MANAGED BY:
KAMIS
21 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 17 Mei 2017 13:34
Tak Kesulitan Makanan Halal, Biaya Sebulan Hanya Rp 800 Ribu

Dari Perbatasan ke Negeri Tirai Bambu

DARI PERBATASAN: Azroy, mahasiswa asal Sebatik yang kuliah di Jiangsu, Tiongkok.

PROKAL.CO, Kuliah gratis di Tiongkok atau China, bukan sesuatu yang tidak mungkin. Azroy, remaja asal Sebatik, Kabupaten Nunukan kini telah menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi bergensi di Jiangsu.

 

RAHMAT EFENDI, Tanjung Selor

 

“ASSALAMUALAIKUM Wr Wb.... saya Azroy dari Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Saya adalah salah satu penerima beasiswa dari ITCC (Indonesia Tionghoa Cultur Center) tahun 2016,” sapanya melalui pesan di WhatsApp yang dikirimkan Andre So, koordinator ITCC kepada Bulungan Post, Senin (15/5).

Sebenarnya, tidak hanya Azroy, sudah puluhan lulusan SMA sederajat di daerah perbatasan Kabupaten Nunukan yang melanjutkan pendidikan ke Negeri Tirai Bambu itu. Ini tidak lepas dari peran Dahlan Iskan, mantan Menteri Badan Udaha Milik Negara (BUMN) yang mendirikan ITCC.

ITCC pun telah bekerja sama dengan sejumlah kampus di sana. Di antaranya Yangzhou Polytehnic Institute, Jiangsu Institute of Commerce, Jiangsu Maritime Institute, Suzhou Institute of Commerce, Changsa Medical University, Capital Medical University, Yangtze University dan Hubei University of Sciences and Technology.

“Kalau saya sedang kuliah di salah satu kampus yang bergensi di Provinsi Jiangsu, mengambil jurusan international business,” ujar Azroy.

Dirinya pun mengisahkan tak pernah bermimpi sebelumnya bisa kuliah di luar negeri. Jangankan di luar negeri, untuk kuliah di Tanah Air pun dia mengaku tak pernah berharap, karena terlahir dari dari keluarga sederhana dalam perekonomian. Sementara biaya kuliah dipastikannya cukup mahal.

“Kebetulan ada beasiswa di China (Tiongkok), saya rasa ini kesempatan memanfaatkan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Dia pun akhirnya menjadi satu dari 530 lulusan SMA sederajat yang berangkat ke Tiongkok pada tahun lalu. Dari 530 orang yang berangkat, 180 di antarannya menempuh pendidikan dokter.

“Setelah saya kuliah di sini (Jiangsu, Tiongkok) saya dapat merasakan belajar berbahasa Mandarin dengan baik, karena dosen di sini sangat baik dan ramah. Saya pun mendapatkan teman baru dari luar negeri seperti Anggola, Laos, Rusia, Kazakhstan, Myanmar, dan Korea Selatan,” ujarnya.

Menempuh pendidikan ke jenjang lebih tinggi yang sebelumnya tak pernah terlintas di benaknya, kini menjadi kenyataan dan kebanggaannya. Bahkan, dia pun mengaku tidak menemui banyak kendala selama berada di Tiongkok.

Untuk makan, misalnya. Meski berada di negara yang mayoritas penduduknya bukan beragama Islam, dia tidak kesulitan menemukan tempat makan berlabel halal. Bahkan, Azroy mengaku di kampusnya pun ada kantin yang menjual makanan halal. Begitu juga di sekitar kampusnya.

“Di sini juga ada masjid yang jaraknya tidak jauh. Untuk menuju ke masjid hanya butuh waktu 10-15 menit saja dengan menggunakan motor listrik yang di sewa 3 yuan dalam sejam atau setara dengan Rp 6.000,” ungkapnya.

Untuk biaya selama ini Tiongkok, Azroy mengaku tidak lagi berpikir dengan biaya kuliah dan indekos. Sebab, ITCC yang bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi menggratiskan biaya kuliah dan asrama.

“Orangtua saya tidak risau lagi dengan bayar SPP (sumbangan pembinaan pendidikan) dan lain-lain, dan saya hanya menghabiskan 400 yuan dalam sebulan atau setara dengan Rp 800.000,” ujarnya.

Dia pun menyarankan bagi yang ingin mengikuti jejaknya kuliah di Tiongkok melalui ITCC, tak perlu takut. Sebab, program ITCC merupakan kesempatan berharga yang sayang untuk dilewatkan.

“Merantau bukan pilihan, tapi sukses tujuanku,” ujarnya memotivasi.

Sementara itu, Andre So, koordinator ITCC menyebutkan, tahun ini ada 400 kuota untuk 120 jurusan. Di antaranya jurusan desain, komputer, teknik mesin, ekonomi, farmasi dan perawat.

“Beban biaya selama di sana setiap bulan sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 1,5 juta,” sebutnya.

Sementara untuk biaya melengkapi persyaratan-persyaratan seperti pengurusan visa dan tiket ke Tiongkok, diperkirakannya Rp 7 jutaan. Selain itu, dia juga mengatakan, calon mahasiswa nantinya akan mengikuti pelatihan bahasa Mandarin di Banjarmasin, Kalsel. Biaya pelatihan maupun selama di Banjarmasin menjadi beban calon mahasiswa.

“Syarat lain tidak ada seleksi. Cukup lengkapi paspor, kartu keluarga, SKHU (surat keterangan hasil ujian), foto, dan surat keterangan sehat,” bebernya. (*)


BACA JUGA

Selasa, 19 September 2017 13:09

Hari Ini, Pemprov Kembali Yakinkan DPD

TANJUNG SELOR – Belum dicabutnya moratorium pemekaran daerah oleh pemerintah pusat menjadi kendala…

Selasa, 19 September 2017 12:57
Sisi Lain dari Pendaftaran CPNS Pemprov Kaltara

Numpang di Rumah Warga hingga Kehilangan Dompet

Sejak dibukanya pendaftaran CPNS Pemprov Kaltara, pendaftar dari berbagai daerah pun langsung berdatangan…

Selasa, 19 September 2017 12:55

Legalisir Camat Dianggap Tidak Sah

TANJUNG SELOR – Masalah legalisir kartu keluarga (KK) dan akta kelahiran yang menjadi syarat berkas…

Senin, 18 September 2017 12:08

Tenaga Kontrak Curhat Minta Diangkat CPNS

TARAKAN – Anggota Komisi II DPR RI, Hetifah Sjaifudian mengaku prihatin mendengar kondisi yang…

Senin, 18 September 2017 11:58

Kenaikan Dana BOS Dinilai Wajar

TANJUNG SELOR – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengusulkan dana bantuan operasional…

Minggu, 17 September 2017 14:01

Dirjen Minerba Dorong Pemda Tegas

PERSOALAN pencemaran sungai di Kabupaten Malinau akibat limbah perusahaan tambang batu bara, juga jadi…

Minggu, 17 September 2017 13:59

Dianggap Punya Masa Depan yang Menjanjikan

Keran CPNS yang dibuka pemerintah untuk Pemprov Kaltara diserbu ribuan pendaftar. Beberapa pendaftar…

Minggu, 17 September 2017 13:57

Dugaan Ijazah Palsu karena Tak Terdaftar

TANJUNG SELOR – Dugaan adanya pendaftar CPNS Pemprov Kaltara menggunakan ijazah palsu saat penyerahan…

Minggu, 17 September 2017 13:55

ESDM Wanti-Wanti Perusahaan Tambang di Malinau

TANJUNG SELOR - Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara Ferdy Manurun Tandulangi…

Sabtu, 16 September 2017 13:33

Waspada Peredaran Obat PCC di Kaltara, Pengguna Bisa Alami Kejang-Kejang

TARAKAN - Beredarnya obat PCC (paracetamol, caffeine dan carisoprodol) di Kendari, Sulawesi Tenggara…

Panitia Temukan Ijazah Palsu

Maskapai Bertambah, Penumpang Speedboat Normal

Polres Diserbu Pemohon SKCK

Tenaga Kontrak Curhat Minta Diangkat CPNS

Kenaikan Dana BOS Dinilai Wajar

Dugaan Ijazah Palsu karena Tak Terdaftar

ESDM Wanti-Wanti Perusahaan Tambang di Malinau

Dianggap Punya Masa Depan yang Menjanjikan

Lahan Pelabuhan Pesawan Dipertanyakan

Dirjen Minerba Dorong Pemda Tegas
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .