MANAGED BY:
MINGGU
19 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 14 Mei 2017 13:08
Target Mulai Tahun Ini, PLTA 6.600 MW Peso Bakal Jadi Kekuatan Kaltara
ENERGI TERBARUKAN: PLTA yang akan dibangun di Kecamatan Peso. Untuk tahap pertama akan menghasilkan 900 MW.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas 6.600 megawatt (MW) di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, ditarget mulai tahun ini untuk bendungan tahap pertama dengan daya 900 MW.

Menurut Amir Zaglol Saroyan, anggota Komisi III DPRD Kaltara, jika megaproyek ini terwujud, maka dipastikan kebutuhan listrik di Bumi Benuanta akan tercukupi, bahkan surplus.

“Saya yakin kalau PLTA ini terealisasi dalam waktu tiga atau empat tahun ke depan, Kaltara akan menjadi daerah yang kaya energi listrik,” ujarnya, Rabu (10/9).

Keberadaan PLTA, lanjutnya, tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah-daerah yang belum tersentuh listrik. Namun menjadi kekuatan bagi Provinsi Kaltara untuk memacu pembangunan dan menarik investor untuk berinvestasi. Karena, salah satu faktor pendukung masuknya investor di daerah yaitu ketersediaan energi listrik.

Karena itu dia menilai rencana pembangunan PLTA merupakan program yang sangat strategis. Sebab, keberadaan PLTA akan menjawab kebutuhan listrik secara umum di Kaltara. Karena itu, pihaknya turut mendukung agar program ini bisa terealisasi.

“Kita menyadari bahwa bukan hanya di Kaltara, tetapi seluruh daerah masih mengalami kekurangan energi listrik. Nah, Pemprov Kaltara telah merespons ini dengan baik. Yakni pembangunan PLTA yang bisa menghasilkan daya ribuan MW,” ujarnya.

Bahkan menurut politikus Partai Gerindra ini, tidak hanya memberikan keuntungan bagi Kaltara, keberadaan PLTA dengan daya yang cukup besar ini juga bisa dinikmati daerah tetangga seperti Kalimantan Timur. Bahkan, tidak menutup kemungkinan kelebihan daya listrik bisa dijual ke negara tetangga, Malaysia.

“Seperti di wilayah perbatasan Sabah, Malaysia, itu bisa jadi listriknya disuplai dari Kaltara. Tinggal pemerintah nanti mengatur regulasinya. PLTA ini bisa menjadi sumber pendapatan bagi daerah juga,” urainya.

Sebelumnya, untuk mempercepat terwujudnya rencana pembangunan PLTA di Kecamatan Peso, Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Seperti melakukan pertemuan dengan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN F Harry Sampurno di Jakarta, beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut dalam rangka mendiskusikan pemantapan persiapan pembangunan PLTA yang berbasis konservasi oleh PT Kayan Hydro Energy (KHE).

“Kita perlu diskusikan dengan beberapa kementerian terkait. Salah satunya dengan Kementerian BUMN. Karena ini proyek yang sangat besar, yang harus dipersiapkan dengan sangat matang,” kata Irianto.

Disampaikan, dukungan pemerintah pusat terhadap megaproyek tersebut sangat positif. Bahkan, telah dibahas dalam rapat kabinet terbatas pada 21 Maret yang lalu. Dimana saat itu Gubernur diundang untuk menyampaikan paparan.

Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat kabinet terbatas memberikan atensi besar terhadap rencana tersebut. Bahkan dalam salah satu butir kesimpulan rapat terbatas itu, menyebutkan bahwa PLTA perlu dipercepat realisasi pembangunannya. 

“Pertemuan dengan pihak Kementerian BUMN ini, salah satunya juga untuk menindaklanjuti hasil rapat terbatas kabinet tersebut,” ungkapnya.

Selain dengan Kementerian BUMN, Irianto menegaskan untuk mempercepat proyek tersebut, juga akan terus mengomunikasikan dan berkoordinasi dengan kementerian lain yang terkait. Dan, dirinya pun tetap optimistis pembangunan PLTA untuk tahap pertama dengan taret menghasilkan daya listrik 900 MW dapat dimulai tahun ini.

Gubernur pun mengingatkan kepada semua pihak, termasuk perusahaan yang akan membangun PLTA, dalam hal ini PT Kayan Hydro Energy untuk mempercepat proses pembangunan. “Saya minta semua pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam penyiapan lahan dan relokasi warga, serta perusahaan agar mempercepat prosesnya,” tegas Irianto.

Irianto mengatakan, tahap pertama pembangunan PLTA diperkirakan membutuhkan waktu 4-5 tahun. Tentunya, ini memerlukan dukungan semua pihak. Begitupun dukungan dari masyarakat, utamanya di sekitar lokasi.

“Desain bendungan sudah ada. Biayanya lumayan besar.  Termasuk perencanaan, studi kelayakan dan lainnya menghabiskan kurang lebih USD 75.000. Jadi tinggal dilanjutkan dengan pembangunan fisiknya,” kata Irianto. (har/fen)


BACA JUGA

Sabtu, 18 November 2017 12:55

Teruskan Warisan Leluhur, Ketupat Jadi Lambang Persatuan

Di setiap bulan Safar kalender Hijriah, masyarakat suku Tidung menggelar tradisi turun-temurun. Yakni,…

Sabtu, 18 November 2017 12:47

Usulkan Jika Ada Penerimaan CPNS

LIMA jabatan pada seleksi CPNS Pemprov Kaltara dipastikan kosong, karena tidak ada peserta yang mencapai…

Sabtu, 18 November 2017 12:45

Lima Jabatan Dipastikan Kosong, Hanya 1.043 Peserta Lolos SKB

TANJUNG SELOR – Peserta seleksi penerimaan CPNS Pemprov Kaltara yang telah lolos seleksi kompetensi…

Jumat, 17 November 2017 13:14

LIHAT NIH..!! Demi Sekolah, Anak-Anak Desa Pimping Berenang Seberangi Sungai

TANJUNG SELOR – Semangat anak-anak Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Bulungan menempuh…

Jumat, 17 November 2017 13:06

Awasi Produk Olahan dengan Sipawan

TANJUNG SELOR – Baru-baru ini, masyarakat di Kaltara, khususnya Kabupaten Nunukan dihebohkan dengan…

Jumat, 17 November 2017 12:59

Punya Kemauan dan Semangat, Tertarik Jadi Dosen

Berkat doa, ketekunan dan kerja kerasnya dalam menempuh pendidikan di Universitas Borneo Tarakan (UBT),…

Jumat, 17 November 2017 12:56

Rencana Kemenpan Buka Penerimaan CPNS 2018, Pemkab dan Pemprov Tunggu Info Resmi

TANJUNG SELOR – Pendaftar Pemprov CPNS tahun ini yang tidak lolos verifikasi berkas maupun seleksi…

Kamis, 16 November 2017 13:30

Pasien dari Perbatasan Semakin Sulit Dirujuk

TARAKAN – Setelah Kalstar Aviation yang dihentikan sementara penerbangannya oleh Kementerian Perhubungan.…

Kamis, 16 November 2017 13:29

Diduga karena Tercemar Limbah Perusahaan Tambang, Lahan Pertanian Terancam Tak Produktif

TANJUNG SELOR – Perusahaan pertambangan di Malinau Selatan, Kabupaten Malinau diduga kembali melakukan…

Kamis, 16 November 2017 13:24

Kasus SMA 2 Harus Jadi Pelajaran Terakhir

TANJUNG SELOR – Kasus penyegelan ruang belajar SMAN 2 Tanjung Selor harus menjadi perhatian serius…

Kaltara Masuk 5 Besar Kasus Narkoba

Jalan ke Tanah Kuning Semakin Parah

SKB Belum Ada Kabar

LIHAT NIH..!! Demi Sekolah, Anak-Anak Desa Pimping Berenang Seberangi Sungai

Heboh Bakso Daging Tikus, Kadis DPKP Sebut Masih Indikasi

Heran Daerah Penghasil Tak Aktif

Kasus SMA 2 Harus Jadi Pelajaran Terakhir

Baru Selesai, Bekas Longsor Ambles Lagi

Raisal Akan Jalani Operasi Kedua

Wisata Arung Jeram Mulai Dilirik, Kemenpar Siapkan Rp 950 Juta
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .