MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Kamis, 08 November 2018 10:29
Kelapa Pandan Wangi Terdaftar di P2VTP2
TERDAFTAR: Kelapa pandan di Sebatik mendapat tanda daftar varietas tanaman dari Kementan.

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG SELOR – Kementerian Pertanian menetapkan kelapa pandan wangi yang banyak tumbuh dan berkembang di Sebatik, Kabupaten Nunukan menjadi salah satu varietas lokal asal Kaltara. 

 

Tak hanya di Sebatik, jenis tanaman kelapa genjah ini juga sedang dikembangkan di sejumlah daerah maupun negara Asia Tenggara.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara Andi Santiaji Pananrangi mengatakan, sebelum resmi terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (P2VTP2) Kementerian Pertanian dengan nomor varietas lokal 250/PV/2018, melalui tim dari P2CTP2 sudah melakukan survei, pengambilan sampel hingga penelitian buah kelapa tersebut. 

 

Bahkan, tim yang dipimpin langsung Direktur Perlindungan Perkebunan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan Kementan, telah turun langsung  ke Sebatik. “Ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke Pulau Sebatik pada 23 Oktober tahun lalu. Alhamdulillah, setelah kita usulkan pada 13 Desember 2017 lalu, kelapa pandan wangi menjadi milik masyarakat dan mendapatkan tanda daftar varietas tanaman yang terdaftar di P2VTP2, dan tercatat sebagai tanaman khas dari Kaltara,” ujar Santiaji. 

 

Santiaji menambahkan, setelah kunjungan Menteri Pertanian, beberapa waktu lalu, tim survei dari pusat melakukan identifikasi dan pengambilan sampel buah kelapa yang akan dikembangkan menjadi produk unggulan. Pada waktu itu, lanjut Santiaji, semua pohon kelapa pandan wangi dicek, mulai dari aroma, kadar gula hingga lingkungan sekitar pohonnya. 

 

“Lingkungan sekitar pohon kelapa pun dicek, tak boleh bercampur dengan tanaman lain,” ujarnya.

 

Berdasarkan informasi terakhir, ada sekitar 90 pohon kelapa pandan wangi yang menjadi pohon induk. Pemprov Kaltara melalui DPKP akan memulai mengembangkannya menjadi bibit dari 300 titik di Pulau Sebatik yang ditumbuhi kelapa jenis pandan wangi. 

 

“Selain kelapa pandan wangi, tahun ini juga akan kembali kita usulkan verietas tanaman lokal yang ada di Kaltara, yakni tanaman kopi dari Krayan, Nunukan,” sebutnya.

 

Dikatakan, kelapa pandan wangi merupakan salah satu kelapa eksotik dengan karakter spesifik. Aroma wangi pandan pada sabut, air dan daging buahnya, serta cita rasa pandan dan manis pada air maupun daging buahnya. Kelapa pandan ini ternyata banyak ditanam masyarakat secara pribadi.

 

Setelah mendapatkan kelapa yang ingin dijadikan bibit, lanjutnya, akan dikembangkan pada proses pembibitan oleh tim yang ditunjukkan Kementan. Nanti, setelah proses pembibitan berhasil lalu disebarkan kembali ke petani di Pulau Sebatik dan Nunukan. Proses penelitian kelapa pandan ini masih panjang. Sebab, tim yang bekerja di lapangan ingin memastikan apakah benar kelapa pandan ini tumbuh asli di Nunukan. Sebab, di beberapa daerah telah memiliki kelapa jenis yang sama. 

 

“Tapi, pasti ada perbedaan karakteristik wilayah tumbuhnya. Utamanya soal tanah, cuaca dan lainnya yang pastinya dapat berpengaruh terhadap kelapa tersebut,” ungkapnya.

 

Sebagai informasi, kelapa pandan wangi memiliki nama latin Cocos Nucifera Pandanus Amaryllifolius. Kelapa pandan wangi ini awalnya dikembangkan di Thailand pada 1971. Di Thailand, kelapa pandan diberi julukan sebagai kelapa Makprow Nam Horm dan di mancanegara dikenali dengan sebutan ‘aromatic dwarf’.  Ini merupakan salah satu varietas kelapa genjah yang cukup layak dibudidayakan dalam skala industri. 

 

Tanaman kelapa pandan wangi sendiri mulai masuk ke Tanah Air pada 2001. Lalu, kelapa mungil makin banyak diburu dan dibudidayakan. Penanam kelapa pandan wangi ini bervariasi, mulai dari kolektor yang hanya ingin sebagai koleksi hingga para petani yang menanam dalam jumlah banyak untuk dibudidayakan. (humas)


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 10:12

Kaltara Urutan 19 Indeks Kesiapan Geospasial

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan,…

Rabu, 12 Desember 2018 10:11

IPD Naik, Dimensi Penyelenggaraan Pemdes Tertinggi

JAKARTA –  Berdasarkan pendataan potensi desa (Podes) 2018 yang dilakukan…

Rabu, 12 Desember 2018 10:10

Hari Nusantara dan Bela Negara Digabung

TANJUNG SELOR – Hari Nusantara dan Bela Negara 2018 akan…

Selasa, 11 Desember 2018 10:31

Genjot Penyelesaian RUPM untuk Tarik Investor

JAKARTA – Perencanaan penanaman modal yang konsisten dalam jangka panjang…

Selasa, 11 Desember 2018 10:30

Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya

JAKARTA – Mewakili Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie,…

Selasa, 11 Desember 2018 10:29

716 ASN Akan Ikuti Pemetaan Kompetensi

TANJUNG SELOR – Sebanyak 716 aparatur sipil negara (ASN) jabatan…

Selasa, 11 Desember 2018 10:28

Hari Disabilitas Diramaikan Pentas Seni

TANJUNG SELOR – Sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan wawasan…

Senin, 10 Desember 2018 13:04

12 Peserta SKB Dipastikan Gugur

TANJUNG SELOR – Seleksi kompetensi bidang (SKB) penerimaan CPNS Pemprov…

Senin, 10 Desember 2018 13:03

Workshop SAKIP Diharapkan Ubah Pola Pikir

JAKARTA – Pelaksana Tugas (Plt) Sekprov Kalimantan Utara H Syaiful…

Senin, 10 Desember 2018 13:01

Neraca Perdagangan Kaltara Surplus

JAKARTA –  Neraca perdagangan Kalimantan Utara (Kaltara) masih menunjukkan nilai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .