MANAGED BY:
RABU
20 SEPTEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Sabtu, 18 Maret 2017 12:36
Calon Wali Kota Enggan Berspekulasi, Sofian dan Khairul Dianggap Punya Peluang Besar

PROKAL.CO, TARAKAN – Wali Kota Tarakan Sofian Raga yang dikonfirmasi terkait namanya sebagai figur potensial untuk kembali diusung pada pilkada 2018 mendatang, tak mau berspekulasi dan menegaskan untuk fokus menyelesaikan tugas hingga akhir jabatan.

 

“Ya, kerja aja terus, nanti aja,” singkatnya saat ditemui, Jumat (17/3).

 

Sedangkan mantan Sekkot Tarakan, Khairul, menyambut positif dengan prediksi tersebut. Namun, mantan kepala Dinas Kesehatan Tarakan ini tak mau juga berspekulasi dengan rencana melakukan head to head dengan calon imcumbent. Yang terpenting baginya bagaimana mampu mencuri hati rakyat.

 

“Saya kira persoalan menang itu tidak mesti harus mengambil semua partai. Yang paling penting adalah hati rakyat. Karena pemilihan wali kota ini adalah pemilihan secara langsung oleh rakyat,” ujarnya.

 

Terpisah, Wakil Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat, menyebutkan masih terlalu dini untuk berbicara soal pencalonan. Saat ini, kata dia, masih dilakukan penjajakan awal. “Semua saya temui, kami akan berdiskusi untuk menyamakan visi misi. Bagaimana persepsinya, kita akan gabungkan semua,” ungkapnya.

 

Persaingan para kandidat bakal calon (balon) wali kota yang sudah terlihat dari sekarang, menurut pengamat politik Hariadi Hamid, tidak lain adalah pertarungan figur dalam menarik simpatik partai politik agar bisa mulus melangkah dalam pertarungan Pilwali Tarakan.

 

Dengan menjadikan partai politik sebagai perahu, lebih mudah dibandingkan melalui jalur independen alias perseorangan. Meski figur terkadang menyiapkan “mahar” untuk bisa mendapatkan dukungan partai.

 

“Penggunaan e-KTP, lalu proses kroscek atau verifikasi faktualnya itu mengakibatkan cara melalui jalur independen. Walau tetap ada, tapi sangat sulit. Apalagi kita lihat timing-nya. Kalau ada calon yang mulai, harusnya di bulan 11 kemarin. Tetapi sudah di bulan 3 hampir semua kandidat yang ingin maju lebih banyak menggunakan jalur politik,” bebernya saat ditemui, Jumat (17/3).

 

Dari lima figur bakal calon wali kota Tarakan yang masuk dalam perkiraannya, semua berharap maju melalui jalur partai. Bahkan, Hariadi mendengar informasi bahwa sejumlah figur sudah menjalin komunikasi dengan partai politik. Lalu, bagaimana peluang mereka untuk bisa mendapatkan restu partai?

 

Seperti diketahui, sesuai Undang-Undang Pilkada Nomor 10 Tahun 2016, syarat pasangan calon maju melalui partai politik atau gabungan (koalisi) adalah minimal 20 persen dari jumlah kursi di DPRD atau 25 persen dari akumulasi perolehan suara pada pemilu legislatif sebelumnya.


Itu artinya, dari 25 kursi di DPRD Tarakan, setiap calon harus menggandeng lebih dari satu partai untuk mengumpulkan dukungan minimal 5 kursi di parlemen (20 persen). Sebab, tidak ada partai di Tarakan hasil pemilu legislatif 2014 yang memperoleh 5 kursi.

 

Pemenang pemilu legislatif, PAN, hanya menempatkan 4 kadernya di parlemen. Di susul 5 parpol lain yaitu PDIP, Demokrat, Golkar, Gerindra, dan Hanura yang memiliki jumlah perwakilan masing-masing 3 kursi. Sementara PKB dan NasDem hanya meraih 2 kursi, dan 2 parpol lain, PKS dan PBB memiliki 1 kursi.

 

Berkaca data jumlah kursi di DPRD Tarakan, Hariadi memperkirakan Sofian Raga, Wali Kota Tarakan, berpeluang maju melalui koalisi besar. Terutama partai yang mengusung pada pilkada sebelumnya seperti PAN dan PKS.

 

Meski sempat ada rencana ketua DPD PAN Tarakan yang juga Wakil Wali Kota Khaeruddin Arief Hidayat untuk “bercerai”, namun hingga kini, Sofian dinilai mampu menjalin komunikasi yang baik dengan pengurus partai berlambang matahari terbit itu.

 

Selain dengan PAN, partai besar lainnya seperti Gerindra,  Golkar, Demokrat dan PDIP juga berpotensi merapat ke Sofian karena diuntungkan kekuasaan, serta elektabilitasnya yang tinggi saat ini.

 

“Beliau sudah melakukan komunikasi politik di tempat yang lain seperti di kalangan Gerindra, Golkar juga. Kita melihat posisi Beliau sebagai incumbent lebih diuntungkan karena memiliki kekuasaan. Sehingga komunikasinya itu bisa pendekatan dan kekuasaan. Walaupun tidak sampai distribusi kekuasaan, tetapi paling tidak bicara kepentingan yang lebih besar yakni pembangunan Kota Tarakan. Tetapi disamping itu, akan bicara tentang wilayah kerja, pembagian tugas dan sebagainya,” urainya.

 

Sementara itu, saingan terberat Sofian, yang juga mantan sekretaris Kota Tarakan, Khairul, juga berpotensi maju dengan koalisi besar. Hariadi mendengar informasi bahwa pria yang juga biasa disapa Pak Dokter ini sudah menjalin komunikasi dengan NasDem, PBB, Hanura dan Golkar. Selain itu, Khairul juga sedang memulai komunikasi dengan PAN dan Gerindra. 

 

“Pak Khairul itu melakukan komunikasi yang cukup intens dengan partai politik yang mereka jadikan incaran. Paling tidak pantauan saya Pak Khairul sudah melakukan komunikasi politik dengan Partai Bulan Bintang, kemudian Partai Hanura, Partai NasDem. Komunikasi politik juga sudah mulai di Golkar. Yang terakhir ini yang heboh komunikasi politiknya dengan PAN, walaupun masih tingkat kota. Dengan Gerindra juga demikian,” ungkapnya.

 

Hariadi bahkan memperkirakan Khairul berupaya untuk bisa head to head dengan calon incumbent. Sehingga memiliki peluang lebih besar untuk terpilih. Jika ini terwujud, Khairul tinggal meningkatkan elektabilitasnya untuk bisa menyaingi calon petahana.

 

Sementara itu, Khairuddin Arief Hidayat yang menjadi satu-satunya figur potensial dari partai, tetap memiliki peluang diusung partainya dengan catatan mampu meningkatkan elektabilitas menjelang masuknya tahapan pilkada. Tinggal mencari partai pendukung minimal satu.

 

“Karena PAN bisa berkoalisi dengan partai mana pun. Batas minimal dukungan yang diatur dalam undang-undang kan 5 kursi. Kalau seandainya beliau berkoalisi dengan partai yang 1 kursi PBB dan PKS, beliau bisa mengusung pasangan calon. Apalagi dengan partai dua kursi, 3 kursi,” ujarnya.

 

Sedangkan Sekretaris Provinsi Kaltara Badrun, menurut Hariadi, karena “tercium” sebagai representasi dari kepentingan elite birokrasi di Kaltara, mantan sekkot Tarakan ini berpeluang mendapatkan dukungan partai yang pernah mendukung pasangan Irianto Lambrie dan Udin Hianggio.

 

“Partai mana yang bisa beliau usung? Tentu saja tidak bisa keluar dari komunikasi yang dulu pernah dilakukan. Kalau saya katakan beliau punya andil terpilihnya Irianto Lambrie. Jadi komunikasinya akan lebih banyak terhadap pendukung Irianto Lambrie. Walaupun beliau bisa coba mengambil partai lain melalui orang-orangnya. Saya melihat PDIP, Demokrat, Golkar, Gerindra, walaupun ada upaya mengambil NasDem,” paparnya.

 

Terakhir adalah Umi Suhartini. Birokrasi dari Pemkab Kabupaten Tana Tidung ini berpeluang diusung melalui koalisi minimalis dengan basis PKB. Karena suaminya yang juga Bupati KTT Undunsyah adalah kader PKB.

 

Sisanya, kata Hariadi, Umi bisa memanfaatkan kedekatan hubungan suaminya dengan kerabat, serta keluarga yang bergabung di partai. Seperti Markus Yungking yang merupakan kader PDIP, atau dengan adiknya yang menjadi anggota DPRD KTT dari PAN. 

 

Menurut Hariadi, komunikasi politik antara figur dengan partai masih terus berlanjut hingga menjelang masuk tahapan pilkada. Diperkirakannya, partai mulai mengambil sikap menentukan dukungan pada April atau Mei, terutama partai-partai seperti NasDem dan PBB. (mrs/har) 


BACA JUGA

Rabu, 20 September 2017 13:03

Lapas Nunukan Dikirim Penghuni Baru

UNTUK kesekian kalinya di tahun ini Lapas Kelas II B Nunukan mendapat kiriman penghuni baru dari Bulungan.…

Rabu, 20 September 2017 12:57

KPU Luluh dengan Anggaran Rp 13,6 M

TARAKAN – Anggaran pilkada yang telah ditetapkan sebesar Rp 13,6 miliar, akhirnya bisa diterima…

Rabu, 20 September 2017 12:56

Warga Kembali Rasakan Pemadam Bergilir

WARGA Bumi Paguntaka –sebutan Tarakan, kembali harus merasakan pemadaman listrik bergilir hingga…

Rabu, 20 September 2017 12:54

Sengaja, Kasir Swalayan Dikenakan UU Konsumen

TARAKAN – Keluhan para konsumen terhadap dugaan kasir swalayan yang memasukkan sejumlah barang…

Selasa, 19 September 2017 13:37

Sampah Menumpuk di Sebengkok Waru

TARAKAN – Proyek perbaikan jalan di sekitar Sebengkok Waru, tidak hanya membuat kawasan tersebut…

Selasa, 19 September 2017 13:36

Penutup Drainase Jadi Sasaran Maling

TARAKAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Tarakan akan mengevaluasi pemasangan penutup…

Selasa, 19 September 2017 13:33

PJU Juata Laut Diupayakan 2018

TARAKAN – Keinginan Warga Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara agar jalan dilengkapi…

Selasa, 19 September 2017 12:59

Sofyan Akui Rekomendasi untuk Badrun

REKOMENDASI Golkar yang sudah dipegang oleh salah satu bakal calon wali kota, Badrun, tidak hanya sekadar…

Senin, 18 September 2017 12:05

Surat Edaran Wali Kota Mandul

TARAKAN – Surat edaran Wali Kota Tarakan soal larangan parkir di bahu jalan yang telah dikeluarkan…

Senin, 18 September 2017 11:59

Pilkada Tarakan Dilaporkan ke KPU Pusat

PENANDATANGANAN naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) untuk penyelenggaraan Pilkada Tarakan yang tak…

Gubernur Surati Wali Kota, Minta Penjelasan soal Anggaran Pilkada

Pesta Sabu saat Jam Kerja, Oknum Honorer Dibekuk

Bantah EF Honorer DPUTR

Suami dan Ibu SFH Kembali Diperiksa

Gubernur Tegaskan Sudah Beri Peringatan Soal Pencemaran Sungai di Malinau

Surat Edaran Wali Kota Mandul

Pemangkasan Gunung Amal Tak Kunjung Terealisasi

Didemo, Telkom Janji Beri Kompensasi

APBD-P untuk Bayar Utang

Hadi Mulyadi Ikut Perjuangkan DOB
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .