MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 21 April 2017 11:35
Harus Yakin Bisa dan Tetap Percaya Diri

Dua Perempuan Calon Pemimpin Masa Depan

CALON PEMIMPIN: Al dan Yobi, taruni AAL dan praja IPDN yang mengikuti Latsitarda di Kaltara.

PROKAL.CO, Perempuan juga mempunyai hak yang sama dalam memperoleh pendidikan, termasuk menjadi prajurit dan abdi negara. Al Zenoerica dan Yohana E Tobing yang kini menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Laut (AAL) dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

 

MUHAMMAD RAJAB, Tarakan

 

RIBUAN masyarakat Tarakan dan tamu undangan yang hadir pada acara pembukaan Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) XXXVII di Stadion Datu Adil, Kamis (20/4), terhipnotis dengan aksi Al Zenoerica dan Yohana E Tobing.

Keduanya dengan lincah memutar-mutar tongkat saat memimpin marching band integrasi taruna Akmil, AAL, AAU dan IPDN. Al Zenoerica yang kini berdomisili di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau ini dipercaya sebagai mayoret kelompok perkusi. Sementara Yohana E Tobing yang tinggal di Bekasi memimpin kelompok terompet.

Padahal, biasanya dalam marching band angkatan, pria selalu mendominasi peran mayoret. Namun, Al –sapaan akrab Al Zenoerica- dan Yobi –panggilan Yohana E Tobing- mampu mengemban amanah tersebut dengan baik. Mereka juga sempat melakukan atraksi dengan berdiri di atas variasi bass yang disusun para taruna.

Tidak hanya di kelompok marching band, Al dan Yobi juga sudah membuktikan kesetaraan gender dalam menjadi prajurit dan abdi negara. Al yang kini berstatus taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) tingkat akhir ini, tidak lama lagi akan lulus sebagai perwira dengan pangkat Letda (Letnan Dua).

Padahal, menjadi angkatan selalu identik dengan kaum pria. Karena dibutuhkan fisik, disiplin dan mental yang kuat untuk menjadi prajurit sejati. “Bagi saya tidak ada yang susah kalau mau usaha, terus mampu, kita pasti bisa lewati,” ujar Al yang kelahiran Jakarta, 23 November 1995.

Anak pasangan Al Azhar dan Nurhayati ini, juga beruntung. Sebab, pertama kali ikut tes masuk AAL pada 2013 lalu langsung diterima. Namun, wanita yang mengaku hobi olahraga bola voli ini menyadari tidak mudah untuk lolos, karena banyak tes yang harus dilalui.

“Fisik pasti, terus akademik, psikologi, kesehatan dari ujung rambut sampai ujung kaki tidak boleh ada yang sakit,” ungkap dara berdarah Aceh ini.

Namun, perjuangannya itu hampir terbayar lunas dengan tidak lama lagi bakal mengakhiri pendidikannya untuk melanjutkan tugas kedinasan yang sebenarnya. Wanita yang mengaku sudah keliling dunia dengan berlayar ini bahkan memimpikan bisa menjadi salah satu pimpinan di TNI AL nantinya.

“Kita jangan mau kalah sama laki-laki. Karena saya sendiri mampu dan bisa melaksanakan pendidikan yang laki-laki bisa jalani. Jadi sudah tidak ada perbedaan gender lagi. Jadi jangan lemah karena kita wanita, malah harus kita buktikan,” ujarnya.

Demikian juga dengan Yohana E Tobing. Wanita kelahiran Bekasi, 30 September 1995 ini sudah membuktikan bahwa menjadi calon pamong bisa dilakukan juga oleh wanita.

Wanita dengan tinggi 168 sentimeter ini sudah berstatus sebagai praja tingkat empat atau tingkat akhir di IPDN Jatinangor dan diperkirakan mengakiri pendidikannya pada tahun ini. Padahal, kegiatan fisik, disipilin dan mental menjadi bagian dari pendidikan yang harus dijalaninya sehari-hari.

“Untuk tesnya sama kedinasan lain, ada lari, push up, psikotes, kesehatan dari ujung kaki sampai ujung rambut, terus tes akademik,” ujar anak dari pasangan Martolo Purba Tobing dan Tety Hutagalung ini.

Yobi pun berpesan agar wanita sekarang, terutama generasi penerus bangsa agar jangan mudah menyerah dalam meraih cita-cita setinggi langit. Itu sudah dialami Yobi ketika mengejar impiannya bisa masuk di IPDN.

“Awalnya saya minder. Namun saya tetap percaya diri. Waktu itu ada 600 orang yang mendaftar. Tapi yang diterima hanya 35 orang, waktu itu 13 putri di antaranya itu nama saya,” kenangnya. (*/fen)

 


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 15:41

Budidaya Rumput Laut Bikin Jalur Perairan Terganggu

TANJUNG SELOR – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara telah memberangkatkan tim untuk melakukan…

Kamis, 24 Mei 2018 15:35

Keluarga Korban Terima Santunan

GUBERNUR Kalimantan Utara Irianto Lambrie memastikan keluarga dari lima korban meninggal dunia atas…

Kamis, 24 Mei 2018 15:33

Kemudi Gunakan Sistem Hidrolik

TARAKAN – Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) KSOP Kelas III Tarakan belum bisa menyimpulkan…

Kamis, 24 Mei 2018 15:20

AH MANTAPNYA INI..!! Untuk Ini, Kemenhub Gelontorkan Rp 50,5 M

PENGEMBANGAN Bandar Udara Tanjung Harapan, Tanjung Selor, terus dilakukan oleh Pemprov Kaltara. Bahkan,…

Kamis, 24 Mei 2018 15:18

Aset Diambil Alih Pemprov, Pemkot Tarakan Diminta Tidak Berpikir Negatif

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie tidak mempersoalkan rencana Pemerintah Kota…

Rabu, 23 Mei 2018 13:35

Taupan: Uji Kelaikan Ada di Kemenhub

KEPALA Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara Taupan Madjid menyatakan pihaknya sudah berupaya maksimal…

Rabu, 23 Mei 2018 13:32

Delapan Orang Jalani Perawatan Intensif

DIREKTUR Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan Hasbi Hasyim memastikan, korban kecelakaan speedboat…

Rabu, 23 Mei 2018 13:30
Kecelakaan Perairan Kembali Terjadi

Tali Kemudi Putus, Speedboat Itu Tabrak Pohon, 5 Nyawa Melayang

TARAKAN – Stevanus Lie mengabarkan kepada anaknya Evan akan bertolak menuju Tarakan dari Malinau.…

Selasa, 22 Mei 2018 18:00
BREAKING NEWS

Stevanus Tewas dalam Kecelakaan Speedboat

TARAKAN - Ruang jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan didatangi sejumlah keluarga korban kecelakaan…

Selasa, 22 Mei 2018 16:31
BREAKING NEWS

Speedboat Tabrak Pohon, Korban Luka Parah, Satu Bayi Pingsan

TARAKAN - Kecelakaan speedboat kembali terjadi, kini giliran SB Harapan Baru keberangkatan pukul 12.00…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .