MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Rabu, 07 November 2018 15:47
Pembudidaya Rumput Laut Banyak Melanggar Aturan
POTENSI: Pemprov Kaltara telah menerbitkan perda yang mengatur zonasi budidaya rumput laut.

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG SELOR – Potensi rumput laut yang begitu besar di Kalimantan Utara, telah banyak dikembangkan oleh masyarakat. Utamanya di wilayah pesisir. 

Namun sayang, sebagian pembudidaya masih belum memahami aturan zonasi, mana yang diperbolehkan dan mana yang tidak. Untuk itulah Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara berupaya melakukan penertiban.

Kepala DKP Kaltara Amir Bakry mengungkapkan, besarnya nilai ekonomis rumput laut memantik minat masyarakat untuk membudidayakan. Persoalannya, warga yang menjadi pembudidaya kerap mengesampingkan aturan-aturan yang telah ditetapkan.

Informasi yang diterimanya, produksi rumput laut di Kaltara cukup besar. Rata-rata bisa mencapai 600 ton kering per bulan. Dengan omzet perputaran uang mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah. “Pemerintah pada dasarnya mendukung masyarakat yang ingin membudidayakan rumput laut. Hanya saja, perlu diketahui bahwa ada aturan-aturan yang harus ditaati. Sementara, yang terjadi di lapangan selama ini banyak masyarakat yang melanggarnya. Salah satu contohnya, banyak lokasi budidaya rumput laut yang berada di jalur transportasi. Ini ada di perairan Tarakan dan Nunukan,” kata Amir, Selasa (6/11). 

Keberadaan lokasi budidaya rumput laut yang berada di jalur transportasi, kata Amir, sangat membahayakan. Tak hanya itu, keberadaan budidaya rumput laut ini, juga mengganggu aktivitas para nelayan. 

Milliaran rupiah uang berputar berkat budidaya rumput laut, menurutnya,  tentu baik untuk perekonomian di Kaltara. Dengan catatan, tidak melanggar peraturan. Namun jika aturan di langgar, sisi lain akan merugikan masyarakat juga. 

Untuk mengatur zonasi tersebut, Amir mengatakan, Pemprov Kaltara telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Kalimantan Utara (RZWP3K). Termasuk di dalamnya mengatur zonasi atau batasan areal pembudidayaan rumput laut. 

“Banyak keluhan oleh pengguna alur transportasi laut yang disampaikan ke kita. Benar saja, tidak hanya terganggu, akibat jalur transportasi laut yang selama ini digunakan, telah banyak dipakai oleh pembudidaya rumput laut bisa membahayakan orang,” katanya.

“Hal ini tentu melanggar, namun karena Pperda yang mengatur hal tersebut baru saja terbit, untuk saat ini kami masih dalam tahap sosialisasi,” lanjut Amir. 

Menurutnya, untuk mengatasi hal tersebut dalam waktu dekat pihaknya akan memasangan rambu berupa pelampung pembatas dengan berkoordinasi dengan, Navigasi, Syahbandar, dan beberapa instansi yang berkaitan dengaan pemanfaatan ruang laut sebagai acuan bagi para pengguna ruang laut. 

“Rencananya akhir bulan ini kami akan kami pasang pelampungnya, alatnya telah kami pesan dan sedang dalam perjalan menuju Kaltara,” ungkapnya.

Sebagai solusi, saat ini DKP Kaltara sedang mencoba membuat demplot untuk keramba jaring apung, khusus pembudidayaan rumput laut yang sedang diujicobakan di wilayah Nunukan, Tarakan dan Bulungan. Dengan luasan 2 x 4 meter. Dimana 1 bagan diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 300 kilo kering sekali panen. 

“Dengan demplot akan aman, karena tidak ada lagi rumput laut yang hanyut. Program ini salah satunya akan kita coba di Mangkupadi, Bulungan. Ini karena di daerah tersebut memiliki garis pantai yang panjang dan belum termanfaatkan,” katanya.

Amir menambahkan, pihaknya akan memberikan kelonggaran kepada pembudidaya rumput laut yang melewati batas hingga musim panen mendatang. Jika tahapan sosilisasi sudah berakhir, melalui instansi terkait akan memberikan peringatan untuk mencabut dan akan memberikan disanksi sesuai aturan yang berlaku bagi pembudidaya. Namun, jika tetap tidak mengindahkan, akan ada sanksi sesusai ketentuan tersebut. (humas)


BACA JUGA

Rabu, 14 November 2018 12:48

Generasi Milenial Harus Inovatif

TARAKAN – Mengutip sebuah ungkapan dari Jerry Rice, seorang pemain football Amerika Serikat, Gubernur…

Rabu, 14 November 2018 12:46

Legal Aspek Pinjaman ke SMI Sudah Dipenuhi

TANJUNG SELOR – Legal aspek ajuan pembiayaan pembangunan gedung rumah sakit umum daerah tipe B…

Rabu, 14 November 2018 12:45

Triwulan III, Ekonomi Kaltara Tumbuh 5,01 Persen

TANJUNG SELOR – Secara komulatif, pertumbuhan ekonomi Kaltara hingga triwulan III 2018 mencapai…

Rabu, 14 November 2018 12:43

Pemprov-PSF Teken Mou Teacher Learning Center

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kaltara menyadari bahwa guru adalah kunci untuk memajukan…

Selasa, 13 November 2018 14:44

Transformasi Semangat Pahlawan, Tingkatkan Derajat Kesehatan

TANJUNG SELOR – Peringatan Hari Pahlawan tahun ini harus mampu melahirkan ide dan gagasan mentransformasikan…

Selasa, 13 November 2018 14:40

Gubernur Minta Pengelolaan Lebih Baik

TANJUNG SELOR – Setelah serah terima aset dan personel Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Senin (12/11),…

Selasa, 13 November 2018 14:36

Respons Kaltara Kupas Pinjaman Dana Bergulir UMKM

TANJUNG SELOR – Guna mendukung pengembangan usaha di Kalimantan Utara (Kaltara), pemerintah telah…

Selasa, 13 November 2018 14:34

Gubernur Minta Inventarisasi Program dan Kegiatan Inovatif

TANJUNG SELOR – Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan biro di lingkup Pemerintah Provinsi…

Selasa, 13 November 2018 14:32

Kendaraan Dinas Diintruksikan Ditarik

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie menginstruksikan Penjabat (Pj)…

Kamis, 08 November 2018 10:30

Tengkayu II Segera Diserahkan ke Pemprov

TANJUNG SELOR – Setelah Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, selanjutnya Pelabuhan Tengkayu II (Pelabuhan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .