MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Kamis, 16 Maret 2017 12:42
Angkut CPO dan Sawit Harus Ditimbang
TIDAK SESUAI ATURAN: Angkutan kelapa sawit yang melebihi tonase dianggap penyebab kerusakan jalan.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Bulungan mengimbau agar angkutan kelapa sawit dan CPO (crude palm oil) yang melintas di jalan umum menimbang terlebih dulu beban angkutannya. Sebab, selama ini banyak angkutan sawit yang melintas di jalan umum melebihi tonese.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Bulungan, Mulyono, mengatakan, angkutan CPO seharusnya menaati aturan. Sebab, dari pantauan di lapangan, masih banyak angkutan CPO yang melintas di jalan umum di Bulungan melibihi kapasitas jalan. Sehingga membuat jalan cepat rusak karena tidak sesuai dengan kekuatan jalan.

“Seharusnya untuk jalan kelas tiga seperti Jalan Jelarai muatan tidak boleh lebih dari 8 ton. Ini diatur dalam Peraturan Gubernur Kaltim,” kata Mulyono, Rabu (15/3).

Sejauh ini pihaknya masih berpatokan pada Perda Kaltim Nomor 3 Tahun 2012 tentang Penyelengaraan Jalan Umum dan Jalan Khusus untuk angkutan Kelapa Sawit dan Batu Bara.

Salah satu solusi agar angkutan CPO tidak melebihi kapasitas jalan, harus ditimbang lebih dulu. Namun persoalannya, di daerah ini belum ada jembatan timbang.

“Karena itu kita sarankan perusahaan menimbang dulu. Jangan sampai menyalahi aturan,” ujarnya.

Menurutnya, jika perusahaan sudah memiliki ribuan hektar kebun sawit, sudah seharusnya memiliki jalan sendiri. Sehingga tidak menggunakan jalan umum. “Tidak bisa terus menerus mengangkut kelapa sawit atau CPO melalui jalan umum. Seharusnya sudah ada jalan sendiri,” lanjutnya.

Jika masih melebihi kapasitas jalan, maka akan diberikan sanksi administrasi. Seperti surat peringatan, paksaan dan diberhentikan sebelum masuk jalan umum.

“Sanksi tersebut seharusnya sudah diketahui perusahaan yang memili lahan kelapa sawit di Bulungan,” ujarnya.

Selama ini pihaknya hanya meberikan imbauan kepada perusahaan. Ia berharap agar segera dibuat aturan mengenai persoalan ini. Sehingga pihaknya bisa menertibkan hal tersebut. (*/zis/har)

TANJUNG SELOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Bulungan mengimbau agar angkutan kelapa sawit dan CPO (crude palm oil) yang melintas di jalan umum menimbang terlebih dulu beban angkutannya. Sebab, selama ini banyak angkutan sawit yang melintas di jalan umum melebihi tonese.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Bulungan, Mulyono, mengatakan, angkutan CPO seharusnya menaati aturan. Sebab, dari pantauan di lapangan, masih banyak angkutan CPO yang melintas di jalan umum di Bulungan melibihi kapasitas jalan. Sehingga membuat jalan cepat rusak karena tidak sesuai dengan kekuatan jalan.

“Seharusnya untuk jalan kelas tiga seperti Jalan Jelarai muatan tidak boleh lebih dari 8 ton. Ini diatur dalam Peraturan Gubernur Kaltim,” kata Mulyono, Rabu (15/3).

Sejauh ini pihaknya masih berpatokan pada Perda Kaltim Nomor 3 Tahun 2012 tentang Penyelengaraan Jalan Umum dan Jalan Khusus untuk angkutan Kelapa Sawit dan Batu Bara.

Salah satu solusi agar angkutan CPO tidak melebihi kapasitas jalan, harus ditimbang lebih dulu. Namun persoalannya, di daerah ini belum ada jembatan timbang.

“Karena itu kita sarankan perusahaan menimbang dulu. Jangan sampai menyalahi aturan,” ujarnya.

Menurutnya, jika perusahaan sudah memiliki ribuan hektar kebun sawit, sudah seharusnya memiliki jalan sendiri. Sehingga tidak menggunakan jalan umum. “Tidak bisa terus menerus mengangkut kelapa sawit atau CPO melalui jalan umum. Seharusnya sudah ada jalan sendiri,” lanjutnya.

Jika masih melebihi kapasitas jalan, maka akan diberikan sanksi administrasi. Seperti surat peringatan, paksaan dan diberhentikan sebelum masuk jalan umum.

“Sanksi tersebut seharusnya sudah diketahui perusahaan yang memili lahan kelapa sawit di Bulungan,” ujarnya.

Selama ini pihaknya hanya meberikan imbauan kepada perusahaan. Ia berharap agar segera dibuat aturan mengenai persoalan ini. Sehingga pihaknya bisa menertibkan hal tersebut. (*/zis/har)


BACA JUGA

Jumat, 13 Oktober 2017 12:30

Elpiji 3 Kg Hilang di Pasaran

TANJUNG SELOR – Kekosongan elpiji 3 kg kembali terjadi di Tanjung Selor, Bulungan. Sejak beberapa…

Kamis, 12 Oktober 2017 11:47

Warung Dadakan Menjamur

TANJUNG SELOR – Dibukanya keran CPNS Pemprov Kaltara, tahun ini, tak hanya diserbu oleh pelamar…

Kamis, 12 Oktober 2017 11:39

Sewa Ruko Tak Lancar, Pedagang Nilai Kemahalan

TANJUNG SELOR – Pembayaran sewa rumah toko (ruko) di kompleks Pasar Induk Tanjung Selor diakui…

Rabu, 11 Oktober 2017 12:26

Toko Indonesia Berubah Jadi Pasar

TANJUNG SELOR – Pembangunan toko Indonesia yang diusulkan Pemprov Kaltara melalui Dinas Perindustrian,…

Selasa, 10 Oktober 2017 11:33

BI Akan Tertibkan Pelaku Kupva

TARAKAN – Berdasarkan identifikasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Utara, ada…

Sabtu, 07 Oktober 2017 15:12

E-Money Belum Bisa Diterapkan

TANJUNG SELOR – Layanan internet yang belum merata di Kabupaten Bulungan, menjadi kendala utama…

Sabtu, 07 Oktober 2017 15:04

Curhat Lahan Tambak, Direspons Jokowi

KEPALA Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara Amir Bakrie tak menyia-nyiakan kedatangan Presiden…

Jumat, 06 Oktober 2017 13:25

78 Ribu Hektare Tambak Bisa Bersertifikat

TANJUNG SELOR – Komoditas hasil perikanan di Kaltara memiliki potensi yang cukup besar, terutama…

Kamis, 05 Oktober 2017 12:16

Penyertaan Modal PI Akan Dirundingkan

TANJUNG SELOR – Keseriusan Pemprov Kaltara berpartisipasi dalam pengelolaan blok migas, telah…

Kamis, 05 Oktober 2017 12:11

Inflasi Turun, Warga Miskin Berkurang

INFLASI di Bumi Paguntaka –sebutan Tarakan- yang menunjukkan tren penurunan, juga berdampak pada…

Disperindagkop Ingatkan Pelaku Usaha

Pelaku UMKM Terkendala Bahan Baku

Didominasi Tamu Pemerintahan

Pelaku UMKM Dibekali Pelatihan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .