MANAGED BY:
MINGGU
25 FEBRUARI
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 17 Maret 2017 12:19
5 Nama Dianggap Potensial, Pengamat Sebut Nama Sekprov Kaltara

PROKAL.CO, TARAKAN – Pilkada Tarakan yang akan digelar pada 2018 mendatang, semakin diperbincangkan. Mulai dari prediksi koalisi partai hingga figur-figur yang akan meramaikan pesta demokrasi itu.

 

Bahkan, sejumlah pengamat politik sudah mulai memetakan potensi figur yang akan maju berikut bersama pasangannya. Tentu saja ada faktor pendukung untuk membuat suatu pemetaan.

 

Hariadi Hamid, salah satu pengamat politik di Tarakan, mengungkapkan dalam memetakan potensi figur yang akan maju bersama pasangannya, ada beberapa prinsip yang menjadi pertimbangan.

 

Seperti kombinasi pasangan yang saling melengkapi. Yakni kombinasi birokrasi dan politisi, latar belakang kesukuan, serta kombinasi nasional dan agamis.

 

Selain itu, tingkat elektabilitas figur juga sangat menentukan dalam mencari pasangan. Seperti memiliki basis massa yang kuat dan punya angka persentase elektabitas yang baik saat start awal, minimal 5 persen.

 

Tidak itu saja, penentuan figur dan pasangannya juga harus didukung dengan chemistry masing-masing figur yang meliputi cara berpikir dan pengalaman pekerjaan.

 

Dari pertimbangan tersebut, Hariadi memprediksi ada lima nama yang bisa menjadi figur potensial kandidat wali kota. Empat di antaranya didominasi dari kalangan birokrasi. Sisanya dari kalangan partai.

 

“Kalau bicara figur kandidat potensial untuk wali kota dalam analisa saya ada lima nama,” ujarnya, Kamis (16/3).

 

Kandidat pertama, menurutnya, sudah pasti adalah figur petahana Sofian Raga. Alasannya karena memiliki kekuasaan yang sangat besar sebagai wali kota saat ini. Bahkan, Hariadi mengakui Sofian menjadi kandidat teratas saat ini dan banyak diincar kalangan partai, karena memiliki elektabilitas paling tinggi.

 

“Kalau ditunjang dari tingkat elektabilitas surveinya memang sementara beliau yang teratas,” sebut pria yang juga dosen Universitas Borneo Tarakan ini.

 

Figur potensial lainnya yang bisa menjadi batu sandungan petahana adalah Khairul, mantan sekretaris Kota Tarakan. “Figur yang mungkin kuat dan dianggap menantang adalah Khairul. Posisi yang diambilnya kebanyakan mengusung tema perubahan,” tambahnya.

 

Selain Kairul, calon birokrasi lain adalah Badrun, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara. Ia menilai Badrun punya kans untuk maju dalam pemilihan wali kota sebagai representasi dari kepentingan elite politik di Kaltara.

 

“Tentu saja variabel Tarakan ini menjadi arena atau penanaman fondasi bagi orang yang ingin masuk untuk tiga tahun akan datang (Pilgub Kaltara),” ujarnya.

 

Figur lain yang masuk dalam perhitungan mewakili kalangan perempuan adalah Umi Suhartini. Dengan latar belakangnya sebagai PNS di Kabupaten Tana Tidung (KTT), serta ditunjang analisa kekuatan finansial dan kedekatannya dengan partai, lantaran sang suami berasal dari kalangan Partai PKB, istri Bupati KTT Undunsyah ini dianggapnya bisa menjadi batu sandungan serius.

 

“Saya melihat berdasarkan hasil survei tingkat elektabilitasnya cukup tinggi di antara perempuan yang lain. Kalau saya anggap ini harus diperhitungkan,” sebutnya.

 

Sementara satu-satunya figur dari kalangan partai politik yang punya potensi adalah Khaeruddin Arief Hidayat, Wakil Wali Kota Tarakan saat ini dan juga merupakan ketua PAN Tarakan.

 

“Biar bagaimanapun posisinya sebagai wakil, ketua partai, berada dalam kekuasaan itu juga menjadi modal yang sangat tinggi,” paparnya.

 

Dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip di atas, kelima figur tersebut juga bisa mendapatkan pasangan yang potensial. Menurutnya, Sofian punya kans paling besar berpasangan dengan siapa pun baik dari kalangan nonpartai maupun partai. Termasuk dua saingan kuatnya saat ini, yakni Khaeruddin Arief Hidayat dan Khairul.

 

Bahkan ketika Sofian menggandeng Khairul, Hariadi yakin bisa menjadi calon yang sulit ditandingi. Namun, ia memprediksi hal itu sulit terwujud karena ambisi keduanya ingin menjadi orang nomor satu di Tarakan.

 

Sementara Khairul sendiri berpotensi berpasangan dengan wakil perempuan seperti Umi Suhartini yang didukung finansial, kesukuan dan kedekatan partai. “Saya lihat juga dukungan koalisi minimalnya dapat. Ini bisa menjadi pesaing pasangan petahana saat ini,” ujarnya.

 

Namun yang menjadi persoalan jika Khairul berpasangan dengan UMI Suhartini adalah dukungan basis. Karena pemilih tradisional Khairul tidak terlalu menyukai calon pemimpin perempuan. Sehingga Khairul dituntut bisa meyakinkan pendukungnya.

 

Selain dengan Umi Suhartini, dia juga menyebut Khairul bisa berpasangan dengan wakil partai seperti Sabar Santuso (PAN), Effendy Djuprianto (Hanura) atau Laila (Golkar).

 

Sementara Khaeruddin Arief Hidayat, bisa berpasangan dengan Umi Suhartini dengan lebih melihat faktor kesukuan. Selain itu, Arief Hidayat juga punya potensi berpasangan dengan pria yang pernah mencalonkan diri di KTT, Yahya HT, serta mantan asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemkot Tarakan, Mariyam.

 

Bagaimana dengan peluang Badrun? Menurutnya, mantan sekretaris Kota Tarakan itu juga tidak bisa dikesampingkan jika berpasangan dengan Ince A Rifai. “Representasinya jelas, figuritasnya juga jelas dari dua suku besar. Badrun Jawa, punya latar belakang birokrasi, punya finansial juga. Digandengkan dengan Ince A Rifai yang figur politisi. Kedua ini figur ideal,” paparnya.

 

Namun, Badrun juga bisa berpasangan dengan Yunus Abbas yang memiliki basis kesukuan, serta ditunjang latar belakang profesi di bidang pendidikan yang baik. Atau, juga kombinasi Badrun dan Khaeruddin Arief Hidayat sebagai perwakilan PAN maupun dengan Adnan Hasan Galoeng dan Ibnu Saud dari Gerindra.

 

Sementara bagi Umi Suhartini, menurut Hariadi, kombinasi yang paling ideal adalah dengan Sabar Santuso. Karena istri dari Bupati KTT Undunsyah ini dianggap sebagai representasi kalangan NU dan paling pas bersama kalangan Muhammadiyah atau atau latar belakang Sabar Santuso yang dari PAN.

 

Namun, bisa juga bergandengan dengan Ince A Rifai jika melihat dari latar belakang kesukuan dan partai. Atau Umi Suhartini dengan Adnan Hasan Galoeng. Namun terlepas hal itu, Umi Suhartini tergolong figur yang memiliki peningkatan elektabilitas paling cepat dibandingkan empat figur lainnya.

 

Selain itu, ia melihat Umi Suhartini tak pernah diduga sebelumnya bakal punya kans bersaing dalam perebutan kursi orang nomor satu di Tarakan. Namun, dia menegaskan konstelasi politik masih bisa berubah, tergantung kondisi hingga menjelang pemilihan nanti. (mrs/fen)


BACA JUGA

Minggu, 25 Februari 2018 14:38

Albothyl Resmi Dilarang, Penarikan Di-deadline Sebulan

TANJUNG SELOR - Albothyl kini resmi dilarang dijual karena pembekuan izin edar obat yang mengandung…

Sabtu, 24 Februari 2018 12:43

Ambulans Air Siap Layani Pasien Emergency

TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Diskes) Kalimantan Utara saat ini sudah memiliki speedboat yang…

Jumat, 23 Februari 2018 14:15

Kasus Dugaan Keracunan Kemungkinan Dihentikan

TARAKAN – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda telah mengeluarkan hasil uji laboratorium…

Jumat, 23 Februari 2018 14:12

Terkait Dugaan Pencemaran Sungai, Warga Disarankan Tidak Sebar di Medsos

TANJUNG SELOR – Kondisi perairan di Bulungan yang diduga tercemar limbah mulai dikeluhkan oleh…

Jumat, 23 Februari 2018 14:10

Eksekusi Mati Bang Toyib Tunggu Kejagung

TANJUNG SELOR – Arman Suyuti alias Bang Toyib (38), telah menyandang status terpidana mati berdasarkan…

Kamis, 22 Februari 2018 12:58

Potensi Listrik EBT Kaltara Capai 18.180 MW

TANJUNG SELOR – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara diberikan waktu selama dua…

Kamis, 22 Februari 2018 12:53

Mau Bebas Blank Spot..?? Kaltara Butuh 284 BTS

TANJUNG SELOR – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltara mengusulkan pembangunan…

Kamis, 22 Februari 2018 12:49

64 Lokasi Bakal Dialiri Listrik PLN

TANJUNG SELOR – Penyediaan kebutuhan listrik untuk masyarakat di Kaltara, khususnya di daerah…

Rabu, 21 Februari 2018 13:59

Mahasiswa Desak Revisi UU MD3, Buruh Tuntut Gaji Sesuai UMK

TANJUNG SELOR – Disahkannya Undang-Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD atau UU MD3 mendapat reaksi dari…

Rabu, 21 Februari 2018 13:52

Wujudkan Transparansi Pemerintahan

TANJUNG SELOR – Penekanan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie agar organisasi perangkat daerah berinovasi,…

Banjir Rendam Dua Desa

Larangan Penjualan Albothyl, Pemilik Apotek Tunggu Surat Resmi

Suplai Listrik ke Dua Desa Bakal Molor

RS Tipe B Butuh 23 Dokter

Eksekusi Mati Bang Toyib Tunggu Kejagung

64 Lokasi Bakal Dialiri Listrik PLN

Alat Praktik Siswa Dilengkapi Tahun Ini

Ambulans Air Siap Layani Pasien Emergency

Parpol Diminta Lengkapi Laporan

Rendah Karhutla, Dishut Tetap Antisipasi
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .