MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Rabu, 07 November 2018 16:03
Pemprov Dorong Masyarakat Adat Ciptakan Swasembada Pangan
Irianto Lambrie

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG SELOR - Dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal, Pemprov Kaltara, terus melakukan berbagai upaya untuk mendorong agar masyarakat adat di wilayah ini bisa menciptakan swasembada pangan. Utamanya dalam memanfaatan sumber daya alam (SDA) yang melimpah. 

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, nilai-nilai kearifan lokal yang tertanam pada masyarakat adat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Kayan, terbukti mampu mendukung upaya pelestarian yang ada. Dimana seluruh kebiasaan dan norma yang berkembang pada masyarakat tersebut, bersifat menyelaraskan pemenuhan kebutuhan hidup dan kelestarian alam dalam jangka waktu panjang. 

 Berdasarkan laporan karakteristik DAS Kayan yang diteliti Universitas Gajah Mada (UGM), dibeberkan Gubernur, nilai lokal menjadi acuan pemanfaatan seluruh sumber daya yang tersedia pada DAS Kayan. Dari sisi teknis, hal tersebut membentuk budaya masyarakat untuk tidak mengeksploitasi secara berlebihan dan menggunakan alat bantu yang tidak ramah lingkungan. ? 

“Cara-cara seperti ini yang harus mendapat dukungan penuh agar ekologi DAS Kayan bisa terus terjaga di tengah perannya mendukung pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya. 

Nilai kearifan lokal, dinilai Irianto berfungsi sebagai sarana konservasi DAS Kayan dari berbagai macam faktor yang dapat menurunkan kualitas air, serta habitat di sekitarnya. Kemampuan masyarakat ini, salah satunya juga bisa dapat dilihat dari berbagai varietas jenis tanaman yang dibudidayakan di sekitar aliran sungai.  

“Salah satunya adalah varietas jenis padi yang terpelihara dan tidak memiliki efek negatif dalam kegiatan produksinya dari penanaman hingga proses panen,” lanjut Gubernur.  

Sesuai laporan yang diterima, Gubernur mengungkapkan bahwa banyak hal menarik yang didapati di ruang lingkup masyarakat adat. Secara umum, masyarakat adat memiliki sistem ekonomi yang bersifat berkelanjutan dan mampu mewujudkan swasembada pangan untuk kelompoknya. 

Di sisi lain, berdasarkan wawancara yang dilakukan pada masyarakat setempat di Desa Long Lejuh, tercatat banyak fenomena menarik yang menggambarkan eratnya hubungan antara masyarakat dengan lingkungan. Seperti masih ada spesies harimau yang cenderung bersahabat dengan masyarakat.  

“Bersahabat di sini dimaksudkan adalah masyarakat setempat sudah terbiasa dalam menangani hewan ini. Kebiasaan hidup berdampingan yang saling menjaga, dikatakan masyarakat telah membentuk hubungan emosional sebagai sesama makhluk yang berada di sekitar DAS Kayan,” ujarnya. 

Kemudian, yang juga menjadi ciri khas adalah habitat buaya yang dikatakan masyarakat masih kerap terlihat di tepi sungai DAS Kayan. Menurutnya, keberadaan buaya sangat dihargai dan ada norma untuk tidak melukai sampai membunuh ketika buaya tersebut tidak membahayakan. 

“Nilai-nilai kearifan lokal seperti ini muncul dari adanya bentuk adaptasi masyarakat yang sudah dilakukan dalam kurun waktu yang lama. Namun, memang saat transportasi sungai semakin bertambah saat ini, kemunculannya juga semakin jarang terlihat,” ujarnya.

 Rekomendasi dari hasil kajian tersebut, kata Gubernur, akan ditindaklanjuti oleh Pemprov  Kaltara melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda-Litbang. Di antaranya, nilai-nilai tersebut perlu mendapat dukungan agar tidak penuh di tengah transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain nilai kearifan lokal, masyarakat adat juga meninggalkan beberapa bentuk fisik yang sama-sama membutuhkan perhatian dari pemerintah dan unsur masyarakat lainnya.

 “Pada hakikatnya, fungsi sungai Kayan sebagai sumber penghidupan baik di masa sekarang maupun untuk masa datang. Sehingga seluruh pihak memang harus turut serta menjaga kelestariannya,” ujarnya. (humas)


BACA JUGA

Rabu, 14 November 2018 12:48

Generasi Milenial Harus Inovatif

TARAKAN – Mengutip sebuah ungkapan dari Jerry Rice, seorang pemain football Amerika Serikat, Gubernur…

Rabu, 14 November 2018 12:46

Legal Aspek Pinjaman ke SMI Sudah Dipenuhi

TANJUNG SELOR – Legal aspek ajuan pembiayaan pembangunan gedung rumah sakit umum daerah tipe B…

Rabu, 14 November 2018 12:45

Triwulan III, Ekonomi Kaltara Tumbuh 5,01 Persen

TANJUNG SELOR – Secara komulatif, pertumbuhan ekonomi Kaltara hingga triwulan III 2018 mencapai…

Rabu, 14 November 2018 12:43

Pemprov-PSF Teken Mou Teacher Learning Center

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kaltara menyadari bahwa guru adalah kunci untuk memajukan…

Selasa, 13 November 2018 14:44

Transformasi Semangat Pahlawan, Tingkatkan Derajat Kesehatan

TANJUNG SELOR – Peringatan Hari Pahlawan tahun ini harus mampu melahirkan ide dan gagasan mentransformasikan…

Selasa, 13 November 2018 14:40

Gubernur Minta Pengelolaan Lebih Baik

TANJUNG SELOR – Setelah serah terima aset dan personel Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Senin (12/11),…

Selasa, 13 November 2018 14:36

Respons Kaltara Kupas Pinjaman Dana Bergulir UMKM

TANJUNG SELOR – Guna mendukung pengembangan usaha di Kalimantan Utara (Kaltara), pemerintah telah…

Selasa, 13 November 2018 14:34

Gubernur Minta Inventarisasi Program dan Kegiatan Inovatif

TANJUNG SELOR – Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan biro di lingkup Pemerintah Provinsi…

Selasa, 13 November 2018 14:32

Kendaraan Dinas Diintruksikan Ditarik

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie menginstruksikan Penjabat (Pj)…

Kamis, 08 November 2018 10:30

Tengkayu II Segera Diserahkan ke Pemprov

TANJUNG SELOR – Setelah Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, selanjutnya Pelabuhan Tengkayu II (Pelabuhan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .