MANAGED BY:
SABTU
22 JULI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 14 Mei 2017 13:08
Target Mulai Tahun Ini, PLTA 6.600 MW Peso Bakal Jadi Kekuatan Kaltara
ENERGI TERBARUKAN: PLTA yang akan dibangun di Kecamatan Peso. Untuk tahap pertama akan menghasilkan 900 MW.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas 6.600 megawatt (MW) di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, ditarget mulai tahun ini untuk bendungan tahap pertama dengan daya 900 MW.

Menurut Amir Zaglol Saroyan, anggota Komisi III DPRD Kaltara, jika megaproyek ini terwujud, maka dipastikan kebutuhan listrik di Bumi Benuanta akan tercukupi, bahkan surplus.

“Saya yakin kalau PLTA ini terealisasi dalam waktu tiga atau empat tahun ke depan, Kaltara akan menjadi daerah yang kaya energi listrik,” ujarnya, Rabu (10/9).

Keberadaan PLTA, lanjutnya, tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah-daerah yang belum tersentuh listrik. Namun menjadi kekuatan bagi Provinsi Kaltara untuk memacu pembangunan dan menarik investor untuk berinvestasi. Karena, salah satu faktor pendukung masuknya investor di daerah yaitu ketersediaan energi listrik.

Karena itu dia menilai rencana pembangunan PLTA merupakan program yang sangat strategis. Sebab, keberadaan PLTA akan menjawab kebutuhan listrik secara umum di Kaltara. Karena itu, pihaknya turut mendukung agar program ini bisa terealisasi.

“Kita menyadari bahwa bukan hanya di Kaltara, tetapi seluruh daerah masih mengalami kekurangan energi listrik. Nah, Pemprov Kaltara telah merespons ini dengan baik. Yakni pembangunan PLTA yang bisa menghasilkan daya ribuan MW,” ujarnya.

Bahkan menurut politikus Partai Gerindra ini, tidak hanya memberikan keuntungan bagi Kaltara, keberadaan PLTA dengan daya yang cukup besar ini juga bisa dinikmati daerah tetangga seperti Kalimantan Timur. Bahkan, tidak menutup kemungkinan kelebihan daya listrik bisa dijual ke negara tetangga, Malaysia.

“Seperti di wilayah perbatasan Sabah, Malaysia, itu bisa jadi listriknya disuplai dari Kaltara. Tinggal pemerintah nanti mengatur regulasinya. PLTA ini bisa menjadi sumber pendapatan bagi daerah juga,” urainya.

Sebelumnya, untuk mempercepat terwujudnya rencana pembangunan PLTA di Kecamatan Peso, Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Seperti melakukan pertemuan dengan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN F Harry Sampurno di Jakarta, beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut dalam rangka mendiskusikan pemantapan persiapan pembangunan PLTA yang berbasis konservasi oleh PT Kayan Hydro Energy (KHE).

“Kita perlu diskusikan dengan beberapa kementerian terkait. Salah satunya dengan Kementerian BUMN. Karena ini proyek yang sangat besar, yang harus dipersiapkan dengan sangat matang,” kata Irianto.

Disampaikan, dukungan pemerintah pusat terhadap megaproyek tersebut sangat positif. Bahkan, telah dibahas dalam rapat kabinet terbatas pada 21 Maret yang lalu. Dimana saat itu Gubernur diundang untuk menyampaikan paparan.

Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat kabinet terbatas memberikan atensi besar terhadap rencana tersebut. Bahkan dalam salah satu butir kesimpulan rapat terbatas itu, menyebutkan bahwa PLTA perlu dipercepat realisasi pembangunannya. 

“Pertemuan dengan pihak Kementerian BUMN ini, salah satunya juga untuk menindaklanjuti hasil rapat terbatas kabinet tersebut,” ungkapnya.

Selain dengan Kementerian BUMN, Irianto menegaskan untuk mempercepat proyek tersebut, juga akan terus mengomunikasikan dan berkoordinasi dengan kementerian lain yang terkait. Dan, dirinya pun tetap optimistis pembangunan PLTA untuk tahap pertama dengan taret menghasilkan daya listrik 900 MW dapat dimulai tahun ini.

Gubernur pun mengingatkan kepada semua pihak, termasuk perusahaan yang akan membangun PLTA, dalam hal ini PT Kayan Hydro Energy untuk mempercepat proses pembangunan. “Saya minta semua pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam penyiapan lahan dan relokasi warga, serta perusahaan agar mempercepat prosesnya,” tegas Irianto.

Irianto mengatakan, tahap pertama pembangunan PLTA diperkirakan membutuhkan waktu 4-5 tahun. Tentunya, ini memerlukan dukungan semua pihak. Begitupun dukungan dari masyarakat, utamanya di sekitar lokasi.

“Desain bendungan sudah ada. Biayanya lumayan besar.  Termasuk perencanaan, studi kelayakan dan lainnya menghabiskan kurang lebih USD 75.000. Jadi tinggal dilanjutkan dengan pembangunan fisiknya,” kata Irianto. (har/fen)


BACA JUGA

Jumat, 21 Juli 2017 12:27

Lima Desa ‘Terendam Banjir’

TANJUNG SELOR – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bulungan memperkirakan tiga…

Jumat, 21 Juli 2017 12:23

Sempat Putus Asa, Pesan Orangtua Jadi Motivasi

Memiliki keterbatasan fisik, bukan berarti tidak bisa melakukan segalanya. Bahkan, di balik keterbatasan…

Jumat, 21 Juli 2017 12:21

Waduh, 14 Warga Bulungan Positif HIV/AIDS

TANJUNG SELOR – Jumlah warga yang terindikasi positif mengidap HIV/AIDS di Kabupaten Bulungan…

Kamis, 20 Juli 2017 11:17

Penjaga SBW Ditemukan Tak Bernyawa

TANJUNG SELOR – Diot (36), penjaga sarang burung walet (SBW) di daerah Gua Wong, Desa Long Peso,…

Kamis, 20 Juli 2017 11:10

Termotivasi Laode Musa, Hafal 30 Juz Minta Hadiah Umrah

Tak banyak orang anak-anak berusia belia yang mampu menghafal Alquran dengan baik. Dari beberapa yang…

Rabu, 19 Juli 2017 13:06

Sistem Zonasi Dilaporkan ke DPRD, Kepala Disdik Kaltara Bungkam

TANJUNG SELOR - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi dilaporkan sejumlah masyarakat Tarakan…

Rabu, 19 Juli 2017 13:01

Insentif Guru Honorer Belum Cair

INSENTIF triwulan pertama guru honorer atau guru tidak tetap (GTT) di Bulungan yang bersumber dari hibah…

Rabu, 19 Juli 2017 13:00

Melahirkan Anak Kedua, Berharap Jadi Penghafal Alquran

Perhelatan Selekti Tilawatil Quran (STQ) ke-24 menjadi momen terindah bagi Nadifatul Mu’tamaroh.…

Rabu, 19 Juli 2017 12:57

Jatim Calon Tuan Rumah STQ XXV

TARAKAN – Jawa Timur (Jatim) menjadi calon kuat penyelenggara Seleksi Tilawatil Quran (STQ) XXV…

Selasa, 18 Juli 2017 11:30

Kaltara Masuk Prioritas Pengembangan Kawasan Industri

JAKARTA – Gubernur Kaltara Irianto Lambrie kembali memaparkan pembangunan kawasan industri di…

Warga Sumbangan untuk Perbaiki Jalan

Sopir Truk Ngebut di Jalan Jelarai, Warga Sesalkan Tak Ada Penertiban

Infrastruktur di Permukiman Transmigrasi Jelek

Formasi Penerimaan CPNS Masih Tanda Tanya

Hujan, Gubernur Sempat Khawatir

Desak Pemkab Selesaikan Masalah Lahan

Kaltara Masuk Prioritas Pengembangan Kawasan Industri

ESDM Ancam Cabut Izin Perusahaan

Banyak Jalan Bopeng di Tanjung Palas

Warga Ancam Gugat Perusahaan Rp 1 T
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .