MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Senin, 20 Maret 2017 13:28
Warga Berinisiatif Bangun Jembatan dengan Cara Swadaya

Ketika Infrastruktur Tak Kunjung Dibangun Pemerintah

HASIL SWADAYA: Jembatan yang dibangun warga Kelurahan Mamburungan Timur ini tanpa menggunakan dana dari pemerintah daerah.

PROKAL.CO, Didasari kurangnya perhatian dari Pemerintah Kota Tarakan, warga RT 15 dan sekitarnya di Kelurahan Mamburungan Timur membuat jembatan permanen dengan biaya swadaya.

 

MUHAMMAD RAJABSYAH, Tarakan

 

JEMBATAN dengan lebar 6 meter dan panjang 11 meter di wilayah sudah hampir rampung pembangunannya. Kondisi fisiknya juga jauh lebih baik dengan konstruksi beton. Sebelumnya, jembatan di wilayah itu menggunakan kayu.

Pekerjaan selanjutnya tinggal mempercantik kondisi jembatan saja. Seperti merampungkan siring di sekitarnya agar lebih kokoh saat menahan kendaraan yang melintas. Selain itu, juga akan dilakukan pengerasan tanah agar lebih padat saat dilewati kendaraan.

Dahari, warga setempat, mengungkapkan tidak ada kendala berarti dalam pembangunan fasilitas umum ini, hanya tergantung cuaca saja karena menyangkut pengangkutan material yang dibutuhkan ke lokasi jembatan.

“Kan tinggal siringnya aja yang belum kelar. Kalau dalam satu dua hari ini tidak hujan, masuk lagi batu pecahnya,” ujarnya, kepada Bulungan Post, Minggu (19/3).

Kebaradaan jembatan tersebut sangat vital untuk memudahkan aktivitas masyarakat setempat. Terutama masyarakat di RT 15 dan RT 14 yang sebelumnya dibatasi Sungai Sengingitan.

Misal, di RT 14 ada sekolah Ibnu Abbas yang siswanya juga berasal dari warga RT 15. Sehingga jembatan tersebut memudahkan warga untuk mengantar anaknya ke sekolah. Atau sebaliknya warga RT 14 yang ingin bertemu keluarga dan kerabatnya di RT sebelah.

Berdirinya jembatan tersebut tentu saja membutuhkan pengorbanan, terutama materi. Menurut Ketua RT 15 Habusan, butuh dana hingga Rp 1,5 miliar untuk merampungkannya. Namun sejauh ini tidak ada campur tangan pemerintah daerah. Pembangunan jembatan murni dari sumbangan dan jerih payah warga menyelesaikannya.

“Kami kumpul semua tokoh-tokoh (masyarakat) di sini. Awal rencana kami hanya ganti kayu, berhubung support dari masyarakat antusias mau membantu, kami hitung-hitung anggaran cukup lumayan juga sumbangannya, akhirnya kami berinisiatif untuk buat permanen,” paparnya.

Sumbangan warga, kata Habusan, tidak hanya dana, tapi juga berbentuk material untuk keperluan pembangunan seperti semen dan besi. Ada yang rela mengeluarkan dana hingga puluhan juta rupiah demi terealisasinya pembangunan jembatan. Sedangkan untuk pengerjaannya dilakukan kerja bakti oleh masyarakat sekitar.

Menurut Habusan, warga sebenarnya sudah berkali-kali menyampaikan ke pemerintah untuk rehab jembatan setelah rusak parah pada 2015 lalu. Namun, tak kunjung mendapat respons. Hanya janji-janji yang didapatkan.

Jembatan di wilayah itu sebelumnya pernah diperbaiki pemerintah daerah pada 2014 lalu. Namun, masih menggunakan kayu. Jembatan pun kembali mengalami kerusakan pada 2015.

Baru empat bulan yang lalu masyarakat setempat mulai membangun dengan dana swadaya setelah bosan dengan janji-janji pemerintah yang sudah disampaikan melalui musrembang.

“Terus terang saja kami kecewa terhadap pemerintah dengan janji-janji yang tidak ada realisasinya. Sedangkan ini kan fasilitas umum. Mulai 2014 kami tunggu, tapi sampai sekarang tidak ada realisasinya,” ungkapnya.

Dia juga menyebutkan masih banyak fasilitas umum di wilayahnya yang butuh sentuhan pemerintah daerah. Seperti jalan-jalan setapak yang butuh semenisasi untuk memudahkan akses masyarakat.

“Mudah-mudahan pemerintah dapat memperhatikan kami di sini, karena jalan rusak berat. Sebetulnya kami di sini membutuhkan jalan dan drainase,” ujarnya. (*/fen)


BACA JUGA

Kamis, 26 April 2018 13:32

“Saya Akan Bekerja Lebih Keras Lagi”

Baru setahun Rolland Rudyanto menjabat sebagai Camat Malinau Barat. Namun, lewat kerja keras, prestasi…

Rabu, 25 April 2018 13:06

Suami Meninggal, Rawat Lima Cucu yang Yatim Piatu

Hamidah (60), harus menjadi tulang punggung keluarga setelah suaminya, Muhammad Amin (73), meninggal…

Rabu, 25 April 2018 12:58

Disdik Kaltara Belajar dari Pengalaman

TANJUNG SELOR – Penerapan soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menggunakan High Order…

Rabu, 25 April 2018 12:57

Uang Hadiah Akan Digunakan untuk Jalankan Program

Hery Purwono tidak sekadar mengabdi kepada masyarakat. Tapi juga bekerja. Buktinya, ia telah dua kali…

Selasa, 24 April 2018 12:35

Transportasi Air Jadi Fokus Kapolda

MESKI baru Juni nanti,persiapan arus mudik Lebaran Idulfitri tahun ini menjadi perhatian khusus bagi…

Selasa, 24 April 2018 12:34

Mendagri Tegaskan Semua Prioritas

TANJUNG SELOR – Pemekaran Tanjung Selor sebagai daerah otonomi baru (DOB), karena merupakan ibu…

Selasa, 24 April 2018 12:26

Kaltara Otonomi Penuh, Tjahjo: Jangan Cuma Bawa Hasil

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Di provinsi…

Selasa, 24 April 2018 12:16

Bikin Masyarakat Sehat untuk Bisa Belajar

Mewakili Kabupaten Nunukan, Camat Tulin Onsoi, Santipil Oslo meraih peringkat ketiga camat terbaik se-Kaltara…

Senin, 23 April 2018 10:45

Disdik Ultimatum Satuan Pendidikan

TARAKAN - Kepala Dinas Pendidikan Kaltara Sigit Muryono mengingatkan kepada satuan pendidikan penerima…

Senin, 23 April 2018 10:42

Sempat Ingin Jadikan Hiasan

TARAKAN – Mortir sisa perang kembali ditemukan warga. Kali ini ditemukan di Kelurahan Kampung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .