MANAGED BY:
RABU
20 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Rabu, 17 Mei 2017 13:40
Gula dan LPG Tak Sesuai HET, Disperindagkop Minta Warga Melapor
MONITORING HARGA: Disperindagkop Kaltara memonitoring harga barang kebutuhan pokok ke beberapa toko di Tanjung Selor, Selasa (16/5).

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Mengantisipasi kenaikan harga dan kelangkaan sejumlah kebutuhan pokok menjelang Ramadan, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltara mulai melakukan pengawasan, Selasa (16/5).

Tak hanya memastikan ketersediaan sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Induk Tanjung Selor, tim monitoring Disperindagkop Kaltara pun melakukan pengecekan ke sejumlah toko yang menjual barang-barang kebutuhan pokok.

Dari hasil pengawasan tersebut, Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Konsumen Disperindagkop Kaltara Septi Yustina mengaku masih ada pemilik toko yang menjual barang di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami masih temukan harga gula dijua di atas HET. Alasannya karena untuk biaya angkut dari Pulau Jawa ke Tanjung Selor cukup tinggi sehingga dijual rata-rata Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu,” jelas Septi.

Untuk diketahui, pemerintah telah menetapkan HET gula Rp 12.500 per kilogram. Selain gula, pemerintah juga telah menetapkan HET minyak goreng dalam kemasan dan daging beku. Untuk minyak goreng ditetapkan Rp 11 ribu per liter dan daging beku Rp 80 ribu per kilogram.

“Besok (hari ini) perlu dilakukan rapat untuk mengatasi masalah harga gula yang dijual di atas HET. Semisal menyiasati dengan mengambil dari Bulog,” ujarnya.

Selain memantau harga kebutuhan pokok, pihaknya juga memantau ketersediaan LPG (baca: elpiji) 3 kg di agen dan pangkalan. Diakui Septi ada beberapa pengecer yang mendapatkan LPG dari pangkalan dan menjual kembali di atas HET Rp 23 ribu. Padahal, kata dia, pangkalan tidak diperkenankan menjual LPG ke pengecer.

“Ada beberapa pangkalan yang menjual Rp 32 ribu sampai Rp 35 ribu per tabung. Meski dengan mengambil sendiri ke agen yang telah ditunjuk. Kenaikan harga LPG itu karena pangkalan menyesuaikan dengan biaya angkut yang melalui jalur darat,” ungkapnya.

Namun, pihaknya masih memberi toleransi. Apabila masih ditemukan pangkalan menjual ke pengecer dengan harga tak sesuai HET, maka akan ditindaklanjuti ke kepolisian. “Kalau ada pangkalan-pangkalan yang menjual di atas harga Rp 23 ribu, itu akan dikenakan sanksi. Bisa berupa pencabutan izin atau disita barangnya,” tegasnya.

Dia juga meminta warga melapor ketika ada pihak yang menjual LPG 3 kg di atas HET. Pihaknya segera menindaklanjuti laporan warga.

Sementara itu, salah seorang pedagang ayam di Pasar Induk Tanjung Selor, mengaku harga ayam terus turun. Pasalnya, pasokan ayam terus bertambah. Sementara pembeli sepi. “Hari ini (kemarin) harga daging ayam per kilonya Rp 37 ribu. Sebelumnya sempat Rp 40 ribu per kilo. Untuk besok harganya turun lagi Rp 35 per kilo,” ujarnya. (uno/*/ams/fen)


BACA JUGA

Rabu, 13 September 2017 11:46

Eksploitasi Kepiting Berdampak ke Budidaya Soka

TARAKAN – Penangkapan atau eksploitasi kepiting besar-besaran, terutama kepiting bertelur untuk…

Selasa, 12 September 2017 12:06

Pembudidaya Rumput Laut Gelisah

TARAKAN – Sejumlah pembudidaya rumput laut di kawasan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur sedang…

Minggu, 10 September 2017 13:38

Investor Tak Serius, Izin Terancam Dibatalkan

TANJUNG SELOR – Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) memang membuka keran investasi bagi investor…

Sabtu, 09 September 2017 12:24

Pilih Berjualan di Atas Trotoar

TANJUNG SELOR – Pasar Induk Tanjung Selor yang berada di Jalan Sengkawit, belum terlihat rapi…

Jumat, 08 September 2017 12:10

Maksimalkan PAD, UPT BPPRD Tarakan Jemput Bola

TARAKAN –  Memaksimalkan perolehan pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak kendaraan bermotor,…

Jumat, 08 September 2017 11:41

Pemprov Samakan Persepsi soal Investasi PLTA

TANJUNG SELOR - Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) sangat serius melakukan upaya pengembangan kelistrikan.…

Rabu, 06 September 2017 00:39

Defisit Pengaruhi Daya Beli Warga

TARAKAN – Defisit anggaran yang dialami Pemkot Tarakan juga berimbas pada perekonomi. Daya beli…

Rabu, 06 September 2017 00:15

MANTAP... Investasi Tiongkok di Kaltara USD 45,98 M

TANJUNG SELOR – Pemerintah kembali menindaklanjuti kerja sama investasi dengan Tiongkok. Selasa…

Rabu, 06 September 2017 00:12

Beras di Tanjung Selor di Atas HET, Pedagang dan Disperindag Sama-Sama Tak Tahu

TANJUNG SELOR – Pedagang tak bisa lagi menjual beras dengan harga mahal. Pemerintah telah menetapkan…

Senin, 04 September 2017 00:26

Tekan Harga di Perbatasan, Bangun Toko Indonesia

TANJUNG SELOR - Pemerintah provinsi terus berupaya menekan harga kebutuhan pokok di wilayah perbatasan.…

Pengurangan Kuota Tabung Melon Hanya Isu

Tarif Peti Kemas Masih Normal

Eksploitasi Kepiting Berdampak ke Budidaya Soka

Harga Normal, Pasar Induk Sepi Pembeli

Gangguan Internet Berimbas ke Pelaku Usaha

Luhut Kaget Progres Investasi di Kaltara, Gubernur Tak Ingin Jemawa
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .