MANAGED BY:
SABTU
16 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 18 April 2017 10:17
YANG MINAT MERAPAT..!! di Kaltara Masih Perlu Banyak Dokter Spesialis

Di RSUD Tarakan Hanya 14 Orang

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Jumlah dokter spesialis di seluruh rumah sakit pelat merah di Kaltara masih terbatas. Salah satunya di Rumah Sakit Umum Daerah  (RSUD) Tipe B Tarakan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kaltara Arief Rakhman, menyebutkan jumlah dokter di RSUD Tarakan 36 orang, terdiri dari dokter umum dan spesialis.

Jumlah itu dinilai belum cukup. Terutama pelayanan dokter spesialis dasar seperti pelayanan medik spesialis penyakit dalam, spesialis kesehatan anak, spesialis bedah, dan spesialis kandungan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kaltara per Maret 2017, jumlah tenaga medis dan nonmedis di RSUD Tarakan sekitar 249 orang. Dari jumlah itu, hanya ada 14 dokter spesialis, 20 dokter umum dan 2 dokter gigi.

Sementara menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 56/2014 tentang Klarifikasi dan Perizinan Rumah Sakit, untuk SDM rumah sakit tipe B idealnya memiliki dokter spesialis 3 orang setiap jenis pelayanan medik spesialis dasar. Tapi di RSUD Tarakan ada yang belum mencukupi.

“Untuk spesialis dasar ini saja masih kurang. Tapi bukan berarti pelayanan tidak jalan. Dokternya ada, hanya belum mencukupi sesuai dengan Permenkes (56/2014) itu,” kata Arief kepada media ini, Senin (17/4).

Berdasarkan data yang ada, jumlah dokter 4 pelayanan spesialis dasar di rumah sakit terbesar di Kaltara ini, hanya ada 1 orang untuk masing-masing spesialis.

Belum lengkapnya keberadaan dokter spesialis di RSUD Tarakan, kata dia, bukan karena pihak RS tidak melakukan rekrutmen. Permasalahannya ketika dilakukan rekrutmen, posisi yang diperlukan kadang-kadang tidak ada yang melamar. Sebab, mayoritas dokter juga biasanya memilih daerah penempatan.

“Kalau nggak sesuai dengan Permenkes, mungkin permasalahnnya ada di rekrutmen. Saat perekrutan, dokter kadang-kadang juga memilih. Tapi kalau di RSUD Tarakan ini tinggal menambah beberapa orang saja,” jelasnya.

Dikatakannya, pemerintah kabupaten/kota punya kewajiban memenuhi semua kebutuhan tenaga dokter yang diperlukan. Sementara pemerintah provinsi hanya melakukan pembinaan. “Penyediaan itu kebijakan masing-masing daerah. Apalagi RS Tarakan sudah mandiri, jadi punya kebijakan sendiri untuk merekrut,” lanjutnya.

Ditambahkan, selain merekrut tenaga yang dibutuhkan, juga diperlukan upaya bagaimana dokter bisa bertahan bertugas di daerah. Sebab, biasanya dokter akan betah jika tempat bertugas nyaman bagi mereka. “Kalau tempat bertugasnnya bagus mereka bertahan. Misal, ada yang buka praktik, itu biasanya bertahan,” ujarnya. (har/fen)


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 13:28

Kaltara Ditegur Kemendagri, Pemprov Akan Klarifikasi

TANJUNG SELOR – Pemprov Kaltara mendapatkan surat dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan…

Jumat, 15 Desember 2017 13:22

Berpotensi Jadi Penyumbang Utama Perekonomian Kaltara

Pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Tanah Kuning  dan…

Jumat, 15 Desember 2017 13:20

DOB Tak Masuk Prioritas Pemkab, Gara-Gara Terhambat Moratorium Desa

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan dipastikan tidak mengalokasikan anggaran di 2018 untuk kegiatan…

Kamis, 14 Desember 2017 22:49
BREAKING NEWS

Rumah Makan Dilalap si Jago Merah

TARAKAN - Kebakaran terjadi di rumah makan (RM) Mandor 3 Jalan Yos Sudarso RT 13 nomor 7 Kelurahan Karang…

Kamis, 14 Desember 2017 12:19

76 Jabatan Tak Terisi, Pemberkasan hingga 24 Desember

TANJUNG SELOR – Kabar gembira bagi para pendaftar CPNS Pemprov Kaltara yang sudah menunggu pengumuman…

Kamis, 14 Desember 2017 11:57

Cari Handphone Berujung Maut

TARAKAN – Dua peristiwa warga tersengat listrik terjadi di Tarakan. Pertama terjadi pada Selasa…

Kamis, 14 Desember 2017 11:54

Polres Siapkan 200 Personel

GUNA mengamankan kedatangan Kapolri di Tanjung Selor, sejumlah personel Polres Bulungan akan dikerahkan…

Kamis, 14 Desember 2017 11:53

Kunjungan Kapolri Bakal Jadi Sejarah

TANJUNG SELOR – Kapolri Jenderal Tito Karnavian direncanakan bakal melakukan kunjungan ke Kalimantan…

Kamis, 14 Desember 2017 11:51

Terbitan Yudhistira Tak Beredar di Bulungan

TANJUNG SELOR – Beredarnya buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk kelas 6 SD dengan…

Rabu, 13 Desember 2017 12:27

Sidang Kasus Pembunuhan Diwarnai Keributan

TARAKAN – Suasana di salah satu ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, Selasa (12/12), sempat…

Baru Berusia 22 Tahun, Selesaikan S-2 Hanya Delapan Bulan

Wisata Pantai Masih Perlu Sentuhan

Pembuang Bayi di Tarakan Terancam 5 Tahun Kurungan

Pengumuman CPNS Tunggu Arahan Gubernur

Sidang Kasus Pembunuhan Diwarnai Keributan

Pemkab Disarankan Berkoordinasi, Percepat Revisi RTRW Bulungan

Penjual Obat Jadi Tersangka Kasus Pembuangan Janin

Kunjungan Kapolri Bakal Jadi Sejarah

Akui Ada PNS Tersangkut Korupsi

Pekerja bangunan Terlempar, Diduga Tersengat Listrik
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .