MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 14 Mei 2017 13:08
Target Mulai Tahun Ini, PLTA 6.600 MW Peso Bakal Jadi Kekuatan Kaltara
ENERGI TERBARUKAN: PLTA yang akan dibangun di Kecamatan Peso. Untuk tahap pertama akan menghasilkan 900 MW.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas 6.600 megawatt (MW) di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, ditarget mulai tahun ini untuk bendungan tahap pertama dengan daya 900 MW.

Menurut Amir Zaglol Saroyan, anggota Komisi III DPRD Kaltara, jika megaproyek ini terwujud, maka dipastikan kebutuhan listrik di Bumi Benuanta akan tercukupi, bahkan surplus.

“Saya yakin kalau PLTA ini terealisasi dalam waktu tiga atau empat tahun ke depan, Kaltara akan menjadi daerah yang kaya energi listrik,” ujarnya, Rabu (10/9).

Keberadaan PLTA, lanjutnya, tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah-daerah yang belum tersentuh listrik. Namun menjadi kekuatan bagi Provinsi Kaltara untuk memacu pembangunan dan menarik investor untuk berinvestasi. Karena, salah satu faktor pendukung masuknya investor di daerah yaitu ketersediaan energi listrik.

Karena itu dia menilai rencana pembangunan PLTA merupakan program yang sangat strategis. Sebab, keberadaan PLTA akan menjawab kebutuhan listrik secara umum di Kaltara. Karena itu, pihaknya turut mendukung agar program ini bisa terealisasi.

“Kita menyadari bahwa bukan hanya di Kaltara, tetapi seluruh daerah masih mengalami kekurangan energi listrik. Nah, Pemprov Kaltara telah merespons ini dengan baik. Yakni pembangunan PLTA yang bisa menghasilkan daya ribuan MW,” ujarnya.

Bahkan menurut politikus Partai Gerindra ini, tidak hanya memberikan keuntungan bagi Kaltara, keberadaan PLTA dengan daya yang cukup besar ini juga bisa dinikmati daerah tetangga seperti Kalimantan Timur. Bahkan, tidak menutup kemungkinan kelebihan daya listrik bisa dijual ke negara tetangga, Malaysia.

“Seperti di wilayah perbatasan Sabah, Malaysia, itu bisa jadi listriknya disuplai dari Kaltara. Tinggal pemerintah nanti mengatur regulasinya. PLTA ini bisa menjadi sumber pendapatan bagi daerah juga,” urainya.

Sebelumnya, untuk mempercepat terwujudnya rencana pembangunan PLTA di Kecamatan Peso, Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Seperti melakukan pertemuan dengan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN F Harry Sampurno di Jakarta, beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut dalam rangka mendiskusikan pemantapan persiapan pembangunan PLTA yang berbasis konservasi oleh PT Kayan Hydro Energy (KHE).

“Kita perlu diskusikan dengan beberapa kementerian terkait. Salah satunya dengan Kementerian BUMN. Karena ini proyek yang sangat besar, yang harus dipersiapkan dengan sangat matang,” kata Irianto.

Disampaikan, dukungan pemerintah pusat terhadap megaproyek tersebut sangat positif. Bahkan, telah dibahas dalam rapat kabinet terbatas pada 21 Maret yang lalu. Dimana saat itu Gubernur diundang untuk menyampaikan paparan.

Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat kabinet terbatas memberikan atensi besar terhadap rencana tersebut. Bahkan dalam salah satu butir kesimpulan rapat terbatas itu, menyebutkan bahwa PLTA perlu dipercepat realisasi pembangunannya. 

“Pertemuan dengan pihak Kementerian BUMN ini, salah satunya juga untuk menindaklanjuti hasil rapat terbatas kabinet tersebut,” ungkapnya.

Selain dengan Kementerian BUMN, Irianto menegaskan untuk mempercepat proyek tersebut, juga akan terus mengomunikasikan dan berkoordinasi dengan kementerian lain yang terkait. Dan, dirinya pun tetap optimistis pembangunan PLTA untuk tahap pertama dengan taret menghasilkan daya listrik 900 MW dapat dimulai tahun ini.

Gubernur pun mengingatkan kepada semua pihak, termasuk perusahaan yang akan membangun PLTA, dalam hal ini PT Kayan Hydro Energy untuk mempercepat proses pembangunan. “Saya minta semua pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam penyiapan lahan dan relokasi warga, serta perusahaan agar mempercepat prosesnya,” tegas Irianto.

Irianto mengatakan, tahap pertama pembangunan PLTA diperkirakan membutuhkan waktu 4-5 tahun. Tentunya, ini memerlukan dukungan semua pihak. Begitupun dukungan dari masyarakat, utamanya di sekitar lokasi.

“Desain bendungan sudah ada. Biayanya lumayan besar.  Termasuk perencanaan, studi kelayakan dan lainnya menghabiskan kurang lebih USD 75.000. Jadi tinggal dilanjutkan dengan pembangunan fisiknya,” kata Irianto. (har/fen)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 12:25

RS Tipe B Butuh 23 Dokter

TANJUNG SELOR – Menyusul percepatan realisasi pembangunan Rumah Sakit (RS) tipe B Provinsi Kaltara…

Senin, 19 Februari 2018 11:06

Rendah Karhutla, Dishut Tetap Antisipasi

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara Syarifuddin mengatakan, Kalimantan Utara…

Senin, 19 Februari 2018 10:52

Larangan Penjualan Albothyl, Pemilik Apotek Tunggu Surat Resmi

TANJUNG SELOR – Penjualan Albothyl masih terdapat di sejumlah apotek di Tanjung Selor, Bulungan.…

Senin, 19 Februari 2018 10:50

Alat Praktik Siswa Dilengkapi Tahun Ini

TANJUNG SELOR – Kunjungan kerja Gubernur Kaltara Irianto Lambrie ke Pulau Sebatik, Nunukan, Kamis…

Minggu, 18 Februari 2018 14:03

Parpol Diminta Lengkapi Laporan

TANJUNG SELOR – Pemprov Kaltara telah menganggarkan dana bantuan untuk partai politik (banpol)…

Minggu, 18 Februari 2018 14:02

Banjir Rendam Dua Desa

TANJUNG SELOR - Hujan deras yang mengguyur sejumlah daerah di Kabupeten Bulungan sejak beberapa hari…

Sabtu, 17 Februari 2018 14:02

Sebatik Jadi Sentra Kelautan dan Perikanan

TANJUNG SELOR – Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan pembangunan 20 Sentra Kelautan…

Sabtu, 17 Februari 2018 13:59

Rela Antre demi Dokter Spesialis

TANJUNG SELOR – Masyarakat di daerah perbatasan membutuhkan peningkatan pelayanan kesehatan, terutama…

Jumat, 16 Februari 2018 12:53

DKP Klaim Hanya Dua di Indonesia, Memangnya Barang Apaan?

TANJUNG SELOR – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara menargetkan hasil tangkapan ikan nelayan…

Jumat, 16 Februari 2018 12:51

Mesin Rusak, Nelayan Filipina Hanyut hingga Laut Sulawesi

TARAKAN – Lima warga Filipina ditemukan terapung di Laut Sulawesi, setelah kapal mereka mengalami…

Wali Kota Tarakan Bisa Dicopot, Jika Tak Mau Mengalihkan Tiga UPTD Perikanan

Penetapan NIK Ditarget Pekan Ini, Ishak: Semua Tergantung BKN

Kapolres Tegaskan Murni Kecelakaan

Diskes dan Polisi Masih Tunggu Hasil Lab

Banjir ‘Hantui’ Warga Kaltara

DKP Klaim Hanya Dua di Indonesia, Memangnya Barang Apaan?

Banjir Rendam Dua Desa

Pembenahan Gudang Farmasi Kaltara, Ditargetkan Rampung Sepekan

Rela Antre demi Dokter Spesialis

Sebatik Jadi Sentra Kelautan dan Perikanan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .