MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Minggu, 02 Desember 2018 11:55
Kuota Daging Impor Bisa Ditambah
DAGING LOKAL: Untuk mencukupi kebutuhan daging di masyarakat, pemerintah daerah bisa mengajukan tambahan daging beku impor.

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG SELOR - Untuk memenuhi kebutuhan daging, pemerintah telah membuka keran daging beku impor. Dan, telah beredar di Kalimantan Utara sejak beberapa tahun belakangan.

Dengan masih minimnya produksi daging dari peternak lokal, menurut Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Utara, Supardi, daerah bisa mengajukan tambahan kuota daging impor kepada pemerintah pusat. 

Apalagi, ada kenaikan permintaan masyarakat dan industri olahan yang menggunakan bahan baku daging impor. Karena menurut Supardi, dibukanya keran daging beku impor, selain memenuhi kebutuhan masyarakat, juga menekan penyelundupan daging yang dipasok melalui wilayah Malaysia ke Kaltara.

“Saat ini, kuota daging impor untuk Kaltara sebanyak 720 ton. Angka tersebut berdasarkan rekapitulasi dari kuota bulanan yang mencapai 60 ton,” ujar Supriadi, Jumat (1/12).

Untuk alokasi ke kabupaten/kota, dia menyebutkan, tergantung kebutuhan masyarakat. Sedangkan harga, dia menegaskan, masih sesuai harga yang ditetapkan pemerintah. Yakni, Rp 80.000 per kilogram.

Soal serapan kuota yang diberikan ke Kaltara, menurut Supardi, kriteria konsumen cenderung setara antara rumah tangga dengan industri olahan. Ke depan, pihaknya akan mengevaluasi kesesuaian antara tingkat kebutuhan dan kuota yang disediakan.

“Datanya ini belum diakumulasikan. Yang terpenting dari jatah 60 ton tadi masih akan tetap berjalan,” ujarnya.

Disinggung dari sisi ekonomi, Supardi menjelaskan, keberadaan daging impor secara khusus untuk menekan melambungnya harga daging sapi lokal saat momen-momen hari besar. Sehingga, nantinya masyarakat tidak perlu ada ketakutan untuk merogoh kocek terlalu dalam. 

Dari sisi kuantitas pun, kata dia, daging beku impor mampu mencukupi kebutuhan masyarakat. “Kami juga akan tetap koordinasikan ke instansi terkait untuk melakukan pengawasan terhadap daging impor ilegal. Karena apabila tetap ada, dapat merusak pasar daging yang resmi,” ujarnya. (*/fai/fen)


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 10:07

Produksi Kedelai Akan Ditingkatkan

TANJUNG SELOR – Kebutuhan kedelai masyarakat Bulungan untuk diolah menjadi…

Selasa, 11 Desember 2018 10:06

ADUH..!! Harga Mulai Merangkak Naik

TARAKAN – Harga sejumlah bahan pokok di pasaran mulai merangkak…

Selasa, 11 Desember 2018 09:53

Satgas Pangan Temukan Daging Beku Ilegal

TANJUNG SELOR – Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang terdiri dari…

Senin, 10 Desember 2018 12:56

Pengawasan Bahan Pokok Diperketat

TANJUNG SELOR – Ketersediaan dan harga kebutuhan pokok menjadi perhatian…

Senin, 10 Desember 2018 12:52

Banyak Wajib Pajak Tak Patuh

TARAKAN – Kepala Kantor Pajak Pratama (KPP) Tarakan Fery Choly…

Senin, 10 Desember 2018 12:51

Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

TANJUNG SELOR – Wanti-wanti terhadap rencana investasi di Kalimantan Utara,…

Senin, 10 Desember 2018 12:50

Non Pertambangan Kurang Dilirik Eksportir

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara tidak hanya memiliki potensi di…

Senin, 10 Desember 2018 09:57

Infrastruktur Pengaruhi Geliat Ekonomi

TANJUNG SELOR – Salah satu poin di Rencana Pembangunan Jangka…

Minggu, 09 Desember 2018 11:24

Kabupaten dan Kota Diinstruksikan Operasi Pasar

TANJUNG SELOR – Untuk mengantisipasi lonjakan harga jelang Natal dan…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:37

Oktober, Serapan 61,7 Persen

SERAPAN anggaran Pemkab Bulungan hingga Oktober lalu sebesar Rp 797,7…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .