuta Rumah Terus Dikembangkan

Disdik Akan Tambah Bus Sekolah
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .