MANAGED BY:
MINGGU
30 APRIL
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 18 April 2017 10:17
YANG MINAT MERAPAT..!! di Kaltara Masih Perlu Banyak Dokter Spesialis

Di RSUD Tarakan Hanya 14 Orang

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Jumlah dokter spesialis di seluruh rumah sakit pelat merah di Kaltara masih terbatas. Salah satunya di Rumah Sakit Umum Daerah  (RSUD) Tipe B Tarakan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kaltara Arief Rakhman, menyebutkan jumlah dokter di RSUD Tarakan 36 orang, terdiri dari dokter umum dan spesialis.

Jumlah itu dinilai belum cukup. Terutama pelayanan dokter spesialis dasar seperti pelayanan medik spesialis penyakit dalam, spesialis kesehatan anak, spesialis bedah, dan spesialis kandungan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kaltara per Maret 2017, jumlah tenaga medis dan nonmedis di RSUD Tarakan sekitar 249 orang. Dari jumlah itu, hanya ada 14 dokter spesialis, 20 dokter umum dan 2 dokter gigi.

Sementara menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 56/2014 tentang Klarifikasi dan Perizinan Rumah Sakit, untuk SDM rumah sakit tipe B idealnya memiliki dokter spesialis 3 orang setiap jenis pelayanan medik spesialis dasar. Tapi di RSUD Tarakan ada yang belum mencukupi.

“Untuk spesialis dasar ini saja masih kurang. Tapi bukan berarti pelayanan tidak jalan. Dokternya ada, hanya belum mencukupi sesuai dengan Permenkes (56/2014) itu,” kata Arief kepada media ini, Senin (17/4).

Berdasarkan data yang ada, jumlah dokter 4 pelayanan spesialis dasar di rumah sakit terbesar di Kaltara ini, hanya ada 1 orang untuk masing-masing spesialis.

Belum lengkapnya keberadaan dokter spesialis di RSUD Tarakan, kata dia, bukan karena pihak RS tidak melakukan rekrutmen. Permasalahannya ketika dilakukan rekrutmen, posisi yang diperlukan kadang-kadang tidak ada yang melamar. Sebab, mayoritas dokter juga biasanya memilih daerah penempatan.

“Kalau nggak sesuai dengan Permenkes, mungkin permasalahnnya ada di rekrutmen. Saat perekrutan, dokter kadang-kadang juga memilih. Tapi kalau di RSUD Tarakan ini tinggal menambah beberapa orang saja,” jelasnya.

Dikatakannya, pemerintah kabupaten/kota punya kewajiban memenuhi semua kebutuhan tenaga dokter yang diperlukan. Sementara pemerintah provinsi hanya melakukan pembinaan. “Penyediaan itu kebijakan masing-masing daerah. Apalagi RS Tarakan sudah mandiri, jadi punya kebijakan sendiri untuk merekrut,” lanjutnya.

Ditambahkan, selain merekrut tenaga yang dibutuhkan, juga diperlukan upaya bagaimana dokter bisa bertahan bertugas di daerah. Sebab, biasanya dokter akan betah jika tempat bertugas nyaman bagi mereka. “Kalau tempat bertugasnnya bagus mereka bertahan. Misal, ada yang buka praktik, itu biasanya bertahan,” ujarnya. (har/fen)


BACA JUGA

Sabtu, 29 April 2017 11:32

Serapan Anggaran Perlu Ditingkatkan

TANJUNG SELOR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara menyampaikan 16…

Sabtu, 29 April 2017 11:29

Harus didukung Sarana, Butuh Keseriusan Untuk Pembinaan

Sebagai olahraga baru di Kalimantan Utara, Kriket perlu disosialisasikan lebih maksimal. Sehingga berpeluang…

Jumat, 28 April 2017 14:20

Raperda Inisiatif Tunggu Persetujuan Pemprov

TANJUNG SELOR – Dua rancangan peraturan daerah (raperda) ditarget segera disahkan menjadi peraturan…

Jumat, 28 April 2017 14:16

Optimistis Proses Lelang Segera Rampung

TANJUNG SELOR – Proses lelang barang/jasa di lingkungan Pemprov Kaltara sejauh ini baru merampungkan…

Jumat, 28 April 2017 14:12

Tertarik Jadi Perawat karena Panggilan Batin

Setiap orang memiliki fasenya sendiri. Demikian juga dengan Irmawati Pasasak, perawat di RSUD dr Soemarno…

Jumat, 28 April 2017 14:11

Libatkan Gubernur Jadi Pengurus JAWAH

TANJUNG SELOR – Setelah menfasilitasi terbentuknya Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kaltara,…

Kamis, 27 April 2017 12:02

Dewan Warning Pemkab, Terkait Keterlambatan Sampaikan LKPj

TANJUNG SELOR – Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bulungan Bulungan tahun anggaran…

Kamis, 27 April 2017 11:59

Dua Pria Mabuk 'Gilir' ABG

TARAKAN – An (22) dan De (21) kini menjalani hari-harinya di balik jeruji besi. Keduanya dilaporkan…

Kamis, 27 April 2017 11:58

Bocah Ingusan Digarap 3 Kali

TARAKAN – Kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur yang dilakukan orang dewasa, masih saja…

Kamis, 27 April 2017 11:24

Sudah Jadi Cita-Cita, Dapat Julukan Raja Infus

Demi mengejar cita-cita menjadi perawat, Astuty Ambulyani rela meninggalkan bangku SMEA (sekarang SMK)…

Kurir Sabu-Sabu Jaringan Internasional Diciduk

Pernah Kerja Tak Terima Gaji, Merinding Dengar Cerita Pasien

TNKB Kaltara Diganti KU, Tahun Ini Target 30 Persen Kendaraan

Pemprov ‘Bagi-Bagi’ Anggaran

Aduh-Aduh, Masih Pelajar Sudah Berani Curi Motor

Dua Pria Mabuk 'Gilir' ABG

Optimistis Proses Lelang Segera Rampung

Bocah Ingusan Digarap 3 Kali

Sudah Jadi Cita-Cita, Dapat Julukan Raja Infus

Dimeriahkan Terjun Payung dan Aksi Marching Band
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .