MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
UTAMA | TANJUNG SELOR | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Rabu, 07 November 2018 14:54
Budidaya Rumput Laut Tak Boleh di Alur Pelayaran
PENGARUHI ALUR PELAYARAN: Budidaya rumput laut di perairan Kabupaten Nunukan.

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG SELOR – Potensi rumput laut yang begitu besar di Kalimantan Utara, telah banyak dikembangkan oleh masyarakat. Utamanya di wilayah pesisir. 

Namun sayang, sebagian pembudidaya masih belum memahami aturan zonasi, mana yang diperbolehkan dan mana yang tidak. Untuk itulah Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara berupaya melakukan penertiban.

Kepala DKP Kaltara Amir Bakry mengungkapkan, besarnya nilai ekonomis rumput laut memantik minat masyarakat untuk membudidayakan. Persoalannya, warga yang menjadi pembudidaya kerap mengesampingkan aturan-aturan yang telah ditetapkan.

Informasi yang diterimanya, produksi rumput laut di Kaltara cukup besar. Rata-rata bisa mencapai 600 ton kering per bulan. Dengan omzet perputaran uang mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah. “Pemerintah pada dasarnya mendukung masyarakat yang ingin membudidayakan rumput laut. Hanya saja, perlu diketahui bahwa ada aturan-aturan yang harus ditaati. Sementara, yang terjadi di lapangan selama ini banyak masyarakat yang melanggarnya. Salah satu contohnya, banyak lokasi budidaya rumput laut yang berada di jalur transportasi. Ini ada di perairan Tarakan dan Nunukan,” kata Amir, Selasa (6/11). 

Keberadaan lokasi budidaya rumput laut yang berada di jalur transportasi, kata Amir, sangat membahayakan. Tak hanya itu, keberadaan budidaya rumput laut ini, juga mengganggu aktivitas para nelayan. 

Milliaran rupiah uang berputar berkat budidaya rumput laut, menurutnya,  tentu baik untuk perekonomian di Kaltara. Dengan catatan, tidak melanggar peraturan. Namun jika aturan di langgar, sisi lain akan merugikan masyarakat juga. 

Untuk mengatur zonasi tersebut, Amir mengatakan, Pemprov Kaltara telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Kalimantan Utara (RZWP3K). Termasuk di dalamnya mengatur zonasi atau batasan areal pembudidayaan rumput laut. 

“Banyak keluhan oleh pengguna alur transportasi laut yang disampaikan ke kita. Benar saja, tidak hanya terganggu, akibat jalur transportasi laut yang selama ini digunakan, telah banyak dipakai oleh pembudidaya rumput laut bisa membahayakan orang,” katanya.

“Hal ini tentu melanggar, namun karena Pperda yang mengatur hal tersebut baru saja terbit, untuk saat ini kami masih dalam tahap sosialisasi,” lanjut Amir. 

Menurutnya, untuk mengatasi hal tersebut dalam waktu dekat pihaknya akan memasangan rambu berupa pelampung pembatas dengan berkoordinasi dengan, Navigasi, Syahbandar, dan beberapa instansi yang berkaitan dengaan pemanfaatan ruang laut sebagai acuan bagi para pengguna ruang laut. 

“Rencananya akhir bulan ini kami akan kami pasang pelampungnya, alatnya telah kami pesan dan sedang dalam perjalan menuju Kaltara,” ungkapnya.

Sebagai solusi, saat ini DKP Kaltara sedang mencoba membuat demplot untuk keramba jaring apung, khusus pembudidayaan rumput laut yang sedang diujicobakan di wilayah Nunukan, Tarakan dan Bulungan. Dengan luasan 2 x 4 meter. Dimana 1 bagan diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 300 kilo kering sekali panen. 

“Dengan demplot akan aman, karena tidak ada lagi rumput laut yang hanyut. Program ini salah satunya akan kita coba di Mangkupadi, Bulungan. Ini karena di daerah tersebut memiliki garis pantai yang panjang dan belum termanfaatkan,” katanya.

Amir menambahkan, pihaknya akan memberikan kelonggaran kepada pembudidaya rumput laut yang melewati batas hingga musim panen mendatang. Jika tahapan sosilisasi sudah berakhir, melalui instansi terkait akan memberikan peringatan untuk mencabut dan akan memberikan disanksi sesuai aturan yang berlaku bagi pembudidaya. Namun, jika tetap tidak mengindahkan, akan ada sanksi sesusai ketentuan tersebut. (hms/fen)


BACA JUGA

Selasa, 06 November 2018 14:53

Pertamina Optimistis Capai Target

TARAKAN – Produksi minyak mentah yang dilakukan Pertamina EP Asset 5 dari perut…

Senin, 05 November 2018 12:18

UMK Tarakan Diprediksi Rp 3,4 Juta

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan akan membahas upah minimum ada pekan ini, menyusul telah ditetapkannya…

Jumat, 02 November 2018 00:21

UMKM Bantu Pertumbuhan Ekonomi

TANJUNG SELOR – Peran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terhadap perekonomian bangsa sudah…

Kamis, 01 November 2018 14:17

Pelabuhan Feri Dilirik Pusat

TARAKAN – Pelabuhan feri di Juata Laut, Tarakan dilirik oleh pemerintah pusat. Bahkan, rencana…

Selasa, 30 Oktober 2018 12:48

Investasi Jadi Sorotan Mahasiswa

TANJUNG SELOR - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bulungan, melakukan…

Senin, 29 Oktober 2018 11:49

Produksi Beras Lokal Masih Minim

TANJUNG SELOR – Bulungan masih jauh untuk mengejar status daerah swasembada pangan. Produksi beras,…

Minggu, 28 Oktober 2018 12:11

Kenaikan Pertamax Pengaruhi Laju Inflasi

TANJUNG SELOR - Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax kembali dinaikkan pemerintah pusat pada Oktober…

Sabtu, 27 Oktober 2018 14:50

Sektor Jasa Kurang Dilirik

DINAS Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Bulungan mencatat hingga saat ini koperasi yang bergerak…

Jumat, 26 Oktober 2018 15:39

Prioritas Kembangkan Jeruk Siam

TANJUNG SELOR – Tiga tanaman buah akan dikembangkan Dinas Pertanian Bulungan. Yakni, jeruk siam,…

Kamis, 25 Oktober 2018 15:15

Libatkan Tim Independen

PENGISIAN direksi dua badan usaha milik daerah (BUMD) yang dibentuk Pemprov Kaltara, yakni PT Migas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .