MANAGED BY:
SENIN
29 MEI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 17 Mei 2017 13:34
Tak Kesulitan Makanan Halal, Biaya Sebulan Hanya Rp 800 Ribu

Dari Perbatasan ke Negeri Tirai Bambu

DARI PERBATASAN: Azroy, mahasiswa asal Sebatik yang kuliah di Jiangsu, Tiongkok.

PROKAL.CO, Kuliah gratis di Tiongkok atau China, bukan sesuatu yang tidak mungkin. Azroy, remaja asal Sebatik, Kabupaten Nunukan kini telah menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi bergensi di Jiangsu.

 

RAHMAT EFENDI, Tanjung Selor

 

“ASSALAMUALAIKUM Wr Wb.... saya Azroy dari Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Saya adalah salah satu penerima beasiswa dari ITCC (Indonesia Tionghoa Cultur Center) tahun 2016,” sapanya melalui pesan di WhatsApp yang dikirimkan Andre So, koordinator ITCC kepada Bulungan Post, Senin (15/5).

Sebenarnya, tidak hanya Azroy, sudah puluhan lulusan SMA sederajat di daerah perbatasan Kabupaten Nunukan yang melanjutkan pendidikan ke Negeri Tirai Bambu itu. Ini tidak lepas dari peran Dahlan Iskan, mantan Menteri Badan Udaha Milik Negara (BUMN) yang mendirikan ITCC.

ITCC pun telah bekerja sama dengan sejumlah kampus di sana. Di antaranya Yangzhou Polytehnic Institute, Jiangsu Institute of Commerce, Jiangsu Maritime Institute, Suzhou Institute of Commerce, Changsa Medical University, Capital Medical University, Yangtze University dan Hubei University of Sciences and Technology.

“Kalau saya sedang kuliah di salah satu kampus yang bergensi di Provinsi Jiangsu, mengambil jurusan international business,” ujar Azroy.

Dirinya pun mengisahkan tak pernah bermimpi sebelumnya bisa kuliah di luar negeri. Jangankan di luar negeri, untuk kuliah di Tanah Air pun dia mengaku tak pernah berharap, karena terlahir dari dari keluarga sederhana dalam perekonomian. Sementara biaya kuliah dipastikannya cukup mahal.

“Kebetulan ada beasiswa di China (Tiongkok), saya rasa ini kesempatan memanfaatkan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Dia pun akhirnya menjadi satu dari 530 lulusan SMA sederajat yang berangkat ke Tiongkok pada tahun lalu. Dari 530 orang yang berangkat, 180 di antarannya menempuh pendidikan dokter.

“Setelah saya kuliah di sini (Jiangsu, Tiongkok) saya dapat merasakan belajar berbahasa Mandarin dengan baik, karena dosen di sini sangat baik dan ramah. Saya pun mendapatkan teman baru dari luar negeri seperti Anggola, Laos, Rusia, Kazakhstan, Myanmar, dan Korea Selatan,” ujarnya.

Menempuh pendidikan ke jenjang lebih tinggi yang sebelumnya tak pernah terlintas di benaknya, kini menjadi kenyataan dan kebanggaannya. Bahkan, dia pun mengaku tidak menemui banyak kendala selama berada di Tiongkok.

Untuk makan, misalnya. Meski berada di negara yang mayoritas penduduknya bukan beragama Islam, dia tidak kesulitan menemukan tempat makan berlabel halal. Bahkan, Azroy mengaku di kampusnya pun ada kantin yang menjual makanan halal. Begitu juga di sekitar kampusnya.

“Di sini juga ada masjid yang jaraknya tidak jauh. Untuk menuju ke masjid hanya butuh waktu 10-15 menit saja dengan menggunakan motor listrik yang di sewa 3 yuan dalam sejam atau setara dengan Rp 6.000,” ungkapnya.

Untuk biaya selama ini Tiongkok, Azroy mengaku tidak lagi berpikir dengan biaya kuliah dan indekos. Sebab, ITCC yang bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi menggratiskan biaya kuliah dan asrama.

“Orangtua saya tidak risau lagi dengan bayar SPP (sumbangan pembinaan pendidikan) dan lain-lain, dan saya hanya menghabiskan 400 yuan dalam sebulan atau setara dengan Rp 800.000,” ujarnya.

Dia pun menyarankan bagi yang ingin mengikuti jejaknya kuliah di Tiongkok melalui ITCC, tak perlu takut. Sebab, program ITCC merupakan kesempatan berharga yang sayang untuk dilewatkan.

“Merantau bukan pilihan, tapi sukses tujuanku,” ujarnya memotivasi.

Sementara itu, Andre So, koordinator ITCC menyebutkan, tahun ini ada 400 kuota untuk 120 jurusan. Di antaranya jurusan desain, komputer, teknik mesin, ekonomi, farmasi dan perawat.

“Beban biaya selama di sana setiap bulan sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 1,5 juta,” sebutnya.

Sementara untuk biaya melengkapi persyaratan-persyaratan seperti pengurusan visa dan tiket ke Tiongkok, diperkirakannya Rp 7 jutaan. Selain itu, dia juga mengatakan, calon mahasiswa nantinya akan mengikuti pelatihan bahasa Mandarin di Banjarmasin, Kalsel. Biaya pelatihan maupun selama di Banjarmasin menjadi beban calon mahasiswa.

“Syarat lain tidak ada seleksi. Cukup lengkapi paspor, kartu keluarga, SKHU (surat keterangan hasil ujian), foto, dan surat keterangan sehat,” bebernya. (*)


BACA JUGA

Minggu, 28 Mei 2017 12:31

Warga “Tanam” Pohon di Jalan

TANJUNG SELOR – Banjir yang merendam ruas jalan dalam kota Kecamatan Tanjung Selor, Bulungan,…

Minggu, 28 Mei 2017 12:27

Jogging Track Rawan Ambles

TANJUNG SELOR – Jogging track di Taman Tepian Sungai Kayan Jalan Katamso diprotes warga. Bukan…

Minggu, 28 Mei 2017 12:26

Terpeleset, Warga Desa Atap Meninggal

TANJUNG SELOR – Ingin mandi di sungai, Siti Fatimah, warga Desa Atap, Kecamatan Sembakung, Nunukan…

Minggu, 28 Mei 2017 12:03

Ibu Kota Kaltara Belum Bebas Biarpet

TANJUNG SELOR – Meski PLN Tanjung Selor telah melakukan pemeliharaan pembangkit selama beberapa…

Sabtu, 27 Mei 2017 10:33

UAS Tertunda, Banjir Sisakan Lumpur dan Sampah

TANJUNG SELOR – Banjir yang merendam ibu kota Kaltara sejak Kamis (25/5) malam perlahan mulai…

Sabtu, 27 Mei 2017 10:24

Warga Tinggalkan Tempat Mengungsi

TANJUNG SELOR – Luapan Sungai Kayan yang membanjiri sejumlah kawasan di Tanjung Selor, Kabupaten…

Sabtu, 27 Mei 2017 10:22

Banjir Makan Korban Jiwa, Ketua RT Kesetrum di Halaman Rumah

TANJUNG SELOR – Banjir yang melanda sejumlah kawasan di Tanjung Selor, menyisakan duka bagi warga…

Jumat, 26 Mei 2017 12:00
BREAKING NEWS

Tersengat Listrik, Ketua RT 21 Tak Terselamatkan

TANJUNG SELOR – Berita duka menyelimuti warga RT 21, Jalan Semangka Kelurahan Tanjung Selor Hilir.…

Jumat, 26 Mei 2017 10:58

Logistik Banjir Long Beluah Didistribusikan

TANJUNG SELOR – Logistik untuk korban banjir di Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat…

Jumat, 26 Mei 2017 10:56

296 Jiwa Tidur di Pengungsian

BANJIR yang tak kunjung surut di ibu kota Kaltara, mulai mencemaskan sejumlah warga. Karena khawatir…

Ibu Kota Kaltara Dikepung Banjir

Jalan Raya seperti Sungai, Perekonomian Ibu Kota Kaltara Lumpuh

Dinas PU Data Rumah Tak Layak

Tersengat Listrik, Ketua RT 21 Tak Terselamatkan

Sekali Sewa Rp 300 Ribu, Sehari Bisa Dapat Rp 600 Ribu

Banjir Makan Korban Jiwa, Ketua RT Kesetrum di Halaman Rumah

CILAKA..!! Tanjung Palas Barat Terendam, Ini yang Dilakukan BPBD

Penggunaan Trawl Diperpanjang hingga Desember

Banjir di Sembakung Semakin Tinggi

Luapan Sungai Kayan Berangsur Surut, Warga Harus Tetap Waspada
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .