MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 16 April 2017 11:59
Kasihan, Bayi 8 Bulan Terbaring Lemah
BUTUH ULURAN TANGAN: Anas mendapat perawatan di RSUD dr Soemarno Sosroatmodjo karena kekurangan gizi.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Tubuhnya kurus, dan beratnya hanya 4,5 kilogram. Selang infus pun terpasang di hidung bayi bernama Muhammad Anas Faisal Alfat yang mendapat perawatan di Ruang Flamboyan RSUD dr Sormarno Sosroatmodjo Tanjung Selor, Bulungan.

Sudah empat hari bayi usia 8 bulan yang biasa dipanggil Anas, itu dirawat. Ia menderita kekurangan gizi. Sebab, sejak berusia sepekan Anas ditinggal pergi ibunya mengadu nasib ke Malaysia.

“Bilangnya mau kerja,” ujar Ryan (12), kakak Anas saat ditemui di RSUD Soemarno, Sabtu (15/4).

Namun, sejauh ini Ryan pun tidak mengetahui sang ibu bekerja apa di negeri jiran itu. Yang jelas, kata dia, sejak sepeninggalan sang ibu, Anas diasuh oleh kakek dan neneknya yang tinggal di daerah Karang Tigau, Kecamatan Tanjung Palas Timur. Keterbatasan ekonomi membuat asupan gizi ke Anas pun sangat kurang. Ryan pun mengaku sang adik hanya diberikan susu kental manis.

“Kami pun jauh jika harus membeli susu yang dianjurkan. Jadi menggunakan susu kental manis aja,” ujarnya.

Kabar pun telah dikirimkan kepada sang ibu melalui pesan singkat tentang kondisi Anas. Namun, hingga kemarin dirinya tidak mendapat balasan dari sang ibu. Ryan juga mengaku sudah memberitahukan kepada ayahnya yang berada di Pontianak, Kalimantan Barat. Setali tiga uang dengan sang ibu, ayahnya pun tidak menanggapi. Bahkan, nomor telepon sang ayah sudah tidak bisa dihubungi.

Noor Hamidah, dokter spesialis anak di RSUD dr Soemarno, mengatakan dampak kekurangan gizi yang dialami Anas mengakibatkan infeksi pada paru-paru. “Anas ini terkena infeksi Pneumonia, dengan gizi buruk tipe marasmus, dan ada keterlambatan perkembangan. Namanya global developmental delay,” jelasnya.

Saat masuk rumah sakit pun, lanjutnya, Anas sudah sesak napas dan ditambah batuk pilek, serta berat badan yang tidak seperti bayi pada umumnya. “Seharusnya dengan umur Anas sekarang, sudah bisa tengkurap. Dengan kondisi usia 8 bulan dengan berat badanya 4,5 kilogram, itu sama dengan bayi umur dua bulan,” terangnya.

Saat ini, Hamidah mengaku kondisi Anas ada perkembangan, yakni demam yang sebelumnya diderita Anas, telah turun. Saat ini, pihaknya pun fokus penanganan infeksi agar kondisi Anas segera pulih.

Karena menurutnya, infeksi tersebut sangat besar jika tidak segera ditangani. Sementara untuk perbaikan gizi, akan diberikan secara bersamaan. “Nanti setelah sudah terlihat sangat bagus perkembangannya akan kami evaluasi lagi. Infeksi pernafasan tersebut larinya ke arah mana? Sampai Tuberkulosis (TB) atau tidak,” ujarnya.

Sementara itu, Bagus, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diskes Bulungan, mengaku pihaknya melalui petugas puskesmas terus memonitoring perkembangan Anas.

Dia juga mengatakan, Anas yang tinggal bersama neneknya di Karang Tigau, memang sempat tidak terpantau, karena selain lokasinya yang jauh, jumlah petugas kesehatan yang berada di puskesmas dan posyandu pun diakuinya sangat terbatas.

“Jadi dibutuhkan dukungan bersama, termasuk bagi ketua RT. Apabila menemukan warganya terkena gizi buruk agar segera memberitahu petugas kesehatan terdekat,” ujarnya.

Dikatakan, penyebab gizi buruk, juga dapat disebabkan faktor lingkungan. Termasuk kondisi rumah yang tidak layak huni dan tidak adanya pembuatan jamban. Selain itu, lanjutnya, diperlukan koordinasi lintas sektor untuk menjamin terlaksana poin-poin penting. Di antaranya pemberdayaan masyarakat, pemberantasan kemiskinan, ketahanan pangan dan pendidikan. (*/zis/uno/fen)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 15:41

Budidaya Rumput Laut Bikin Jalur Perairan Terganggu

TANJUNG SELOR – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara telah memberangkatkan tim untuk melakukan…

Kamis, 24 Mei 2018 15:35

Keluarga Korban Terima Santunan

GUBERNUR Kalimantan Utara Irianto Lambrie memastikan keluarga dari lima korban meninggal dunia atas…

Kamis, 24 Mei 2018 15:33

Kemudi Gunakan Sistem Hidrolik

TARAKAN – Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) KSOP Kelas III Tarakan belum bisa menyimpulkan…

Kamis, 24 Mei 2018 15:31

Terdengar Suara Gemuruh, Tak Bisa Hidupkan Anak yang Meninggal

Seperti sebuah mimpi. Keluarga kecil Suryani dan Mutiah menjadi korban dalam kecelakaan maut speedboat…

Kamis, 24 Mei 2018 15:20

AH MANTAPNYA INI..!! Untuk Ini, Kemenhub Gelontorkan Rp 50,5 M

PENGEMBANGAN Bandar Udara Tanjung Harapan, Tanjung Selor, terus dilakukan oleh Pemprov Kaltara. Bahkan,…

Kamis, 24 Mei 2018 15:18

Aset Diambil Alih Pemprov, Pemkot Tarakan Diminta Tidak Berpikir Negatif

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie tidak mempersoalkan rencana Pemerintah Kota…

Rabu, 23 Mei 2018 13:37

Ingin Mengobati Orangtua, Stevanus Lie “Berpulang” Duluan

Musibah kecelakaan speedboat yang terjadi pada Selasa (22/5), menyisakan duka mendalam bagi keluarga…

Rabu, 23 Mei 2018 13:35

Taupan: Uji Kelaikan Ada di Kemenhub

KEPALA Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara Taupan Madjid menyatakan pihaknya sudah berupaya maksimal…

Rabu, 23 Mei 2018 13:32

Delapan Orang Jalani Perawatan Intensif

DIREKTUR Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan Hasbi Hasyim memastikan, korban kecelakaan speedboat…

Rabu, 23 Mei 2018 13:30
Kecelakaan Perairan Kembali Terjadi

Tali Kemudi Putus, Speedboat Itu Tabrak Pohon, 5 Nyawa Melayang

TARAKAN – Stevanus Lie mengabarkan kepada anaknya Evan akan bertolak menuju Tarakan dari Malinau.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .