MANAGED BY:
RABU
20 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 14 Mei 2017 13:08
Target Mulai Tahun Ini, PLTA 6.600 MW Peso Bakal Jadi Kekuatan Kaltara
ENERGI TERBARUKAN: PLTA yang akan dibangun di Kecamatan Peso. Untuk tahap pertama akan menghasilkan 900 MW.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas 6.600 megawatt (MW) di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, ditarget mulai tahun ini untuk bendungan tahap pertama dengan daya 900 MW.

Menurut Amir Zaglol Saroyan, anggota Komisi III DPRD Kaltara, jika megaproyek ini terwujud, maka dipastikan kebutuhan listrik di Bumi Benuanta akan tercukupi, bahkan surplus.

“Saya yakin kalau PLTA ini terealisasi dalam waktu tiga atau empat tahun ke depan, Kaltara akan menjadi daerah yang kaya energi listrik,” ujarnya, Rabu (10/9).

Keberadaan PLTA, lanjutnya, tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah-daerah yang belum tersentuh listrik. Namun menjadi kekuatan bagi Provinsi Kaltara untuk memacu pembangunan dan menarik investor untuk berinvestasi. Karena, salah satu faktor pendukung masuknya investor di daerah yaitu ketersediaan energi listrik.

Karena itu dia menilai rencana pembangunan PLTA merupakan program yang sangat strategis. Sebab, keberadaan PLTA akan menjawab kebutuhan listrik secara umum di Kaltara. Karena itu, pihaknya turut mendukung agar program ini bisa terealisasi.

“Kita menyadari bahwa bukan hanya di Kaltara, tetapi seluruh daerah masih mengalami kekurangan energi listrik. Nah, Pemprov Kaltara telah merespons ini dengan baik. Yakni pembangunan PLTA yang bisa menghasilkan daya ribuan MW,” ujarnya.

Bahkan menurut politikus Partai Gerindra ini, tidak hanya memberikan keuntungan bagi Kaltara, keberadaan PLTA dengan daya yang cukup besar ini juga bisa dinikmati daerah tetangga seperti Kalimantan Timur. Bahkan, tidak menutup kemungkinan kelebihan daya listrik bisa dijual ke negara tetangga, Malaysia.

“Seperti di wilayah perbatasan Sabah, Malaysia, itu bisa jadi listriknya disuplai dari Kaltara. Tinggal pemerintah nanti mengatur regulasinya. PLTA ini bisa menjadi sumber pendapatan bagi daerah juga,” urainya.

Sebelumnya, untuk mempercepat terwujudnya rencana pembangunan PLTA di Kecamatan Peso, Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Seperti melakukan pertemuan dengan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN F Harry Sampurno di Jakarta, beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut dalam rangka mendiskusikan pemantapan persiapan pembangunan PLTA yang berbasis konservasi oleh PT Kayan Hydro Energy (KHE).

“Kita perlu diskusikan dengan beberapa kementerian terkait. Salah satunya dengan Kementerian BUMN. Karena ini proyek yang sangat besar, yang harus dipersiapkan dengan sangat matang,” kata Irianto.

Disampaikan, dukungan pemerintah pusat terhadap megaproyek tersebut sangat positif. Bahkan, telah dibahas dalam rapat kabinet terbatas pada 21 Maret yang lalu. Dimana saat itu Gubernur diundang untuk menyampaikan paparan.

Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat kabinet terbatas memberikan atensi besar terhadap rencana tersebut. Bahkan dalam salah satu butir kesimpulan rapat terbatas itu, menyebutkan bahwa PLTA perlu dipercepat realisasi pembangunannya. 

“Pertemuan dengan pihak Kementerian BUMN ini, salah satunya juga untuk menindaklanjuti hasil rapat terbatas kabinet tersebut,” ungkapnya.

Selain dengan Kementerian BUMN, Irianto menegaskan untuk mempercepat proyek tersebut, juga akan terus mengomunikasikan dan berkoordinasi dengan kementerian lain yang terkait. Dan, dirinya pun tetap optimistis pembangunan PLTA untuk tahap pertama dengan taret menghasilkan daya listrik 900 MW dapat dimulai tahun ini.

Gubernur pun mengingatkan kepada semua pihak, termasuk perusahaan yang akan membangun PLTA, dalam hal ini PT Kayan Hydro Energy untuk mempercepat proses pembangunan. “Saya minta semua pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam penyiapan lahan dan relokasi warga, serta perusahaan agar mempercepat prosesnya,” tegas Irianto.

Irianto mengatakan, tahap pertama pembangunan PLTA diperkirakan membutuhkan waktu 4-5 tahun. Tentunya, ini memerlukan dukungan semua pihak. Begitupun dukungan dari masyarakat, utamanya di sekitar lokasi.

“Desain bendungan sudah ada. Biayanya lumayan besar.  Termasuk perencanaan, studi kelayakan dan lainnya menghabiskan kurang lebih USD 75.000. Jadi tinggal dilanjutkan dengan pembangunan fisiknya,” kata Irianto. (har/fen)


BACA JUGA

Selasa, 19 September 2017 13:09

Hari Ini, Pemprov Kembali Yakinkan DPD

TANJUNG SELOR – Belum dicabutnya moratorium pemekaran daerah oleh pemerintah pusat menjadi kendala…

Selasa, 19 September 2017 12:57
Sisi Lain dari Pendaftaran CPNS Pemprov Kaltara

Numpang di Rumah Warga hingga Kehilangan Dompet

Sejak dibukanya pendaftaran CPNS Pemprov Kaltara, pendaftar dari berbagai daerah pun langsung berdatangan…

Selasa, 19 September 2017 12:55

Legalisir Camat Dianggap Tidak Sah

TANJUNG SELOR – Masalah legalisir kartu keluarga (KK) dan akta kelahiran yang menjadi syarat berkas…

Senin, 18 September 2017 12:08

Tenaga Kontrak Curhat Minta Diangkat CPNS

TARAKAN – Anggota Komisi II DPR RI, Hetifah Sjaifudian mengaku prihatin mendengar kondisi yang…

Senin, 18 September 2017 11:58

Kenaikan Dana BOS Dinilai Wajar

TANJUNG SELOR – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengusulkan dana bantuan operasional…

Minggu, 17 September 2017 14:01

Dirjen Minerba Dorong Pemda Tegas

PERSOALAN pencemaran sungai di Kabupaten Malinau akibat limbah perusahaan tambang batu bara, juga jadi…

Minggu, 17 September 2017 13:59

Dianggap Punya Masa Depan yang Menjanjikan

Keran CPNS yang dibuka pemerintah untuk Pemprov Kaltara diserbu ribuan pendaftar. Beberapa pendaftar…

Minggu, 17 September 2017 13:57

Dugaan Ijazah Palsu karena Tak Terdaftar

TANJUNG SELOR – Dugaan adanya pendaftar CPNS Pemprov Kaltara menggunakan ijazah palsu saat penyerahan…

Minggu, 17 September 2017 13:55

ESDM Wanti-Wanti Perusahaan Tambang di Malinau

TANJUNG SELOR - Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara Ferdy Manurun Tandulangi…

Sabtu, 16 September 2017 13:33

Waspada Peredaran Obat PCC di Kaltara, Pengguna Bisa Alami Kejang-Kejang

TARAKAN - Beredarnya obat PCC (paracetamol, caffeine dan carisoprodol) di Kendari, Sulawesi Tenggara…

Panitia Temukan Ijazah Palsu

Polres Diserbu Pemohon SKCK

Maskapai Bertambah, Penumpang Speedboat Normal

Tenaga Kontrak Curhat Minta Diangkat CPNS

Dugaan Ijazah Palsu karena Tak Terdaftar

Kenaikan Dana BOS Dinilai Wajar

Lahan Pelabuhan Pesawan Dipertanyakan

Dianggap Punya Masa Depan yang Menjanjikan

Dirjen Minerba Dorong Pemda Tegas

Balas Kebaikan, Kisah Kakek Ahmad Jadi Viral
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .